Alvin J. Tinangon
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SEKOLAH TINGGI KESENIAN di MANADO (PURISME dalam ARSITEKTUR) Gabriela, Sonya A.; Tinangon, Alvin J.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17081

Abstract

Kota Manado sendiri memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan dalam bidang seni. Melihat kenyataan bahwa seni saat ini penting untuk dipelajari dalam dunia pekerjaan, maka selayakya pendidikan seni dikedepankan juga di Manado. Menghadirkan suatu objek Sekolah Tinggi yang berfungsi sebagai sarana entertainment, agar dapat memacu aktifitas dan kreatifitas di bidang senipada wilayah Indonesia bagian timur khususnya Manado agar menjadi lebih maju dan berkembang.Dalam proses perancangan Sekolah Tinggi Kesenian di Manado menggunakan proses desain generasi II oleh John Zeisel dalam bukunya Inquiry by Design : Tools for Environment Behavior Research. Sekolah Tinggi Kesenian di Manado hadir sebagai fasilitas pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau profesional dalam lingkup disiplin ilmu seni yang mengutamanak peningkatan kemampuan / keterampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi, dengan tujuan untuk menghasilkan para profesional muda yang mampu bersaing dan berkembang dalam negeri maupun di luar negeri. `Kata Kunci : Sekolah Tinggi, Kesenian, Purisme, Le Corbusier
CHRISTIAN COMMUNITY CENTER DI MANADO. BIOMIMICRY ARCHITECTURE Pasla, Vincent D. J.; Tinangon, Alvin J.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17096

Abstract

Kehidupan antara umat beragama di Manado sangatlah kondusif dan memiliki toleransi yang tinggi. Khususnya pada umat beragama Kristen pusat informasi dan pelayanan kekristenan di Manado tergolong tidak optimal dan tidak diketahui secara jelas informasi yang didapat dari mana sumbernya, serta pusat kegiatan kerohanian khususnya agama Kristen sangatlah tidak memadai dan tidak optimal, sehingga perlu adanya suatu wadah kegiatan pelayanan sekaligus pusat informasi kekristenan di Manado untuk lebih mempererat hubungan horizontal antara masyarakat manado khususnya agama Kristen.                Penerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan kondisi lingkungan sekitar dan desain yang mengikuti alam yaitu Biomimicry Architecture. Dalam penerapan Biomimicry Architecture diharapkan memberikan dampak positif bagi manusia maupun lingkungan sekitar yang semakin hari semakin tidak bersahabat lagi. Sehingga dengan desain Biomimicry Architecture yang fleksibel dan representatif dapat membuat kondisi lingkungan dan bangunan dapat stabil dan pengguna memiliki kesan santai tenang dan nyaman. Dari tema ini diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang, dan menjadi inspirasi untuk perancangan-perancangan bangunan di masa depan.Kata Kunci : Kristen, Manado, Christian Community Center, Biomimicry Architecture
SEKOLAH TINGGI DESAIN INTERIOR DI MANADO. EKSPRESIONISME ARSITEKTUR Pulukadang, Kartika; Prijadi, Rachmat; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17098

Abstract

Pada dasarnya mendesain adalah sebuah proses yang melibatkan alat untuk memproses (informasi), subjek yang diproses (masalah) dan pemroses (pendesain). Sedangkan kualitas desain tidak hanya diukur dari orisinalitas dan daya kreativitas seseorang dalam menampilkan desain, tapi juga dari penalarannya untuk menguraikan, menjabarkan, menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi, kemudian mengambil keputusan yang terbaik. Dan untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan suatu metodologi berpikir tertentu, baik dalam kurikulum maupun pelaksanaannya. Sebagai jurusan di bidang seni dan desain, desain interior berupaya membentuk integrated professional dengan mempertautkan bidang keilmuan, teknologi, kesenian, dan profesionalisme. Materi kurikulum diarahkan pada pemahaman teoritis tentang kaidah perencanaan dan perancangan ruang dalam pendekatan teknis dan estetis. Sedangkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan profesionalisme, pelaksanaan pendidikan dititikberatkan pada pengembangan kreativitas, pengembangan wawasan keilmuan dan akademik serta pembekalan dasar keahlian, dengan penekanan pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif, yang mendorong peserta didik untuk berpikir divergen dan konvergen. Kata kunci : pendidikan berpikir, kritis, kreatif.
MANADO CHRISTIAN COMMUNITY CENTER. Arsitektur Simbolisme Manaroinsong, Keren E.; Makainas, Idradjaja; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17257

Abstract

Kota Manado adalah sebuah kota yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Kota Manado kini berkembang menjadi sebuah kota maju dan  semakin berkembang. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya investor menanam modalnya di wilayah Kota Manado. Dengan demikian tentu saja hal tersebut memacu roda industri didaerah ini yang ujungnya bermuara kepada pembukuan lapangan pekerjaan baik sektor formal maupun informal. Hal ini tentu saja mengundang banyak kaum urbanis yang berbondong-bondong tiap tahunnya untuk datang ke Kota Manado. Jumlah penduduk yang  meningkat tiap tahunnya tentu saja membutuhkan fasilitas umum, antara lain adalah fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, fasilitas transportasi dan fasilitas institusi Pendidikan (TK, SD, SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi). Namum belum adanya suatu fasilitas umum yang berkaitan dengan aspek sosial-spiritual. Manado Christian Community Center merupakan sebuah tempat/wadah yang menampung aktifitas masyarakat Kristen dalam aspek sosial, rohani-edukatif, dan juga rekreatif. Sebuah community center didalamnya terdiri dari perpustakaan umum, museum rohani mini, studio music, internet caffe, convention hall, amphitheater dan mungkin beberapa fasilitas publik lainnya yang terangkum dalam suatu kawasan yang dilengkapi oleh penataan ruang luar yang baik. Dengan mengambil tema Arsitektur Simbolisme, akan dibuat Christian Community Center yang cukup berbeda dengan Christian Community Center yang lainnya,  dimana bangunan ini akan mengacuh pada simbol-simbol kekristenan dengan estetika interior dan strukturnya akan sangat menarik dan memperjelas fungsi dari bangunan tersebut. Begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna/arti dapat menjadikan Manado Christian Community Center sebagai tempat yang mewadahi aktifitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan  pengetahuan kekristenan, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan Manado Christian Community Center sebagai sarana yang menunjang ifrastruktur perkembangan Kota Manado.Kata Kunci : Chritian Community Center, Masyarakat, Architecture Symbolisme,   Manado.
MINAHASA TENGGARA FOOTBALL STADIUM. Metaphore Architecture Manawan, Andrew A.; Tinangon, Alvin J.; ., Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19209

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan peningkatan kesehatan yang rekreatif sebagai bagian dari pendidikan menuju sportivitas, disiplin, dan prestasi. Citra bangsa yang positif dapat dinilai melalui prestasi olahraga dari bangsa tersebut. Pembinaan olahraga tentu saja tidak terlepas dari adanya sarana prasarana yang representatif. Pengadaan sarana prasarana yang baik akan mendukung pembinaan dan pelatihan para atlit, serta sebagai sarana yang rekreatif bagi masyarakat umum.  Khususnya untuk olahraga Sepakbola di Minahasa Tenggara memiliki minat dan animo yang cukup tinggi. Guna lebih mengembangkan potensi masyarakat Minahasa Tenggara pada olahraga sepak bola maka perlu disediakan wadah yang akan memberikan kenyamanan dan keamanan sehingga dapat menunjang kegiatan ini. Dengan adanya “Minahasa Tenggara Football Stadium” di harapkan dapat memenuhi kegiatan dan kebutuhan tersebut. Metaphor Architecture merupakan tema yang diambil untuk meningkatkan kualitas gagasan desain. Tema ini befungsi sebagai titik berangkat sekaligus sebagai koridor dalam pengambilan keputusan desain. Metaphor Architecture sebuah gaya bahasa arsitektur yang membawa, memindahkan dan menerjemahkan kiasan suatu objek ke dalam bentuk bangunan (ruang tiga dimensi).Burung Manguni adalah ide bentuk  yang diambil sebagai rupa awal yang akan menjadi patokan pengaplikasian tema dalam rancangan. Hasil rancangan yang ada diolah terus menerus dengan mengatasi kekurangan-kekurangan pada rancangan sebelumnya hingga menghasilkan objek rancangan yang tepat dan sesuai dengan maksud dan tujuan perancangan. Kata kunci : Minahasa Tenggara, Football Stadium, Metaphor Architecture
PUSAT REHABILITASI MEDIK DAN EDUKASI PENDERITA AUTIS DI KOTA MANADO. Biophilic Design Kandou, Tiffany B. M.; Kindangen, Jefrey I.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19219

Abstract

Beberapa contoh kasus ketidaknormalan pada anak berupa cacat fisik, cacat mental, gangguan perkembangan otak yang menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak, salah satunya adalah autis.Angka kelahiran anak setiap tahunnya meningkat dan tidak terlepas dari spektrum autistik. Ketersediaan wadah khusus penanganan penderita autis di kota manado masih minim dan tidak terlepas dari beberapa aspek yang yidak memenuhi kebutuhan maupun responsive terhadap perilaku penderita autis. Dibutuhkannya wadah yang memfasilitasi rehabilitasi medik dan edukasi bagi penderita autis yang juga responsive terhadap perilaku autis sehingga membantu proses terapi. Selain itu juga memiliki lokasi yang tepat dalam menunjang objek perancangan dan kolaborasi tema perancangan Biophilic Design yang mengintegrasikan alam.Dalam melakukan kajian perancangan maka dilakukan metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungannya serta kajian tema. Adanya proses analisis menuju sintesa melalui proses kerangka pikir yang melahirkan strategi perancangan proses desain yang berulang-ulang sehingga menghasilkan desain yang maksimal.Pusat rehabilitasi medik dan edukasi penderita autis di Kota Manado menghadirkan tiga fasilitas fungsional yang mendukung bagi penderita autis yaitu fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, dan fungsi hunian. Perancangan objek yang berkaitan dengan konsep terapi penderita autis memiliki beberapa strategi agar individu autis tidak hanya diberikan wadah begitu saja namun lewat wadah ini juga dapat membantu proses terapi penderita autis. Perancangan objek dengan pendekatan Biophilic Design adalah desain yang berlandaskan teori Biophilia dimana perancangannya berfokus pada hubungan manusia dan alam, selain itu alam juga sangat berpengaruh bagi kondisi fisik dan psikologis manusia. Perancangan ini menyediakan wadah yang khusus menfasilitasi dalam  penanganan terapi dan pendidikan penderita autis. Kolaborasi tema perancangan pada bangunan dapat berpengaruh positif bagi penderita autis dimana dapat merangsang sensorik otak penderita autis dalam  proses terapi maupun pendidikan dengan  menggunakan alam sebagi media. Kata Kunci : Autis, Pusat Rehabilitasi Medik, Edukasi, Alam, Biophilic Design
MUSEUM OF ART DI KOTA MANADO. Architecture of Light Bulo, Priscilia E. V.; Tinangon, Alvin J.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19310

Abstract

Seni merupakan sebuah ekspresi dari kreatifitas dan imajinasi manusia. Seni yang terus mengalami perkembangan, selalu bertumpu pada seni-seni sebelumnya. Walau begitu seiring perkembangan zaman, tidak terdapat sarana bagi artefak-artefak seni untuk bernaung. Artefak-artefak seni tersebut nantinya akan  digunakan sebagai tumpuan bagi para seniman muda di kota Manado untuk berkembang. Museum memiliki fungsi Observasi, Preservasi, Koleksi dan Eksebisi merupakan wadah yang tepat untuk mewadahi seni-seni tersebut. Dengan lokasi yang tepat akan saling menunjang dengan kegunaan objek bangunan serta perpaduan dengan tema perancangan Architecture of Light yang memanfaatkan cahaya sebagai faktor utama dalam mendesain.Kajian perancangan akan dilakukan lewat metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema. Kerangka pikir akan bertindak sebagai strategi dalam proses perancangan desain. Yang nantinya akan menghasilkan konsep perancangan yang berujung dengan transformasi hasil desain.Museum of Art di Kota Manado menampilkan 4 seni utama pada pameran tetapnya yaitu, seni lukis, seni patung, seni fotografi dan yang terakhir seni kain. Terbagi akan dua lantai, ruang pamer tetap menggunakan dua lantai untuk menjalankan aktivitas pameran koleksi tetap, sedangkan untuk pameran sementara menggunakan 1 lantai berdekatan dengan pameran tetap. Museum juga akan menyediakan sarana kegiatan pendukung berupa workshop, perpustakaan dan convention hall. Penunjang. Museum ini dirancang dengan pendekatan tema Architecture of Light. Penggunaan daylight architecture yang merupakan bagian dari Architecture of light, bisa dirasakan pada ruang pameran maupun ruang observasi. Sedangkan penggunaan artificial light secara optimal bisa digunakan pada ruang kegiatan pendukung kegiatan service. Architecture of Light yang merupakan permainan cahaya baik cahaya alami maupun buatan, akan berkolaborasi dengan pengunaan warna yang akan menghasilkan permainan emosi bagi pada pengunjung. Kata Kunci : Museum, Seni, Architecture of Light
KANTOR DPRD KABUPATEN TALAUD. Architecture of Light Maariwuth, Yeheskiel A.; Tinangon, Alvin J.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21249

Abstract

Dewan Perwakilan Rakyart Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud adalah lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kebutuhan akan gedung kantor DPRD yang memadai dan representatif menjadi suatu hal yang yang diperlukan guna mewadahi seluruh aktifitas anggota DPRD dan sekretariat DPRD, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.Keberadaan fasilitas sarana dan prasarana gedung kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud sampai saat ini masih belum bisa dikatakan representatif, dikarenakan penataan gedung yang tidak efisien, diamana letak ruang sidang peripurna dan gedung komisi DPRD berjauhan (tidak dalam satu lokasi site), kurangnya ruang kerja bagi anggota DPRD serta alat kelengkapan DPRD, kurangnya ruang sekretariat DPRD serta penataan ruangan yang kurang pas, dan masih banyak lagi kekurangan terkait sarana dan prasarana lainnya, sehingga keberadaan kantor DPRD yang baru menjadi hal yang mutlak untuk direalisasikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud merencanakan membangun kantor DPRD yang baru berlokasi di eks kantor Bupati Kepulauan Talaud, yang memiliki site yang lebih luas dari lokasi sebelumnya. Penerapan konsep rancangan kantor DPRD dengan tema Arhitecture of Light, diharapkan menjadi jawaban akan kebutuhan gedung kantor yang baru, dengan penekanan pada efektifitas pencahayaan alami dan buatan pada perletakan masa dan ruang, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi setiap pengguna gedung, dan diharapkan berimplikasi pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas kedinasan.Kata kunci : DPRD, Ruang, Architecture Of Light.
SPORT CENTER DI KOTA MABA, MALUKU UTARA. Simbiosis Arsitektur Masrin, Subandrio La; Tinangon, Alvin J.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21264

Abstract

Kota Maba sebagai Ibu Kota Kabupaten Halmahera Timur yang berkembang pesat memiliki masyarakat yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia olahraga. Olahraga sudah menempati posisi yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur.Pembangunan Sport Center di Kota Maba dengan tema Symbiosis Arsitektur ini di harapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Halmahera Timur akan fasilitas olahraga secara terpadu yang di lengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya, selain itu juga dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi dan menambah pengetahuan di bidang olahraga.Pada dasarnya objek perancangan merupakan penggabungan dari dua aspek yang memiliki satu tujuan berhubungan dengan petualangan alam dan dua tipe bangunan yang berbeda fungsi. Fungsi olahraga digabungkan dengan tempat olahraga yang berfungsi sebagai penunjang berolahraga dan latihan sebelum memulai kegiatan berolahraga yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di Kota Maba,Kabupaten Halmahera Timur.Kata kunci: Sport center di kota maba, maluku utara, simbiosis arsitektur
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO: Manifestasi Pendekatan Psikoneuroimonologi pada Ruang dan Bentuk Arsitektur Rumajar, Lidya S. H.; Tinangon, Alvin J.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66173

Abstract

Masalah pada kesehatan mental menjadi salah satu isu yang kompleks di Indonesia. Gangguan jiwa sangat mudah memicu gangguan fisik begitu juga sebaliknya, gangguan fisik menjadi alasan besar munculnya gangguan jiwa. Akan tetapi, stigma buruk terhadap gangguan jiwa menyebabkan banyak masyarakat tidak mau mencari bantuan sehingga menyebabkan banyaknya masalah kesehatan fisik dan mental. Di Kota Manado, sebagai kota terpadat di Sulawesi Utara, tekanan hidup meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa yang ramah dan mudah diakses. Perancangan Rumah Sakit Jiwa di Manado dengan pendekatan Psikoneuroimunologi (PNI)—pendekatan yang mengintegrasikan psikologi, sistem saraf, dan sistem imun—dapat menjadi solusi yaitu menciptakan lingkungan RSJ yang dapat menyelesaikan masalah mental dan biologis sekaligus, sehingga lebih efisien dan fungsional untuk isu kesehatan mental. Dengan pendekatan tematik, tipologi, dan tapak, serta metode glass box, konsep perancangan dengan memanifestasikan prinsip-prinsip PNI ke dalam perancangan Arsitektural seperti elemen multisensorial, ruang fleksibel, sirkulasi sehat, dan manipulasi suasana, diharapkan dapat memicu hubungan positif antara psikologis dan imunitas, yaitu membantu menurunkan stres dan meningkatkan imunitas. Kata kunci: Gangguan Jiwa, Rumah Sakit Jiwa, Psikoneuroimunologi, Manado.
Co-Authors . Sangkertadi Amanda S. Sembel Andreani, Juneth Andy A. Malik Andy Malik Bulo, Priscilia E. V. Christian F. Lumi, Christian F. Claudia S. Punuh, Claudia S. Constanty D. R. Paebesi Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Esli D. Takumansang Faizah Mastutie Fela Warouw Fortuna, Nora Dara Frensy G. Karundeng, Frensy G. Gabriela, Sonya A. Hanny Poli Helsi M. Tamboto, Helsi M. Hendriek H. Karongkong Indriani, Reggi Jean S. P. Langi Jefrey I. Kindangen Johansen C. Mandey Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kandou, Tiffany B. M. Kaparang, Angelita A. P. Lakat, Ricky S. M. Leidy M. Rompas Lintang, Ridho A. Luring, Gabriela Maariwuth, Yeheskiel A. Makainas, Idradjaja Manaroinsong, Keren E. Manawan, Andrew A. Manorek, Heski Marcovani R. Wowor Maretifanny Caesaria, Maretifanny Masrin, Subandrio La Michael M. Rengkung Moniaga, Ingerid L. E. Muh. Zulkifli Saida Nandar L. Lainus, Nandar L. Nangoy, Michelle A. M. Ngion, Renaldy Miracle Nonto, Erlangga Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktaviani R. Ogelang, Oktaviani R. Osak, Obaja J.R. Pasla, Vincent D. J. Pierre H. Gosal Prabowo, Alleandra Pratasik, Romario P. R. J. Pulukadang, Kartika Pusung, Febrin J. R. A. Rachmat Prijadi Raymond C. H. Tarore, Raymond C. H. Raymond Ch. Tarore Rembet, Gerald N. Rendy G. Tambengie, Rendy G. Rieneke L. E. Sela Rumajar, Lidya S. H. Runtuwene, Petrik Sangkertadi Sondakh, Julianus A.R. Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Surbakti, Ayu S. B. Suryono . Taihuttu, Abraham Theodosius M. Manabung Venesia Junan Veronica A. Kumurur Windy Mononimbar Yusuf D. Kareth, Yusuf D.