Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERUBAHAN INDEKS PLASTISITAS DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA DALISODO KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG SETELAH DISTABILISASI DENGAN KAPUR PADAM Dewi, Kinanti Ratri; Suwarno, Eko; Rahayuningsih, Titi
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i3.2024.1

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh stabilisasi tanah lempung di Desa Dalisodo, Kabupaten Malang, menggunakan kapur padam (Ca(OH)2) terhadap indeks plastisitas dan kuat geser tanah. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa 51,02 persen tanah lolos saringan, dan berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah tersebut tergolong A-7-5 (10) dengan indeks plastisitas (PI) sebesar 27,28 persen, yang menunjukkan plastisitas tinggi dan sifat kohesif. Karena tanah ini memiliki kondisi dasar yang kurang baik, diperlukan stabilisasi untuk meningkatkan kualitasnya agar dapat digunakan sebagai material dasar konstruksi. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Negeri Malang, dengan subjek tanah yang diambil dari kedalaman 1 meter. Kapur padam digunakan sebagai bahan stabilisasi dengan persentase 0 persen, 7,5 persen, 10 persen, 12,5 persen, dan 15 persen dari berat tanah kering, dengan waktu pemeraman selama 7 hari. Pengujian meliputi uji batas konsistensi (Atterberg) untuk menentukan indeks plastisitas dan uji geser langsung untuk mengukur kuat geser tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kapur padam sebesar 7,5 persen mengurangi indeks plastisitas dari 27,28 persen menjadi 10,99 persen, dan meningkatkan kuat geser tanah dari 0,23 kg/cm² menjadi 0,36 kg/cm². Kesimpulannya, penambahan kapur padam secara signifikan memperbaiki indeks plastisitas dan kuat geser tanah lempung di Desa Dalisodo, menjadikannya lebih layak sebagai dasar konstruksi.
SOLUSI ALTERNATIF PENGENDALIAN DAN PENANGANAN BANJIR SUNGAI WAY LAALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Nugraha, Dio Septya; Rahayuningsih, Titi; Al Ansyorie, Mohammad Mustofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i6.2024.1

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi debit banjir pada Sungai Way Laala dengan 1) mencari tahu debit puncak banjir periode ulang 25 tahun (Q¬25). 2) mengetahui kapasitas alir sungai way Laala. 3) merencanakan beberapa solusi alternative pengendalian banjir didasarkan penanganannya menggunakan pemodelan HEC HMS dan HEC RAS. Pada penelitian ini digunakan dua analisa data penelitian yaitu analisa hidrologi dengan menggunakan intensitas hujan menggunakan metode log person tipe- 111 dan perhitungan debit banjir rencana kala ulang 25 tahun menggunakan metode rasional. Hasil analisa dan perencanaan menunjukkan bahwa 1) debit banjir rencana kala ulang 25 tahun pada pemodelan HEC HMS sebesar 55,1 m3/detik. 2) Hasil pemodelan HEC RAS dengan input hidrograf banjir kala ulang 25 tahun, kondisi Sungai Way Laala mengalami overtopping pada semua station setinggi 0,4 – 1,2 m. Dari hasil pemodelan HEC RAS terjadi luasan banjir di area studi kasus sebesar 0,18 km2. 3) Pasca dilakukan normalisasi besar luasan banjir sebesar 0,11 km2. Banjir berkurang dari kondisi eksisting sebesar 39 persen. Pasca dilakukan perencanaan alternatif tanggul di sepanjang area studi kasus sepanjang 481 m, luapan banjir yang terjadi di sungai di lokasi penelitian sebesar 0.01 km2 dari kondisi eksisting. Hasil trial and error pada pemodelan HEC RAS didapat kapasitas maksimum Sungai Way Laala sebesar 17 m3/detik. Berdasarkan kapasitas maksimum Sungai Way Laala di rencanakan diversion channel untuk menampung debit banjir sebesar 38,1 m3/detik. Alternatif perencanaan diversion channel mampu mengurangi luasan banjir dengan prosentase 100 persen.
Pengendalian Air Limpasan dengan Ecodrainage untuk Kawasan Perumahan Podo Asih Setiawan, Arifandy; Yulistyorini, Anie; Rahayuningsih, Titi; Idfi, Gilang
Dampak Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.63-73.2023

Abstract

Podo Asih Housing is a residential area located in Beji District, Pasuruan Regency, located at 7°34'23.21” S and 112°44'00.39” E housing area of 50,000 m2 or 5 hectares, this relatively densely populated housing is still frequent. There is a flood that can disrupt the activities of residential residents. One alternative to overcome this is by applying the concept of eco-drainage in residential areas. This study uses a quantitative descriptive approach to the Podo Asih Housing area, hydrological analysis is carried out to determine runoff discharge and hydraulic analysis to determine the capacity of the existing channel in the Podo Asih Housing area, the analysis is carried out to determine how much runoff discharge occurs, that is the basis In eco-drainage planning, it is necessary to take into account how many rainwater reservoirs, infiltration wells, and biopore infiltration holes are needed to control the runoff water. In collecting data, researchers conducted observations and measurements directly in the field, carried out laboratory tests, and collected rain data from the Department of Irrigation and Mining of Pasuruan Regency. HEC-RAS software for hydraulic analysis calibration. The results showed that there were 39 out of 118 channels that could not accommodate runoff water discharge, planned as many as 378 rainwater collectors, 68 infiltration wells, and 289 biopore infiltration holes that could reduce runoff discharge by 1,253 m3/s with a reduction percentage of 95.59% for a 2 year return period, 77.06% for a 5 year return period, and 68.19% for a 10 year return period. Keywords: housing, runoff, ecodrainage  ABSTRAK Perumahan Podo Asih merupakan kawasan perumahan yang terletak di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, terletak pada 7°34'23.21” LS dan 112°44'00.39” BT dengan luas perumahan 50.000 m2 atau 5 hektar, perumahan yang relatif padat penduduk ini masih sering dijumpai. Adanya banjir yang dapat mengganggu aktivitas warga pemukiman. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan konsep ecodrainage pada kawasan pemukiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pada kawasan Perumahan Podo Asih, analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit limpasan dan analisis hidrolik untuk mengetahui kapasitas saluran yang ada di kawasan Perumahan Podo Asih, analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar terjadi debit limpasan, yang menjadi dasar Dalam perencanaan ekodrainase, perlu diperhitungkan berapa jumlah penampungan air hujan, sumur resapan, dan lubang resapan biopori yang dibutuhkan untuk mengendalikan air limpasan. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan, melakukan uji laboratorium, dan mengumpulkan data hujan dari Dinas Pengairan dan Pertambangan Kabupaten Pasuruan. Perangkat lunak HEC-RAS untuk kalibrasi analisis hidrolik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 dari 118 saluran yang tidak dapat menampung debit air limpasan, direncanakan sebanyak 378 penampung air hujan, 68 sumur resapan, dan 289 lubang resapan biopori yang dapat mereduksi debit limpasan sebesar 1.253 m3/s dengan persentase penurunan. sebesar 95,59% untuk periode ulang 2 tahun, 77,06% untuk periode ulang 5 tahun, dan 68,19% untuk periode ulang 10 tahun. Kata kunci: perumahan, limpasan, ekodrainase      
Identifikasi Potensi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik di Dusun Krisik Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Nafi'atus Sholikhah; Vita Ayu Kusuma Dewi; Titi Rahayuningsih
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 4 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 4 Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v8i4.5506

Abstract

Along with increasing human growth and activity, the need for clean water also continues to increase. Kemiri Village, Jabung Subdistrict, Malang often experiences clean water difficulties for daily needs, especially during the dry season. This study aims to determine the location of aquifers and potential groundwater discharge in Krisik Hamlet. The research method uses the Schlumberger Configuration Geoelectric Method and data analysis using IPI2WIN Software which is then smoothed using Progress 3 Software to identify aquifers and groundwater potential. Data acquisition was carried out on a 100-meter stretch of AB with 3 sounding points. Groundwater potential of the study area can be found at depths ranging from 0.04 - 44.71 meters bmt. The thickness of the aquifer layer ranges from 6.51 - 40.49 meters in the form of sandstone with resistivity values ranging from 164.69 - 248.84 Ωm. The type of aquifer found in the study area is unconfined aquifer in locations 1 and 2 and floating aquifer in location 3.
KAJIAN FASILITAS JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN KAJOETANGAN KOTA MALANG Agung Novemdra, Nanang; Rahardjo, Boedi; Rahayuningsih, Titi
BANGUNAN Vol 29, No 2 (2024): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p100-113

Abstract

Jalur pedestrian merupakan suatu media yang menunjang pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pejalan kaki.Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik pejalan kaki di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (2) mendeskripsikan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (3) menganalisis persepsi pengunjung terkait fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetngan Kota Malang, (4) menganalisis tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan survey dan angket. Data yang diperoleh dari hasil observasi, teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan Software Microsoft Excell untuk mendapatkan informasi data berupa persentase, proporsi, dan rasio. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) karakteristik pejalan kaki terbanyak adalah perempuan dengan persentase 51%, berumur 19 – 40 tahun dengan persentase 47%, tingkat Pendidikan mayoritas SMA – sederajat dengan persentase 43%, jenis pekerjaan mayoritas pelajar/mahasiswa dengan persentase 53%, dan penghasilan kurang dari Rp 3.200.000 dengan persentase 78%. Maksud dan tujuan pejalan kaki adalah berbelanja dengan persentase 38%. (2) Kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang pada segmen 1 memiliki lebar 2,4 pada sebelah Timur, 3 m pada sisi Barat, segmen 2 lebar 5 m, dan segmen 3 sebesar 5 m. Jenis penutup trotoar adalah resin bound paving, fasilitas pada trotoar Kajoetangan di beberapa titik perlu perbaikan seperti tempat duduk dan fasilitas peneduh. (3) Berdasarkan persepsi pengunjung dapat disimpulkan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang adalah baik tetapi perlu perbaikan di beberapa titik. (4) Tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di dapat arus terbesar pada hari Sabtu yaitu 2,03 ped/m/mnt. Kecepatan terbesar pejalan kaki pada hari Selasa sebesar 80,19 m/mnt. Kepadatan tertinggi pada hari Minggu sebesar 0,059 ped/m², Ruang berjalan terbesar pada hari Selasa sebesar 194m²/ped. Fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan mempunyai tingkat pelayanan A berdasarkan kecepatan, sedangkan berdasarkan arus dan ruang adalah A.
Analysis of Flood Hazard Level in Widas Sub Watershed of Nganjuk Regency Using Geographic Information System Dani Zakiata Fahmi; Titi Rahayuningsih; Vita Ayu Kusuma Dewi; Eko Suwarno
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 1 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 1 January 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i1.6185

Abstract

Widas Subwatershed in Nganjuk Regency is a tributary of the Brantas Subwatershed that often experiences flooding during the rainy season. The data on flooding is still in the form of numbers and tables so it needs to be mapped. The presentation of data in the form of a map is needed so that readers can analyse its distribution and help in mitigation planning against flood disasters. The purpose of this research is to analyse the level of flood hazard in the Widas Subwatershed of Nganjuk Regency and present it in the form of a map. The method used was scoring of 6 flood parameters, namely slope, land elevation, soil type, rainfall, land use, and river density, then weighting with the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The result of this research is that Widas Sub Watershed of Nganjuk Regency is dominated by flood hazard area of 33,375.95 Ha while the flood hazard area is 3,415.55 Ha. Flood hazard areas are found in 28 villages in Gondang, Loceret, Nganjuk, Pare, Sukomoro, and Tanjunganom sub-districts. The flood-prone areas are caused by 4 main factors: low land elevation, Alluvial soil type, residential land use, and the density of the river is very sparse.
STRATEGI PENINGKATAN PEMANTAUAN KINERJA DAN PERSONALISASI PEMBELAJARAN DENGAN 'STUDENT LEARNING ANALYTICS WITH TABLEAU' UNTUK MAHASISWA PPG SENI BUDAYA Iriaji, Iriaji; Rahayuningsih, Titi; Yuliati, Yuliati; Firdausi Nuzula, Salsabila; Oktama, Triyoga; Putri Surya, Eka; Aruna, Alby; Marcelliantika, Adinda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3054-3073

Abstract

Peningkatan pemantauan kinerja dan personalisasi pembelajaran bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Rumpun Seni Budaya melalui materi kursus "Student Learning Analytic with Tableau" menjadi tujuan utama dari kegiatan ini. Metodologi yang diterapkan mencakup analisis kebutuhan mahasiswa, perancangan kurikulum, serta evaluasi implementasi kursus. Kursus ini didesain untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep dan praktik analitik pembelajaran menggunakan Tableau, sebuah alat visualisasi data yang kuat dan canggih. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa untuk memantau kinerja akademik mereka secara mandiri serta menerapkan personalisasi pembelajaran yang lebih efektif. Evaluasi yang dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam mengonfirmasi efektivitas kursus ini dalam mendukung strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis data. Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan Tableau untuk menganalisis data pembelajaran mereka. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam memodernisasi pendekatan pengajaran dan memastikan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, dengan memanfaatkan teknologi analitik dan visualisasi data untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan individu mahasiswa.
IMPLEMENTATION OF POROUS-WALLED INFILTRATION WELL DESIGN TO REDUCE SURFACE RUNOFF AT CAMPUS I STATE UNIVERSITY OF MALANG USING EPA SWMM 5.2 SOFTWARE Asa Faidho Rizkia Fahmi; Eko Setyawan; Vita Ayu Kusuma Dewi; Titi Rahayuningsih
Journal Innovation of Civil Engineering (JICE) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jice.v5i2.23356

Abstract

The rapid expansion of urban activities at Universitas Negeri Malang has reduced rainwater infiltration and increased surface runoff, raising flood risks. At Campus I, the limited drainage capacity necessitates a green infrastructure-based solution. This study designs an optimal porous-walled infiltration well system and determines its quantity and distribution using EPA SWMM 5.2. Unlike previous studies, this research integrates site-specific permeability data from laboratory testing into the modeling process for greater accuracy. A descriptive quantitative approach was applied, with runoff discharge estimated using the Rational Method and permeability tested via the Falling Head Permeability Test. EPA SWMM 5.2 modeling, incorporating the Low Impact Development (LID) feature, was used to analyze flooding and assess system effectiveness. The findings provide recommendations for an optimized infiltration well design, offering a precise and adaptable rainwater management solution. Keywords: Infiltration Well; Porous Wall; Surface Runoff; EPA SWMM.
Pembangunan Sarana Prasarana Penunjang Kegiatan Masyarakat Berupa Gazebo Untuk Meningkatkan Potensi Wisata Di Desa Wonokerso Risdanareni, Puput; Handayani, Agil Fitri; Nindyawati, Nindyawati; Rahayuningsih, Titi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6446

Abstract

 Desa Wonokerso, sebuah desa di kecamatan Pakisaji memiliki lokasi yang strategis untuk dijadikan penghubung antara pusat kota malang dengan pusat pemerintah kabupaten malang. Dengan keistimewaan lokasi ini Desa Wonokerso sangat strategis untuk dikembangkan menjadi desa wisata pertanian dan pendidikan. Salah satu upaya dalam meningkatkan potensi wisata ialah dengan mendirikan sarana prasarana yang memadai seperti area rest area terpadu. Masterplan pengembangan wilayah rest area, playground dan sarana olahraga di Desa Wonokerso telah mulai dirintis oleh tim pengabdian UM sejak tahun 2022. Akan tetapi akibat keterbatasan dana, Pembangunan sarana prasarana ini belum sepenuhnya terlaksana. Oleh karena itu dalam program pengabdian wilayah mitra kali ini tim pengabdian membangun sarana prasara pendukung rest area berupa gazebo. Gazebo yang telah dibangun didesain sesuai dengan karakteristik khas desa Wonokerso. Model pendampingan partisipatif dilakukan dalam proses desain, pembangunan dan pengawasan gazebo di rest area Desa Wonokerso. Warga desa, Bumdes dan perangkat desa secara aktif dilibatkan dalam proses desain, agar kebutuhan warga terwadahi dengan tepat di dalam desain. 
Pengembangan Model Pembelajaran Digital Curation dalam Sistem Informasi PPG Seni Budaya untuk Menata Mengelola dan Mempresentasikan Karya Mahasiswa Secara Terintegrasi Iriaji; Usep Kustiawan; Titi Rahayuningsih; Ade Richa Daril Janah; Aisha Syauqina Ramadina; Ahmad Sholikin
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.9312

Abstract

This research aims to develop a Digital Curation learning model in the PPG Information System of Arts and Culture which functions to organize, manage, and present student works in an integrated manner. The main problem raised is the lack of a structured learning system in archiving and exhibiting students' works digitally as part of the reflective and curatorial learning process. This research uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which focuses on the initial three stages: Analysis, Design, and Development. In the analysis stage, a needs study was carried out through observation, interviews, and analysis of learning documents, which shows the importance of digital curation learning in the context of art. The design stage produces a design of a digital curation-based learning model that includes the flow of curatorial activities, a digital platform for work archives, and learning reflection instruments. In the development stage, an initial prototype of a web-based digital system was developed that allows students to systematically upload, organize, and present works with tagging, cataloging, and multimedia presentation features. The results of the development show that this model has the potential to support students' digital literacy skills, work documentation, and visual communication in an integrative manner.