Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi produk taman bugar desa melalui pelatihan, pembinaan, dan pelayanan instruktur kebugaran desa Boyke Mulyana; Komarudin Komarudin; Sandey Tantra Paramitha
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36397

Abstract

Keadaan zaman yang berubah dengan cepat membuat kesehatan masyarakat menjadi sangat rentan terkena penyakit, baik fisik maupun mental. Keberadaan taman bugar merupakan upaya untuk menjauhkan masyarakat dari ancaman penyakit baik fisik maupun mental, konsep yang dibuat dari taman bugar merupakan upaya untuk mendorong masyarakat untuk senantiasa membiasakan pola hidup sehat. Selain itu, taman bugar tidak hanya berisikan alat-alat olahraga tetapi memiliki instruktur senam yang ada di dalamnya, hal ini membuat masyarakat lebih paham akan pentingnya hidup bugar. Metode pengabdian yang digunakan dalam program pengabdian pada masyarakat ini yaitu metode kaji tindak partisipatif. Hasil yang diperoleh menggambarkan: 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan alat kebugaran; 2) terciptanya kesadaran dalam diri masyarakat untuk berolahraga yang bertujuan untuk hidup bugar; 3) instruktur kebugaran desa yang menjadi harapan dari masyarakat ialah yang paham secara pengetahuan maupun secara keterampilan untuk mengajak masyarakat berolahraga; dan 4) masyarakat menganggap bahwa implementasi produk taman bugar desa sudah tepat sasaran.
Implementasi produk taman bugar desa melalui pelatihan, pembinaan, dan pelayanan instruktur kebugaran desa Boyke Mulyana; Komarudin Komarudin; Sandey Tantra Paramitha
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.260

Abstract

Keadaan zaman yang berubah dengan cepat membuat kesehatan masyarakat menjadi sangat rentan terkena penyakit, baik fisik maupun mental. Keberadaan taman bugar merupakan upaya untuk menjauhkan masyarakat dari ancaman penyakit baik fisik maupun mental, konsep yang dibuat dari taman bugar merupakan upaya untuk mendorong masyarakat untuk senantiasa membiasakan pola hidup sehat. Selain itu, taman bugar tidak hanya berisikan alat-alat olahraga tetapi memiliki instruktur senam yang ada di dalamnya, hal ini membuat masyarakat lebih paham akan pentingnya hidup bugar. Metode pengabdian yang digunakan dalam program pengabdian pada masyarakat ini yaitu metode kaji tindak partisipatif. Hasil yang diperoleh menggambarkan: 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan alat kebugaran; 2) terciptanya kesadaran dalam diri masyarakat untuk berolahraga yang bertujuan untuk hidup bugar; 3) instruktur kebugaran desa yang menjadi harapan dari masyarakat ialah yang paham secara pengetahuan maupun secara keterampilan untuk mengajak masyarakat berolahraga; dan 4) masyarakat menganggap bahwa implementasi produk taman bugar desa sudah tepat sasaran.
Perbandingan Kemampuan Growth Mindset dan Fixed Mindset Atlet Futsal di Universitas Khaizul Adrevi Karim; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Selmia Pasang
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i3.4397

Abstract

Atlet futsal sering sekali mengalami masalah dalam mindset mereka, masalah ini muncul ketika atlet memiliki perbedaan mindset dimana Fixed mindset membuat atlet cenderung mudah menyerah saat tertinggal atau menyalahkan keadaan saat melakukan kesalahan. Sebaliknya, Growth mindset yang dimana atlet meyakini bisa menjaga stabilitas mindset bertanding atlet agar tetap fokus pada evaluasi dan peningkatan peforma. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh antara Growth mindset dan Fixed mindset terhadap atlet futsal putra universitas. Penilitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan desaign deskriptif komparitif untuk membandingkan skor Growth mindset dan Fixed mindset pada atlet futsal universitas, perbandingan di lakukan untuk mengetahui kecenderungan mindset yang lebih dominan pada atlet futsal universitas. lalu subjek pada penelitian ini terdiri dari 20 atlet futsal universitas. Kemudian penulis menggunakan instrumen Revised Implicit Theories of Intelligence (self-theory) Scale yang terdiri dari 8 item pertanyaan untuk mengukur pola pikir atlet futsal universitas, kemudian data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dengan skala likers 4 poin, analisis data di lakukan menggunakan uji komparitif dengan bantuan SPSS Versi 29 untuk membandingkan mendset atlet futsal universitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara atlet yang memiliki Growth mindset di bandingkan dengan atlet yang memiliki Fixed mindset. Atlet dengan Growth mindset memiliki mental yang lebih stabil di bandingkan dengan atlet yang memiliki Fixed mindset. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pikir berkembang memiliki kaitan erat dengan peningkatan mindset kompetitif pada atlet futsal universitas. Sehingga penelitian ini menyarankan agar pelatih untuk mulai mengintegrasikan latihan aspek psikologi yang mendorong pembentukan Growt mindset seperti memberikan umpan balik yang berfokus pada proses bukan hanya pada hasil akhir.
Hubungan Antara Mental Toughness dengan Competitive Anxiety Atlet Futsal Pelajar Raden Muhammad Naufal Fairuzzaman; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Rere Anne Marisa Nuraini
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i3.4504

Abstract

Pada saat bertanding atlet pelajar futsal mengalami kecemasan kompetitif, sehingga mengalami penurunan pada saat passing, shooting dan dribling. Hal ini mengakibatkan atlet kesulitan untuk memenangkan pertandingan dan cenderung mengalami kecemasan kompetitif yang berlebih. Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran Mental Toughness saat pertandingan. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 21 atlet pelajar futsal putra. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner Sport Competition Anxiety Test (SCAT) dan Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) yang diberikan satu kali kepada sampel. Setelah data diperoleh, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi SPSS Versi 27. Studi ini menujukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Mental Toughness dengan Competitive Anxiety performa atlet futsal pelajar. Hal ini ditunjukkan dengan besar kecemasan kompetitif sebesar 59%, yang berarti Mental Toughness dengan performa atlet memiliki hubungan yang kuat. Berdasarkan hasil penelitian studi ini menyimpulkan bahwa Mental Toughness memiliki peranan penting dalam meningkatkan performa atlet pelajar futsal. Sehingga kami menyarankan pelatih untuk lebih sering melakukan latihan mental dengan memberikan latihan yang lebih bervariatif atau sering uji coba kompetisi dan mengikuti turnamen.
The Influence of Teamwork on the Competitive Performance of Riverside Forest FC in the West Java Liga 4 Competition Agustian Ngurah Paturusi; Komarudin Komarudin; Nidaul Hidayah
Journal Coaching Education Sports Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/26q1j712

Abstract

Teamwork is a fundamental factor in achieving success in sports competitions, particularly in football, where effective coordination, communication, and collaboration among team members are essential for optimal performance. However, empirical evidence regarding the influence of teamwork on club performance at the regional competition level remains limited. This study aimed to examine the effect of teamwork on the competitive performance of Riverside Forest FC in the West Java Liga 4 competition. A quantitative study with a correlational approach was employed using a survey method. The study involved 30 respondents, consisting of athletes, coaches, managers, and club officials of Riverside Forest FC, selected through a total sampling technique. Data were analyzed using simple linear regression with SPSS software. The results revealed that teamwork had a significant positive effect on the club's competitive performance (β = 0.382; p < 0.001). The coefficient of determination indicated that teamwork explained 45.8% of the variance in competitive performance (R² = 0.458), while the remaining 54.2% was influenced by other factors outside the scope of this study. These findings demonstrate that effective teamwork, characterized by strong communication, coordination, mutual trust, and clear role distribution, plays a crucial role in enhancing the competitive performance of Riverside Forest FC in the West Java Liga 4 competition. Therefore, strengthening teamwork should become a strategic priority for football clubs seeking sustainable competitive success.
Metode Latihan Tabata untuk Meningkatkan Daya Tahan Anaerobik Atlet Bola Voli Pantai Trena Rivantari; Komarudin Komarudin; Yopi Kusdinar
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 3 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/v61j9a82

Abstract

This study aims to determine the effect of the Tabata training method on increasing the anaerobic endurance of beach volleyball athletes. This study used an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The population in this study used 12 beach volleyball athletes who were divided into two groups: the experimental group and the control group, each consisting of 6 athletes. The instrument in this study used the RAST test which was carried out before and after treatment. The experimental group was given treatment in the form of Tabata training and the control group was given conventional training. The results of the study showed an increase in anaerobic endurance in both groups, but the increase in the experimental group was more significant than the control group. Thus, the Tabata training method is more effective and is recommended as an alternative to increase the anaerobic endurance of beach volleyball athletes. Keywords: Anaerobic Endurance, Beach Volleyball, Tabata Training.
IMPLEMENTASI MULTIMODAL COGNITIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA ATLET DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGIS Komarudin Komarudin; Geraldi Novian; Alen Rismayadi; Mochamad Yamin Saputra; Mona Fiametta Febrianty
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.38132

Abstract

Performa atlet tidak hanya dipengaruhi oleh aspek fisik, teknik, dan taktik, tetapi juga aspek psikologis seperti konsentrasi, kepercayaan diri, motivasi, dan kontrol emosi. Namun, dalam praktiknya, aspek psikologis seringkali belum menjadi fokus utama dalam program latihan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Multimodel Cognitive Training terhadap peningkatan performa psikologis atlet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group Pretest-Posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 40 atlet berbagai cabang olahraga di UKM Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket aspek psikologis atlet. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 61,03 pada Pretest menjadi 74,53 pada Posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan demikian, Multimodel Cognitive Training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan performa psikologis atlet.
Research traceability identification talent in sports psychology: a bibliometric analysis with vosviewer Mona Fiametta Febrianty; Komarudin Komarudin; Geraldi Novian; Xuan Quynh Lai
Jurnal Patriot Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Patriot
Publisher : Department of Coaching, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v8i1.1220

Abstract

Problems: Talent identification in sports is a multidimensional field of research that continues to evolve in line with advances in science, technology, and the needs of modern sports. Talent identification encompasses not only physical aspects and tactical skills but also psychological, social, cognitive, and environmental factors. Despite the increasing research, mapping global research trends, particularly on psychological skill-based talent identification in sports, remains a lack of a comprehensive structure. Purpose: This study aims to analyze the mapping of global research trends regarding psychological skills-based talent identification in sports, evaluate scientific collaboration networks, identify existing research gaps, and compile recommendations for future research. Methods: This study employed bibliometric analysis with the help of VOSviewer software. Data sources were obtained from Google Scholar for the 2015–2025 period through the Publish or Perish Reference Manager application. Mapping was conducted based on frequently appearing and interrelated keywords in the scientific literature, namely "Talent Identification by Psychological Skills in Sport," which resulted in 500 documents with a topical scope that reflects the diversity of themes in the field being studied. Results: The research results show that the peak number of publications occurred in 2016, indicating increased interest in this topic during that period. The most frequently published journal was Psychology of Sport and Exercise, published by Elsevier. Conclusion: This study provides a comprehensive overview of the development of talent identification research in sports from a psychological perspective and can be a starting point for further researchers in finding relevant sources and theoretical foundations, as well as identifying research opportunities that are still open in the future
Weight Training Using The Circuit Method To Improve Arm Muscle Power In Tarung Derajat Athletes Raisya Amalia Noerfalaah; Komarudin Komarudin; Ira Purnamasari; Geraldi Novian
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v15i1.258

Abstract

Arm muscle power is an essential component of physical fitness in Tarung Derajat because it enables athletes to execute fast, strong, accurate, and efficient strikes during competition while minimizing the risk of injury. This study aimed to determine the effect of circuit-based weight training on improving arm muscle power in Tarung Derajat athletes. The study employed an experimental method using a pretest-posttest control group design. The instrument used to measure arm muscle power was the medicine ball throw test. The participants consisted of 16 active Tarung Derajat athletes from Bandung who were divided into experimental and control groups through total sampling and ordinal pairing based on pretest results. Data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. The results showed that circuit-based weight training had a significant effect on improving the athletes’ arm muscle power. Therefore, the circuit method can be recommended as an effective and efficient training program for enhancing arm muscle power in Tarung Derajat athletes.
Eccentric Training Method to Improve Hamstring Muscle Strength of Badminton Athletes Adelia Dwi Yuniar; Komarudin Komarudin; Muhamad Tafaqur
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v15i1.277

Abstract

This study aimed to examine the effect of an eccentric training program on hamstring muscle strength in badminton athletes. An experimental method with a pretest–posttest control group design was employed. Twelve badminton players (age: 20.00 ± 0.60 years; body mass: 67.56 ± 8.68 kg; height: 170.16 ± 9.75 cm) from the Badminton Student Activity Unit (UKM) of Universitas Pendidikan Indonesia participated in the study. Six athletes were assigned to the experimental group (ECC), which received an eccentric training intervention, while the remaining six athletes were assigned to the control group (CON), which continued with conventional training. Participants were selected using purposive sampling based on the following inclusion criteria: (1) active students competing in the UPI badminton UKM competitive category and (2) regular attendance in badminton training sessions. Athletes were excluded if they experienced lower-extremity pain, had a current injury, or were undergoing rehabilitation following a lower-body injury. Hamstring muscle strength was assessed using the Unilateral 90° Isometric Hamstring Test performed on a force plate. The eccentric training program was administered for six weeks, consisting of 12 training sessions. The results revealed a significant increase in hamstring muscle strength in the ECC group following the intervention (p = 0.001). Furthermore, the mean gain score was significantly greater in the ECC group compared with the CON group. These findings suggest that eccentric training is an effective method for improving hamstring muscle strength in badminton athletes.