Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMALISASI DRAINASE PADA KAWASAN BOOSTER PUMP STATION MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM 5.2 Cahya Sujatmiko; Farida Juwita; Anwar Anwar; Dicky Setiawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5177

Abstract

Sistem drainase yang efektif dan efisien menjadi aspek krusial dalam pengelolaan kawasan yang memiliki potensi risiko genangan air, Booster Pump Station (BPS) merupakan fasilitas yang umumnya terletak di daerah dengan dataran yang memiliki elevasi cukup rendah. Keberadaan BPS rawan terhadap masalah genangan air akibat curah hujan yang tinggi dan kurang optimalnya sistem drainase yang ada. Penelitian ini dilakukan pada kawasan Booster Pump Station dengan tujuan mendapatkan dimensi saluran, debit maksimum, tinggi muka air dan simulasi aliran air menggunakan software SWMM 5.2. Penelitian ini meliputi analisis hidrologi berupa perhitungan curah hujan menggunakan data curah hujan dari tahun 2004 sampai dengan 2023 pada stasiun curah hujan Cisalak Baru, Banjar Irigasi dan Cicinta. Perhitungan curah hujan rata-rata menggunakan metode Poligon Thiessen, curah hujan rancangan dihitung dengan Metode Log Pearson III sedangkan debit rancangan menggunakan metode Rasional. Debit saluran dan kecepatan aliran dihitung menggunakan persamaan manning. Dari penelitian ini didapatkan hasil debit rancangan untuk periode kala ulang 25 tahun adalah 0,64 m3/det. Dimensi saluran yang didapatkan untuk kala ulang 25 tahun adalah 0,70 m x 0,80 m sampai dengan 0,90 m x 0,90 m. Tinggi muka air maksimum yang didapatkan untuk kala ulang 25 tahun adalah 0,78 m. Simulasi aliran air didapatkan hasil ketinggian maksimum pada kala ulang 100 tahun terjadi pada menit ke 24 sedangkan debit maksimum pada kala ulang 25 tahun terjadi pada menit ke 24.
Pengaruh Penambahan Lateks dan Filler Semen pada Campuran AC-BC terhadap Karakteristik Marshall M. Safiq Zahibul Fadila; M. Enriko Tosulpa; Farida Juwita; Rizki Pratama; Rahmad Hidayat Lendrian; Gran Silmi Kholifawati
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2d40ca74

Abstract

This study evaluates the effect of liquid natural rubber latex and cement filler on the Marshall characteristics of Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC). A laboratory experiment was conducted using two asphalt contents (4.5% and 5.5%) and four latex contents (0%, 8%, 10%, and 12% by asphalt weight). Three specimens were prepared for each combination, resulting in 24 Marshall specimens. The evaluated parameters were voids in mixture (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), voids filled with bitumen (VFB), stability, flow, and Marshall Quotient (MQ). At 4.5% asphalt, the 12% latex mixture produced the highest stability of 1,036.8 kg and an MQ of 343.44 kg/mm. At 5.5% asphalt, the 8% latex mixture produced the highest stability of 1,085.0 kg and an MQ of 371.46 kg/mm. All modified mixtures satisfied the minimum stability requirement and the specified flow range. The control mixture at 5.5% asphalt had a VIM of 2.87%, below the 3–5% requirement, whereas latex-modified mixtures remained within the range. The response was non-linear, indicating an optimum balance between asphalt, latex, and cement filler. Latex addition can improve load-bearing capacity and mixture stiffness when applied at an appropriate dosage.