Claim Missing Document
Check
Articles

Studi kapal ikan cakalang di galangan bintang mumbul wibowo pekalongan Tungky Ari Wibowo; Samuel Samuel; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang kaya akan sumber daya kelautan, Indonesia masih mengandalkanarmada kapal perikanan tradisional yang kerap kali dibangun tanpa dokumentasi teknis yang memadai, sehingga memicupeningkatan risiko keselamatan dan penurunan efisiensi operasional. Kajian ini menginvestigasi penerapan teknologikontemporer dalam proses dokumentasi dan evaluasi konstruksi kapal penangkap ikan cakalang berbasis tradisional diGalangan Bintang Mumbul Wibowo, Pekalongan, dengan penekanan pada kapal KMN Sukses Maju 6. Denganmemanfaatkan metode fotogrametri udara yang didukung oleh drone serta pemodelan tiga dimensi melalui perangkatlunak Rhinoceros dan Agisoft Metashape, penelitian ini menyusun rencana garis (lines plan) dan tata letak umum(general arrangement) guna menetapkan dimensi primer beserta tonase kapal secara presisi, selaras dengan ketentuanPeraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 45 Tahun 2021. Evaluasi hambatan total kapal diimplementasikan melaluipendekatan empiris Holtrop dan Fung pada perangkat lunak Maxsurf, bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensioperasional serta meningkatkan aspek keselamatan. Temuan penelitian menghasilkan dokumentasi terstruktur mengenaitahapan fabrikasi kapal berbahan kayu, model geometris tiga dimensi yang akurat, serta rekomendasi strategis untukpeningkatan produktivitas sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikansumbangan substantif terhadap pengembangan acuan ilmiah dalam rangka modernisasi industri perkapalan lokal,meskipun dibatasi pada analisis hidrodinamika empiris tanpa penilaian struktural atau viabilitas ekonomi.
Analisa Pengaruh Penambahan Chine,Spray Rails, dan Interceptor Terhadap Kemampuan Self-righting Kapal Patroli Menggunakan Metode CFD Mohammad Revan Adriansyah; Andi Trimulyono; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan self-righting merupakan salah satu aspek penting dalam desain kapal patroli untuk meningkatkan keselamatan operasional, khususnya ketika kapal mengalami kemiringan akibat gelombang atau gangguan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan komponen hidrodinamik berupa chine, spray rails, dan interceptor terhadap kemampuan self-righting kapal patroli menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Model kapal yang digunakan merupakan kapal patroli dengan data utama yang telah tersedia, kemudian dimodifikasi menjadi lima variasimodel, yaitu model baseline, model chine, model spray rails, model interceptor, dan model gabungan yang mengombinasikan ketiga modifikasi tersebut. Seluruh model kemudiandisimulasikan untuk menganalisis respon gerakan roll dan kemampuan kapal kembali keposisi tegak setelah diberikan sudut kemiringan awal. Hasil simulasi menunjukkan bahwaseluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik, ditunjukkan dengankemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelah mengalami kemiringan.Selanjutnya, analisis lebih lanjut dilakukan pada model kapal gabungan denganmemvariasikan enam posisi titik berat (center of gravity) yang berbeda untuk mengetahuipengaruh distribusi berat terhadap kemampuan self-righting kapal. Hasil simulasimenunjukkan bahwa seluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik,ditunjukkan dengan kemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelahmengalami kemiringan.Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan posisi titik beratmemberikan pengaruh terhadap karakteristik gerakan roll dan waktu pemulihan kapalmenuju posisi tegak. Secara umum, kombinasi modifikasi lambung serta distribusi titik beratyang tepat dapat meningkatkan performa self-righting kapal patroli. Hasil penelitian inidiharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain kapal patroli yang memiliki stabilitas dan tingkat keselamatan yang lebih baik.
Analisis Pengaruh Penambahan Chine, Spray Rails, dan Interceptor terhadap Kemampuan Self-Righting Kapal Patroli Menggunakan Metode CFD Mohammad Revan Adriansyah; Andi Trimulyono; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan self-righting merupakan aspek krusial dalam desain kapal patroli untuk meningkatkan keselamatan operasional, terutama saat kapal miring akibat gelombang atau gangguan laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan komponen hidrodinamik—chine, spray rails, dan interceptor—terhadap kemampuan self-righting menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Model kapal patroli dengan data utama tersedia dimodifikasi menjadi lima variasi: baseline, chine, spray rails, interceptor, dan gabungan ketiganya. Semua model disimulasikan untuk mengevaluasi respon gerakan roll dan kemampuan kembali tegak setelah kemiringan awal.Hasil simulasi menunjukkan semua variasi memiliki self-righting baik, dengan kapal mampu pulih ke posisi keseimbangan. Analisis lanjutan pada model gabungan memvariasikan enam posisi center of gravity (CoG) untuk menguji pengaruh distribusi berat. Semua variasi CoG juga menunjukkan self-righting baik, meski perubahan posisi CoG memengaruhi karakteristik roll dan waktu pemulihan. Secara umum, kombinasi modifikasi lambung dan distribusi berat optimal meningkatkan performa self-righting kapal patroli. Hasil ini diharapkan menjadi referensi desain kapal patroli dengan stabilitas dan keselamatan lebih baik.
Analisis Pengaruh Mangrove dan Submerged Breakwater Terhadap Reduksi Gelombang dan Olah Gerak Kapal Dengan Metode Smoothed Particle Hydrodynamic (SPH) Shafly Dwi Aprilian; Andi Trimulyono; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi kawasan pesisir yang rentan terhadap ancaman hidrodinamika seperti abrasi dan gelombang besar, yang memicu erosi pantai serta mengganggu stabilitas olah gerak kapal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menganalisis efektivitas konfigurasi pelindung pantai—baik tunggal maupun kombinasi vegetasi alami (mangrove) dan struktur buatan (submerged breakwater)—dalam mereduksi energi transmisi gelombang dan pengaruhnya terhadap karakteristik olah gerak kapal. Metode yang digunakan adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) dengan perangkat lunak DualSPHysics, Blender, dan Paraview. Simulasi dilakukan pada model kolam uji menggunakan gelombang reguler guna menguji kondisi tanpa pelindung, breakwater tunggal, mangrove tunggal, serta konfigurasi kombinasi antara mangrove dan breakwater, terhadap respons olah gerak kapal pada gerakan heaving, pitching, dan rolling. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi tanpa pelindung meneruskan hampir seluruh energi gelombang langsung ke kapal, sedangkan penerapan pelindung tunggal mampu mendisipasi sebagian energi gelombang. Efektivitas peredaman meningkat signifikan pada konfigurasi gabungan, di mana kombinasi mangrove dan breakwater mampu mereduksi energi transmisi gelombang secara maksimal yang ditandai penurunan nilai amplitudo. Reduksi energi gelombang ini secara langsung berhasil menurunkan respons amplitudo olah gerak kapal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pelindung alami (mangrove) dan struktur buatan (submerged breakwater) jauh lebih efektif mereduksi energi transmisi gelombang dibandingkan sistem tunggal, sehingga pemilihan konfigurasi kombinasi yang tepat sangat esensial untuk menciptakan kondisi perairan tenang demi keselamatan aktivitas olah gerak kapal
INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM RANTAI PRODUKSI KOPI PINANGGIH Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono; Eko Sasmito Hadi; Andi Trimulyono; Muhammad Iqbal; Agus Setyawan
Jurnal Pasopati Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.30167

Abstract

UKM Kopi Pinanggih di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang merupakan produsen kopi robusta dengan ciri khas aroma gula aren. Namun, pengelolaan produksi kopi menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan teknologi pascapanen, biaya operasional yang tinggi akibat ketergantungan pada jasa sewa, hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah kopi. Melalui pendampingan Tim PKUM Universitas Diponegoro, diterapkan serangkaian inovasi berbasis teknologi tepat guna yang meliputi manajemen inventory, pemanfaatan limbah, penggunaan green house untuk pengeringan, mesin huller, mesin roasting, serta mesin grinder listrik. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas produksi dan kualitas kopi. Teknologi green house mempercepat proses penjemuran dari 7–14 hari menjadi 4–8 hari dengan kualitas higienis lebih baik. Mesin huller meningkatkan produksi green bean hampir 100% dan mengurangi biaya produksi Rp1.000/kg. Mesin roasting menekan biaya operasional hingga 80% dan meningkatkan produksi 33%, sedangkan mesin grinder meningkatkan kapasitas produksi 66% sekaligus membuka peluang jasa grinding kopi. Pemanfaatan limbah sebagai parfum essen, pakan ternak, dan kompos mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Secara keseluruhan, penerapan teknologi tepat guna tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memberdayakan masyarakat sekitar, serta memperkuat daya saing Kopi Pinanggih sebagai produk unggulan lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, masyarakat, dan lingkungan dalam pengembangan UKM berbasis potensi daerah.
Analisis Hambatan Kapal Planing Hull pada Kondisi Air Tenang: Perubahan Posisi LCG dan VCG M Doni Indra Cahya Kurniawan; Samuel Samuel; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMO mengadopsi strategi awal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memperkenalkan Energy Efficiency Design Index (EEDI). Strategi tersebut menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 50% pada tahun 2050 dibandingkan dengan level pada tahun 2008. Permasalahan utama yang dihadapi kapal planing adalah keseimbangan antara efisiensi hidrodinamik dan stabilitas operasional. Beberapa perangkat tambahan di buritan, seperti interceptor digunakan untuk mengurangi hambatan dan mengontrol sikap kapal melalui pembangkitan gaya angkat hidrodinamik, sehingga sudut trim berkurang dan efisiensi keseluruhan meningkat. Salah satu cara yang untuk mengoptimalkan sudut trim dan efisiensi kapal planing tanpa tambahan perangkat di buritan adalah dengan mengoptimalkan distribusi bobot pusat gravitasi longitudal dan vertical agar hambatan dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi Longitudinal Center of Gravity dan Vertical Center of Gravity terhadap sudut trim dan hambatan total. Metode yang digunakan adalah simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) berdasarkan Reynold-averaged Navier-Stroke (RANS) yang terverifikasi dan tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan VCG 8% dan LCG +5% menghasilkan penurunan hambatan terbesar sebesar 61,74% pada Fr 0.91. Pada kecepatan lebih tinggi yaitu Fr 1.61, VCG 8% dan LCG -10% memiliki penurunan hambatan terbaik sebesar 41.92%. Seiring bertambahnya kecepatan, posisi VCG 8% secara konsisten memberikan hambatan lebih kecil dibanding VCG 16% dan 24%. Sedangkan pengaruh LCG dan VCG pada sudut trim, di kecepatan rendah Fr 0.91, VCG 8% dan LCG +5% menunjukkan trim paling kecil dan stabil, menandakan keseimbangan gaya angkat dan berat yang baik. Namun, pada kecepatan tinggi Fr 1.41 dan 1.61, LCG -5% dan -10% dengan VCG 8% menghasilkan sudut trim yang optimal dengan nilai 2°-4°, yang merupakan rentang optimum kondisi planing.
Analisis Pengaruh Lambung U Bottom dan V Bottom Terhadap Hambatan Pada Kapal Ikan Menggunakan Metode Holtrop Aidilhaj Muazri; Andi Trimulyono; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi operasional kapal ikan tradisional di Indonesia masih terhambat oleh tingginya hambatan hidrodinamika akibat desain lambung yang belum dianalisis secara optimal. Pada kapal berukuran kecil hingga menengah, bentuk dasar lambung seperti U-Bottom dan V-Bottom berpengaruh langsung terhadap nilai hambatan, kebutuhan daya, dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan analisis kuantitatif untuk memahami besarnya hambatan kapal, kontribusi komponen pembentuknya, serta pengaruh variasi bentuk lambung. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab tiga masalah utama: (1) menentukan nilai hambatan total kapal ikan serta metode perhitungannya, (2) menganalisis pengaruh komponen hambatan terhadap hambatan total, dan (3) mengevaluasi pengaruh perbedaan bentuk lambung U-Bottom dan V-Bottom terhadap hambatan kapal. Perhitungan dilakukan menggunakan metode empiris Holtrop & Mennen untuk kecepatan 1-10 knot, dan hasilnya komparasi melalui simulasi Maxsurf Resistance. Hasil menunjukkan bahwa hambatan total meningkat dengan bertambahnya kecepatan, namun lambung V-Bottom memberikan hambatan lebih rendah dibanding U-Bottom. Pada kecepatan 10 knot, hambatan total U-Bottom sekitar 20 kN, sedangkan V-Bottom sekitar 14 kN. Selisih rata-rata 5% antara hasil analitik dan simulasi menunjukkan tingkat akurasi perhitungan yang baik. Dengan demikian, lambung V-Bottom dinilai lebih efisien secara hidrodinamika dan layak dijadikan referensi dalam pengembangan desain kapal ikan yang lebih hemat energi
Analysis of the Time Cost Trade-Off Method Application on Tug Boat 135 GT Repair Projects Owned by PT. Pelabuhan Indonesia II Ari Wibawa Budi Santosa; Andi Trimulyono; Anugrah Firnandito; Joko Subekti; Eko Sasmito Hadi
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.52415

Abstract

In the project implementation process, there is still the possibility of delays, as in the case of the Tanjung Buyut I Tug Boat ship repair project - 206 135 GT calculations are needed to accelerate the project to determine the optimum time and cost. One method that can be used in accelerating projects / crashing projects is the Time Cost Trade-Off method. This method can be used to solve this problem by adding specific alternatives such as working hours, labor, and other things with the minimum additional cost. In this study, an alternative acceleration was carried out by adding manpower and working hours duration of 1 to 4 hours which would be applied to the Hull repair project for the Tug Boat Tanjung Buyut I-206 135 GT. Based on the results of the analysis that has been carried out on the work of the Hull section, which is included in the critical activity, it is obtained that the most optimum duration acceleration is the addition of working hours (overtime) for 3 hours and an additional workforce of 24 peoples which results in an acceleration of time of 17 days from the normal duration of 60 days to 43 days with a time efficiency of 28%, as well as a cost reduction of IDR 19,700,000 or around 3.34% compared to the normal duration fee of IDR 571,950,000 to IDR 552,250,000.
Co-Authors A.F. Zakki Agil Arianda Alkhudry Agus Setyawan Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aidilhaj Muazri Al Ma'rif, La Ode Muh. Ayi Alfaruqi, Malik Alfi Fairuz Asna Alif Fauzan Rachmat Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Andy Wibowo Anugrah Firnandito Ari Wibawa B.S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Widyatmoko Arifuddin, Andi Mursid Nugraha Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Ashoka Wira Parama Arta Awali , Jatmoko Azis Anjas Nugroho, Azis Anjas Aziz Abdurohman Bahtiar, Muhammad Hafids Bandi Sasmito Benny Syahputra Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Betty Ariani Burhanuddin Putra Nirwana Daviensya Giovancha Anabel Malingkas Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dedi Budi Purwanto Desto Pradika Putra Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Eko Sasmito Hadi Farhana, Annisa Gary Simon good rindho Good Rindo Hafizh, Muhammad Nur Abdullah Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Hartono Yudo Herbet Simbolon Hutabarat, Marcelino Gabriel Ignasius Sihotang Ilham Abror Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Iqbal, Muhammad Faiq Jatmiko, Arif Budi Joko Subekti Kiryanto Ananda Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawati, Diniar Mungil Kurrohman, Faik Kusuma, Andhi Indira Luthfi Maslul Muttaqim M Doni Indra Cahya Kurniawan M. Angger Kalingga M. Nurul Hidayat M. Ulil Anwar Mc. Fazjeri Ubaidilah Moh. Resi Trimulya S Mohammad Revan Adriansyah Muhamad Angger Kalingga Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Musfar, Rafi Faiqal Mustofa, Dandy Ali Nadhila Shabrina Riyanto Nadzirun Bin Basir, Nadzirun Bin Nanang Zarma Nico Dwiprasti Anando Nurul Huda Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Parlindungan Manik Parlindungan Manik Purnawan Adi Wicaksono Putra, Rico Ade Rifat Al Farid Riyanto, Nadhila Shabrina Rohimsyah, Fikan Mubarok Ryan Andriawan Ryan Andriawan S. Samuel Saadiyah, Devy Setiorini Safitri, Laela Sam Timoty Frans Evan S. Samsu Dlukha N Samuel Samuel . Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Septyawan Bintar Saputra Shafly Dwi Aprilian Solikhin Solikhin Sukanto Jatmiko Susatyo, Fadhly Aldilas Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Taufik Hidayat Taufiq Hidayah Theonov S Nainggolan Tungky Ari Wibowo Untung Budiarto Untung Budiarto Wahyu Ananda Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Masykuri Al Hakim Wahyu Ramadhani, Wahyu Wahyu Wibowo Wahyuda, Wahyuda Wasisto Rakhmadi Weslee, Chalvin Wicaksono, Ardhana Widjaja, Raden Sjarief Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Yahdun, Finodya Yohanes Aditya Yudhistira Dwi Putra Yupiter, Frengki Zaenal Abidin Zeinurrohman, Rangga