Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh PhytoSolve 8004 Terhadap Stabilitas Fisik Krim Liposom Ceramide Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Paneo, Mohamad Aprianto; Kahar, Oktaviani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.7

Abstract

Ceramide merupakan komponen utama lipid interseluler dari stratum korneum yang diproduksi secara alami di kulit. Namun ceramide dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan faktor lainnya sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Untuk itu ceramide diformulasikan ke dalam bentuk liposom yang selanjutnya dibuat dalam bentuk krim dengan basis PhytoSolve 8004. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh PhytoSolve 8004 terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide. Penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom ceramide kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) dengan hasil 104 nm, PDI yaitu 0,205; dan entrapment efficiency sebesar 79,07%. Selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan krim dengan berbagai variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yaitu F1 10%; F2 15%; dan F3 20%. Ketiga formula dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan pengujian freeze thaw. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula sediaan krim liposom ceramide memenuhi persyaratan evaluasi fisik yang baik. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yang digunakan dalam formula terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide.
Uji Permeasi Nanoemulgel Kurkumin Secara In Vitro Tungadi, Robert; Thomas, Nur Ain; Hasan, Hamsidar; Taupik, Muhammad; Pakaya, Juniarista Jessica
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.20

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) salah satu tanaman yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka karena terdapat senyawa kurkumin didalamnya. Terlepas dari aktivitas farmakologinya, kurkumin termasuk dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dimana bioavailabilitas yang tinggi dan kelarutannya yang rendah. Untuk mengatasi aktivitas farmakologinya tersebut, dikembangkan system pemberian obat baru seperti system pemberian secara transdermal yaitu nanoemulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana laju permeasi nanoemulgel kurkumin secara in vitro menggunakan metode sel difusi franz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik homogenisasi energi rendah (Spontaneous emulsification) dengan kecepatan 500 rpm dimana zat aktif divariasikan 0,1% 0,2% 0,4% dan pembuatannya dengan mengembangkan HPMC ke dalam air panas kemudian ditambahkan fase minyak ke dalam fase air dengan pengadukan hingga terbentuk basis gel. Polimer HPMC divariasikan untuk mengetahui pengaruh terhadap stabilitas. Uji in vitro perlu dilakukan untuk mempelajari efektivitas zat aktif kurkumin dan penetrasinya. Pengujian efektivitasnya sebagai sediaan transdermal dilakukan dengan mengukur kadar kurkumin yang berpenetrasi ke dalam pembuluh darah kulit secara in vitro menggunakan alat sel difusi franz. Hasil menunujukan bahwa ketiga formula nanoemulgel memiliki stabilitas yang baik serta untuk pengujian pelepasan kurkumin yang paling baik diperoleh pada F3 sediaan nanoemulgel yang memiliki laju pelepasan kurkumin yang paling tinggi sebesar 6,9%.
Pengembangan Teknik Matriks Patch Alpha Arbutin Berbasis Nanoemulsi dan Uji Permeasi secara In Vitro Tungadi, Robert; Paneo, Mohamad Aprianto; Nurkamiden, Firman
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.52

Abstract

Alpha arbutin adalah metabolit sekunder golongan glikosida fenolik dan turunan alami dari hydroquinone, yang dapat menghambat produksi enzim tirosinase, sehingga tidak terjadi hiperpigmentasi. Alpha arbutin bersifat hidrofilik yang sulit berdifusi melalui stratum corneum, oleh karena itu alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan kemampuan penetrasi alpha arbutin ke dalam stratum korneum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengembangan matriks polimer patch nanoemulsi alpha arbutin terhadap penetrasi alpha arbutin. Penelitian ini diawali dengan pembuatan nanoemulsi alpha arbutin yang kemudian dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), serta dievaluasi pH dan viskositas dari nanoemulsi alpha arbutin. Nanoemulsi alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan pengembangan matriks dari polimer NaCMC, HPMC dan HEC, kemudian dilakukan evaluasi fisik serta uji penetrasi menggunakan metode difusi franz. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi nanoemulsi alpha arbutin dengan ukuran partikel sebesar 60,4 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,305. Formulasi patch nanoemulsi alpha arbutin F1, F2, F3 memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan patch yang baik dengan pengembangan polimer. Polimer yang baik ditujukan dengan polimer NaCMC 2% kemudian diikuti dengan polimer HPMC 2% dan HEC 3%. Hasil uji penetrasi menunjukkan persen kumulatif alpha arbutin yang terpenetrasi selama 24 jam untuk F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 0.6905%, 0.5220%, dan 0.3595%. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengujian evaluasi dan pengujian penetrasi patch nanoemulsi alpha arbutin dengan pengembangan polimer matriks NaCMC, HPMC dan HEC.
Formulasi dan Karakterisasi Liposom Kuersetin-ZnSO4 Menggunakan Metode Active Loading Tungadi, Robert; Ramadhani, Fika Nuzul; Hutuba, Ariani H; Hiola, Faramita; Samsi, Khairun nisha
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.77

Abstract

Kuersetin sebagai obat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat bagi tubuh sehingga bisa dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Namun, dengan demikian kuersetin memiliki kekurangan karena kuersetin memiliki sifat kelarutannya didalam air buruk oleh karena itu diformulasikan dalam bentuk sistem penghantaran obat nanopartikel yaitu liposom karena liposom memiliki lipid bilayer yang bisa mempertahankan zat aktif yang bersifat hidrofobik maupun hidrofilik dengan menggunakan metode Active Loading dan penambahan ZnSO4 yang digunakan sebagai pengompleks untuk meningkatkan penjerapan kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penjerapan kuersetin dengan menggunakan metode Active Loading yang ditambahkan dengan ZnSO4 serta untuk mengetahui stabilitas dari formula liposom mengguanakn Dialysis Bag. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Liposom kuersetin diformulasikan dan dilakukan evaluasi fisik serta uji stabilitas menggunakan Dialysis Bag . Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 28,48%, 31,62%, dan 32,42% dengan ukuran partikel sebesar 151 nm, 130,5 nm, 111 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,19, 0,195, dan 0,155. Ketiga formula liposom memenuhi persyaratan karakterisasi liposom. Hasil uji stabilitas menunjukkan stabil dengan gambar kurva yang stabil tidak naik turun dan hasil pada waktu 2 jam kuersetin yang terdeteksi hanya berkurang 0,0001 mg setiap 2 jam. Terdapat pengaruh metode Active Loading dengan penambahan ZnSO4 pada penjerapan dibandingkan dengan Passive Loading.
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
skrining fitokimia dan uji antidiabetes fraksi etilasetat buah kersen (Muntingia Calabura L.) secara invivo hasan, hamsidar; Taufik, muhammad; Andy, A Mu’thi; tungadi, robert; moito, salsa
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.30

Abstract

Diabetes melitus adalah jenis penyakit metabolik dengan tanda hiperglikemia yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Banyak jenis tanaman yang di laporkan memiliki efek antidiabetik. Buah kersen (muntingia calabura.) di duga mengandung bahan aktif antidiabetes seperti asam askorbat, fiber, betakaroten, riboflavin, tiamin dan niacin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji antidiabetes fraksi buah kersen (Muntingia Calabura.) secara invivo. Pembagian Kelompok yaitu kelompok I (kontrol negative), kelompok II (kontrol Positif), kelompok III, IV dan V diberi fraksi buah kersen 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi etil asetat buah kersen (Muntingia Calabura.) memiliki efektivitas yang dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit. Yang memberikan hasil dan efektivitas paling baik yaitu pemberian Fraksi buah kersen (Muntingia Calabura.) 15% menunjukan pencegahan dan mempertahankan kadar gula darah dengan total kenaikan gula darah 50 mg/dl, lalu pada pemberian fraksi buah kersen (Muntingia Calabura.) 5% menunjukan pencegahan dan mempertahankan kadar gula darah dengan total kenaikan gula darah 63mg/dl dan pemberian ektrak buah kersen (Muntingia Calabura.) 10% menunjukan pencegahan dan mempertahankan kadar gula darah dengan total kenaikan gula darah 84 mg/dl. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua kelompok uji yang menggunakan fraksi etil asetat buah kersen (Muntingia Calabura.) memiliki efektivitas antidiabetes yang ditunjukan dengan kemampuan mempertahankan kadar gula darah mencit dalam rentang normal namun kelompok uji densgan aktivitas antidiabetik paling besar adalah kelompok uji III dengan konsentrasi 15%
Hubungan Persepsi Keamanan dan Sikap Konsumen dengan Niat Pembelian Produk Herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo Nanda Putri Israhwati Tuna; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Reski Manno; Robert Tungadi; Faradila Ratu Cindana Mo'o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.797

Abstract

Penggunaan produk herbal di Indonesia menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam memilih alternatif pengobatan. Persepsi keamanan dan sikap konsumen merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam membentuk niat pembelian produk herbal di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi keamanan dan sikap konsumen terhadap niat pembelian produk herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05) dan sikap konsumen dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Sikap konsumen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Nilai R-square sebesar 0,585 menunjukkan bahwa variabel persepsi keamanan dan sikap konsumen mampu menjelaskan sebesar 58,5% variasi niat pembelian produk herbal. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi persepsi keamanan dan semakin positif sikap konsumen, maka semakin besar niat pembelian produk herbal di apotek.
Gambaran Penerapan Metode Pengelolaan VVM, FIFO, FEFO, dan BUD untuk Mengurangi Kerugian di Puskesmas Kota Barat: Overview of the Implementation of VVM, FIFO, FEFO, and BUD Management Methods to Reduce Losses at West City Community Health Center Salyatulwalidaini Putri Hakim; Robert Tungadi; Mohamad Reski Manno; Hamsidar Hasan; Fika Nuzul Ramadhani; Riduansyah Buchari
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11695

Abstract

Vaksin merupakan sediaan biologis yang sensitif terhadap suhu sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat untuk mencegah penurunan mutu dan kerugian vaksin (vaccine wastage). Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan metode pengelolaan Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), dan Beyond Use Date (BUD) untuk mengurangi kerugian vaksin di Puskesmas Kota Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi dengan instrumen lembar checklist yang dianalisis secara deskriptif persentase dan dibandingkan dengan Pedoman Pengelolaan Vaksin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator penyimpanan vaksin maupun ketersediaan dan pendistribusian vaksin memperoleh tingkat kesesuaian 100% sehingga dikategorikan baik. Tidak ditemukan kasus vaksin kedaluwarsa, over stock, maupun stock out selama enam bulan terakhir. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode VVM, FIFO, FEFO, dan BUD di Puskesmas Kota Barat telah dilaksanakan sesuai standar dan terbukti efektif menekan kerugian vaksin hingga titik nol. ABSTRACT Vaccines are temperature-sensitive biological preparations that require proper management to prevent quality deterioration and vaccine wastage. This study aimed to describe the application of Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), and Beyond Use Date (BUD) management methods to reduce vaccine wastage at Kota Barat Public Health Center. A descriptive quantitative approach was used through direct observation and documentation with a checklist instrument, analyzed using descriptive percentages and compared with the 2021 Vaccine Management Guidelines of the Indonesian Ministry of Health. The results showed that both the vaccine storage indicators and the vaccine availability and distribution indicators reached a 100% compliance level and were categorized as good. No cases of expired vaccines, overstock, or stockout were found during the last six months. It can be concluded that the application of the VVM, FIFO, FEFO, and BUD methods at Kota Barat Public Health Center complied with the standards and was proven effective in reducing vaccine wastage to zero.
Evaluation of the Physical Stability of a Grape Seed Oil Nanoemulsion Base Using a Centrifugation Test Siti Ruqaiyah Lakoro; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Aprianto Paneo; Robert Tungadi; Ariani H Hutuba
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.302

Abstract

Nanoemulsions are nanometer-scale dispersion systems used as bases for pharmaceutical and cosmetic preparations because they can improve the solubilization and physical stability of lipophilic ingredients. This study evaluated the physical stability of a grape seed oil nanoemulsion base containing Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and Transcutol HP using an accelerated centrifugation test. Four formulations with different surfactant and co-surfactant concentrations were prepared and centrifuged at 2,000, 4,000, 6,000, and 8,000 rpm. Homogeneity, clarity, turbidity, and phase separation were assessed visually after each treatment. All formulations remained homogeneous without visible phase separation at 2,000 and 4,000 rpm. At 6,000 rpm, several formulations showed increased turbidity but no phase separation. At 8,000 rpm, the formulations remained homogeneous and showed no visible phase separation. The stability of the system may be associated with Tween 80 reducing interfacial tension, PEG 400 and Transcutol HP supporting solubilization of the oil phase, and Poloxamer 407 providing steric stabilization. These results demonstrate satisfactory physical stability under the applied centrifugation conditions and support further evaluation through droplet-size analysis, polydispersity index, zeta potential, rheology, and long-term storage studies.
Studi Kesesuaian Penyimpanan Obat Emergency di PBF Mulia Multi Medika Berdasarkan CDOB: Study of the Suitability of Emergency Drug Storage at PBF Mulia Multi Medika Based on CDOB Eka Rahmatia Puabengga; Robert Tungadi; A Mu’thi Andy Suryadi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian penyimpanan obat emergency di PBF Mulia Multi Medika berdasarkan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist dan wawancara dengan Apoteker Penanggung Jawab serta kepala gudang. Data dianalisis dengan membandingkan hasil observasi terhadap ketentuan CDOB dan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 indikator yang diamati, sebanyak 20 indikator dinyatakan sesuai dan 4 indikator tidak sesuai, sehingga diperoleh tingkat kesesuaian sebesar 83,33% dengan kategori sangat baik. Ketidaksesuaian disebabkan oleh tidak tersedianya jenis obat tertentu yang memerlukan fasilitas penyimpanan khusus, bukan karena ketidaksesuaian penerapan standar. Secara keseluruhan, sistem penyimpanan obat emergency telah memenuhi sebagian besar persyaratan CDOB sehingga mampu menjaga mutu, keamanan, stabilitas, dan ketersediaan obat selama proses penyimpanan serta distribusi kepada fasilitas pelayanan kesehatan. ABSTRACT This study aims to determine the level of compliance with emergency medication storage at Mulia Multi Medika Pharmaceutical Wholesalers (PBF) based on Good Drug Distribution Practices (CDOB) guidelines. The study employed a descriptive method with an observational approach, involving direct observation using a checklist and interviews with the responsible pharmacist and warehouse manager. Data were analyzed by comparing the observation results to CDOB requirements and calculated as a percentage. The results showed that of the 24 observed indicators, 20 were deemed to be in compliance and 4 were non-compliant, resulting in a compliance level of 83.33%, categorized as very good. Non-compliance was due to the unavailability of certain types of medications requiring special storage facilities, not due to inconsistencies in standard implementation. Overall, the emergency medication storage system met most of the CDOB requirements, ensuring drug quality, safety, stability, and availability during storage and distribution to healthcare facilities.