Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan Terpadu

Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Pada Proses Pembekuan Ikan di Persero Doa Sibuah Hati Elvina Suryani; Nabila Ukhty
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i1.8046

Abstract

Hasil laut merupakan salah satu produk yang mudah mengalami penurunan mutu maka perlu penanganan dan pengolahan yang baik dan sesuai persyaratan SSOP untuk memperlambat aktivitas enzim dan bakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan SSOP di PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kec. Kuta Alam. Penelitian ini terdiri dua tahapan yaitu survey lokasih dan pengambilan data. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, partisipasi aktif, dokumentasi dan observasi. Data Primer terdiri dari proses penanganan ikan dimulai dari Penyortiran, Penimbangan, Penyusunan dalam PAN, Pencucian, ABF (Air Blast Freezing), Packing dan Cold storage, pengamatan langsung tempat pengolahan yang mengacu pada delapan kunci persyaratan sanitasi. Beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan di PT. Persero Doa Sibuah Hati telah terpenuhi namun masih terdapat beberapa kendala dalam penerapan personal higienis dan sanitasi ruang pengolahan. Sehingga dapat menyebabkan kontaminasi pada produk
Pendapatan, Angka Konsumsi Ikan, Jenis Ikan Yang Dikonsumsi Dan Kejadian Stunting Di Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Ermasari, Ermasari; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.5610

Abstract

Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek /severely stunted). Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan angka konsumsi ikan dan teknik pengolahan ikan dengan kejadian stunting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan erat antara angka konsumsi ikan per minggu dengan kejadian stunting (p=0,000), jenis ikan yang dikonsumsi berdasarkan habitat dengan kejadian stunting (p=0,014) dan teknik pengolahan ikan dengan kejadian stunting (p=0,001) Di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Namun pendapatan tidak terdapat hubungan erat dengan kejadian stunting (p=0,303) Di Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.
Kajian Implementasi Good Manufacturing Practices Pada Pengolahan Lokan Crispy Di KUB Rizki Sabena, Kabupaten Aceh Singkil Maulida, Indah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.4939

Abstract

Lokan crispy merupakan salah satu produk olahan pangan yang di produksi oleh Kelompok Usaha Perikanan (KUB) Rizki Sabena. KUB Rizki Sabena adalah salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang ada di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini  bertujuan untuk melihat implementasi kelayakan dasar Good Manufacturing Practices (GMP) pada industri rumah tangga produk lokan crispy KUB Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini terbagi menjadi empat tahapan yaitu survey lokasi, persiapan penelitian, pengumpulan data dan analisis data deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui metode wawancara, partisipasi aktif dan observasi langsung, sedangkan data sekunder didapat dari data Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil. KUB Rizki Sabena secara keseluruhan belum Optimal dalam menerapkan kelayakan dasar atau GMP pada usaha tersebut. Dari delapan parameter yang diteliti hanya ada tiga parameter yang diterapkan diantaranya yaitu Lingkungan dan lokasi, Bangunan dan fasilitas unit usaha, Fasilitas sarana dan prasarana dan kegiatan sanitasi. Sedangkan Parameter yang belum diterapkan diantaranya, belum adanya sistem pengendalian hama, kegiatan higienis karyawan, pengendalian pada setiap proses, manajemen pengawasan, serta pencatatan dan dokumentasi
Microbiological Characteristics (TPC and E coli) in Frozen Tuna Loin (Case Study at PT Yakin Pasifik Tuna Zahleka, Tuti; Ukhty, Nabila; Hafinuddin, Hafinuddin; Rozi, Anhar
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i1.8212

Abstract

The aim of this research was to examine the microbiological characteristics (TPC and E. coli) of frozen tuna loin in the case study of PT. Yakin Pasifik Tuna Banda Aceh. This study uses a quantitative descriptive method, which describes the test results obtained in the laboratory on the object being tested. The samples used in this study were frozen tuna loin and fresh tuna loin. The TPC in frozen tuna loin was 3.6 x 104 CFU/gram, which still meets the standards of SNI 4104:2015. Meanwhile, the results of the TPC microbial contamination test on fresh tuna was 7.0 x 103 CFU/gram or which still meets the standards of (SNI 7530.1:2009).  The E coli value in frozen and fresh loin was obtained with a value of <3. This result is in accordance with SNI 4104:2015 and SNI 7530.1:2009. In conclusion, fresh tuna loin meets SNI 7530.1:2009 while frozen tuna loin meets SNI 4104:2015.
The Utilization of Papaya Leaf Infusion (Carica papaya) as a Natural Anesthetic for Rock Lobster (Panulirus penicillatus) Yanti, Riska Dwi; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.11223

Abstract

The sale of lobster plays a significant role in the fisheries sector, particularly within the export market. Lobster transportation is typically carried out using a dry transport system. Anesthesia is a crucial step in the dry transport process. Anesthetic agents can be derived from natural sources, such as papaya leaf infusion. The aim of this study is to evaluate the effect of papaya leaf infusion on induction time and sedation time as a natural anesthetic for rock lobsters, as well as to determine the optimal concentration of papaya leaf infusion for use as a natural anesthetic. This research utilized an experimental design with three treatments: P1 (100 g/L), P2 (150 g/L), and P3 (200 g/L). The data collected included induction time, sedation time, and the survival rate of lobsters during the recovery period. The data were analyzed using descriptive and inferential statistical methods, including ANOVA and the Honest Significant Difference (HSD) test. The results indicated that varying concentrations significantly affected (P<0.05) induction time but did not significantly affect (P>0.05) sedation time. The induction time for treatments P1 and P2 was significantly different from that of P3. The survival rates were 100% for treatments P1 and P2, while P3 had a survival rate of 77.77%. The optimal concentration of papaya leaf infusion was found to be P1, which induced anesthesia in the lobsters within 50 minutes and 16 seconds, with a recovery time of 2 minutes, and a 100% survival rate
Pengaruh Suhu Terhadap Lama Pingsan Serta Siuman Lobster Batu (Panulirus penisilatus) dan Lobster Batik (Panulirus longipes) di UD. Nagata Tuna Ewita, Felma; Fuadi, Afdhal; Zuraidah, Syarifah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i2.7696

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditi ekonomis penting di Indonesia. Salah satu cara untuk menjaga ketahanan lobster pada saat proses distribusi sistem hidup yaitu dengan cara pemingsanan. Lobster hidup harus ditransportasikan dalam keadaan pingsan agar dapat mengurangi stres selama perjalanan. Stres dalam transportasi dapat mengakibatkan kematian sehingga survival rate saat ditangan konsumen menjadi tinggi. Salah satu upaya untuk survival rate yaitu dengan pemingsanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lama pemingsanan serta lama siuman lobster dengan suhu rendah (12oC). Metode penelitian berupa observasi selama proses pemingsanan dan siuman. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif pada pemigsanan lobster dan kualitatif pada masa siuman. Kedua data dianalisis secara deskripstif. Lobster batu membutuhkan lama pingsan selama 110 detik. Sedangkan lobster batik membutuhkan lama pingsan selama 60 detik. Siuman lobster batu membutuhkan waktu selama 45 detik untuk siuman kembali. Sedangkan siuman lobster batik membutuhkan waktu sadar yaitu selama 30 detik. Kedua lobster memiliki proses pemingsanan yang berbeda, serta memiliki lama siuman yang bebeda
Quality Characteristics of Salted Layur Fish (Trichiurus sp.) Case Study: Johan Pahlawan, West Aceh Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Misbah, Iyan Al; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.13166

Abstract

Layur fish (Trichiurus sp.) is an important fishery commodity widely utilized as salted fish. However, traditional processing methods are susceptible to microbial and physical contamination, often failing to meet Indonesian National Standard (SNI) quality criteria.1 This study aimed to determine the quality characteristics of salted Layur fish produced in Johan Pahlawan District, West Aceh, based on SNI parameters, including salt content, moisture content, ash content, acid-insoluble ash content, and total plate count (TPC).1 An observational research method was employed, involving sampling from two salted fish vendors (Vendor A and Vendor B), followed by laboratory testing, and descriptive quantitative data analysis. The research results indicated that the salt content of salted Layur fish (Vendor A: 11.91%; Vendor B: 10.25%) and moisture content (Vendor A: 12.69%; Vendor B: 25.63%) met the requirements of SNI 8273:2016 (salt content 12.0–20.0%; moisture content max. 40.0%).1 TPC values (Vendor A: 0.00 CFU/g; Vendor B: 6.16 CFU/g) were also below the SNI 8273:2016 threshold (max. 1x10^5 CFU/g).1 However, the acid-insoluble ash content (Vendor A: 1.40%; Vendor B: 1.75%) significantly exceeded the maximum limit of SNI 2354-1:2010 (0.3%).1 The quality of salted Layur fish from Johan Pahlawan met SNI standards for salt content, moisture content, and TPC, but failed to meet the standard for acid-insoluble ash, indicating physical contamination that requires further attention
Mutu Organoleptik dan Angka Lempeng Total pada Produk Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Beku di CV. X, Banda Aceh Rambe, Amanda Sabila; Ukhty, Nabila; Hamidi, Hamidi; Insani, Sri Ayu
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i2.8571

Abstract

AbstrakIkan cakalang merupakan ikan yang bersifat mudah rusak (high perishable food). Salah satu penyebabnya adalah aktivitas mikroorganisme dan enzimatis. Hal yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya adalah proses pembekuan disertai dengan praktik manajemen mutu pangan. Produk yang dihasilkan dari kedua praktik ini butuh dievaluasi guna melihat efektivitas dan efisiensinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat mutu organoleptik dan cemaran mikroba, pada produk cakalang beku di CV. X, Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penilaian panelis terhadap nilai mutu organoleptik ikan cakalang beku menunjukkan bahwa pada bulan Oktober di dapat nilai rata-rata 7 pada parameter lapisan es, dehidrasi, diskolorasi, dan nilai 6 pada parameter kenampakan, bau, dan tekstur. Hasil penilaian pada bulan November di peroleh nilai rata-rata 7 pada parameter lapisan es, dehidrasi, diskolorasi, dan nilai 5 pada parameter kenampakan, bau, dan tekstur. Hasil pengujian jumlah angka lempeng total pada ikan beku cakalang bulan oktober menunjukkan 2,0 x 104 CFU/g dan bulan november <2500 CFU/g. Hasil penilaian organoleptik di kedua bulan terdapat nilai di bawah ambang batas SNI 01- 2733.1-2006 (minimal 7) dan pengujian angka lempeng total di kedua bulan sesuai dengan ambang batas SNI 2332. 3- 2015 (maksimal 5 X105  CFU/g)
Penerapan Sanitasi Hygiene Pada Pengolahan Bakso Udang Di KUB Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil Sundari, Elim Anjaria; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i1.4978

Abstract

KUB. Rizki Sabena merupakan salah satu unit pengolahan ikan yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil. Salah satu produk hasil olahannya yaitu bakso udang. Pada proses produksi bakso udang, sistem jaminan mutu merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjamin mutu produk yaitu dengan melakukan penerapkan sanitasi dan hygiene pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanitasi dan hygiene pada pengolahan bakso udang di KUB. Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu survei lokasi dan pengambilan data. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, partisipasi aktif dan observasi langsung dengan menggunakan tabel checklist meliputi personal hygiene dan perilaku penjamah, sanitasi dan hygiene bahan baku, sanitasi dan hygiene air dan es, sanitasi dan hygiene perlengkapan dan peralatan, sanitasi dan hygiene ruang pengolahan, sanitasi dan hygiene produk akhir serta sanitasi dan hygiene limbah. Hasil Penerapan sanitasi hygiene bakso udang di KUB. Rizki Sabena belum diterapkan sempurna. Komponen yang belum diterapkan diantaranya, penjamah tidak memakai hairnet dan alas kaki, pengecekan suhu pada bahan baku belum dilaksanakan, alat produksi berbahan dasar kayu masih digunakan, penggunaan disinfektan belum diterapkan, serta fasilitas pendingin ruangan dan pencegah hama belum tersedia.
Level of satisfaction of fishermen with services issuance of sailing approval letter (SPB) at PPS Kutaraja Banda Aceh Darsal, Elda Lestari; Thahir, Muhammad Agam; Hafinuddin, Hafinuddin; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.12740

Abstract

The Sailing Approval Letter (SPB) is an important state-owned document issued at the fisheries syahbandar. This document is required when conducting fishing activities. SPB is issued through public services that aim to ensure the safety and security of fishermen when sailing. The purpose of this study is to determine the level of satisfaction of fishermen in the SPB issuance service and see what are the supporting factors and inhibiting factors in it. This research was conducted at Syahbandar PPS Kutarja in April 2025. The research method used is quantitative using Likert scale measurement, then analyzed descriptively. The results showed that the fishermen satisfaction index value at PPS Kutaraja was 88.70 with the Very Good category. The elements of service that need to be improved by syahbandar officers are: 1)handling complaints, suggestions and input, 2)product specifications of service types, and 3)executor behavior.
Co-Authors Ade Irma Meulisa Afdhal Fuadi Aida Fitriani, Aida Ajrullah Ajrullah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Amiria, Yuni Sartika Amri, Chairul Amrullah, T. Andayani Andiani Sartiwi Anhar Rozi Anhar Rozi Anzuardhi, Anzuardhi Aristi Pramadita Putri Arrazy Elba Ridha Darsal, Elda Lestari Diansyah, Akbar Elvina Suryani Ermasari, Ermasari Ewita, Felma Fachrorazi Amir Farah Diana Fazril Syahputra Fiki Rebi Hidayat Fitriani Fitriani Fuandi, Afdhal Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hasti Detriani Hayatun Nufus Heriansyah Heriansyah Ikhsanul Khairi Ikromatun Nafsiyah Insani, Sri Ayu Irhamdika Irhamdika Iriani Setyaningsih Joko Santoso Junaidi, Habib Kustiariyah Tarman M. Faisi Ikhwali Manullang, Benny Maulida, Indah Misbah, Iyan Al Mohamad Gazali Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Nurdin Muhammad Rizal Novi Sri Lestari Nurhatijah Nurhatijah Nurjanah Nursantika Adelia Putri Nurul Najmi Rahayu, Rosi Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmi Rahmi Rahmi, Mira Mauliza Rambe, Amanda Sabila Ria Octavia Rumiantin Rosi Rahayu Rozi, Anhar Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Sally, Saqbhani Puspa Salmah Salmah Samsul Bahri Samsul Bahri Saqbhani Puspa Sally Siti Anwariyah Sri Ayu Insani Sri Rosmiati Sani Sri Wahyuni Stephanie Bija Sundari, Elim Anjaria Supartik Supartik Syarifah Zuraidah Syarifah Zuraidah Syarifah Zuraidah Tika Wulan Dari Trisna, Nila Uswatun Hasanah Wahyuningsih, Yayuk Eko Yanti, Riska Dwi Yasrizal Yumiko Yoshie- Stark Zahleka, Tuti Zuriat Zuriat Zuriat