Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Estimating and Monitoring the Land Surface Temperature (LST) Using Landsat OLI 8 TIRS Muhammad Rais Abidin; Rahmi Nur; Erikha Maurizka Mayzarah; Ramli Umar
International Journal of Environment, Engineering and Education Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Three E Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55151/ijeedu.v3i1.43

Abstract

Land Surface Temperature (LST) is average temperature of an element of the exact surface of the Earth calculated from measured radiance which depends on the albedo, the vegetation cover, and the soil moisture. Land Surface Temperature can affect human discomfort, health problem, higher energy bill and further reduce the habitability of urban and sub urban area as Makassar city has been recently undergoing massive urban development. This study tries to monitor and estimate Land Surface Temperature by using Landsat 8 TIRS and the data analyzed by vegetation index, and temperature index in order to derive Land Surface Temperature value. The result shows that the vegetation area declined around 3470 hectares in the last four years while the urban area increased approximately 1509 hectare. In addition, 2015, Makassar, South Sulawesi, Indonesia are experienced the highest temperature at 32 degree Celsius while 2019 shown that the maximum heat reached 29 degree celsius. However, the moderate and high temperature (26 – 29 degree Celsius) in 2019 expand and cover wider area than in 2015 as the area of vegetation declined and built-up area increased significantly
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar; Amal Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122509602023

Abstract

Fungsi kawasan perkotaan salah satunya adalah sebagai pusat pendidikan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan jumlah kampus terbanyak di Indonesia. Aktifitas pendidikan secara langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi yang berasal dari mobilitas mahasiswa, dosen dan pegawai. Emisi yang dihasilkan menjadi salah satu penyebab pemanasan global sehingga untuk mengurangi laju emisi yang dihasilkan maka diperlukan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan tanaman dalam menyerap emisi Karbon Dioksida di areal kampus. Analisis data yang digunakan adalah melakukan perbandingan jumlah beban emisi Karbon Dioksida yang dihasilkan dengan kemampuan daya serap ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting Universitas Negeri Makassar kampus Parangtambung dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan dari semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua (motor) maupun kendaraan roda empat (mobil) di semua zona akses masuk dapat di serap secara keseluruhan oleh vegetasi dimana total emisi CO2 yang dihasilkan adalah 47.822.4 g/jam sedangkan jumlah emisi CO2 yang dapat diserap oleh tanaman adalah 652.855.1 g/jam yang berarti masih terdapat 605.032.7 g/jam emisi CO2 yang mampu diserap sehingga kajian selanjutnya adalah prediksi jumlah emisi yang dihasilkan di tahun mendatang agar rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan agar daya serap tanaman tetap mencukupi. 
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar; Amal Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122509602023

Abstract

Fungsi kawasan perkotaan salah satunya adalah sebagai pusat pendidikan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan jumlah kampus terbanyak di Indonesia. Aktifitas pendidikan secara langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi yang berasal dari mobilitas mahasiswa, dosen dan pegawai. Emisi yang dihasilkan menjadi salah satu penyebab pemanasan global sehingga untuk mengurangi laju emisi yang dihasilkan maka diperlukan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan tanaman dalam menyerap emisi Karbon Dioksida di areal kampus. Analisis data yang digunakan adalah melakukan perbandingan jumlah beban emisi Karbon Dioksida yang dihasilkan dengan kemampuan daya serap ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting Universitas Negeri Makassar kampus Parangtambung dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan dari semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua (motor) maupun kendaraan roda empat (mobil) di semua zona akses masuk dapat di serap secara keseluruhan oleh vegetasi dimana total emisi CO2 yang dihasilkan adalah 47.822.4 g/jam sedangkan jumlah emisi CO2 yang dapat diserap oleh tanaman adalah 652.855.1 g/jam yang berarti masih terdapat 605.032.7 g/jam emisi CO2 yang mampu diserap sehingga kajian selanjutnya adalah prediksi jumlah emisi yang dihasilkan di tahun mendatang agar rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan agar daya serap tanaman tetap mencukupi. 
Analsis Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Google Earth Engine Umar, Ramli; Abidin, Muhammad Rais; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Qaiyimah, Dinil; Liani, Ahyani Mirah; Utama, Imam Muhajir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkembangan kawasan perkotaan yang diakibatkan oleh laju urbanisasi telah merubah arah perkembangan dan pembangunan Kota. Perubahan penggunaan lahan khususnya di kawasan perkotaan telah menjadi isu serius dimana konversi lahan seperti areal badan air dan kawasan vegetasi menjadi kawasan terbangun telah menyebabkan meningkatnya temperatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di Kota Makassar. Metode penelitian untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan adalah metode Maximum Likelihood Classification (MLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perubahan lahan yang paling signifikan mengalami perubahan adalah kawasan terbangun dimana terjadi peningkatan luasan areal terbangun dari tahun 2013 memiliki luas 1.1961.5 hektar meningkat menjadi 12.631.6 hektar pada tahun 2018 kemudian pada tahun 2023 mencapai 12.746.8 hektar. Selanjutnya hasil perbandingan ini mengindikasikan bahwa kawasan yang konsisten mengalami perubahan dengan peningkatan luasan areal adalah kawasan terbangun dan hutan tanaman, sedangkan wilayah yang mengalami penurunan luasan adalah areal terbuka hijau.  Kata Kunci: Maximum Likelihood Classification, Penggunaan Lahan, Kawasan Perkotaan
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING SETTING KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI SMPN 1 MAKASSAR Liani, Ahyani Mirah; Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 18, No 2 (2022): Pepatudzu, Volume 18, Nomor 2, Nopember 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v18i2.3716

Abstract

The quality of mathematics education in Indonesia is still low when compared to the quality of mathematics education in several countries, so it is necessary to improve the quality by developing effective learning models for teachers and students. This study aims to see the level of effectiveness of the think pair share cooperative learning model in improving student learning outcomes. This research method uses an experimental research approach which was carried out at Junior Hihg School 1 Makassar by conducting post and pre tests to identify student learning outcomes and activities. The results showed that there were differences in the results after the posttest and pretest where there was an increase in the average score with the standard deviation increasing from 3.4 to 6.6 while the students' activities got a score of 3.7 with a very good category. Therefore, it can be concluded that the application of the think-pair-type cooperative learning model.
Identifikasi perubahan kawasan terbangun perkotaan menggunakan citra Landsat series Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Yanti, Jeddah; Liani, Ahyani Mirah
Teknosains Vol 17 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i3.40819

Abstract

Kota Makassar adalah salah satu kota metropolitan yang saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat sebagai dampak dari adanya urbanisasi. Perkembangan kota perlu dilakukan penataan agar tidak terjadi pembangunan yang tidak sesuai dengan peruntukanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan kawasan terbangun di Kota Makassar dalam 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kawasan terbangun adalah model algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI) atau Indeks lahan terbangun dengan memanfatkan citra satelit Landsat series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perubahan kawasan terbangun Kota Makassar dimana pada tahun 2013 luas kawasan terbangun adalah 11.961.5 ha atau 69% meningkat menjadi 12.631.5 ha atau 73% pada tahun 2018 kemudian pada tahun 2023 menjadi 12.746.8 ha atau 74%. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Kota Makassar mengalami peningkatan kawasan terbangun sebesar 5% atau 785.3 ha.
Analisis Hubungan Kawasan Perairan Darat Perkotaan Terhadap Suhu Permukaan Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Liani, Ahyani Mirah; Utama, Imam Muhajir
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.68329

Abstract

Pemanasan global adalah fenomena yang telah merubah tatanan kehidupan manusia salah satunya adalah menurunkan kualitas lingkungan kota termasuk Kota Makassar dimana dampak yang paling dirasakan adalah penurunan kenyamanan kota. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan keberadaan badan air terhadap laju suhu permukaan di kawasan perkotaan. Metode penelitian untuk analisa kawasan perairan darat adalah dengan algoritma Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), sedangkan analisa suhu menggunakan algoritma Land Surface Temperature (LST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki nilai kebasahan atau MNDWI tinggi sampai sedang atau nilai positif seperti badan air memiliki suhu permukaan yang lebih rendah yaitu 180C sampai 270C, sedangkan wilayah yang memiliki kebasahan rendah atau nilai negatif seperti lahan terbuka dan kawasan terbangun memiliki suhu permukaan yang lebih tinggi yaitu 230C sampai 370C. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan perairan darat mampu menekan laju suhu permukaan di areal perkotaan.
Penguatan Kapasitas Guru UPT SDI Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar Melalui Pelatihan Komunitas Belajar yang Efektif Haris, Haris; S Tabbu, Muhammad Ansarullah; Muh. Rais Abidin; Umar, Ramli; Hidayat M., Wahyu; Nurdin; Simpuruh, Indrayani
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue 3 April 2024: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i3.249

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengajaran guru-guru di UPT SDI Benteng Utara No. 59, Kepulauan Selayar melalui pelatihan pengembangan komunitas belajar yang efektif. Dalam konteks masyarakat digital 5.0, tantangan pendidikan terus berkembang, menuntut pendekatan pedagogik yang inovatif dan relevan. Guru-guru di sekolah ini menghadapi masalah kurangnya kolaborasi, perbedaan kompetensi yang signifikan, dan manajemen kegiatan komunitas belajar yang kurang efisien. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk mengatasi masalah ini dengan fokus pada peningkatan kolaborasi, mengurangi kesenjangan kompetensi, dan memperbaiki manajemen kegiatan. Pelatihan melibatkan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, menggunakan modul yang dirancang sesuai dengan kebutuhan guru. Hasil program menunjukkan peningkatan kolaborasi antar guru, penutupan kesenjangan kompetensi, efisiensi manajemen kegiatan, dan kualitas pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat melalui pendekatan sistematis dalam pelatihan dapat memperkuat kapasitas pengajaran dan memperbaiki kualitas pendidikan.
Identifikasi konsentrasi emisi karbon monoksida (CO) menggunakan Citra Landsat OLI TIRS-2 di Kota Makassar Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli; Liani, Ahyani Mirah; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Utama, Imam Muhajir
Teknosains Vol 19 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i1.52033

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan telah memunculkan permasalahan lingkungan yang cukup kompleks salah satunya adalah pencemaran udara seperti gas karbon monoksida (CO). Kota Makassar adalah salah satu kota besar di Indonesia yang juga saat ini sedang menghadapi permasalahan terkait pencemaran udara. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi sebaran konsentrasi emisi karbon monoksida (CO). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Citra Landsat 9 OLI TIRS-2 yang diakuisis tahun 2023 dengan model algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi emisi karbon monoksida (CO) yang rendah yaitu 96-100 mg/L cenderung tersebar di areal badan air dan kawasan vegetasi, sedangkan nilai emisi karbon monoksida (CO) yang sedang yaitu 100-120 mg/L tersebar di areal pemukiman, perdagangan dan jasa, sedangkan nilai konsentrasi emisi karbon monoksida (CO) yang tinggi yaitu 120-160 mg/L berada pada wilayah kawasan industri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan energi maka emisi yang dihasilkan juga semakin tinggi yang berpengaruh langsung terhadap nilai konsentrasi emisi.
Analisis Potensi Lokal sebagai Sumber Belajar Berbasis Laboratorium Lapangan dalam Pembelajaran Geografi (Studi kasus Objek wisata Alam Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan) Shahabi, Shaiful; Umar, Ramli; H, Hasriyanti
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15952828

Abstract

In geography learning, it is closely related to nature, so the need for learning resources based on field laboratories is very much needed. The ideal implementation of learning should be carried out outside the classroom by utilizing the environment as a learning object in identifying and analyzing natural phenomena. However, there are difficulties for educators in implementing learning outside the classroom due to the lack of facilities and infrastructure, as well as location knowledge that is relevant to geography learning materials. This study is intended to analyze the utilization of the potential of the Bantimurung Natural Tourism Area, Jene Taesa Village, Simbang District, Maros Regency as a learning resource based on field laboratories in geography learning. This type of research is descriptive qualitative with triangulation methods, namely observation, interviews and documentation studies. With very complex natural phenomena, the results of this study indicate that the Bantimurung Natural Tourism Area, Jene Taesa Village, Simbang District, Maros Regency. Has great potential to be used as a source of field learning for geography learning that can be utilized by teachers and students in supporting geography learning.