Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS OPTIMALISASI PENJADWALAN INSPEKSI C CHECK MAIN LANDING GEAR RETRACTABLE PADA PESAWAT ATR 42 – 300 DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DIMAS ARIEF BUDIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.659 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.893

Abstract

PT. TAS (TRIGANA AIR SERVICE) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang Penerbangan salah satu contohnya adalah Pesawat ATR 42-300 adalah versi pesawat yang bisa diubah secara cepat sebagai pesawat penumpang maupun kargo dari versi standard seri -300. Salah satu permasalahan yang sering terjadi system hidrolik pada landing gear gagal berfungsi dan kerusakan yang sering terjadi dibagian komponen Free Fall Asister dan Shock Absorber yang menyebabkan landing gear tidak dapat melakukan Extension maupun Retraction, sehingga pesawat tidak dapat mendarat dengan landing gear. Beberapa kendala yang ditimbulkan dari kegagalan system landing gear berdampak pada keterlambatan penerbangan (Delay) maupun perubahan jadwal yang dapat memakan waktu untuk para penumpang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan untuk melakukan wawancara, serta melakukan studi pustaka tentang penelitian ini. Data yang dikumpulkan merupakan data jenis kerusakan komponen Free Fall Asister dari tahun 2015-2018, lalu di konversikan dan diolah dengan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) sehingga mendapatkan data inspeksi C Check, data komponen downtime, model kegagalan, dan efek analisis, table perhitungan Rpn lalu masuk kedalam perhitungan MTTF setelah itu perhitungan laju kerusakan dan perhitungan reliability. Berdasarkan metode RCM yang diterapkan diperoleh hasil dari perhitungan bahwa total downtime terendah (Dtp) dari tindakan perawatan, bentuk kegiatan preventive terhadap komponen free fall asister adalah secara corrective maintenance (CM) dengan perawatan interval 200 jam atau 9 jam. Perubahan perawatan yang dilakukan komponen free fall asister berhasil mengefisiensi total keandalan komponen mencapai 68%. Kata Kunci : Optimalisasi, RCM, Maintenance, Free Fall Asister
PERANCANGAN ULANG TROLI GALON AIR MINERAL KAPASITAS 2 (DUA) GALON DENGAN RODA ENAM YANG ERGONOMI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI DARMAWAN YULIANTO; FARAH KRISDIANA; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.668 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.790

Abstract

Salah satu aktivitas yang dilakukan di lingkup perumahan adalah berupa pemindahan galon air mineral yang memiliki berat 19 kg yang dilakukan oleh pengguna khusus wanita dengan menggunakan fasilitas kerja berupa troli. Berdasarkan pengamatan bahwa diketahui kekurangan yang dikeluhkan oleh pengguna khusus wanita terhadap penggunaan troli adalah tidak ergonomis sehingga menimbulkan kondisi yang tidak nyaman. Pada penelitian ini , perancangan fasilitas kerja yang berupa troli galon air mineral diawali dengan melakukan analisis postur kerja yang menggunakan metode REBA, kemudian menentukan dimensi anthropometri guna menentukan dimensi troli galon air mineral dan menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui rata-rata tingkat keluhan rasa sakit terbesar seperti bagian punggung, pinggang, pergelangan tangan kanan, lengan atas kiri, lengan bawah kiri, dan lutut kanan. Berdasarkan hasil dengan gambar 2D dan perhitungan dengan metode REBA yang berupa fase-fase gerakan pada pengukuran leher,punggung, kaki, lengan atas, lengan bawah,dan pergelangan tangan untuk menghasilkan postur kerja yang baik dan troli galon air mineral hasil rancangan dengan pendekatan anthropometri dapat memberikan perbaikan pada postur kerja pekerja. Hasil skor REBA tertinggi sebelum perancangan adalah 11 artinya memiliki level resiko sangat tinggi, sedangkan hasil skor REBA tertinggi setelah perancangan adalah 7 artinya memiliki level resiko sedang.Kata Kunci: troli galon air mineral, Anthropometri, Nordic Body Map, metode REBA, ergonomi.
OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK PEKERJAAN INSTALASI RUANG CHILLER DAN COOLING TOWER MENGGUNAKAN METODE P.E.R.T. MIFTACHUL ANAM; HARI MOEKTIWIBOWO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.739 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.209

Abstract

Mengerjakan suatu proyek membutuhkan perencanaan yang baik agar proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sehingga, proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan yang hasilnya dapat memberikan kepuasan bagi pemilik proyek (Owner) dan memberikan nilai tambah bagi pelaksana proyek atau kontraktor. Metode PERT dapat digunakan untuk membuat penjadwalan proyek yang baik. Metode ini direkayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan. Karena itu metode ini cocok digunakan untuk membuat penjadwalan dengan keadaan proyek yang berubah-ubah. Proyek pekerjaan pemipaan untuk ruang Chiller dan Cooling Tower pada Green Office Park 9 yang dikerjakan oleh PT. Arista mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui berapa durasi normal dari proyek tersebut dan apakah masih mungkin untuk dilakukan percepatan. Pengumpulan data dilakukan dilapangan dengan pengamatan secara langsung proses pekerjaan dan juga melakukan wawancara kepada pekerja dan pengawas dilapangan. Hasil penelitian pada proyek Green Office Park 9 BSD City dengan metode PERT menunjukkan bahwa durasi normal proyek tersebut adalah 85 hari dengan biaya pelaksanaannya adalah Rp. 357.652.000. Setelah dilakukan percepatan hasilnya adalah proyek dapat dipercepat menjadi 72 hari dengan biaya pelaksanaannya naik menjadi Rp. 383.949.500. Perbandingan persentase kenaikan adalah 8% untuk durasi dan 7% untuk biaya, menunjukkan bahwa metode percepatan tersebut cukup efektif.Kata Kunci: PERT, Crash Programme, Penjadwalan Proyek
PENERAPAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) DI PT. ND UNTUK MENURUNKAN WAKTU SET-UP COPPER FORMER MACHINE NANANGTEGUH TRISNAWIJAYA; BASUKI ARIANTO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.223

Abstract

PT. ND adalah sebuah perusahaan Otomotif, yang memproduksi bus AC dan Spark plug juga berbagai spare part.Selama ini PT. ND menerapkan sistem produksi secara massal.Untuk memenuhi pesanan tersebut dibutuhkan waktu penyelesaian yang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kendala yang dihadapi oleh PT. ND adalah Line operation ratio yang tidak mencapai target akibat proses set-up yang lama sehingga tidak sesuai dengan jadwal produksi yang telah direncanakan. Penurunan waktu set-up dapat dilakukan dengan menggunakan metode SingleMinute Exchange of Die (SMED). Metode SMED memisahkan kegiatan set-up menjadi dua, yaitu internal set-up dan eksternal set-up. Internal set-up merupakan kegiatan set-up yang hanya dapat dilakukan pada saat mesin berhenti. Eksternal set-up merupakan kegiatan setup yang dapat dilakukan pada saat mesin sedang berjalan atau beroperasi. Dengan mengubah internal set-up menjadi eksternal set-up, maka kegiatan set-up yang dilakukan pada saat mesin berhenti dapat dilakukan pada saat mesin berjalan sehingga waktu set-up dapat berkurang. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode SMED, waktu set-up mesin copper former mengalami penurunan sebesar 114 menit/set-up. Waktu set-up mesin copper former sebelum penerapan SMED sebesar 174 menit/set-up, sedangkan waktu set-upmesin copper former sesudah penerapan SMED dapat diturunkan menjadi 60 menit/set-up. Penghematan waktu set-up ini menambah pendapatan perusahaan sebesar Rp 6.837.264,00/set-up.Kata kunci: Lean manufacturing, Set-up, SMED (Single Minutes Exchange of Die), Analisa Investasi
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI KABEL DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT. XYZ ALDY ALFRIANSYAH; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.463 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.708

Abstract

Line Inner Sheating di PT. XYZ mempunyai waktu idle karena waktu proses di stasiun kerja yang belum seimbang kadang menyebabkan stop line. Dari perhitungan diketahui bahwa kesenjangan cycle time / waktu siklus yang diperoleh adalah sebesar 109.2 detik dan angka tersebut diambil berdasarkan waktu terbesar dari 6 stasiun kerja yang ada. Penulis bermaksud ingin meneliti sebab-sebab terjadinya keterlambatan waktu proses yang terjadi pada line Inner Sheating dan memberikan sumbang saran untuk perbaikan yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode line balancing dan system production layout. Diantaranya mencari waktu siklus pada 6 stasiun terbesar sebagai acuan dalam penentuan perhitungan berikutnya, menghitung kapasitas perusahaan, penentuan efisiensi mesin, perhitungan jumlah mesin, penambahan jumlah mesin dan penambahan luas lantai. Data diambil dari pengamatan di lapangan dan record. Penulis menggunakan dua metode yaitu metode line balancing dan metode system production layout. Metode line balancing dan system production layout yang telah dilakukan dapat menyebabkan mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 17.688 koil / bulan dengan penambahan mesin / stasiun kerja, luas lantai yang dibutuhkan yaitu 14 m² dengan rincian, 7 m² di stasiun kerja Inner Sheat dan 7m² di stasiun Outer Sheat. Kata kunci: Line balancing, Tata Letak, Bottleneck.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DAMPER SPEAKER TYPE D-25236 B MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA GUNA MEMINIMALISIR PRODUK CACAT PADA PT. X NIKEN SEKARTAJI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.07 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.811

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang meproduksi produk damper speaker dengan berbagai macam jenis di Indonesia. Salah satu dari sekain banyak jenis damper yang banyak diproduksi adalah damper speaker type D-25236B. berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa masih banyaknya terjadi jumlah kecacatan pada hasil produksinya sehingga tidak tercapainya target produksi untuk setiap produksinya. Maka disini peneliti akan melakukan pengendalian kualitas menggunakan metode six sigma dengan pendekatan Taguchi untuk meminimalisir produk cacat. Melakukan pengendalian kualitas untuk mengurangi produk cacat hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan tahap pendefinisian jenis cacat yang sering terjadi pada produksi damper type D-25236B, selanjutnya melakukan perhitungan untuk mengetahui level sigma dari jumlah produk cacat tersebut,. dilanjutkan dengan tahap analisis untuk mengetahui apa-apa saja hal yang menyebabkan suatu kecacatan terjadi. Jenis cacat kritis dan penyebab kecacatannya kemudian diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan pada tahap improve menggunakan metode Taguchi. Hasil dari perbaikan kemudian dilihat pada tahap control apakah jenis cacat yang terjadi setelah perbaikan berada pada batas kendali ataupun tidak. Hasil dari analisis dan pengolahan data setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan kearah positif. Hal tersebut dapat dibuktikan dari persentase kecacatan yang sebelumnya sebesar 3,90% menjadi 1,62%. Level sigma yang sebelumnya sebesar 3,48 pada nilai 9.700 DPMO setelah dilakukan perbaikan menjadi 4,10 pada nilai 4600 DPMO.Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Metode Six Sigma, Taguchi Methods
OPTIMASI PENJADWALAN ULANG PROYEK KONSTRUKSI PENYALURAN GAS PT PGN SOLUTION KE KONSUMEN MENARA BTPN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT RIZAL RIANA; SUNGKONO SANUSI; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.295 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu yang optimal dalam penjadawalan ulang dan probabilitas penyelesaian proyek penyaluran gas PT PGN Solution ke Konsumen Menara BTPN Jakarta, karena terjadinya keterlambatan selama 90 hari dalam hal perizinan ke pihak PU Bina Marga. Metode penelitian yang digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT). Tahapan dalam optimasi penjadwalan Ulang Proyek Penyaluran Gas ke konsumen Menara BTPN yaitu tahapan penyusunan urutan kegiatan, membuat network diagram, melakukan perhitungan maju dan mundur, menghitung jalur kritis, dan menghitung probabilitas penyelesaian proyek. Hasil perhitungan PDM didapatkan total durasi pekerjaan adalah 186 hari dengan kegiatan jalur kritis adalah kegiatan A-B-C-E-G-H-J-K-M-N dan kegiatan non kritis adalah kegiatan D-F-I-L. Jumlah tenaga kerja setelah dilakukan pemerataan menunjukan kebutuhan maksimal tenaga kerja sebesar 30 orang dan kebutuhan minimal 3 orang dengan kata lain memiliki range 27 orang. Hasil perhitungan PERT menunjukan probabilitas waktu penyelesaian proyek dengan durasi 186 hari adalah 49,60% dengan nilai proyek yang tidak berubah.Katakunci : Proyek Penyaluran Gas, PDM, PERT
ANALISIS SISTEM PRODUKSI TWO-PIECE BEVERAGE CAN DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT XYZ RAHAYU NINGRUM; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; DARMAWAN YULIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.828 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.975

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi beverage can dengan bahan dasar tintplate di Indonesia. Salah satu jenis beverage can yang diproduksi adalah two-piece beverage can. Tipe ini terdari dua bagian yaitu body, bottom end dan lid. Pada proses produksi sering terjadi penumpukan pada proses tertentu sehingga mengganggu jalannya proses produksi, dan mempengaruhi pencapaian target produksi. Penyeimbangan lintasan dilakukan dengan metode ranked positional weight (RPW) yang dimulai dengan melakukan pengumpulan data dengan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Apabila data sudah seragam dan cukup, selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan dalam metode kilbridge adalah membagi region dari kiri ke kanan, menentukan peringkat setiap elemen kerja, melakukan pembebanan elemen kerja ke dalam stasiun kerja dengan ketentuan tidak melanggar precedence diagram dan waktu siklus tidak melebihi waktu actual. Sedangkan tahapan metode ranked positional weight adalah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja berdasarkan urutan tertinggi, pengelompokan kedalan stasiun kerja, dan menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan kondisi sebelum dilakukan line balancing dan setelah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang di dapat metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih optimum dibanding metode kilbridge. Pada metode RPW kecepatan lebih seragam. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Hal juga ini dapat dilihat dari smoothness index metode RPW dibandingkan metode kilbridge yakni sebesar 1,781 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil, 91,78% dan 8,22% untuk metode RPW. Sedangkan metode kilbridge memiliki efisiensi line sebesar 83,20% dan balance delay 16,80%. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Kata kunci : Line balancing, Beverage Can, Ranked Position Weigh (RPW
ANALISIS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DAN KAIZEN UNTUK MENINGKATKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA LINE LIQUID DI PT.PTI Zulheri Zulheri; Karel L Mandagie; Basuki Arianto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v8i0.662

Abstract

Development and improvement efforts made by the pharmaceutical industry in the production sector, namely efforts to reduce down time and reduce defects and a machine is always high with down time and always produces product defects, of course, has decreased productivity, which ultimately disadvantages the company because of the ineffectiveness of the machine.To calculate and increase the level of effectiveness of a machine, an approach is needed, one approach that can be used is the method of calculating Overall Equipment Effectiveness (OEE) as a product of Total Productive Maintenance (TPM).The implementation of TPM and the formation of the Kaizen Team to increase the value of OEE has been very successful. Avaibility rate which previously averaged from January to April was 72.5% in May to 76.4%, and also the increase in the OEE value which was previously 69.9% in May increased to 73.0%. Previously, in January to April, an average of 6823 pcs in May decreased to 2722 pcs so that the rate quality increased, previously in January to April 2018 it was 99.4% in May 2018, it increased to 99.7%. Keyword : TPM, OEE, Kaizen
PERANCANGAN PERSEDIAAN PRODUK OLI NISSAN YANG EFISIEN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT. JAYA TAMA KENCANA MOTOR Fadel Muhamad Fikri; Basuki Arianto; W. Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.779

Abstract

PT Jaya Tama Kencana Motor merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Nissan Motor Indonesia dimana perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif di Indonesia. PT Jaya Tama Kenca Motor selaku penyediaan jasa service mesin mobil membutuhkan persediaan produk oli pada merek Nissan yang telah berdiri sejak 2013. Dalam menjalankan produksinya, PT Jaya Tama Kencana Motor sering terjadi kondisi jumlah persediaan produk mendekati stock out pada oli nissan 5w-30, hal ini dikarenakan adanya ketidak pastian dalam menetukan jumlah pembeliaan produk oli yang optimal dan keterlambatan dalam pemesanan produk Analisis Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik untuk melakukan penggadaan persediaan produk oli pada suatu perusahaan yang menentukan berapa jumlah pesanan yang ekonomis untuk setiap kali pemesanan dengan frekuensi yang telah ditentukan serta kapan dapat dilakukan pemesanan kembali. Metode ini bertujuan untuk meminimalkan Total Inventory Cost. Penggunaan metode ini juga dapat menekan biaya-biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan berjalan dengan baik dan dapat tercapai jumlah unit pemesanan yang optimal dengan menekan biaya seminimal mungkin. Hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa kuantitas pemesanan produk oli dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar 144 liter dengan frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali dalam satu tahun, dan safety stock sebesar 25 dan ROP dilakukan pada saat produk oli yang ada di warehouse sebesar 32 liter sedangkan total biaya persediaan sebesar Rp 1.454,614 pada tahun 2018Kata Kunci : Pengendalian persediaan, Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point (ROP)