Claim Missing Document
Check
Articles

8. SCHEDULE MAINTENANCE PENGGANTIAN KOMPONEN BLEED AIR REGULATOR PADA PESAWAT BOEING 737-400/500 SKADRON UDARA 17 BERDASARKAN PERHITUNGAN RELIABILITY Adi Wibowo, Sunar; Bhirawa, WT.; Arianto, Basuki
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 1 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i1.58

Abstract

Frekuensi penggantian komponen Bleed Air Regulator pada pesawat Boeing 737-400/500 Skadron Udara 17 masih tinggi. Kerusakan komponen tersebut menimbulkan terhentinyakegiatan operasional pesawat (Aircraft On Ground). Komponen Bleed Air Regulator bersifat hardtime dan harus dilakukan penggantian jika telah mencapai 5.000 jam. Oleh karena itu perludiketahui tingkat reliability komponen Bleed Air Regulator yang telah terpasang sebelumnyasehingga dapat dilakukan penjadwalan penggantian (schedule maintenance) komponen BleedAir Regulator berdasarkan analisis pemeliharaan. Data yang diperoleh dari hasil pengamatankemudian dilakukan perhitungan reliability dengan menggunakan failure rate, Mean Time BetweenFailure (MTBF), Mean Time Between Maintenance (MTBM) dan perhitungan nilai kehandalan. Setelahdiketahui nilai kehandalan komponen Bleed Air Regulator selanjutnya dilakukan analisis sebagaibahan pertimbangan penjadwalan penggantian komponen Bleed Air Regulator tersebut.Hasil perhitungan reliability menunjukkan bahwa (MTBUR) 5.000 jam sesuai dengan reko- mendasimanufaktur sudah sangat rendah yaitu sebesar 21,96 %. Hal tersebut tidaklah efektif jika dilakukanpenggantian disetiap 5.000 jam. Nilai kehandalan dengan target reliability di atas 60 % yaitu padaMean Time Between Unschedule Removal (MTBUR) 1000 dan 1500 jam. Analisis pemeliharaansebagai bahan pertimbangan penentuan penjadwalan penggantian komponen Bleed Air Regulatorberdasarkan hasil perhitungan nilai kehandalan dan analisis pemeliharaan, shedule maintenancepenggantian komponen Bleed Air Regulator yang dapat diterapkan yaitu pada Mean Time BetweenUnschedule Removal (MTBUR) 1500 jam dengan survival/reliability function yang dapat diterapkanyaitu 63,46 % dengan kemungkinan kerusakan (possibility to failure) sebesar 36,54 %.
PERANCANGAN MEJA GAMBAR TEKNIK YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN NORDIC BODY MAP DI LABORATORIUM. BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; JANAMPA, MELINUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dari hari ke hari membuat tuntutan akan peningkatan dari setiap pekerjaan yang dilakukan manusia sehingga memerlukan alat bantu yang digunakan dalam melakukan pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Meja gambar dapat membantu kegiatan belajar mengajar yakni proses praktikum menggambar teknik untuk mempermudah mahasiswa dalam menggambar objek atau benda yang merupakan tugas-tugas dari praktikum menggambar teknik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Alat bantu yang menunjang setiap pekerjaan harus bersifat ergonomis sehingga dapat mempermudah pekerjaan yang dilakukan juga memberikan kenyamanan dan meraih hasil yang optimal.Prosedur penelitian diawali dengan membagikan kuisioner keluhan dan keinginan mahasiswa yang dibagikan secara acak, membagikan kuisioner Nordic Body Map, melakukan identifikasi meja gambar teknik, dan pengumpulan data antropometri, yang kemudian diinterpretasikan menjadi keluhan pengguna. Setelah itu, tahapan berikutnya mengenai pengelohan data anthropometri, konsep perancangan berdasarkan kebutuhan, ide, keputusan dan tindakan, pembuatan prototype, uji coba prototype, perhitungan Teknik, pemilihan material dan estimasi biaya.hasil penelitian didapatkan perancangan meja gambar teknik yang memiliki kelebihan lebih praktis, lebih ringan dan terurama lebih nyaman digunakan dengan lebar meja gambar 91,5 mm dengan menggunakan P5, panjang meja gambar 126,5 mm dengan menggunakan P5, tinggi meja gambar 30 mm, Total biaya biaya yang di butuhkan Rp. 1.650.000,- Perancangan meja gambar teknik dapat mengurangi keluhan pengguna dengan rancangan ergonomic.Kata Kunci : Ergonomi, Antropometri, Nordic Body Map, Meja Gambar Teknik.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Software Google Skecthup Untuk Menggambar Teknik Bagi Siswa SMA Gutama Jakarta Timur W.Tedja Bhirawa; Nurwijawayanti K.N; Erwin Wijayanto; Darmawan Yulianto; Indramawan; Arie Rahmadi; M. A. Bintoro Dibyoseputro; Hari Moektiwibowo; basuki arianto; Sungkono; Agus Sugiharto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/9rkks797

Abstract

 Penguasaan gambar teknik akan membantu mahasiswa dan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas gambar. Hal ini di awali dengan pembahasan mengenai pendahuluan atau dasar pemahaman untuk dapat memahami lebih jauh tentang gambar teknik yang memuat latar belakang dan tujuan gambar teknik selanjutnya membahas mengenai peralatan gambar teknik yang meliputi Peralatan gambar teknik kemudian pada standart gambar membahas menenai garis gambar, standar batas gambar atau margin, kepala gambar dan skala gambar, selanjutnya pada poyeksi gambar teknik membahas mengenai deskripsi proyeksi, jenis-jenis proyeksi, proyeksi eropa dan proyeksi amerika dan pada potongan dan arsir membahas tentang potongan pada gambar teknik, jenis- jenis potongan, deskripsi arsiran pada gambar teknik, Jenis-jenis arsiran kemudian pada toleransi gambar mengenai deskripsi toleransi gambar teknik, jenis toleransi gambar teknik, toleransi bentuk, toleransi posisi, selanjutnya pada pengenalan Google Sketchup, mengenal tool Google Sketchup dan pada menggambar Google Sketchup 3 dimensi mengenai dasar Google Sketchup  3D, toolbar pada Google Sketchup 3D dan membuat obyek 3d dari gambar 2D serta latihan membuat obyek 3D.Google Sketchup merupakan sebuah program komputer yang ditujukan untuk manajemen proyek, dimana pengoperasiaannya maupun tukar-menukar data dengan program office lain dapat dilakukan dengan mudah. Oleh karena itu, pada pelatihan ini, gambar berbentuk 2  dimensi atau 3 dimensi dilakukan dengan menggunakan program Google Sketchup. Hasil dari pelatihan ini dilakukan pengolahan data berdasarkan angket mengenai kepuasan terhdapa pelatihan cukup berpengaruh signifikan.
Usulan Perancangan Pemasangan Alarm Detector dan Sprinkler pada Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarama Achmad Takbiriyantono; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Wardaya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/21wpfx05

Abstract

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma saat ini memanfaatkan Campus A, Campus B, dan Campus C yang baru dibangun. Penelitian ini berfokus pada Campus C, sebuah gedung bertiga lantai yang memerlukan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang andal. Bahaya kebakaran di gedung ini meliputi instalasi listrik dan bahan bangunan yang mudah terbakar. Untuk mengatasi risiko ini, penelitian ini menggunakan diagram sebab-akibat (diagram Fishbone) untuk menganalisis faktor-faktor penyebab bahaya kebakaran, yang dikategorikan ke dalam Aspek Pekerja, Bahan Baku, Mesin, Metode, dan Lingkungan. Dengan menggunakan metode 5W+1H Quality, penelitian ini merekomendasikan pemasangan 132 alat pemadam kebakaran otomatis (sprinkler) dengan pipa ¾" dan saluran pipa sepanjang 460 meter. Kebutuhan pasokan air adalah 277 m³/menit, yang memerlukan sistem pompa dengan kapasitas 277 m³/menit. Tiga pompa dengan kapasitas masing-masing 100 m³/jam dan satu pompa cadangan direkomendasikan untuk kapasitas ini. Selain itu, diusulkan tangki penyimpanan air dengan kapasitas 300 m³ untuk 60 menit, dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan Prosedur Operasi Standar (SOP) K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan keselamatan dan manajemen bahaya kebakaran di Campus C. SOP ini mencakup perbaikan pada faktor manusia, bahan, mesin, metode, dan lingkungan di Campus C.   The building facilities currently used by Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) is Campus A and Campus B and the new Campus C. In this research examined campus C Unsurya, which is a three (3) floor building. The building must be equipped with reliable fire safety facilities. There are several functions of space that can trigger fires, namely electrical installations and flammable building materials. Based on the background above, adequate active protection means are needed in accordance with applicable regulations. Cause-and-effect diagrams / Fishbone diagrams are used to analyze the factors that cause fire hazards. The factors that influence and cause fire hazards can generally be classified as follows: Workers, Raw Materials, Machines, Methods, and Environment. 5W+1H Quality using to determine recommendation. Based on calculations, it was determined to place 132 sprinklers to overcome the danger of fire with a quantity of ¾" pipe material with a pipe line 460 meters long. Meanwhile, the water supply is 277 m3/minute. With the required water supply, a pump with a pump capacity capable of producing 277 m3/minute is needed. With this capacity, three pumps with a capacity of 100 m3 /hour and one spare pump can be used. A water storage tank is needed for 300 m3 for 60 minutes with a length of 4 meters, width of 5 meters and depth of 1.5 meters. It is proposed to use a Standard Operating Procedure (SOP) regarding K3 or safety and how to handle fire hazards in the Unsurya Campus C building which includes improvements to human factors, materials, machines, methods and the environment of the Campus C Unsurya.  
SCHEDULE MAINTENANCE PENGGANTIAN KOMPONEN HOUSING VALVE PROPELLER CONTROL PADA PESAWAT C 130 H/S HERCULES BERDASARKAN PERHITUNGAN RELIABILITY DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control  yang dapat diminimalisir dengan melakukan perhitungan reliability pada komponen Housing Valve Propeller Control  yang terpasang pada pesawat C 130 HS Skadron Udara 31 sehingga dapat diketahui schedule maintenance penggantian komponen Housing Valve Propeller Control  dari hasil perhitungan nilai kehandalan dengan mempertimbangkan analisis biaya pemeliharaan.Metode yang dilakukan dalam peneltian ini melalui metode statistik, pengukuran reliability dengan cara tersebut suatu perusahaan penerbangan dapat memiliki gambaran terhadap kondisi pesawat yang dimiliki (pesawat, engine dan komponen lainnya) sehingga mampu memprediksi perlakuan terhadap pesawat, engine dan komponen lainnya. Reliability dapat dihitung menggunakan rata - rata banyaknya kegagalan dalam waktu tertentu (failure rate). Selain itu reliability dapat dinyatakan sebagai lamanya waktu rata - rata antar kegagalan atau disebut Mean Time Between Failure (MTBF).Hasil pengolahan data dan perhitungan reliability diperoleh kesimpulan bahwa nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan Mean Time Between Unschedule Maintenance (MTBUR) 6.000 jam memiliki nilai kehandalan yang sangat rendah. Sehingga frekuensi terjadinya kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules Pesawat   C-130 HS di Skadron Udara 31 sangatlah tinggi. Dengan sisa umur ekonomis diatas 60% yaitu pada kategori baik, serta dari hasil perhitungan nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dapat mencapai nilai di atas 60% pada perhitungan MTBUR 2000 jam hingga 2500 jam. Nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan tingkat kehandalan di atas 60% terdapat pada penggantian 2000 dan 2500 jam. Kata Kunci : Housing Valve Propeller Control , Reliability, failure rate, Mean Time                       Between Failure
PENERAPAN INTEGRASI SISTEM ERP TERHADAP EFISIENSI PROSESPENGADAAN DENGAN PENDEKATAN TEKNIK INDUSTRI DI PT. GARUDA MAINTENANCE FACILTY AEROASIA TBK RANGGA, MUHAMAD; INDRAMAWAN, INDRAMAWAN; MUHDHOR, FAHMA DIANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the MRO industry, supply chain and inventory management are crucial aspects thataffect a company’s operational performance. An efficient procurement process ensures the availability of required spare parts and materials without causing overstock or stockout, which can disrupt operations. The integration of ERP systems at GMF AeroAsia allows the company to have better visibility into their supply chain, manage inventory in real-time, and optimize procurement processes more effectively. Thus, the implementation of ERP systems becomes a key strategy in supporting the company’s operational efficiency and competitiveness goals in the global market.An industrial engineering approach is applied to evaluate and improve the efficiency of the procurement process through the integration of ERP systems. Industrial engineering provides various analysis methods such as workflow analysis, time and motion study, and cost-benefit analysis to understand and improve business processes. At GMF AeroAsia, this approach helps identify bottlenecks in the procurement process, reduce cycle time, and optimize resource utilization. The results of this implementation not only improve operational efficiency but also reduce costs and increase customer satisfaction.This report aims to evaluate the impact of ERP system implementation on the efficiency of the procurement process at GMF AeroAsia. The expected outcome is a deeper understanding of the benefits of ERP system integration and identification of areas that require further improvement. This report will provide practical recommendations for GMF AeroAsia and other companies in the MRO industry considering similar implementations. Thus, this report is not only relevant to GMFAeroAsia but also to the development of the MRO industry as a whole, supporting increased efficiency and competitiveness in the digital era.Keywords : Enterprise Resource Planning, Supply Chain Management, Material Requirements Planning, GMF AeroAsia.
Socialization of Organic Waste Processing Using Composter Drum at SMAN 67 Jakarta Sungkono, Sungkono; Bhirawa, W. Tedja; Arianto, Basuki; Moektiwibowo, Hari; Mayori, Ersha
International Journal of Social Science and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Proaksara Global Transeduka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70865/ijsscs.v3i2.69

Abstract

Waste is a form of problem that needs to be managed and carried out in an integrated manner from upstream to downstream so as not to cause environmental pollution. As part of the AdiwiyataSchool, SMAN 67 Jakarta has several working groups (pokja) including the Wast e Pokja, CompostPokja, and Hydroponic Pokja. However, the available solid compost fertilizer production facilities have not been optimally utilized and the working groups that are run have not run according totheir goals. The aim of this PKM activity is to educate students on the significance of converting waste into useful products, enhance the skills of teachers and students in making compost fertilizers, and support the Adiwiyata School program at SMAN 67 Jakarta. The target of thisactivity is the teachers and students of SMAN 67 Jakarta, especially those who are members of theCompost Pokja. The PKM implementation method consists of four stages: (1) Survey and analysis of partner needs, (2) Lecture-based material delivery, (3) Hands-on practice in processing organic waste into solid and liquid compost fertilizers, and (4) Evaluation based on participants' understanding of the material. The results of this PKM activity are as follows: (1) Participants' knowledge of waste processing into higher-value derivative products improved, as evidenced by an increase in pre-test and post-test scores from 79.45 to 85.04; (2) Participants developed skills in producing solid and liquid compost fertilizer for integration into the work program; (3) A composter drum was donated to SMAN 67 Jakarta to support its Adiwiyata School program.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PERTAMBANGAN BATU BARU MENGGUNAKAN METODE ARC DI PT GPA SIANIPAR, MALINITIN; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; MOEKTIWIBOWO, HARI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. GPA merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan batubara terletak di Beringin Makmur II, Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pertambangan batubara merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi ketersediaan energi pada saat ini, baik digunakan sebagai pembangkit listrik, industrri pembuatan semen, maupun peleburan bijih besi. Hal ini membuat banyak perusahaan tambang meningkatkan produksi batubaranya untuk memenuhi permintaan pasar batubara. Dalam mencapai target produksi, kelancaran suatu kegiatan penambangan menjadi faktor yang paling utama, yaitu dengan cara meminimalkan kendala-kendala yang dapat menghambat kegiatan penambangan. karena tata letaknya masih kurang tepat, dimana workshop untuk melakukan perbaikan unit dan Gudang penyimpanan terkait perbaikan, dimana jarak yang dibutuhkan cukup jauh sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Dengan adanya permasalahan yang ada tersebut, maka dilakukan peneltian dengan metode Activity Relation Chart (ARC) dengan harapan dapat meminimalkan panjang jarak Perpindahanan antara Workshop dan gudang yang secara tidak langsung dapat mempersingkat jarak Perpindahan dalam penanganan perbaikan pada unit. Hasil perancangan layout diperoleh panjang jarak pada kondisi awal sebesar 6-9 km, sedangkan pada panjang jarak Perpindahanan pada kondisi usulan sebesar 3-4 km. Hal ini berarti pada perancangan layout kondisi usulan dengan menggunakan metode Activity Relation Chart (ARC) dapat meminimumkan panjang jarak Perpindahanan sebesar 9 km, dari kondisi awal.Kata Kunci : Tata Letak Fasilitas, Activity Relation Chart (ARC), Pertambangan Batubara
Evaluasi Penjadwalan Proyek Relokasi Pipa Gas di Jembatan Ciwaringin Cirebon Dengan Metode Critical Path Method (CPM) Berry Fitriandi; Arianto, Basuki; Sanusi, Sungkono; Indramawan, Indramawan; Yulianto, Darmawan
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan pipa gas di jembatan Ciwaringin Cirebon perlu segera dipindahkan, proyek tersebut berstatus pekerjaan mendesak. PT. INT sebagai pemilik aset menunjuk PT. XYZ sebagai kontraktor pelaksana. Rencana kerja selama 140 hari telah ditetapkan oleh PT. XYZ untuk pelaksanaannya, Namun, proyek tersebut mengalami keterlambatan dan selesai dalam waktu 166 hari. Peneliti menggunakan Critical Path Method (CPM) untuk menentukan lamanya waktu dengan melakukan peninjauan penjadwalan berdasarkan tantangan tersebut.Critical Path Method (CPM) adalah teknik untuk menghitung dan merotasi jaringan kerja proyek guna menentukan tugas mana yang perlu diprioritaskan agar dapat menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Studi logistik tentang saling ketergantungan harus digunakan untuk menentukan jaringan kerja terlebih dahulu. Manajer proyek dapat menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai teknik untuk mengatur sumber daya proyek.Jalur kritis yang didapat yaitu: A → E → G → H → I ditentukan oleh perhitungan dan evaluasi proyek. Jalur ini mencakup tugas-tugas berikut: pekerjaan persiapan (A), pekerjaan khusus (E), pekerjaan Golden Joint (G), pekerjaan perbaikan dan rekondisi (H), dan pekerjaan penyelesaian akhir (I). Pekerjaan tersebut memakan waktu 153 hari untuk diselesaikan. Penjadwalan rencana kerja ini dibandingkan selama 140 hari, yang berarti 13 hari lebih lama dari yang direncanakan semula. Hal ini karena, rencana awal menggunakan Gantt Chart, peneliti menggunakan Metode Jalur Kritis (CPM) untuk melakukan evaluasi.Kata kunci : Jaringan Pipa Gas, Penjadwalan Proyek, Critical Path Method
Perancangan Ulang Antropometer Posisi Duduk Yang Ergonomis Pada Laboratorium Teknik Industri Arianto, Basuki; Bhirawa, Waspada Tedja; Septian, Jamal Adi; Magai, Erna
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kekurangan alat ukur yang layak di laboratorium teknik industri sehingga diperlukan penelitian perancangan dan pengembangan alat antropometer duduk untuk mendapatkan desain yang ergonomis. Rumusan permasalahan pada penelitiani ini antara lain apa saja keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa pada saat menggunakan antropometer duduk yang tersedia di laboratorium teknik industri dan bagaimana bentuk dan dimensi antropometer duduk yang ergonomis. Penggunaan persentil dalam perancangan sangat mempengaruhi rancangan Antropometer Posisi Duduk yang akan dirancang. Apakah Antropometer Posisi Duduk yang dirancang dapat digunakan oleh 95% penggunanya atau tidak ditentukan oleh persentil yang digunakan oleh perancang. Perhitungan persentil pada penelitian ini menggunakan tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%. Nordic body map adalah sistem pengukuran keluhan sakit pada tubuh yang dikenal dengan musculoskeletal. Sebuah sistem musculoskeletal (sistem gerak) adalah sistem organ yang memberikan hewan (dan manusia) kemampuan untuk bergerak menggunakan sistem otot dan rangka. Keluhan sebanyak 30 orang mahasiswa pengguna Antropometer Posisi Duduk dengan persentase di atas 75% dirasakan adalah Sakit pada pantat dan sakit pada bagian bawah pantat. Dimensi utama dari antropometer posisi duduk antara lain lebar alas 85 cm dengan panjang alas 110,4 cm, tinggi tempat duduk 47 cm, tinggi kepala posisi duduk 90 cm dan lebar maksimal alat 153,4 cm. Kata Kunci : Antropometer Posisi Duduk, Nordic Body Map, Laboratorium Teknik Industri