Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MEJA LAPTOP PORTABLE PIPA PARALON (PVC) UNTUK MAHASISWA BERDASARKAN PRINSIP ERGONOMI FITRIA NURAUHATH; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.578 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.788

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya keinginan manusia. Laptop sudah menjadi teman dekat dalam segala aktivitas Kadang kala kita sering menggunakan laptop ditempat tidur atau memangkunya dalam jangka waktu yang lama. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa faktor yang sangat potensial menimbulkan kerusakan atau ketidaknyamanan sewaktu kita menggunakan laptop, maka diperlukan perancangan alat pembantu atau meja kerja laptop portable yang bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa. Maka dari itu diperlukan perancangan alat yang dapat digunakan sesuai dengan ergonomi sesuai dengan data anthropometri pengguna sehingga nyaman untuk digunakan. Prosedur penelitian diawali dengan membagikan kuisioner keluhan dan keinginan mahasiswa yang dibagikan secara acak, membagikan kuisioner Nordic Body Map, melakukan identifikasi meja laptop portable, dan pengumpulan data anthropometri, yang kemudian diinterpretasikan menjadi keluhan pengguna. Setelah itu, tahapan berikutnya mengenai pengolahan data anthropometri, konsep perancangan berdasarkan kebutuhan, ide, keputusan dan Tindakan, pembuatan prototype, uji coba prototype, perhitungan Teknik, pemilihan material dan estimasi biaya. Hasil penelitian didapatkan rancangan meja laptop portable yang memiliki kelebihan bisa dilipat, hemat biaya dan nyaman digunakan dengan Lebar Meja 43,3 cm dengan menggunakan P50, panjang meja 71.7 cm dengan menggunakan P50, tinggi meja 29,8 dengan menggunakan P50. Total biaya yang dibutuhkan Rp 150.000,00. Rancangan meja laptop portable dapat mengurangi keluhan pengguna dengan rancangan ergonomi.Kata Kunci: Ergonomi, Anthropometri, Nordic Body Map, Meja Laptop
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM SOLAR MENGGUNAKAN MIN-MAX STOCK LEVEL DAN EOQ DI SENAYAN NATIONAL GOLF CLUB JAKARTA JOKO ISNANTO; BASUKI ARIANTO; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.857 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.813

Abstract

Strategi dalam mempertahankan kualitas sebuah produk jasa lapangan golf menjadi tantangan saat ini. Indonesia memiliki sekitar 140 lapangan golf (APLGI 2017). Salah satu kendala utama dalam melaksanakan strategi tersebut adalah tingginya pembiayaan untuk BBM Solar untuk memenuhi kebutuhan perawatan rumput. Untuk mengetahui besarnya persediaan BBM Solar digunakan metode Min-Max Stock Level dan Economic Order Quantity (EOQ) sehingga diperoleh efisiensi dalam biaya persediaan BBM solar tersebut. Konsumsi aktual BBM Solar per tahun dari empat unit traktor rumput adalah sebesar 11.172 liter. Hasil penelitian menggunakan metode Min-Max Stock Level menunjukkan bahwa jumlah persediaan maksimum BBM Solar untuk tahun 2017 sebesar 9.888 liter sedangkan menggunakan metode EOQ sebesar 7.543 liter sekali pesan. Penghematan yang diperoleh menggunakan metode Min-Max Stock Level sebesar 23% dan metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 37%.Kata Kunci: BBM Solar, Min-Max Stock Level, EOQ
PENERAPAN WORKLOAD ANALYSIS PADA MESIN HOT MELT LURUS DALAM EFISIENSI TENAGA KERJA IMAN SYAFI’I; BASUKI ARIANTO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.238 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.201

Abstract

PT XYZ memproduksi alat-alat musik elektronik seperti piano, keyboard, drum dan pro audio. Sebanyak 92% dipasarkan ke luar negeri dan 8% dipasarkan di dalam negeri. Mesin Hot Melt Lurus berada pada divisi Wood Working 2 (WW2), menangani proses pengeleman material side board dengan lapisan PVC (Poly Vinyl Carbonate). Ada tiga proses, 1 operator input, 1 operator output dan 6 operator pengelapan. Penerapan operator pengelapan sebanyak 6 orang diduga mengakibatkan beban kerja menjadi tidak merata dan jumlah operator pengelapan menjadi berlebihan. Agar masalah tersebut terpecahkan, maka perlu dilakukan pengamatan ulang mengenai beban kerja operator mesin Hot Melt Lurus dengan metode Workload Analysis, yakni menghitung besarnya persentase produktif dan non produktif dengan metode Work Sampling, menentukan nilai Performance Rating dengan Metode Westinghouse, menentukan nilai Allowance dengan tabel Industrial Labour Organization (ILO), Kemudian menghitung beban kerja operator. Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa 1 operator input mempunyai beban kerja 80%, 1 operator output mempunyai beban kerja 87%, dan 6 operator pengelapan mempunyai beban kerja 85%, 80%, 75%, 70%, 63%, dan 60%. Proses pengelapan mempunyai pekerjaan yang sama, maka usulan rekomendasi yakni mengurangi 6 operator menjadi 5 operator dengan beban kerja masing-masing 5 operator menjadi 86%. Kata Kunci : Work Sampling, Performance Rating, Westinghouse, Allowance, Workload Analysis
OPTIMALISASI PEMBANGUNAN PROYEK APARTEMEN SGC CIBUBUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) ARIZAL NURHIDAYAT; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.429 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.706

Abstract

PT JG Tbk which is engaged in building construction. This company was founded in 1980, although it has been around for decades, and has experienced various types of building construction models. Companies often experience work delays at the time of implementation, because the delay in project work is not carried out right at the time of the agreement. Therefore, it is necessary to analyze the project scheduling so that it can be seen how long the project can be completed. The stages at the completion of the SGC project on floors 3 to 5, namely: determining the stages of activities, compiling new networks, making precedence diagram method activities, estimating manpower costs. In the case of the construction of the SGC Cibubur apartment floors 3 to 5 floors. With scheduling data from the company, which is for 497 days, the wages of masons, workers and foremen are Rp. 5,886,132,300.00 with the calculation of wages for mason workers, kenek and foremen using the PDM method of Rp. 5,401,080,000.00 savings in labor wages to Rp. 485,052,300.00 from the results of calculations using the PDM method is far more optimal than the calculations used by the company. Keywords: Project, Critical Path, Networking Diagram, Precedence Diagram Method (PDM)
ANALISIS ASPEK ERGONOMI PADA PERANCANGAN MESIN COAK RAILING BASUKI ARIANTO; RINALDI PARDI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.029 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.818

Abstract

Peningkatan angka pemesanan PT PSM periode 2013 – 2014 sebesar 40% memunculkan permasalahan keterbatasan kemampuan pada proses pencoakan Railing (pipa besi) yang menyebabkan bottleneck. Operator yang bekerja pada proses ini hanya 2 orang dengan menggunakan gerinda. Waktu proses yang dibutuhkan sangat lama yaitu sekitar 20 menit. Selain itu kualitas hasil coakan pun dinilai tidak maksimal atau tidak persisi, karena tergantung pada keahlian operator. Proses ini dinyatakan tidak efisien, tidak efektif dan tidak nyaman. Operator mengeluhkan rasa sakit setelah bekerja, diantaranya pegal di bagian leher, kaki (betis, paha, lutut, pergelangan kaki), punggung bagian, pinggul dan bahu karena terlalu lama bekerja dengan posisi jongkok dan menunduk, sakit pada bagian jari yang menahan besi, pegal pada bagian pergelangan tangan. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan perancangan mesin coak Railing (pipa besi) yang diharapkan lebih efektif, efisien, produktif dan ergonomis sebagai upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan produktivitas operator. Perancangan mesin coak Railing (pipa besi) menggunakan data antropometri tubuh operator dengan metode Ergonomi, data waktu proses, dan data denyut jantung, serta mempertimbangkan keluhan operator selama bekerja. Sedangkan untuk mengetahui perbandingan waktu proses sebelum dan setelah perancangan dilakukan pengujian dengan Independent Sample T-Test. Dengan demikian dapat diketahui perbedaan antara kondisi sebelum dan setelah perancangan yang meliputi waktu baku, output standard, dimensi rancangan alat kerja dan kenyamanan operator dalam bekerja, serta peningkatan produktivitas operator pada proses pencoakan Railing. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa perubahan tata cara kerja pada proses pencoakan Railing (pipa besi) memberikan kenyamanan bagi operator. Operator tidak mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuh setelah bekerja, dan terjadi penurunan konsumsi energi sebesar 2,87 Kcal/menit dan penurunan waktu baku sebesar 25,66 menit/unit. Nilai output standard sebelum perancangan sebesar 2,22 unit/jam sedangkan setelah perancangan sebesar 42,24 unit/jam. Berarti peningkatan output standard sebesar 40,02 unit/jam atau peningkatan produktivitas kerja sebesar 19 Kali.Kata kunci: Tata Letak, Activity Relationship Chart, Material Handling
PERANCANGAN JADWAL PEMELIHARAAN PENGGANTIAN KOMPONEN SPINDLE PADA HELIKOPTER BELL 412 EP BERDASARKAN PERHITUNGAN KEANDALAN IMAM MASRUCHIN; BASUKI ARIANTO; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.925 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.800

Abstract

Frekuensi penggantian komponen spindle pada helikopter Bell 412 EP PT Travira Air cukuplah tinggi. Hasil perhitungan reliability menunjukkan bahwa Mean Time Between Unschedule Removal (MTBUR) 10.000 jam sesuai rekomendasi manufaktur sangatlah rendah yaitu sebesar 26,45%. Hal tersebut tidaklah efektif jika dilakukan penggantian disetiap 10.000 jam. Nilai kehandalan dengan target reliability di atas 60% yaitu pada Mean Time Between Unschedule Removal (MTBUR) 1000, 1500,2000,2500,3000 dan 3500. Analisis biaya pemeliharaan sebagai bahan pertimbangan penentuan penjadwalan penggantian komponen spindle. Berdasarkan hasil perhitungan nilai kehandalan dan analisis biaya pemeliharaan, schedule maintenance penggantian komponen spindle yang dapat diterapkan yaitu pada Mean Time Between Unschedule Removal (MTBUR) 1500 jam dengan pertimbangan biaya pemeliharaan terendah sebesar Rp. 125.937.663,00 dan survival / reliability function yang dapat diterapkan yaitu 81,91% dengan kemungkinan kerusakan (possibility to failure) sebesar 18,09%.Kata kunci : Mean Time Between Unschedule Removal (MTBUR), Schedule Maintenance, Analisis Biaya Pemeliharaan.
PERANCANGAN JADWAL FABRIKASI PRESSURE VESSEL YANG OPTIMAL DENGAN METODE C.P.M. SUPROYO SUPROYO; BASUKI ARIANTO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.589 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i1.217

Abstract

Keberhasilan suatu proyek bisa dicapai bila dalam proses pelaksanaannya bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Perencanaan proyek yang baik, terutama jadwal kerja harus dibuat seoptimal mungkin. PT. Sinar Sakti Jaya yang merupakan perusahaan jasa kontruksi, dalam pelaksanaan proses kerjanya sering mengalami keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan yang sudah disepakati dalam kontrak dengan pihak pemesan, sehingga perlu adanya acuan yang jelas dalam pengontrolan waktu penyelesaian pekerjaan. Critical Path Method (CPM) adalah salah satu metode yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan jadwal kerja yang optimal. Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan (planning) dengan melakukan pembuatan WBS, menyusun urutan proses kerja, dan menentukan durasi aktivitas yang dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan untuk digunakan sebagai dasar untuk menentukan jalur kritis dan waktu penyelesaian pekerjaan mengunakan metode CPM pada proses fabrikasi Air Receiver Tank Cap. 25m3. Jadwal kerja dibuat menggunakan program Microsoft project berdasarkan lintasan jalur kritis dari CPM dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya manusia yang optimal, sehingga tidak terjadi penumpukan aktivitas dalam waktu yang bersamaan. Hasil penelitian menunjukan lintasan kritis dari metode CPM adalah kegiatan A-B-C-E-F-P-Q-R-ST-V-W-U-X dengan total waktu 404 jam atau 50,5 hari kerja, lebih cepat 19,5 hari dibandingkan dengan waktu penyelesaian yang disyaratkan dalam kontrak. Jadwal kerja yang dibuat dengan menggunakan program Microsoft project selesai tanggal 29 November 2016, lebih cepat dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak yaitu 15 Desember 2016, dengan total pemakaian SDM 142 Man days. Kata kunci : WBS, CPM, Microsoft Project, Pressure Vessel
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU PERAKITAN LEMARI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA BENGKEL FURNITURE ASHABUL KAHFI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.213 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.486

Abstract

ABSTRAK CV Bengkel Furniture merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak padabidang furniture yaitu, produksi lemari, kitchen set, meja dan lain sebagainya. Permasalahanyang dihadapi adalah tidak adanya perencanaan persediaan bahan baku untuk mengurangilead time dalam produksi perakitan lemari serta pencatatan penyimpanan bahan baku yangberantakan sehingga membuat pemborosan dalam biaya penyimpanan.Penelitian dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan melakukanobservasi, serta melakukan studi pustaka untuk mencari teori-teori yang dapat mendukungjalannya penelitian ini. Setelah melakukan studi kasus maka dilakukan identifikasi masalahkemudian permasalahan tersebut dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah. Datayang dikumpulkan berupa data teknis yaitu Data Permintaan produk lemari dari bulanJanuari sampai dengan bulan Desember 2018. Pengolahan Data sekunder yakni IMF,BOMdan MPS untuk menyusun Material Requirement Planning (MRP) Serta menentukan metodeteknik Lot Sizing untuk membandingkan hasilnya sehingga diperoleh kombinasi pengadaanbahan baku yang optimum.Berdasarkan perhitungan menggunakan POM for QM diperoleh permintaanperakitan lemari untuk 6 bulan kedepannya sebanyak 61 produk. Berdasarkan hasil MRPdengan 4 macam teknik Lot Sizing, Teknik Period Order Quantity (POQ) paling optimumyakni sebesar Rp 724.278 digunakan untuk merencanakan kebutuhan bahan bakublockboard, triplek, rel laci dan engsel.Kata Kunci : Lemari Kayu , Material Requirement Planning (MRP), Lot Sizing
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB CACAT PENGELASAN PIPA API 5L Gr.B PADA PROYEK KONSTRUKSI PIPA HARI MOEKTIWIBOWO; GALUH SURYA WIJAYANTO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.436 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.819

Abstract

This study aim to analyze the factors that occur any defects of weld and determine patterns and types of weld defects were found in the results of welding joint. in the construction of the pipeline API 5L Grade B along 70 Km from Gresik - Surabaya by PT. XYZ. In this study, the method that use is Seven Tools which is one of the tools in the processing of data for quality improvement, to be good communication on team work, and to decision making, and the results will be applied by the company, And the results of this observation the cause of welding defect is 4M1E, that is Man, Machine, Method, Material and Environment. And the welder does not carry out welding in accordance with WPS (Welding Procedure Specification).Keyword : Quality Control System
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PUSAT PEMELIHARAAN BUS TRANSJAKARTA DENGAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA PADA PT CITRAKARYA PRANATA LUTHFAN DWI RAMDAN; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.368 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.642

Abstract

ABSTRAKSI     Penelitian ini akan membahas perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta pada PT. Citrakarya Pranata. Perancangan ulang tata letak dilakukan oleh karena layout awal menunjukkan letak area satu dengan area lain kurang berhubungan dan kurangnya tempat untuk menyimpan spareparts. Penulis melakukan penelitian dalam perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart. Selain mempergunakan metode ARC selanjutnya, layout awal diperhitungkan dan dianalisis dengan menggunakan perhitungan jarak metode rectilinear. Pada layout akhir, jarak tempuh penerimaan dan pengiriman spareparts lebih pendek dari sebelumnya. Selain itu, hasil akhir yang didapatkan penulis dari penelitian yakni terdapat pemindahan ruang kantor, ruang rapat, ruang pemeliharaan, perluasan gudang dan penambahan gudang guna mendukung efesiensi dan efektivitas kerja. Kata Kunci: Activity Relationship Chart, Metode Rectilinear, Transjakarta