Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGANKECEMASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH PADA SAAT AKAN DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Yanni, Iloh Devi; Umboh, Adrian; Ismanto, Amatus Yudi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14720

Abstract

Abstract :Psychological support of parents potentially affect the health status of the child as if the child support system is less then the child will be prone to anxiety. Objective: Unknown Parents support relationship with anxiety in children of school age at the time will be the installation of a drip. Methods: observational analytic method, do is cross sectional approach. Population is the research object or object under study. The number of children treated in the Emergency Room of the Child in September 2016 was 151 children. The sample is part of a whole object under study and are considered representative of the entire population. So the sample: in this study is 45 parents and children who are being treated at Children's Emergency Room. Results Based on the results using a statistical test Chi-Square, the value p value = 0,010. The p-value is less than the value α (α = 0.05) Conclusion : that there is a relationship between anxiety support parents with school-age children. Suggestions : As an input for parents in order to increase support for children during infusion is done so that children can be more at ease when performed invasive procedures. Keywords: Parental Support, School Age Children, Anxiety. Abstrak : Dukungan psikologis orang tua berpotensi mempengaruhi status kesehatan anak seperti apabila sistem dukungan anak kurang maka anak akan cenderung mudah mengalami cemas. Tujuan Penelitian : Diketahui hubungan dukungan Orangtua dengan kecemasan pada anak usia sekolah pada saat akan dilakukan pemasangan infus. Metode : metode observasional analitik, pendekatan dilakukan adalah cross sectional. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Jumlah anak yang dirawat di Instalasi Rawat Darurat Anak pada bulan September 2016 adalah 151 orang anak. Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Jadi sampel dalam penelitian ini yaitu 45 orang tua dan anak yang sedang dirawat di Instalasi Rawat Darurat Anak. Hasil PenelitianBerdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi- Square, diperoleh nilai pvalue = 0,010. Nilai p ini lebih kecil dari nilai α (α = 0,05)Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara dukungan Orangtua dengan kecemasan pada anak usia sekolah. Saran Sebagai bahan masukan bagi orang tua agar dapat meningkatkan dukungan kepada anak saat dilakukan pemasangan infus sehingga anak dapat lebih tenang ketika dilakukan prosedur invasive. Kata Kunci : Dukungan Orang Tua, Anak Usia Sekolah, Kecemasan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK USIA SEKOLAH (9-12 TAHUN) DI SD GMIM SENDANGAN SONDER Lonto, Jesica S.; Umboh, Adrian; Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24338

Abstract

Abstract : Parenting is a pattern of interaction between parents and children. Children and snack foods are two things that are difficult to resolve because children have a penchant for more food, especially children of primary school age. The Purpose of this study is to find out the relationship between parenting and school children's snacking behavior aged 9-12 years at SD GMIM Sendangan. The Method of this study uses cross-sectional study design, using the chi-square test, with total sampel taken amounted to 64 people. The Conclusions based on the results of the analysis using the Chi-Square test show that there is the relationship of Parenting with Snacking behavior in Children’s schools aged 9-12 years at SD GMIM Sendangan Sonder with a significant value = 0.007 less than α 0.05.Keywords : Parenting , Snacking BehaviorAbstrak : Pola asuh orang tua merupakan pola interakasi antara orang tua dan anak. Anak-anak dan makanan jajanan merupakan dua hal yang sulit untuk dipisahkan karena anak-anak memiliki kegemaran untuk mengkonsumsi jenis makanan secara berlebihan, khususnya anak-anak usia sekolah dasar. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku jajan anak sekolah Usia 9-12 Tahun di SD GMIM Sendangan. Desain Penelitian ini menggunakan penelitian cross sectional, dengan menggunakan uji chi-square dan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang. Kesimpulan berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji statistik chi-Square menunjukan terdapat hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Jajan di sekolah Usia 9-12 Tahun di SD Gmim Sendangan Sonder dengan nilai signifikan = 0.007 atau kurang dari α 0.05.Kata Kunci : pola asuh orang tua, perilaku jajan
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS SARAPAN PAGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DAN V DI SD NEGERI 21 MANADO Lasidi, Oktifani Devi; Umboh, Adrian; smanto, Yudi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19491

Abstract

Abstarct : Nutritional status is the measure of succes in fulfillment of nutrition for childrenindicated by weight and height. Breakfast is the energy supply to the brain is best so that youcan concentrate in school. This Purpose aims to know the relationship of nutritional status andquality of breakfast with the achievement studied at SD Negeri 21 Manado. Design Researchwith Cross Sectional. Sampling in this research are the Total Sampling there are 51respondents research. The Result of the Research using instruments qustionnaries,observation sheets, the value of report cards and statistical test Chi-Square at the level ifsignificance of 95% (α=0.05). the result showed there are 23 respondents were ini the categoryof less nutrtional status and 23 respondents are on the requirements of quality breakfast and25 respondents were in category a grade of C or less. The Chi-Square test result indicate thatthere is a relatioship of nutritional status with the achievement studied at SD Negeri 21 Manadowhere p= 0.004 value smaller than α=0.05 and there is a connection with the breakfast qualityachievement studied at SD Negeri 21 Manado where the value of p= 0.000 is smaller tahnα=0.05. Conclusion the results of this study showed no relathioship between nutritional statusand quality of breakfast with the learning achievments of students of class IV dan V SD Negeri21 Manado.Key words : Nutritional Status, The Quality Of Learning Achievements, Full Breakfast.Abstrak : Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yangdiindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan. Sarapan pagi merupakan pasokan energi untukotak yang paling baik agar dapat berkonsentrasi di sekolah. Tujuan Penelitian ini untukmengetahui hubungan status gizi dan kualitas sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa di SDNegeri 21 Manado. Desain Penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalampenelitian ini adalah Total Sampling terdapat 51 reponden. Penelitian ini menggunakaninstrumen kuesioner, lembar observasi , nilai raport dan uji statistik Chi-Square pada tingkatkemaknaan 95% (α=0.05). Hasil Penelitian terdapat 23 responden berada pada ketegori statusgizi kurang dan 23 responden berada pada ketegori kualitas sarapan pagi yang cukup dan 25responden berada pada kategori Nilai C/kurang dengan menggunakan uji Chi-Squaremenunjukan ada hubungan status gizi dengan prestasi belajar di SD 21 Manado dimana nilaisignifikan 0.004 lebih kecil dari α=0.05 dan ada hubungan kualitas sarapan pagi dengan prestasibelajar di SD Negeri 21 Manado dimana nilai signifikan 0.000 lebih kecil dari α=0.05.Simpulan hasil peneltian ini menunjukan ada hubungan antara status gizi dan kualitas sarapanpagi dengan prestasi belajar pada siswa kelas IV dan V di SD Negeri 21 Manado.Kata kunci : Status Gizi, Kualitas Sarapan Pagi, Prestasi Belajar
Hubungan Antara Acanthosis Nigricans dengan Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Tipe 2 pada Anak-Anak Overweight dan Obes Vivekenanda Pateda; Adrian Umboh; Kristellina Tirtamulia; Frecillia Regina
Sari Pediatri Vol 12, No 1 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.1.2010.63-66

Abstract

Latar belakang. Angka kejadian diabetes mellitus tipe-2 (DMT2) pada anak di beberapa tahun terakhir inisemakin meningkat seiring dengan meningkatnya angka kejadian obesitas pada anak. Acanthosis nigricans(AN) diyakini merupakan prediktor yang baik untuk mengetahui adanya hiperinsulinemia, yang merupakanprekursor dari DMT2. Penelitian terdahulu menunjukkan prevalensi AN lebih tinggi pada anak-anak yangoverweight, obes, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga DMT2.Tujuan. Menilai hubungan AN dengan riwayat keluarga dengan DMT2 pada anak overweight dan obes.Metode. Penelitian cross sectional pada anak sekolah menengah pertama di kecamatan Wenang. Dilakukanpemeriksaan fisik terhadap AN dan pengisian kuesioner berisi riwayat keluarga dengan DM tipe 2 pada102 pelajar yang overweight dan obes. Data kemudian dianalisis menggunakan uji X2.Hasil. Didapatkan AN lebih banyak dijumpai pada anak obes (69,2%) dibandingkan overweight (44%).Riwayat keluarga dengan DM tipe 2 ditemukan pada 30,6% anak obes dengan AN dan 31,8% pada anakdengan overweight. Secara statistik perbedaan kedua prevalens tersebut di atas tidak bermakna.Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara acanthosis nigricans dengan riwayat keluargadiabetes melitus tipe 2 pada anak-anak overweight dan obes.
Hubungan Status Gizi dan Anemia dengan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Adrian Umboh; Ronald Rompies; Valentine Umboh
Sari Pediatri Vol 23, No 6 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.6.2022.395-401

Abstract

Latar belakang. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan kongenital pada struktur dan fungsi sirkulasi. Morbiditas dan mortalitas PJB dipengaruhi berbagai faktor, seperti status gizi dan anemia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan anemia pada anak dengan PJB asianotik dan sianotik di RSUP Prof. DR. R.D. Kandou Manado. Metode. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode potong-lintang pada anak 1-18 tahun dengan PJB di RSUP Prof. R.D. Kandou, Manado pada Maret-Oktober 2021. Analisis hubungan berat badan, tinggi badan, status gizi dan anemia dengan PJB dilakukan dengan uji Mann-Whitney atau Chi square. Hasil. Sampel terdiri dari 62 anak (51,6% laki-laki dan 48,4% perempuan). PJB asianotik ditemukan pada 77,42% dan PJB sianotik 22,58%. Berat badan dan status gizi ditemukan berkaitan dengan PJB; anak PJB asianotik memiliki berat badan (rerata 16 kg vs 11 kg, p=0,000) dan status gizi yang lebih baik (rG=0,947 dan p=0,000). Tinggi badan tidak berkaitan dengan PJB. PJB dan anemia memiliki hubungan erat (p = 0,017), dengan OR = 4,6 (CI 95%: 1,2-16,8).Kesimpulan. Berat badan, status gizi, dan anemia berkaitan dengan PJB. Anak dengan PJB asianotik memiliki berat badan dan status gizi yang lebih baik, serta lebih mungkin mengalami anemia.
Hubungan Kadar Serum Metabolit Nitrit Oksida dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Sepsis Jose M. Mandei; Ronald Chandra; Rocky Wilar; Ari L. Runtunuwu; Jeanette I. Ch. Manoppo,; Adrian Umboh
Sari Pediatri Vol 15, No 4 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.4.2013.259-63

Abstract

Latar belakang. Sepsis adalah respons sistemik terhadap infeksi dengan salah satu komplikasinya berupa gagal organ ginjal. Peran nitrit oksida (NO) sebagai mediator yang terlibat dalam mekanisme gagal organ ginjal kasus sepsis masih bersifat kontroversi.Tujuan. Mengevaluasi hubungan antara kadar serum NO dan gangguan fungsi ginjal pada sepsis anak.Metode. Desain penelitian potong lintang secara konsekutif dilaksanakan sejak bulan Juni sampai November 2012 dengan sampel anak usia satu bulan sampai lima tahun yang didiagnosis sepsis. Pemeriksaan kadar serum kreatinin mencerminkan fungsi ginjal dan kadar serum metabolit NO (nitrat dan nitrit) mencerminkan kadar NO endogen. Uji korelasi menggunakan uji korelasi Spearman, dinyatakan bermakna apabila p<0,05. Data diolah menggunakan piranti lunak SPSS 19.00Hasil. Diperoleh 40 subjek dengan median usia 8,5 bulan (2 sampai 70 bulan) dan 22 di antaranya anak laki-laki. Kadar metabolit NO ditemukan berhubungan dengan kadar serum kreatinin (rs=0,33; p=0,041).Kesimpulan. Terdapat hubungan antara peningkatan kadar serum NO dan terjadinya gangguan fungsi ginjal pada anak dengan sepsis.
Hubungan Antara Resistensi Insulin dan Tekanan Darah pada Anak Obese Adrian Umboh; Jully Kasie; Johannes Edwin
Sari Pediatri Vol 8, No 4 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.466 KB) | DOI: 10.14238/sp8.4.2007.289-93

Abstract

Latar belakang. Obesitas merupakan masalah yang penting dengan prevalensi yangcenderung meningkat serta berhubungan dengan penyakit metabolik antara lainhipertensi dan resistensi insulin. Mekanisme terjadinya hipertensi pada obesitas sangatkompleks, salah faktor yang berperan adalah adanya resistensi insulin.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara resistensi insulin dan tekanan darah padaanak obese.Metoda. Penelitian bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional yangdilakukan pada anak SMP kelas 1 hingga kelas 3 berusia antara 11 hingga 15 tahunyang memiliki IMT > persentil ke-95 di Wenang Kota, Kotamadya Manado pada bulanJuli hingga Agustus 2004. Pemeriksaan basal insulin darah puasa dengan menggunakanmetode radioimmuno assay (RIA). Tekanan darah diukur 2 kali selama 2 hari berturutdan hasil merupakan rerata ke-2 nilai tersebut. Definisi pre-hipertensi bila tekanan darahsistolik =120 mmHg dan tekanan darah diastolik =80 mmHg serta resistensi insulinbila insulin darah puasa = 18 μU/mL.Hasil. Diantara 72 anak diteliti, didapatkan hasil 24 anak (33,33%) menderita resistensiinsulin terdiri dari 13 anak laki-laki (54,17%) dan 11 anak perempuan (45,83%). Anakobese yang disertai resistensi insulin memiliki nilai median tekanan darah sistolik lebihtinggi secara bermakna dibandingkan tanpa resistensi insulin (p=0,006). Dijumpai86,11% anak obese memiliki tekanan darah sistolik =120 mmHg dan 93,06% tekanandarah diastolik =80 mmHg. Terdapat hubungan antara insulin darah dan tekanan darahsistolik (rs=0,297, p=0,018) dan ada hubungan antara insulin darah dan tekanan darahdiastolik (rs=0,298, p=0,011).Kesimpulan. Sebagian besar anak obese menderita pre-hipertensi, namun hanyaditemukan korelasi linier yang sangat lemah antara resistensi insulin dan tekanan darah.
Hubungan High Sensitivity C-Reactive Protein dan Tekanan Darah pada Anak dengan Riwayat Berat Lahir Rendah Kecil Masa Kehamilan Adi Suryadinata Krisetya; Adrian Umboh; Jose M. Mandei
Sari Pediatri Vol 21, No 5 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.5.2020.289-94

Abstract

Latar belakang. Anak dengan riwayat berat lahir rendah (BLR) kecil masa kehamilan (KMK) memiliki peningkatan risiko menderita hipertensi dan gangguan kardiovaskular di kemudian hari. High sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) memengaruhi kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Tujuan. Menganalisis hubungan hs-CRP dengan berat lahir dan tekanan darah pada anak dengan riwayat BLR KMK.Metode. Penelitian dengan desain potong lintang dilakukan dari bulan Oktober - Desember 2018 di Manado. Kriteria inklusi adalah anak dengan riwayat BLR KMK, lahir pada tahun 2004-2009 di Rumah Sakit Umum Pusat Kandou, berdomisili di Manado, memiliki catatan medis lengkap, status gizi baik, dan mendapat persetujuan dari orang tua. Kriteria eksklusi adalah anak yang memiliki riwayat penyakit ginjal, sakit dan mengonsumsi obat-obatan dalam 2 minggu terakhir. Pengukuran Hs-CRP digunakan metode imunonephelometric dengan Dade Behring kit. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan uji regresi linier sederhana.Hasil. Total 40 anak dengan riwayat BLR KMK terdiri dari 16 anak laki-laki dan 24 anak perempuan. Rerata berat lahir adalah 2338,75 gram dan rerata kadar hs-CRP adalah 1,3158 mg/L. Terdapat hubungan negatif antara hs-CRP dan berat lahir (r=-0,275; p=0,043), hubungan positif antara hs-CRP dan tekanan darah sistolik (TDS) (r=0,559; p<0,0001), dan juga antara hs-CRP dengan tekanan darah diastolik (TDD) (r=0,451; p=0,002).Kesimpulan. Terdapat korelasi negatif antara hs-CRP dan berat lahir. Nilai hs-CRP yang tinggi berhubungan dengan TDS dan TDD yang lebih tinggi pada anak berusia 9 – 14 tahun dengan riwayat BLR KMK.
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir Adrian Umboh
Sari Pediatri Vol 4, No 2 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.793 KB) | DOI: 10.14238/sp4.2.2002.50-3

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara derajat asfiksia neonatorum dengan derajatgangguan fungsi ginjalMetoda: penelitian analitik observasional pada bayi baru lahir di bangsal NeonatologiBagian IKA/RSUP Manado antara bulan Agustus 1997-Februari 1998 yang memenuhikriteria dilakukan pengukuran kadar ureum dan kreatinin serum serta penentuan lajufiltrasi glomerulus (LFG). Data dianalisis dengan uji Anova dan Chi-Square.Hasil: di antara 129 bayi baru lahir yang memenuhi kriteria terdiri dari 49 bayi sehat,50 asfiksia ringan-sedang, dan 30 asfiksia berat. Terdapat perbedaan bermakna kadarserum ureum dan kreatinin serta LFG antara kelompok bayi sehat dengan asfiksia beratdan antara kelompok asfiksia ringan-sedang dengan asfiksia berat (p<0,01). Lima dari30 kasus asfiksia berat mengalami gagal ginjal akut dan terdapat hubungan bermaknaantara derajat asfiksia dengan derajat gangguan fungsi ginjal (p<0,01).Kesimpulan: terdapat perbedaan antara kadar ureum dan kreatinin serum serta LFGantara bayi asfiksia berat dengan bayi sehat dan asfiksia ringan-sedang. Terdapat pulahubungan antara derajat asfiksia dengan derajat gangguan fungsi ginjal.
Hubungan Aspek Klinis dan Laboratorium pada Sindrom Nefrotik Sensitif Steroid dan Sindrom Nefrotik Resisten Steroid Adrian Umboh
Sari Pediatri Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.525 KB) | DOI: 10.14238/sp15.3.2013.133-6

Abstract

Latar belakang. Sindrom nefrotik (SN) merupakan kelainan ginjal tersering pada anak. Berdasarkan respon terhadap terapi, SN dibagi menjadi sindrom nefrotik sensitif steroid (SNSS) dan sindrom nefrotik resisten steroid (SNRS). Gambaran histopatologik merupakan baku emas untuk menentukan diagnosis, tetapi tidak selalu dapat dilakukan karena bersifat invasif.Tujuan. Mengetahui hubungan antara berbagai aspek klinis dan laboratorium, yaitu jenis kelamin, umur, berat badan lahir (BBL), hipertensi, kadar kolesterol serum dan albumin antara SNSS dan SNRS yang mendapat terapi steroid.Metode. Penelitian retrospektif analitik dilakukan pada pasien SNSS dan SNRS yang dirawat, dari Januari 2007 sampai dengan Desember 2011 di Divisi Nefrologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado. Data dikumpulkan dari data rekam medik, meliputi identitas, tekanan darah, kadar kolesterol serum, dan albumin. Analisis univariat dengan uji X2, pengujian hubungan berbagai variabel secara bersama-sama digunakan analisis regresi logistik.Hasil. Terdapat 45 anak dengan sindrom nefrotik yang diikutsertakan dan dibagi ke dalam dua kelompok, terdiri dari 30 anak dengan SNSS dan 15 anak dengan SNRS. Tidak didapatkan perbedaan pada jenis kelamin (p=1,000), umur onset (p=0,247), berat badan lahir (p=0,259), tekanan darah sistole (p=0,671), tekanan darah diastole (p=0,380), kadar kolesterol (p=0,529), kadar albumin (p=0,350) antara dua kelompok.Kesimpulan. Tidak ada perbedaan antara jenis kelamin, umur, BBL, hipertensi, kolesterol dan albumin pada pasien SSNS dan SRNS yang mendapat steroid.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manapiring Aaltje Manampiring Abram Babakal Adi Suryadinata Krisetya Alan J. Jufri Algi Reafanny Batara Amatus Yudi Ismanto Andi Dwi Bahagia Febriani Andrian Aldo Rantung Angelya Lumoindong Angie G. Roring, Angie G. Ango, Putri C. Ari L. Runtunuwu Ari Runtunuwu Astrid A. Malonda Baksh, Aida K. Bernadus, Janno Berty Bradly Chensilya Kusumanarwasti Christien Gloria Tutu Corona, Fidel Damaris, Damaris David E Kaunang David Kaunang Drova Grano Manorek Eka Patandianan Elia A. P. Hutapea Erling D. Kaunang Fatimawali . Frecillia Regina Herwanto Herwanto Hesti Lestari Hesti Lestari Hidayani, Agung R.E Hosang, Kevin H. Irawan Yusuf Iwan P. Wawointana, Iwan P. Jane A. Kalangi Jeanette I. Ch. Manoppo Jeanette I. Ch. Manoppo, Jeanette I.Ch. Manoppo Jenifer Andalangi Johannes Edwin Johnny Rompis Jose M. Mandei Jose M. Mandei Jully Kasie Kartini W. Adam Kristellina Tirtamulia Kromo, Lucky Kurniawan Tan Lasidi, Oktifani Devi Liow, Jackli Eugene Lonto, Jesica S. Lumingkewas, Pitter Handry Lydia Tendean Maki, Frindi Manopo, Berry R. Manoppo, Jeanette Irene Christiene Mantali, Rizqa Mantik, Keren E.K. Maria Fitricilia Marianne C. Jacobus, Marianne C. Matthew, Febriano Max F. J. Mantik Max F.J Mantik, Max F.J Natharina Yolanda, Natharina Nilawati, . Novie H. Rampengan Novie Homenta Rampengan, Novie Homenta Nurhayati Masloman Oktavin Yollah Umboh Paulina N. Gunawan Phan, Sardito Pinaria, Anthoneta S. Polii, Evan G. Praevilia M. Salendu Queen Mandang Reifanli M. Pai, Reifanli M. Robin Samuel Mamesah, Robin Samuel Rocky Wilar Rompies, Ronald Ronald Chandra Sabriani, Jehan Sanusi, Holly Sarah M. Warouw Sarah Warouw smanto, Yudi Stefanus Gunawan Stefanus Gunawan Stevanus Gunawan, Stevanus Surya, Welong S. Suryani As’ad Suwontopo, Marvin Leonardo T. A. Sudjono Taliwongso, Fernando Ch. Tandiawan, Ledy Tatipang, Pirania Ch. Umboh, Indria M. Umboh, Valetine Valentine Umboh Valentine Umboh, Valentine Vicky M. Kalangie, Vicky M. Vini Maleke, Vini Vivekenanda Pateda Vivekenanda Pateda Waworuntu, David S. Yanni, Iloh Devi Yolanda B. Bataha