Articles
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) BERDASARKAN SARANG DI KAWASAN HUTAN RAWA TRIPA KECAMATAN BABAROT
Julizar Julizar;
Samsul Kamal;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.67 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4224
Keberadaan orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Kawasan Hutan Rawa Tripa Babahrot dapat dijadikan objek dalam berbagai kegiatan di antaranya adalah mengamati perilaku hewan primata terkait aktivitas dan menghitung jumlah populasinya berdasarkan sarang disuatu kawasan hutan. Kegiatan praktikum mahasiswa pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry mengamati hewan primata hanya terfokus pada monyet ekor panjang (Macaca fuscicularis). Mengamati perilaku hewan primata terkait aktivitas dan perhitungan jumlah populasinya berdasarkan sarang dapat dilakukan dengan cara pendugaan (estimasi). Estimasi populasi pada primata dapat digunakan sebagai dasar atau tanda-tanda yang bersifat spesifik berupa suara atau sarang orangutan Sumatera (Pongo abelii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) berdasarkan sarang yang terdapat di kawasan hutan rawa Tripa Babahrot serta pemanfaatannya yang dapat digunakan sebagai referensi matakuliah ekologi hewan dalam bentuk buku saku dan video dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jalur (Line transect) dan survey eksploratif dengan visualisasi langsung dengan menentukan 4 jalur sesuai dengan topografi lokasi penelitian. Lebar jalur penelitian adalah 50 m ke arah dua sisi atau lebar totalnya 100 m dengan panjang jalur 1000 m (1 km), jarak antar transek 1 dan 2 500 m dan transek 2 ke 3 2000 m atau 2 km dan jarak transek 3 dan 4 yaitu 500 m. Hasil penelitian di lapangan terdapat 19 sarang orangutan sumatera (Pongo abelii) dengan klasifikasi sarang tipe A,B,C,D dan E serta posisi sarang yang tersebar di berbagai posisi yaitu cabang utama (CU), anak percabangan (AC), ujung dahan (UD) dan pucuk pohon (PP). Sarang terbanyak ditemukan pada jarak 0-100 meter dan 201-300 meter yaitu 5 sarang dengan persentase 26,31% pada seluruh jalur. Estimasi nilai kepadatan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) di area penelitian seluas 800 ha yang diamati adalah 0,002 Individu/ Km2dan 0,022 Individu/10ha dengan dugaan populasi antara 1 sampai 2 individu pada area seluas 608 km2, hal ini menunjukkan kehadiran orangutan di Kawasan Hutan Rawa Tripa Babahrot ini sangatlah rendah.
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH
Sukma Arita;
Samsul Kamal;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.921 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4277
Penelitian tentang “Keanekaragaman Gastropoda di Danau Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah” telah dilakukan pada bulan Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara Line Transeck dan Survey exploratif. Adapun line transek bertujuan untuk membatasi pengambilan sampel disetiap stasiunnya. Survey bertujuan untuk membagi wilayah kedalam beberapa stasiun, sedangkan explorative bertujuan untuk menjelajahi lokasi penelitian secara langsung. Penentuan stasiun dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan perairan Danau Lut Tawar yang terdiri dari 5 stasiun. Stasiun I Desa one-one, stasiun II Desa Toweren, stasiun III yaitu Desa Kala Bintang, stasiun IV yaitu Desa Gegarang, sedangkan stasiun V Lot Kala. Hasil penelitian diketahui bahwa Danau Lut Tawar terdapat 4 spesies dari kelas gastropoda. Keanekaragaman gastropoda di Danau Lut Tawar secara keseluruhan tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ= 1,0305
PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN LABORATORIUM BAGI GURU IPA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI DAN SWASTA ACEH BESAR
Nurlia Zahara;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.128 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4325
Laboratorium merupakan salah satu sarana prasarana yang disiapkan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran. Pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan mutu pembelajaran.Selama ini guru Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta di Aceh Besar masih kurang memanfaatkan laboratorium, salah satu alasannya adalah kemampuan guru dalam menggunakan alat dan bahan masih kurang serta guru belum terbiasa membuat LKS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan laboratorium di sekolah mengah pertama. Sampel dalam penelitian ini adalah guru bidang studi IPA di Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta Aceh Besar. Pengambilan data dilakukan dengan angket dengan melihat tahapan pemanfaatan laboratorium dari tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan program kerja serta pengawasan dan evaluasi program kerja. Dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahapan perencanaan pada kategori baik pengorganisasian pada kategori baik, pelaksanaan program kerja pada kategori baik serta pengawasan dan evaluasi program kerja pada kategori cukup.
KARAKTERISTIK SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PALA Myristica fragrans DI DESA BATU ITAM KABUPATEN ACEH SELATAN SEBAGAI PENUNJANG PRAKTIKUM PADA MATA KULIAH ENTOMOLOGI
Rahmat Putra;
Zuraidah Zuraidah;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.111 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4084
Praktikum mata kuliah entomologi yang selama ini sudah berjalan di Prodi Pendidikan Biologi UIN Ar-raniry Banda Aceh belum terlaksana dengan optimal dikarenakan belum adanya modul praktikum yang membahas tentang serangga hama pertanian khususnya serangga hama pada tanaman pala (Myristica fragrans). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesies serangga hama dan karakteristik serangga hama pada tanaman pala serta membuat modul dan buku sebagai penunjang praktikum mata kuliah entomologi. Rancangan penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah Survey eksploratif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling dan teknik pengambilan sampel dengan direct sweeping. Pengumpulan serangga dilakukan berdasarkan waktu aktif serangga pada waktu (pagi, siang dan sore). Pagi mulai pukul 07.00 WIB - 9.00 WIB, siang mulai pukul 10.00 WIB- 12.00 WIB dan sore pukul 15.00 WIB- 17.00 WIB. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanaman pala (Myristica fragrans) di perkebunan Desa Batu Itam Kabupaten Aceh Selatan terdapat 11 spesies serangga hama yang terdiri atas 5 ordo. Ordo yang didapatkan dalam penelitian tersebut yaitu ordo coleoptera (kumbang), ordo heminoptera (kepik), ordo blattodea (Kecoa), ordo isoptera (Rayap), dan ordo orthoptera. Hasil penelitian karakteristik serangga hama pada tanaman pala (myristica fragrans) di Desa Batu Itam Kabupaten Aceh Selatan sebagai penunjang pratikum pada mata kuliah entomologi yang menghasilkan buku dan modul praktikum. Buku dan modul ini dibuat untuk bahan referensi dan penunjang kegiatan praktikum serangga hama yang terdapat pada tanaman pala. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serangga hama yang ditemukan dalam penelitian terdiri atas 5 ordo dan serangga hama yang ditemukan memiliki perbedaan karakteritik satu dengan yang lainnya yang dilihat dari caput, alat mulut, antena, kaki dan sayap.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERMUKAAN TANAH DI KAWASAN KAMPUS UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Mutiara Tri Octamil;
Siti Fatimah;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.907 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11366
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Banda Aceh Provinsi Aceh. Kampus UIN Ar-Raniry merupakan kampus dengan kondisi ekosistem yang bagus dengan banyaknya pepohonan dan lapangan luas sebagai habitat serangga bawah tanah.Keanekaragaman merupakan salah satu indicator kestabilan suatu komunitas. Salah satu sumber daya yang berperan dalam komunitas adalah serangga permukaan tanah. Serangga permukaan tanah merupakan salah satu hewan yang penting di dalam ekosistem tanah. Penelitain ini dilakukan di kawasan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada bulan Juli 2021. Metode yang digunakan yaitu metode ternaung dan terdedah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode perangkap jebak (Pitfall trap), jumlah Pitfall trap yang digunakan pada setiap lokasi sebanayak 20 Pitfall trap (10 ternaung dan 10 terdedah) dan di pasang selama 12 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuin keanekaragaman jenis – jenis serangga permukaan tanah. Indeks keanekaragaman ini akan diperoleh berdasarkan Shanon-Weiner (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga permukaan tanah terdiri dari 8 famili, 25 spesies, dan 607 individu. Jumlah spesies yang terdapat di kawasan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh bervariasi. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Solenopsis invicta, dengan jumlah total 178 individu. Sedangkan spesies yang paling sedikit ditemukan adalah, Pycnoscelus surinamensis, Euchroma gigantean, Gryllus mitratus, Oryctes rhinoceros, dengan total jumlah masing – masing 1 individu.
KARAKTERISTIK FILUM ECHINODERMATA DI PULAU DUA KABUPATEN ACEH SELATAN
Rikha Zulia Ningsih;
Eva Nauli Taib;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (965.018 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4234
Penelitian tentang Karakteristik Filum Echinodermata di Pulau Dua Kabupaten Aceh Selatan telah dilakukan pada tanggal 26-29 Mei 2018. Pulau dua merupakan pulau yang terletak di Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan. Salah satu jenis hewan yang terdapat di Pulau Dua yaitu hewan anggota filum echinodermata yang terdiri dari lima kelas dan memiliki bentuk dan warna yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jenis-jenis hewan filum echinodermata secara deskripsi dan klasifikasi. Hewan-hewan ini bisa dibagi dalam 5 kelas utama yakni teripang (Holothuroidea), bintang laut (Asteroidea), bintang ular (Ophiuroidea), bulu babi (Echinoidea) dan lili laut (Crinoidea).Penelitian ini menggunakan metode survey explorative dan purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spesies hewan echinodermata yang terdapat di Pulau Dua terdiri dari 8 family, 13 spesies diantaranya yaitu Diadema setosum, Linckia laevigata, Holothuria edulis, Holothuria atra, Echinothorix calamaris, Macrophiotix belii, Acanthaster planci, Holothuria vacabunda, Metacrinus rotundus, Ptilometra australis, Echinothrix diadema, Ophiothrix affinis dan Holopus sp. Idendifikasi ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dimulai dari bulan Mei 2018 sampai bulan Juli 2018.
FAUNA NYAMUK VEKTOR TULAR PENYAKIT DAN TEMPAT PERINDUKANNYA DI KAWASAN KAMPUS UIN AR-RANIRY
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.989 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2631
Kawasan kampus UIN Ar-Raniry dan wilayah sekitarnya merupakan tempat bermukimnya sebagian besar mahasiswa maupun warga civitas akademika. Masyarakat ini berasal dari berbagai daerah yang kemungkinan termasuk salah satu daerah endemis penyakit tular vektor utama seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, malaria dan filariasis, dengan demikian wilayah kampus dan sekitarnya berpotensial terjadinya penularan penyakit tular vektor antar mahasiswa dan masyarakat sekitarnya jika ditunjang adanya nyamuk yang berperan sebagai vektor.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui fauna nyamuk vektor tular penyakit dan tempat perindukannya di kawasan kampus UIN Ar-Raniry. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan purposive sampling pada pengambilan sampel larva dan responden untuk diwawancarai. Perolehan data melalui kuesioner terhadap masyarakat, inventarisasi larva dan identifikasi tempat perkembangbiakan larva. Parameter yang diamati adalah jumlah spesies nyamuk, jumlah jenis wadah tempat perindukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan kampus UIN Ar-Raniry ditemukan 4 spesies nyamuk, yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus, Culex sp. dan Anopheles sp. Tempat-tempat perindukan nyamuk vektor tular penyakit meliputi genangan air, kubangan air, bekas galian, parit/selokan, wadah tampungan air, rawa-rawa dan sumur terbuka. Kawasan kampus UIN Ar-Raniry berpotensi menjadi tempat penularan penyakit bersumber nyamuk.
PENGARUH PEMANFAATAN TAUGE (Phaseolus aureus) DALAM PEMBUATAN NATA DE YAM SEBAGAI PENUNJANG MATAKULIAH BIOTEKNOLOGI
Cut Maya Gusti Mawardah;
Eva Nauli Taib;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.241 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4297
Nata adalah produk makanan hasil fermentasi bakteri Acetobacter xylinum. Pada mahasiswa yang telah mengambil matakuliah bioteknologi diketahui bahwa pertama, adanya inovasi baru dalam pembuatan nata dengan menggunakan substrat dari air tebu yang mengandung gula. Salah satu substrat lain pengganti air tebu yang mengandung gula yaitu bengkuang (de yam). Kedua, sumber nitrogen yang digunakan dalam pembuatan nata berupa urea. Sumber nitrogen bisa digunakan dari senyawa organik maupun anorganik. Adapun sumber nitrogen selain senyawa anorganik yang dibutuhkan dalam pembuatan nata adalah senyawa organik, salah satunya berupa ekstrak tauge. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak tauge terhadap warna, tekstur dan hasil uji organoleptik nata de yam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pada tanggal 11 sampai 25 Desember 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 panelis sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kualitas rasa, warna dan tekstur nata de yam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket terhadap 10 panelis yang merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi yang telah mengambil matakuliah bioteknologi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar angket. Analisis data yang dilakukan secara tabulasi dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak tauge pada konsentrasi 5% yang paling disukai oleh panelis yang meliputi rasa, dimana 70% panelis merasakan rasa manis. Sedangkan untuk aspek warna 90% panelis memilih warna putih. Demikian juga dengan tekstur 90% panelis memilih nata de yam yang bertekstur lembut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak tauge berpengaruh terhadap warna dan tekstur nata de yam.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (Lactuca sativa)
Lina Rahmawati;
Salfina Salfina;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.425 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2165
Pertumbuhan tanaman sangat tergantung pada keadaan ekologi atau lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman diantaranya unsur hara yang terkandung di tanah. Kondisi tanah yang kurang produktif untuk pertumbuhan tanaman dapat diupayakan dengan pemberian pupuk organik cair untuk memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Kulit pisang merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena mengandung unsur mikro yang berguna untuk proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik cair kulit pisang terhadap pertumbuhan selada. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Konsentrasi pupuk yang digunakan: kontrol 0%, P1 25%, P2 50%, P3 75%, P4 100%. Parameter yang diukur dalam penelitian yaitu tinggi batang dan jumlah daun selada pada 15 hari, 30 hari, 45 hari dan 60 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan diuji Duncan pada taraf α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan selada yang meliputi tinggi tanaman, serta jumlah daun selada. Konsentrasi pupuk yang memberikan hasil paling baik yaitu pupuk organik cair pada konsentrasi 25%. Pupuk organik cair kulit pisang mempunyai potensi untuk mengatasi masalah pertumbuhan tanaman selada.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG PADA BEBERAPA HABITAT DI BALOHAN KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG SEBAGAI REFERENSI MATAKULIAH ORNITOLOGI
Amul Husni;
Samsul Kamal;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.824 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4262
Keanekaragaman jenis burung pada suatu habitat di pengaruhi oleh vegetasi tumbuhan, aktivitas manusia dan ketersediaan pakan bagi burung. Habitat burung yang memenuhi ke tiga komponen tersebut akan memiliki indeks keanekaragaman burung yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis burung, indeks keanekaragaman burung, jenis tumbuhan dan bentuk referensi hasil penelitian burung pada beberapa habitat di Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan motode kombinasi titik hitung dan garis transek. Penentuan titik hitung di setiap habitat menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel burung dilakukan pada lima habitat yang terdiri dari tiga titik pengamatan di setiap habitatnya. Berdasarkan hasil penelitian pada beberapa habitat, terdapat 32 jenis dari 19 famili dengan indeks keanekaragaman burung Ĥ=2,70. jenis tumbuhan yang terdapat pada beberapa habitat 15 jenis dan hasil penelitian ini di buat dalam bentuk buku saku dan modul sebagai referensi pada matakuliah ornitologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman burung pada beberapa habitat di Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang tergolong sedang dan modul beserta buku saku layak di gunakan sebagai referensi.