Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Kepemimpinan Transaksional Preseptor Akademik Terhadap Kinerja Praktik Mahasiswa Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Ni Luh Sumo; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.17415

Abstract

ABSTRACT Transactional leadership style is one of the factors that can improve the practical performance of nursing students. This leadership approach is needed to support the learning and development of nursing students.  This research aims to explore and analyze the relationship between academic preceptor transactional leadership and student practical performance nursing. By understanding the dynamics and influence of this type of leadership, it is hoped that it can provide in-depth insight into other factors that can influence nursing students' practical performance. It is known that there is a relationship between the transactional leadership style of academic preceptors and the practical performance of nursing students in the field. This research uses a quantitative type of research. Quantitative research uses an analytical survey approach with cross-sectional methods. The population of this study was 247 students from the Malahayati University nursing study program. The sample used was 229 respondents. The results of the analysis show that the majority of academic preceptors have low transactional leadership, and the majority of practical students' performance is poor, p-value 0.001 (0.05). There is a relationship between the transactional leadership of academic preceptors and students' practical performance.  Keywords : Leadership Style, Transactional, Practical Performance  ABSTRAK Gaya kepemimpinan transaksional merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja praktik mahasiswa keperawatan pendekatan kepemimpinan ini diperlukan dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara kepemimpinan transaksional preseptor akademik dengan kinerja praktik mahasiswa keperawatan. Dengan memahami dinamika dan pengaruh dari jenis kepemimpinan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja praktik mahasiswa keperawatan. Diketahui adanya hubungan gaya kepemimpinan transaksional preseptor akademik terhadap kinerja praktik mahasiswa keperawatan di lapangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. penelitian  kuantitatif  menggunakan  pendekatan  survey  analitik  (analytical survey) dengan metode crosssectional. Populasi penelitian ini berjumlah 247 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati. Sampel yang digunakan 229 responden. Hasil analisis menunjukan sebagian besar preceptor akademik dengan kepemimpinan transaksional yang rendah, dan Sebagian besar kinerja mahasiswa praktik kurang baik, p-value 0,001 (0,05). Ada hubungan antara kepemimpinan transaksional preseptor akademik terhadap kinerja praktik mahasiswa. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Transaksional, Kinerja Praktek
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Tersedak Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026 Pitri Nofa Sari; Andoko Andoko; Dewi Kusumaningsih; Deny Eka Liasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1182

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p<0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Penerapan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Risiko Jatuh Di RSUD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2026 Miftahul Jannah; M. Ricko Gunawan; Dewi Kusumaningsih
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1245

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan prioritas global karena setiap tahun jutaan pasien mengalami insiden yang dapat dicegah, termasuk kejadian jatuh. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 134 juta kejadian buruk terjadi setiap tahun di layanan kesehatan dan lebih dari 1 juta pasien jatuh setiap tahun di Amerika Serikat. Di Provinsi Lampung tercatat 571 kasus insiden keselamatan pasien pada tahun 2021 dan lebih dari 250 kasus jatuh pada tahun 2023. Data RSUD Pringsewu menunjukkan 2.488 pasien berisiko jatuh pada tahun 2024 dan 1.613 pasien hingga September 2025. Beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menurunkan kepatuhan terhadap SOP pencegahan risiko jatuh. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026. Populasi berjumlah 119 perawat dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner 13 item dan penerapan SOP menggunakan 29 item pernyataan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 28–35 tahun (52,2%), berjenis kelamin perempuan (59,8%), berpendidikan S1 Keperawatan (66,3%), dan memiliki masa kerja 1–10 tahun (71,7%). Beban kerja sedang paling banyak (47,8%), sedangkan kepatuhan terhadap SOP sebesar 53,3%. Kesimpulan: Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh (p=0,001; α<0,05). Perawat dengan beban kerja berat cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah dibandingkan beban kerja ringan dan sedang.
Optimalisasi Supervisi Keperawatan di Ruang Rawat Inap Anak Emir Fajar Hizrian; Dewi Kusumaningsih; Aryanti Wardiyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.11016

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), nosocomial infections cause 1.4 million deaths per day worldwide. In Indonesia, nosocomial infections prolong hospital stay for 5-30 days with a mortality rate of 23.6%. This study aims to optimize nursing supervision for the implementation of universal precautions (Hand Wash) which is carried out in the pediatric inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung in 2023. This type of descriptive research uses a case study approach. Subjects in the reports of the head of the nursing field, the head of the children's room, the team leader and the implementing nurse in the Children's Room of the Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung were 12 people. the supervision carried out has an influence on the performance of nurses in carrying out hand washing. The results of the observation revealed that after supervision in carrying out hand washing was carried out properly, the implementation of hand washing was carried out thoroughly. Strength: nurses in the pediatric room understand supervision. Weakness: Implementation of unscheduled nursing supervision. Nurses have never received Training on Supervision. There is no guide format for the implementation of nursing supervision in the room. Opportunity There is good cooperation between health education institutions and hospitals in student clinical practice activities. The existence of hospital policies provides opportunities for nurses to improve education. Threat There are high demands from patients and their families to get professional nursing services. Efforts to optimize nursing supervision in pediatric inpatient rooms by optimizing the planning function of the head of the room, such as making guidelines, SOPs and evaluating supervision programs. Keywords: Optimization, Nursing Supervision.  ABSTRAK Menurut World Health Organisation (WHO), infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta kematian perhari di seluruh dunia. Di Indonesia, infeksi nosokomial memperpanjang keperawatan di rumah sakit selama 5-30 hari dengan tingkat kematian 23,6%. Penelitian ini bertujuan melakukan optimalisasi supervisi keperawatan pelaksanaan universal precaution (Hand Wash) yang dilakukan di ruang rawat inap anak RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala bidang keperawatan, kepala ruangan anak, ketua tim dan perawat pelaksana di Ruang anak Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebanyak 12 orang. supervisi yang dilakukan mempunyai pengaruh dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan cuci tangan. Hasil pengamatan diketahui bahwa setelah dilakukan supervisi dalam melakukan cuci tangan dilaksanakan dengan baik, pelaksanan cuci tangan dilakukan secara menyeluruh. Strenght : perawat di ruang anak  telah mengerti tentang supervisi. Weakness: Pelaksanaan supervisi keperawatan tidak terjadwal. Perawat belum pernah mendapatkan Pelatihan tentang Supervisi. Belum terdapat format panduan pelaksanaan Supervisi keperawatan di ruangan. Opportunity Adanya kerja sama yang baik antara institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit dalam kegiatan praktek klinik mahasiswa. Adanya kebijakan rumah sakit memberikan kesempatan bagi perawat untuk meningkatkan pendidikan. Threat Adanya tuntutan tinggi dari pasien dan keluarga pasien untuk mendapatkan pelayanan keperawatan professional. Upaya optimalisasi supervisi keperawatan diruang rawat inap anak dengan melakukan optimalisasi fungsi perencanaan kepala ruangan, seperti pembuatan panduan, SOP dan penilaian program supervisi. Kata Kunci: Optimalisasi, Supervisi Keperawatan.
Perbedaan Edukasi Media Poster Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Asma Di Wiliyah Kerja Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Ajeng Dyah Kumala; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 14 No. 1 (2026): JKPBL Vol 14 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v14i1.427

Abstract

Asthma recurrence in the population of all ages in Lampung is relatively high. Based on the proportion of asthma recurrence in the population of all ages throughout the province, Lampung is in 4th position with a proportion of recurrence of 64.7%. This shows that asthma control in Lampung is relatively low. Based on data from the pre-survey interview results of home visits, on December 9, 2024 at the Kalirejo Health Centre there were 15 respondents, 10 respondents already knew family knowledge about asthma and 5 respondents did not know family knowledge about asthma, so there was a lack of knowledge and an increase in the occurrence of asthma from the previous year. To determine the effect of poster and leaflet media education on the knowledge of patient families about asthma in the Kalirejo Health Centre Work Area, Pesawaran Regency. Quantitative research type. The quasi-experimental design used was one group pretest-posttest. The sample was 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate using dependent t-test. The average knowledge of patient families about asthma before being given poster and leaflet media education with a mean of 11.60 after being given poster and leaflet media education with a mean of 15.80 p-value 0.000 <0.05. There is an effect of poster and leaflet media education on the knowledge of patient families about asthma in the Kalirejo Health Centre Work Area, Pesawaran Regency.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Dalam Penerapan Sop Pasien Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Iwanda Saputra; Dewi Kusumaningsih; M. Arifki Zainaro; M. Ricko Gunawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1314

Abstract

Latar Belakang: Kejadian pasien jatuh merupakan salah satu indikator keselamatan pasien di rumah sakit yang masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak serius. Kepatuhan perawat dalam menerapkan SOP pencegahan risiko jatuh menjadi faktor penting, yang salah satunya dipengaruhi oleh motivasi perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 92 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi dan lembar observasi kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki motivasi sedang/rendah 48 responden (52,2%) dan tingkat kepatuhan tidak patuh 47 responden (51,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh, di mana semakin tinggi motivasi perawat maka semakin tinggi tingkat kepatuhan.
Optimalisasi Pengetahuan Keluarga Tentang Hand Hygiene Di Ruang Rawat Inap Dewi Kusumaningsih; Beatrick Rosali Nasta; Rudi Winarno
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1420

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat yang berisiko terjadinya penularan infeksi. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah penerapan hand hygiene untuk mengurangi jumlah mikroorganisme dan mencegah transmisi silang. Berdasarkan hasil pre-survey terhadap 10 keluarga pasien, sebanyak 70% memiliki pengetahuan kurang dan 30% memiliki pengetahuan baik mengenai hand hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga pasien dalam melakukan hand hygiene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 20 responden, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,0001 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi. Kesimpulannya, edukasi hand hygiene berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga pasien sehingga dapat mendukung upaya pencegahan infeksi di rumah sakit.