Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Authentic Research

Analisis Kinerja Pengelolaan Hutan Pada Balai KPH Toffo Pajo Soromandi Fitrianiningsih; Niechi Valentino; Andi chairil ichan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3577

Abstract

Hutan merupakan ekosistem penting yang didominasi oleh pepohonan dan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan, perambahan, dan pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan hutan, termasuk di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah membentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo soromandi sebagai unit pengelola hutan di tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPH Toffo Pajo Soromandi dalam pengelolaan hutan lestari. Penelitian dilakukan pada Mei–Juni menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan indeks kinerja berdasarkan 13 kriteria yang dapat mendefinisikan aspek aspek penting yang harus di capai dalam penelitian yaitu 1. Kriteria kelembagaan pengelolaan hutan 2. Tata hutan dan rencana pengelolaan hutan 3. Pemanfaatan hutan dan penggunaaan kawasan hutan 4. Perlindungan hutan dan konservasi alam 5. Rehabilitasi dan reklamasi hutan 6. Pemberdayaan 7. Peran serta masyarkat 8. Kerjasama 9. Monitoring dan evaluasi 10. Sistem informasi kehutanan 11. Pembinaan dan pengawasan 12. Pendanaan 13. Sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kinerja keseluruhan adalah 2,14, dikategorikan sedang. Kriteria dengan skor tertinggi adalah Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (2,85), sedangkan skor terendah terdapat pada Kerjasama (1,00) selain itu dari hasil analisis data dan temuan di lapangan di temukan kriteria kelembagaan pengelolaan hutan dengan skor sebesar 2,54 menjadi salah satu kriteria yang cukup berperan penting dalam kinerja penegelolaan hutan Kategori ini dapat menunjukkan bahwa fondasi kelembagaan, seperti struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung  jawab, serta adanya prosedur operasional standar, kemungkinan besar sudah terbentuk dan berfungsi. Hasil ini mencerminkan bahwa meskipun terdapat beberapa aspek yang telah berjalan optimal, masih diperlukan perbaikan terutama dalam aspek kolaborasi lintas pihak, pemanfaatan potensi ekonomi hutan, serta dukungan infrastruktur dan pendanaan. Evaluasi ini penting untuk memperkuat peran KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat daerah
Daya Tampung Dan Daya Dukung Wisata Air Terjun Kerta Gangga Di Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Hamdani, Sahrun; Anwar, Hairil; Valentino, Niechi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gsqdqq95

Abstract

Air Terjun Kerta Gangga merupakan salah satu wisata alam yang berada di Dusun Kerta, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Air terjun kerta gangga memiliki keunikan yaitu terdapat tiga air terjun dalam satu tempat sehingga dapat menikmatinya secara bersamaan. Selain air terjunnya yang unik, objek wisata ini juga menyuguhkan pemandangan hutan yang masih terjaga keasriannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung dan strategi pengelolaan yang tepat agar tidak terjadi kerusakan. Metode yang digunakan yaitu metode wawancara. Penentuan responden menggunakan random sampling dan purposive sampling. Analisis strategi pengelolaan menggunakan analisis SWOT dengan analisis internal dan eksternal menggunakan IE dan EFE serta Matriks IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PCC, RCC dan ECC wisata air terjun Kerta Gangga secara berurutan yaitu 21, 20, dan 19 orang per hari. hasil PCC>RCC = 21>20 dan RCC>ECC = 20>19 yang berarti daya dukung yang dimiliki oleh wisata air terjun kerta gangga tergolong besar dan tidak melebihi daya dukung yang ada. Hasil analisis strategi pengelolaan berdasarkan matriks IE yaitu berada pada kuadran VI yang berarti strategi yang dapat diterapkan yaitu Harvest and Divest (panen atau divestasi) strategi mengalihkan atau mengubah arah dengan cara mengurangi salah satu faktor penghambat usaha.
Preliminary Study of Dominance and Ethnobotany of Medicinal Plants on the Mayung Polak Trail, Mount Rinjani National Park Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki; Firdaus, Rato Silamon; Araruna, Isroqul Ihsan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p8tkqn21

Abstract

This research examines the ecological dominance and ethnobotanical potential of medicinal plants found along the Mayung Polak Waterfall Trail, located in the Timbanuh Resort of Mount Rinjani National Park (MRNP). By combining vegetation analysis with descriptive ethnobotany, the study investigates how plant community structure correlates with the medicinal potential of the species in the area. Vegetation data were obtained by placing 2 × 2 m plots (4 m²) at 200-meter intervals along the trail, alternating between the left and right sides. The vegetation analysis calculated density, frequency, and the Important Value Index (IVI) to evaluate the dominance of species. Ethnobotanical information was collected through direct field observations and a review of existing ethnobotanical and ethnopharmacological literature, without conducting formal interviews. The results show that the medicinal plant community is dominated by species with high IVI values, such as Chloranthus officinalis, Piper nigrum, and Elephantopus mollis. These species act as key elements in the understory and have been widely recognized for their medicinal uses in traditional practices. Their ecological dominance indicates strong adaptability to the moderate disturbances of the trail environment. The combined use of IVI analysis and ethnobotanical data underscores that species with higher ecological dominance are more likely to have significant medicinal uses, offering valuable insights for the sustainable management and conservation of medicinal plants along MRNP's tourist trails.