Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penggunaan Data Penginderaan Jauh dalam Perencanaan Pembangunan Permukiman Transmigrasi W Wagiran
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4823

Abstract

Ada banyak tahap yang harus dikerjakan dalam program perencanaan pemungkinan transmigrasi. Tahap awal dari kegiatan ini adalah menentukan area untuk lokasi transmigrasi. Informasi fisik area terse but dapat diperoleh dari data penginderaan jauh, baik citra satelit maupun foto udara. Tidak semua tahap dalam kegiatan ini memerlukan data bantu foto udara. Tahap yang memerlukan data bantu foto udara adalah tahap: perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, "SKPT" dan "RTKIM".
PARTNERSHIP MODEL AS EMPOWERMENT BETWEEN VOCATIONAL SCHOOLS AND BUSINESS WORLD/INDUSTRIAL WORLD Widodo Widodo; Dianna Ratnawati; K Isma Ismara; Wagiran Wagiran
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v5i1.8212

Abstract

This study aims to find a model of vocational partnership development with Business World (BW)/Industrial World (IW) that is suitable to be applied in Indonesia. The model that bridges the partnership relationship between vocational schools and BW/IW is developed based on factual conditions in the field, existing theoretical models and focuses on the concept of link and match between the relevant institutions. Vocational school discussion forums and BW/IW are held as a means of brainstorming between stakeholders. Data collection through open questionnaires is used to hear directly the opinions of stakeholders regarding the expected partnership model. The basis of the model which is used as the basis of the foundation is industrial training, Dual System Education (DSE), Teaching Factory and Work Based Learning. The Vocational School in general provides information on cooperation undertaken which requires open recruitment standards to enter the BW/IW which are clear, legal umbrella regulations from the government. The following models are produced by Industrial cooperation with Vocational Schools, the cooperation model includes three aspects: 1) the needs in BW/IW, 2) the regional ecosystems produced by BW/IW with vocational schools, and 3) the needs of the vocational schools learning process.
KAJIAN MODEL-MODEL PENILAIAN KINERJA GURU Wagiran -
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran model-model penilaian kinerja guruuntuk dapat dirumuskan satu model yang efektifPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menganalisis sumber-sumber pustakaterkait dengan penilaian kinerja guru. Dilihat dari analisis datanya penelitian ini menggunakan duaanalisis utama yaitu analisis meta untuk mengkaji hasil-hasil penelitian serta analisis isi untukmengkaji pustaka-pustaka terkait dengan penilaian kinerja guru. Penelitian ini dilakukan terhadaphasil-hasil penelitian, buku-buku pustaka, dokumen-dokumen maupun informasi-informasi yangterdapat dalam internet. Data yang terkumpul dalam penelittian ini dianalisis secara kualitatif denganmemperhatikan tujuan penelitianHasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Pada dasarnya terdapat persamaan kriteria yangdigunakan berbagai institusi dalam penilaian kinerja. Kriteria-kriteria tersebut meliputi aspekpembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, manajemen kelas, lingkungan belajar dan asesmen),komunikasi dan pengembangan profesionalisme, (b) Dilihat dari cara penialian kinerja, padadasarnya hampir semua negara menggunakan paduan dari berbagai metode seperti pengamatan,dokumentasi maupun isian dan test, (c) Pemaknaan terhadap hasil penilaian kinerja guru (scoring)juga menunjukkan variasi yang beragam, namun demikian apabila dicermati pada dasarnya semuanegara menggunakan empat kriteria yang meliputi kategori: istimewa, tinggi, butuh pengembangandan tidak memuaskan(tidak lulus).Kata kunci: penilaian, model, kinerja guru
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS POTENSI DAERAH DAN SUMBERDAYA ALAM DALAM MENDUKUNG CONTINUING VOCATIONAL EDUCATION Wagiran -
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan reproporsi SMA-SMK dari 70: 30 menjadi 70:30 merupakan salahsatu upayapemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional dalam mengatasi permasalahanpengangguran melalui pemberdayaan SMK. Namun demikian aspek yang harus dicermatiadalah reproporsi tersebut bukan hanya pada aspek jumlah, namun yang lebih penting adalahaspek relevansi. Dalam konteks otonomi daerah, setiap daerah dituntut untuk mampumenentukan berapa jumlah SMK yang harus didirikan di tempatnya serta bidang apasaja yangharus dibuka. Pengembangan SMK berbasis potensi daerah penting dilakukan gunamewujudkan pendidikan yang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi daerah,meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan diversifikasi lapangan kerja bagi lulusan.Kata Kunci: reproporsi, SMA, SMK, otonomi daerah
Pengembangan Off Job Training Spesialis Perbaikan Boom Excavator Dengan Pengelasan GMAW Di PT Thiess Galih Chandra Pratama; Wagiran Wagiran; Soeprapto Rachmad Said
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2016): (Oktober)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v1i1.11450

Abstract

The purpose of this study was to determine the characteristics  and effectiveness of off-the-job training for  repairing damaged boom excavator  with GMAW welding processes in XXI Welder group at PT. Thiess. The research methods being used were Research and Development. Data were collected using observation, interview, test and questionnaire. The object of this study is class group, which is the apprentice group XXI Welder at PT. Thiess with 10 trainees as respondents. Data were analyzed  using comparative statistics techniques with a non-parametric test. Data were compared based on the results obtained from the research instruments. The result shows the characteristics of learning off-the-job training, which are:  learning is done based on case studies found in the workplace; the training participants is limited; the learning methods is group teaching, in which the learners are active with simulation methods. The effectiveness of learning off-the-job training were analyzed using non-parametric Wilcoxon comparative tests. From the pre-test and post-test data it was obtained the p-value of 0.007, so that 0.007<0.05 therefore reject H0. It shows that there are  differences in the pre-test and post-test result of the learners.-----------------------------------------------------------------------------------Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan efektivitas pembelajaran off job training untuk perbaikan hasil lasan pada boom excavator yang mengalami kerusakan dengan proses pengelasan GMAW pada peserta apprentice program group XXI Welder di PT Thiess. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, tes dan angket. Objek penelitian ini adalah peserta didik Apprentice Program bidang Welder group XXI PT Thiess dengan jumlah responden 10 orang. Teknik analisis data berupa statistik komparatif menggunakan uji non-parametrik, data yang ada dibandingkan berdasarkan hasil yang diperoleh dari instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran off job training yaitu peserta terbatas dengan pembelajaran berupa group teaching dimana pesera didik bersifat aktif dengan metode simulasi. Efektifitas pembelajaran berdasarkan uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai untuk data pre-test & post-test peserta didik p-value sebesar 0.007 sehingga 0,007 < 0,05 tolak H0 yang menyatakan bahwa ada perbedaan nilai pre-test dan post-test peserta didik pada pengembangan pembelajaran off job training perbaikan hasil lasan pada boom excavator.
PROFIL DAN RELEVANSI LULUSAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN DENGAN KEBUTUHAN KERJA Arianto Leman S; Wagiran Wagiran; edy Purnomo
PAEDAGOGIA Vol 20, No 1 (2017): PAEDAGOGIA Jilid 20 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v20i1.16598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil dan relevansi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan lulusan S1 Kependidikan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (JPTM FTUNY). Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh lulusan S1 JPTM FT UNY tahun lulus 2011-2014. Data diambil dengan angket, wawancara melalui telepon dan snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan S1 JPTM telah mendapat pekerjaan dengan rata-rata masa tunggu 4 bulan. Bidang pekerjaan terdiri dari pendidik, wirausaha, karyawan yang tidak terkait dengan bidang teknik mesin, dan karyawan yang terkait dengan bidang teknik mesin. Sebagian besar lulusan bekerja di industri bidang teknik mesin. Kesesuaian relevansi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja mencapai angka 88%). Lulusan lebih banyak bekerja disektor industri. Kata kunci: Profil lulusan, kompetensi, pendidikan teknik mesin.
Kualitas Materi Teks Fabel pada Buku Teks Bahasa Indonesia KELAS VII Kurikulum 2013 Ratna Intan Sari; Wagiran Wagiran; Ida Zulaeha
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.6804

Abstract

Dalam penyusunan buku teks pelajaran, kualitas kelayakan buku teks perlu diperhatikan, antara lain: kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas materi teks fabel pada buku Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013, khususnya pada kelayakan isi dan kelayakan penyajian. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Langkah yang dilakukan adalah menghimpun, mengidentifikasi, dan menganalisis data serta menyusun deskripsi data dari analisis data primer penelitian. Analisis kelayakan buku teks pada penelitian ini berdasarkan pada instrumen penilaian buku teks dari BSNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas materi teks fabel pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VII telah terkategori layak. Rata-rata presentase indikator pada kelayakan isi sebesar 65,5% dan rata-rata presentase indikator pada kelayakan penyajian sebesar 71,7%.  
Temperature Distribution in Bio Stove using Saw Dust: An Integrated Project-based Learning W. Wagiran; M. Mujiyono; Bayu Rahmat Setiadi; Yulianto Eko Wibowo; Fredy Surahmanto; Dendy Aqila Agata; Chinnathan Areeprasert
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 8, No 1 (2023): IJOST: April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v8i1.53476

Abstract

This paper aims at developing the potential of cellulose-based energy generation using pyrolysis, gasification, and combustion methods with biodegradable waste media. The cellulose-based material used in this study was sawdust. The sawdust was heated using a biomass stove, which was then analyzed in terms of heat conduction and propagation as well as temperature distribution. To ensure the effectiveness of sawdust as the main material in the biomass stove, sawdust particles were pressed and compacted under various pressure conditions. This experiment was integrated with the Project-Based Learning method through the following steps: (1) determination of projects testing, (2) project design, (3) project implementation schedules, (4) project completion and progress monitoring, (5) reports and presentations of project results, and (6) project evaluation. The results provide new findings that the denser sawdust particles correlate with the greater temperature and propagation rate. This can be obtained from the measured temperature distribution. Areas close to the heat source tend to have the same heat propagation. The density of the sawdust particle is the main key point for producing better pyrolysis and gasification process, in which it correlates with long combustion energy. Integrasi This finding opens a new concept and can be used as a reference for other researchers who develop research related to renewable energy from waste, especially when using a biomass stove.  This study also gives ideas for the need for developing project-based learning using the burning of sawdust using biomass stove as a tool for the teaching and learning process.
KELAYAKAN ISI DAN PENYAJIAN MATERI TEKS EKSPOSISI PADA BUKU TEKS SISWA BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013 Hasnah Setiani; Wagiran Wagiran; Ida Zulaeha
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2023): PENTAS: Mei 2023
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v9i1.4109

Abstract

The role of textbooks as the main source of learning in schools requires that the content and presentation be categorized as appropriate. The problem that arises in the use of learning textbooks is that the feasibility of the content and presentation of textbooks specifically on negotiating text material is not yet known. Reviewing the quality of content and presentation in learning textbooks is an urgency for learning at this time. The results of the quality of the content and presentation of textbooks are a consideration for educators in determining learning resources in the form of learning textbooks as well as being an evaluation for the government in developing student learning textbooks. This study aims to identify the feasibility of the content and presentation of negotiating text material in Indonesian language textbooks for class X SMA/SMK/MA. This study used qualitative research methods. The data collection technique in this study is the documentation technique. Qualitative analysis includes aspects of content feasibility and presentation using interactive model data analysis techniques by Miles and Huberman including four components of analysis namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research on the feasibility analysis of the contents and presentation of negotiating text material in class X Indonesian textbooks can be concluded that the textbooks obtained very good criteria for the content and presentation components. The score obtained for the content component shows 94% and the score obtained for the presentation component shows 97%.
Kualitas Materi Teks Fabel pada Buku Teks Bahasa Indonesia KELAS VII Kurikulum 2013 Ratna Intan Sari; Wagiran Wagiran; Ida Zulaeha
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.016 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.6804

Abstract

Dalam penyusunan buku teks pelajaran, kualitas kelayakan buku teks perlu diperhatikan, antara lain: kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas materi teks fabel pada buku Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013, khususnya pada kelayakan isi dan kelayakan penyajian. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Langkah yang dilakukan adalah menghimpun, mengidentifikasi, dan menganalisis data serta menyusun deskripsi data dari analisis data primer penelitian. Analisis kelayakan buku teks pada penelitian ini berdasarkan pada instrumen penilaian buku teks dari BSNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas materi teks fabel pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VII telah terkategori layak. Rata-rata presentase indikator pada kelayakan isi sebesar 65,5% dan rata-rata presentase indikator pada kelayakan penyajian sebesar 71,7%.