Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Media Audio Visual : Pendampingan Guru dan Orang Tua Untuk Optimalisasi Kemandirian Anak Wahono, Wahono; Retnasari, Henita; Machmudah, Machmudah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5786

Abstract

Audio visual merupakan salah satu media yang digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media audio visual berbasis video interaktif untuk optimalisasi sikap kemandirian anak. Penggunaan jenis penelitian berupa penelitian kualitatif yang mengaplikasikan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data oleh peneliti dengan mengaplikasikan: tehnik observasi, tehnik wawancara beserta dokumentasi. Kegiatan observasi pelaksanaannya terhadap aktivitas anak sebelum dan sesudah menggunakan audio visual yang berjumlah 10 anak,  fokus pada penelitian yakni pada 5 anak pada tahap “Belum Berkembang (BB)”. Dari hasil penelitian terlihat perubahan sikap pada anak yang awalnya masih enggan melakukan kegiatan secara mandiri setelah diterapkan pembelajaran menggunakan audio visual ,anak cenderung antusias serta termotivasi mengikuti pembelajaran, memudahkan anak memahami penyampaian materi pembiasaan kemandirian. Nilai kemandirian dapat diperoleh dari kegiatan pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak kelompok B seperti pembiasaan mencuci tangan, membereskan mainan setelah digunakan, menggunakan kaos kaki dan sepatu sendiri. Keberhasilan juga didukung peran orang tua dalam mengaplikasikan media audio visual kepada anak. Orang tua melatih dan mempraktekkan kepada anak sikap kemandirian yang sesuai dengan video interaktif sehingga anak anak lebih mudah mengaplikasikan nya dalam 
Islamic boarding school; life skill and social interaction based education to build student’s independence – moderation test Wahono, Wahono; Hidayah, Nur; Zulkarnain; Endang Sri Radjeki
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1148800

Abstract

Background of the study: Islamic boarding schools' life skill educational system is applied and integrated using a planned system. Peer interaction in Islamic boarding schools has dramatically impacted how individuals choose their clothes, hobbies, communities, friendships, and other social activities. Additionally, education in Islamic boarding schools gives students independence to survive. Based on these, Aims and scope of paper was conducted to find out the positive influences of life skill education towards the independence of students of a modern Islamic boarding school through peer social interaction. Method. This study was conducted on 212 students of Class VI on the central campus of Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School Ponorogo. The school year is 2021-2022. The subjects were chosen randomly using a random sampling technique with the Krejcie and Morgan formula. The respondent data was obtained from the institution's records and surveys from inventory questionnaires. The validity test used product-moment correlation, while the reliability test used alpha Cronbach. Relatively, this study used the path analysis method. Results. There was a positive impact of life skills on the independence of students of modern Islamic boarding schools, and there is also a positive impact of life skills through peer social interaction towards the independence of students of modern Islamic boarding schools. The results of the F calculation proved all of these hypotheses at 2,361 (p>0,05) and R-squared of 0,430 or 43%. That means that the amount of life skill variable impact (X) and social interaction (Z) on independence (Y) was at 43%. Discussion and Conclusion. Islamic boarding schools' education system and learning process is an education life skill model in which students learn and are trained to solve and overcome various issues they face independently. Independence is built not only by their motivation but also by their environment. Independence can be developed by implementing noble values and conditioning environmental factors such as the learning environment.
Efektivitas Media Pembelajaran Coding Unplug dalam Mengurangi Learning Loss Anak Usia Dini Rahmadani, Wahyu; Sa'ida, Naili; Abidin, Ratno; Wahono, Wahono
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Learning Loss yang terjadi pada anak usia dini pada PPT. Ceria Bunda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen, pada anak usia dini yaitu usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik Wilcoxon Signed Rank Test, dimana metode ini dengan pendekatan one group pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi dengan pendidik. Learning Loss merupakan tantangan utama dalam dunia pendidikan, terutama pada anak usia dini yang sedang berada dalam fase perkembangan kognitif dan motorik yang pesat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran coding unplug dalam meminimalisir learning loss pada anak usia dini di PPT. Ceria Bunda. Pembelajan coding unplug yang kreatif dan inovatif dengan pendekatan cara belajar bermain, mampu mengajak siswa untuk berpikir kritis, mampu mengajak siswa untuk memecahkan masalah dengan analisis secara sistematis dan terstruktur. Penerapan pembelajaran coding unplug akan berdampak positif dalam penerapan kehidupan sehari-hari.
The Impact of Central Government Spending on the 4K Program: Price Affordability, Supply Availability, Distribution, and Effective Communication, on Inflation in East Kalimantan Wahono, Wahono
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 27 No. Special Issue (2025): Desember
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v27i1/4451

Abstract

This study examines the impact of central government spending under the 4K Program-Price Affordability, Supply Availability, Smooth Distribution, and Effective Communication on inflation dynamics in East Kalimantan Province. Using monthly time series data covering the period 2023–2025, the analysis employs a time series regression framework to estimate both the direct effects of government spending on general inflation and the indirect effects transmitted through volatile food inflation. The results indicate that government spending on supply availability and distribution significantly reduces volatile food inflation, while spending on price affordability and effective communication shows limited impact. Furthermore, volatile food inflation has a positive and statistically significant effect on general inflation, confirming its role as a key mediation channel in fiscal transmission. The estimated indirect effects suggest that fiscal interventions primarily influence inflation through structural improvements in supply and distribution rather than through direct price interventions.These findings highlight the importance of channel-specific fiscal policy design. Prioritizing supply-oriented and distribution-enhancing expenditures is likely to produce more durable inflation-stabilizing effects, particularly in regions with high logistical dependence. This study contributes to the literature by providing empirical evidence on the transmission mechanisms of disaggregated fiscal spending at the regional level
Pemanfaatan Robot Asisten Berbasis Virtual Reality dalam Edukasi Mitigasi Bencana di Sekolah Dasar Pesisir Budiman, Agus; Dharmawan, Vippy; Wahono, Wahono; Roisiah, Riska Rahayu
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1834

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti banjir rob, abrasi pantai, dan gempa bumi. Kondisi ini menuntut adanya penguatan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini, khususnya pada satuan pendidikan dasar yang berada di wilayah rawan bencana. Namun demikian, implementasi pendidikan mitigasi bencana di sekolah dasar masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru serta siswa sekolah dasar melalui pemanfaatan robot asisten berbasis Virtual Reality (VR) sebagai media edukasi mitigasi bencana. Program pengabdian dilaksanakan di SD Muhammadiyah 9 Bahari Kenjeran Surabaya dengan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan penggunaan media VR bagi guru, simulasi pembelajaran mitigasi bencana berbasis VR bagi siswa, serta pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatnya pemahaman dasar siswa mengenai jenis-jenis bencana pesisir dan langkah-langkah mitigasi yang tepat, serta peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi imersif. Selain itu, penggunaan robot asisten berbasis VR mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan aplikatif sehingga memudahkan siswa memahami konsep mitigasi bencana. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan robot asisten berbasis Virtual Reality efektif sebagai media edukasi mitigasi bencana yang kontekstual, interaktif, dan aplikatif, serta berpotensi mendukung penguatan budaya sadar bencana secara berkelanjutan di sekolah dasar wilayah pesisir.