Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Produksi Bibit Pisang “Sang Mulyo” di Desa Dampit Kabupaten Malang Machmudi, Machmudi; Nursandi, Fatimah; Santoso, Untung; Wahono, Wahono; Fauziyah, Fauziyah
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v7i1.6013

Abstract

Desa Srimulyo berada di kecamatan Dampit terkenal dengan pisang Sang Mulyo dan Kopi Dampit. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi pisang Sang Mulyo adalah ketersediaan bibit karena peningkatan permintaan bibit pisang sangat tinggi bahkan ada target untuk menghasilkan 1 juta bibit sampai tahun 2026. Petani sudah melakukan teknik pecah bonggol, pemisahaan anakan dari indukan. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan produksi bibit pisang Sang Mulyo dengan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) prokar dan pronas secara ex vitro pada bonggol pisang. Metode yang dilakukan melalui diskusi untuk mengenalkan ZPT buatan dan praktek untuk aplikasi ZPT buatan. Praktek yang dilakukan adalah membandingkan ZPT buatan dan alami serta pemotongan bonggol. Petani dapat menerima inovasi pemakaian ZPT buatan karena jumah tunas yang diperoleh lebih banyak dibanding ZPT alami yang sudah dipakai petani namun masih dianggap lebih mahal dibandingkan ZPT alami. Pemotongan bonggol secara terpisah meningkatkan jumlah potongan yang busuk dan disarankan pemotongan bonggol tidak sampai terpisah satu sama lain tetapi bagian dasar bonggol masih menyatu.
Integration of Local Cultural Visualization in the DACAR Model to Develop Early Childhood Creativity Gusmaniarti, Gusmaniarti; Shoffa, Shoffan; Wahono, Wahono; May Zahra, Fira
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1416

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of integrating local-wisdom-based visual technology into the DACAR learning model (Description, Analysis, Story, Reflection) to enhance cognitive and creative abilities in early childhood. Conducted at TK ABA 69 Surabaya with 27 children aged 5–6 years, this research employed a descriptive quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. Seven indicators of cognitive and creative development were assessed using a 1–3–5 scoring rubric. Data were collected through observation and task-based instruments and analyzed using paired t-tests for normally distributed data or Wilcoxon Matched-Pairs Tests if normality was not met. Descriptive statistics and visualizations complemented the analysis. Results showed that while posttest scores improved across all indicators, only one—children’s ability to ask relevant questions—demonstrated statistically significant improvement (median = 0.5; CI = 0.5–1; p < 0.05). Other indicators, such as curiosity, analysis, connection to prior experience, creative output, imagination, and local culture recognition, showed nonsignificant changes (median = 0–0.5; p > 0.05). These findings indicate that visual technology effectively supports contextual questioning but is insufficient to foster higher-order thinking and creativity within a short intervention period. Contributing factors include prior familiarity with local culture and limited learning duration. This study recommends expanding assessment tools, applying project-based learning, and integrating digital–physical media to better stimulate exploration, critical thinking, and creativity in early childhood education. 
Pengaruh Permainan Konstruktif Magic Straw terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Kusnaiyah, Tatik; Sa’ida, Naili; Abidin, Ratno; Wahono, Wahono
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1210

Abstract

Keterampilan motorik halus memiliki peran penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Pembelajaran yang monoton dan minim kreativitas seringkali membuat anak mudah bosan dan kurang berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan konstruktif  magic straw terhadap keterampilan motorik halus anak usia dini di PPT AL-Hidayah . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen dan melibatkan 12 anak sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa Thitung (0) < Ttabel (17) pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, permainan magic straw*terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan dapat dijadikan alternatif stimulasi pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif. Permainan magic straw memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Permainan ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, memberi ruang untuk eksplorasi dan kerja sama. Oleh karena itu, permainan ini layak dijadikan salah satu metode alternatif dalam pembelajaran di lembaga PAUD.
Pengaruh Media Interaktif “Busy Book” terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun Maryam, Siti; Wahono, Wahono; Kurniawati, Tri; Abidin, Ratno
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Busy Book terhadap perkembangan motorik anak. Busy Book berdampak besar pada peningkatan kemampuan berbahasa anak usia dini, terutama pada usia 3-4 tahun. Busy Book membantu anak mengenal pola, memperkuat keterampilan motorik halus, dan meningkatkan daya konsentrasi. Perkembangan motorik halus pada anak usia dini melibatkan kemampuan gerakan yang menggunakan otot-otot halus dengan koordinasi beberapa anggota tubuh, terutama tangan dan panca indera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen. Desain pra eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah seluruh anak usia 3-4 tahun di PPT Laskar Pelangi tahun pelajaran 2024-2025.Penelitian ini menggunakan observasi terstruktur dengan mengamati langsung aktivitas anak saat menggunakan media Busy Book. Observasi dilakukan pada pretest dan postest, maka dapat di simpulkan media interaktif Busy Book dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 3–4 tahun. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan Uji Wilcoxon, diperoleh nilai Thitung sebesar 0 dan nilai Ttabel sebesar 17 pada taraf signifikansi 5%. Karena Thitung ( 0 ) < Ttabel ( 17 ), maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Busy Book berpengaruh dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Produktivitas Pengusaha Tempe Kurniawati, Tri; Sa’ida, Naili; Wahono, Wahono; Hermoyo, Panji
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v2i2.2406

Abstract

The economic crisis hit the world which had a direct impact to worsen economic conditions in Indonesia. Economic conditions from 1997 to 1998, only MSMEs were able to survive. One form of MSMEs in rural areas is tempe business. Tempe is one of the original foods from Indonesia, which comes from fermented soybeans. Tempe is a daily food consumed by almost all Indonesian people. Tempe is a food that is consumed almost every day by people in the Pilangkenceng sub-district. Most are consumed as side dishes and are also used as souvenirs (tempe chips). Community service activities include holding meetings, conducting FGDs, handing over tools and monitoring. The results of this assistance include 2 aspects, namely management aspects and production aspects. Conclusion The Community Partnership Program needs to be done as the role of lecturers to improve the community Community Partnership Program is able to increase the amount of production and competitiveness of Partners.
ANALISIS POLA ASUH OTORITER TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 4 - 5 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA: Indonesia Cholilah, Cholilah; Wahono, Wahono; Kurniawati, Tri; Sa’ida, Naili
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i3.845

Abstract

This study aims to identify the parenting style applied by parents and its influence on the social- emotional development of children aged 4–5 years at PPT Mutiara Bunda, Wonokusumo Village, Semampir District, Surabaya City, in the 2024–2025 academic year. This research uses a qualitative approach with a case study method. The subjects of this study consisted of three students along with their parents who applied an authoritarian parenting style. Data were collected through observation, interviews, and documentation, using a triangulation approach to validate the data from various sources. The data analysis technique refers to the Miles and Huberman model, which includes three main stages: (1) data reduction, which involves sorting, summarizing, and focusing raw data into relevant categories such as social- emotional indicators; (2) data display in the form of observation tables and field notes to illustrate children's behavior in aspects such as empathy, cooperation, and emotional control; and (3) conclusion drawing/verification based on consistent patterns found in the field. The results of the study show that the parenting style applied at PPT Mutiara Bunda is authoritarian, characterized by strict rules and control without allowing children to express their opinions. Children raised in an authoritarian environment tend to exhibit hindered social- emotional development, such as fearfulness, low self-confidence, lack of initiative, poor decision-making skills, and social withdrawal.
Permainan Engrang Batok sebagai Media Stimulasi Sosial Emosional Anak Rininingsih, Sri; Kurniawati, Tri; Wahono, Wahono; Abidin, Ratno
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1293

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aktivitas luar ruangan terhadap perkembangan sosial emosional anak-anak usia 3 hingga 4 tahun di PPT Kemuning di kecamatan Simokerto di kota Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survei, penelitian ini berusaha untuk mengukur hubungan antara variabel aktivitas luar ruangan dan perkembangan sosial emosional anak. Aktivitas luar ruangan dipilih karena dianggap dapat membantu peningkatan interaksi sosial, keterampilan motorik, dan kemampuan regulasi emosi. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 30 anak berusia 3-4 tahun yang secara rutin berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan di PPT Kemuning. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan kuesioner, sedangkan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas luar ruangan adalah faktor penentu penting dari perkembangan sosial emosional anak dengan faktor yang memfasilitasi ini seperti interaksi teman sebaya dan lingkungan fisik yang mendukung. Penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas luar ruangan dapat digunakan sebagai sarana efektif untuk mendorong perkembangan holistik anak prasekolah. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup maksimalisasi fasilitas luar ruangan di PPT dan kemitraan orang tua dengan pendidik untuk meningkatkan keberlangsungan program.
Improving Short Stories Writing Ability Through Episodic Mapping Strategies Rohmatudin, Rohmatudin; Surastina, Surastina; Wahono, Wahono
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 3 No. 1 (2020): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ijlhe.v3i1.792

Abstract

This study aims to determine whether there are differences in the ability to write short stories in students who take lessons using the Episodic Mapping strategy with students who take lessons without using the Episodic Mapping strategy. This study is also to determine the effectiveness of the Episodic Mapping strategy in learning to write short stories for twelfth grade students of SMA Negeri 2 Way Ratai Pesawaran in the academic year of 2018/2019. This research uses the type of classroom action research which is carried out in the form of a cycle. The population of this study were students of twelfth grade in SMA Negeri 2 Way Ratai Peswaran. Determination of the sample is using cluster random sampling technique. The reliability test was carried out using the Cronbach alpha coefficient formula. The calculation results show a reliability value of 0.853 which is greater than the coefficient value of 0.6. Before conducting data analysis, the normality test and homogeneity test were first carried out. The data analysis technique was carried out using the post-test and t-test scores. The results showed that the use of the episodic mapping strategy was effective in improving the ability to write short stories for class XI students of SMA Negeri 2 Way Ratai Pesawaran. This can be seen from the calculations that have been made through the assessment rubric on the ability of students to compose short stories which show that during the first cycle of corrective action the score reached 577 (less) and at the second cycle of corrective action the score reached 669 (enough), and the third cycle achieved a score of 931 (good).
Pengelolaan Tanocraft Sebagai Ruang Edukasi Pemberdayaan mantan Pekerja Migram Perempuan di Tanoker Kabupaten Jember Imsiyah, Niswatul; Wahono, Wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5712

Abstract

Tanoker adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (Non-Governmental Organization) yang aktif pada advokasi anak-anak mantan pekerja migran melalui permainan tradisional egrang dan pemberdayaan masyarakat khususnya mantan pekerja migran perempuan di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Tujuan Tanoker memberikan program pemberdayaan bagi masyakarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengelolaan/manajemen Tanocraft sebagai ruang edukasi pemberdayaan mantan pekerja migran perempuan di Tanoker. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, Direktur Tanoker, Staf/Karyawan Tanocraft, dan Mantan Pekerja Migran Perempuan sebagai informan pendukung. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu triangulasi (triangulasi sumber dan triangulasi teknik). Analisis data di lapangan menggunakan model Miles and Huberman dengan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan Tanocraft memiliki fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pembinaan, evaluasi, dan pengembangan. Perencanaan diawali dengan proses needs assesment dan merancang konsep kegiatan, sasaran, anggaran, output, dan outcome. Pengorganisasian yang dibagi menjadi dua, yaitu pengorganisasian masyarakat dan pengorganisasian staf/karyawan. Penggerakan dijalankan tidak menggunakan imbalan/uang transport dalam proses pelatihan. Pembinaan dilakukan dengan memberikan materi-materi yaitu kewirausahaan, keterampilan atau manajemen produksi, pengorganisasian dan public speaking, keuangan keluarga dan keuangan usaha, marketing/manajemen penjualan dan marketing promotion, gender perspective atau pengetahuan gender. Dengan demikian dapat di simpulkan Tanocraft menjadi ruang alternatif atau tempat belajar masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang memberikan dampak terhadap perekonomian dan sosial-kultural. Kata Kunci:pengelolaan Tanocraft, ruang edukasi, pemberdayaan mantan pekerja migran perempuan.
Analisis Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Wahono, Wahono; Kadarisman, Sumeidi; Wirawan, Chevi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i3.7458

Abstract

The implementation of a patient safety culture in hospitals is crucial to reducing patient safety incidents. This culture serves as the foundation for achieving patient safety. This study aims to analyze the relationship between the patient safety culture and the reporting of patient safety incidents by healthcare workers at Surya Insani Hospital. The study design is quantitative with a cross-sectional approach. The research sample consists of 154 healthcare workers selected using purposive sampling. The patient safety culture with its 9 dimensions is considered the independent variable, while the reporting of patient safety incidents is the dependent variable. Data were collected using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire and a patient safety incident reporting questionnaire developed by the researchers, and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that the patient safety culture significantly affects the reporting of safety incidents, with F-value 95.986 > F-table 1.95 and Sig. 0.000 < 0.05. Partially, the expectations of supervisors, management support, teamwork, response to errors, open communication, and information handoff significantly influence reporting. In conclusion, a strong patient safety culture enhances the reporting of patient safety incidents by healthcare workers at Surya Insani Hospital.