Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANFAATAN MODUL TEMATIK SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Arif Mishbah Suryawanto; Wahyu Lestari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v6i1.4006

Abstract

During distance learning due to the Covid-19 pandemic, learning evaluation must still be carried out. There are many ways and evaluation tools that teachers can use in carrying out learning evaluations. One of them is the thematic learning module. This is because the module does not only contain learning materials, but there are learning evaluation materials in it. This study aims to determine the use of thematic modules as a learning evaluation tool. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique in this research is by interviewing several teachers in elementary schools in Bandung. The results of the research based on the results of the interviews show that at this time learning is carried out remotely, teachers really need modules, because modules are needed as interesting teaching materials and help students understand learning material. Furthermore, at this time, the module is often used by teachers in distance learning, apart from being an additional teaching material, the module is also used as a learning evaluation tool. Because according to the teacher, the modules in it not only contain learning material, but there are also evaluation questions. The conclusion that can be obtained is that teachers really need modules when learning takes place, especially when learning is carried out remotely, because it is hoped that using thematic modules will help students learn independently and understand learning material, as well as the results of evaluating student learning outcomes through modules can be achieved properly.
EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA DARING MATERI MENULIS PUISI KELAS IV SD NEGERI 3 BATURAGUNG Izzatin Naili Rohmah; Wahyu Lestari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v6i1.4001

Abstract

This research aims to determine the implementation of evaluation in Indonesian learning online for writing poetry at fourth grade SD Negeri 3 Baturagung. This study uses qualitative method with data collection techniques observation, interviews, and documentation. The data sources are teachers, parents and students. Since the Covid-19 pandemic hit, learning activities at SD Negeri 3 Baturagung was carried out by WhatsApp application. The results showed that the evaluation model is portofolio-based evaluation. In this implementation, there are several problems like limited availability of electronic devices, unstable signals and limited use of the WhatsApp application. The resolutions is if students do not have cellphones, they can ask their relatives to help for send their assignments. Students can write down the evaluation at assignment book, then collect it to school once a week. If students not understand the material, other students can share structured examples steps to work according to the guidelines provided by the teacher.
VIDEO: EVALUATION MEDIA OF DANCE PRACTISE LEARNING IN THE ERA OF COVID-19 PANDEMIC Larasati Huri Saputri; Wahyu Lestari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3743

Abstract

Abstrak: Penelitian membahas penggunaan media video dalam evaluasi pembelajaran praktik tari di era pandemi COVID-19. Praktik tari merupakan bagian dari aspek keterampilan dalam proses pembelajaran tari. Tujuan penelitian mengidentifikasi kendala evaluasi pembelajaran praktik tari yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunakan video dalam evaluasi praktik tari  sangat tepat digunakan pada era pandemi COVID-19. Video mempunyai kelebihan bagi guru dan peserta didik yaitu:1) Tidak perlu ada tatap muka, 2) bisa diatur durasinya, 3) bisa diulang-ulang proses perekamannya, 4) bisa dinilai secara detail, 5) bisa dilakukan pengeditan, 6) Alat pengambilan gambar mudah dan sudah dimiliki peserta didik, 7) bisa dilakukan pengambilan gambar dengan berbeda tempat, dan 8) tidak dibatasi oleh waktu.  Evaluasi pembelajaran praktik tari melalui video sangat membantu guru dan peserta didik di era pandemi. Penggunaan video sangat disarankan dalam proses evaluasi praktik tari bagi guru seni.Abstract:  The study discusses the use of video media in evaluating dance practice learning in the era of the COVID-19 pandemic. Dance practice is part of the skills aspect of the dance learning process. The aim of the study was to identify constraints in evaluating dance practice learning which is usually carried out face-to-face. Qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation, interviews and document study. The data analysis used triangulation technique. The results show that the use of video in the evaluation of dance practices is very appropriate for the era of the COVID-19 pandemic. Video has advantages for teachers and students, namely: 1) No need to face to face, 2) the duration can be adjusted, 3) the recording process can be repeated, 4) can be assessed in detail, 5) can be edited, 6) Retrieval tools pictures are easy and already owned by students, 7) can take pictures in different places, and 8) are not limited by time. Evaluation of learning dance practice through videos is very helpful for teachers and students in the pandemic era. The use of video is highly recommended in the process of evaluating dance practice for art teachers.
AUTHENTIC ASSESSMENT IN LEARNING ORNAMENTAL VARIETY BASED ON COASTAL ECO-CULTURE DURING THE PANDEMIC COVID-19 Lukmono Adi; Triyanto Triyanto; Muh. Ibnan Syarif; Wahyu Lestari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3723

Abstract

Abstrak: Pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran pada saat ini masih sangat jarang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penilaian pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran siswa kelas VII SMP dalam masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data melalui teknik triangulasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Perlunya penilaian berbasis digital mengingat penilaian manual memiliki berbagai kelemahan terkait dengan analisis data yang dinilai kurang efektif. Kemampuan literasi penilaian yang dibutuhkan guru saat ini sangat berbeda  disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Artikel ini akan membahas tentang sistem penilaian otentik  dalam pembelajaran seni rupa pada materi ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran yang menggambarkan kemampuan siswa secara lebih menyeluruh mulai dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter. Berkaitan dengan keterampilan, kemampuan, dan persepsi yang dibutuhkan guru dalam lingkungan digital, dan akan menunjukkan pentingnya mengadaptasi berbagai teknologi untuk tujuan penilaian ini.  Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik pada pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran berimplikasi positif guna membangun kapasitas kreatif dan kesadaran budaya pada diri siswa.Abstract:  Learning decorative varieties based on coastal eco-culture at this time is still very rarely implemented. This study aims to describe the assessment process of decorative learning based on coastal eco-culture of grade VII junior high school students during the Covid-19 pandemic. This study uses qualitative methods. Data collection through observation, interview, and documentation. Data transfer techniques through triangulation techniques. Data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The need for digital-based assessments considering manual assessments have a variety of drawbacks related to data analysis that is considered less effective. The assessment literacy skills needed by teachers today are very different according to the situation of the Covid-19 pandemic. This article will discuss about the authentic assessment system in fine arts learning on decorative materials based on coastal eco-culture that describes students' abilities more thoroughly ranging from aspects of knowledge, skills, and character development. It relates to the skills, abilities, and perceptions teachers need in a digital environment, and will demonstrate the importance of adapting various technologies for the purposes of this assessment.  Furthermore, it can be concluded that authentic assessment on the learning of decorative varieties based on coastal eco-culture has positive implications in order to build creative capacity and cultural awareness in students.
Needs Analysis of Development of Critical Thinking Skills Assessment Instruments on Vocational School English Subjects Ryzka Cahyaningrum; Wahyu Lestari; Supriyadi Supriyadi
Journal of English Language Teaching and Linguistics Journal of English Language Teaching and Linguistics, 7(1), April 2022
Publisher : Yayasan Visi Intan Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/jeltl.v7i1.686

Abstract

This study aimed to analyze the needs for developing critical thinking skills technology-based assessment instruments in English subjects for vocational school and find out the factors that can support and inhibit developing and implementing critical thinking skills technology-based assessment instruments. This study used the qualitative research method with a case study design. The subject of study was 5 teachers and 15 eleventh-grade vocational school students at Tangerang. Observations, interviews, and documentation were conducted to collect the data. After collecting the data, the researcher used triangulation to confirm the data. The data collected were analyzed to answer the research questions using several stages, namely condensation, display, and verification. The results showed that the development of technology-based assessment instruments of critical thinking skills on vocational school English subjects needs to be developed. The schools have facilitation for conducting a technology-based assessment. Students have never taken on critical thinking skills assessment. Teachers and schools did not have the development of assessment instruments of critical thinking skills so teachers have never conducted critical thinking skills assessments on English subjects. Moreover, the students still have some obstacles in English learning such as vocabulary, pronunciation, and grammar. Therefore, the teachers should help to improve students’ vocabulary, pronunciation, and grammar before conducting a critical thinking skills assessment.
EVALUASI PEMBELAJARAN TARI TOPENG MINA TANI PADA SANGGAR TARI PANDU KABUPATEN PATI Nurul Dwi Rahayuningtyas; Wahyu Lestari; Malarsih Malarsih
Jurnal Sitakara Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v6i2.6365

Abstract

Sanggar Tari Pandu merupakan lembaga pendidikan non formal yang berkecimpung dalam dunia seni pertunjukan di Kabupaten Pati. Sanggar Tari Pandu memiliki hasil karya unggulan yang berjudul Tari Topeng Mina Tani yang menjadi materi sekaligus pengenalan kepada peserta didikterhadap tari tradisional. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai Evaluasi Pembelajaran Tari Topeng Mina Tani Pada Sanggar Tari Pandu Kabupaten Pati yang meliputi dari komponen pembelajaran pelatih, peserta didik, tujuan pembelajaran, sumber pembelajaran, metode pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, materi pembelajaran, alat, media dan evaluasi. Teknik kriteria evaluasi mengacu pada wiraga, wirasa, dan wirama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dalam bentuk deskriptif dan pendekatan penelitian berupa Pendekatan Interdisiplin. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu 4P yang artinya person, place, process, dan paper. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dana dokumentasi. Data diperoleh dengan cara anlisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model Evaluasi Pembelajaran Tari Topeng Mina Tani Pada Sanggar Tari Pandu Kabupaten Pati.
ANALISIS KEBUTUHAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA PELESTARIAN TARI TANGGAI KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN ERA PANDEMI COVID-19 Halimah Agustin; Wahyu Lestari; Sunarto Sunarto
Jurnal Sitakara Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v7i1.7473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan proses pembelajaran tari Tanggai dalam nilai-nilai pendidikan karakter anak di sanggar puteri batang hari sembilan era pandemi covid-19. Fokus permasalahan pada kebutuhan nilai-nilai pendidikan karakter anak pada pelestarian tari Tanggai di Kota Palembang Sumatera Selatan Era Pandemi Covid-19. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif melalui pendekatan secara naratif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus terpancang. Kajian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan kegiatan strategi dalam penanaman karakter pada pembelajaran tari Tanggai di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan Kota Palembang dilihat dari komponen-komponen tahapan pembelajarannya. Wujud dalam pelestariaan tari Tanggai dapat diteruskan melalui pembelajaran secara nonformal. Analisis kebutuhan dalam proses pembelajaran tari Tanggai memiliki nilai-nilai pendidikan yang tertuang di dalamnya yaitu nilai religi, nilai solidaritasa, nilai edukasi ketekunan, kejujuran, keteladanan dan cinta pada kesenian tradisi setempat yang menghadirkan sikap menjaga budaya tradisi terkhusus pada tari Tanggai.
PEWARISAN TARI PIRING GELAS MUSI RAWAS BAGI PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA PANDEMI COVID-19 Wike Wike; Wahyu Lestari
Jurnal Sitakara Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v6i2.6361

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengimplementasikan dan menemukan nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Piring Gelas. Metode penelitian dengan metode kualitatif melalui pendekatan naratif. Hasil penelitian menunjukan tari Piring Gelas adalah tari tradisonal yang berada di Kabupaten Musi Rawas dengan Piring dan Gelas sebagai property yang digunakan untuk menginjak tumpukan piring dan gelas . Gerak tari Piring Gelas memiliki makna secara umum yaitu terdiri: 1) tentang rasa syukur terhadap Tuhan sang pencipta, 2) menghargai diri sendiri, 3) bersikap waspada dan penuh kehati--hatian, dan 4) kebaikan dan keburukan manusia. Proses pewarisan tari Piring Gelas berlangsung dengan sengaja maupun tidak sengaja serta proses pengalihan pengetahuan dan keterampilan menjadi pewarisan tari ini yang dapat diterapkan di sekolah, komunitas dan workshop.Tari Piring Gelas juga memiliki nilai pendidikan, nilai pendidikan yang dimiliki dalam tari Piring Gelas adalah 1) nilai religi, 2) nilai sopan santun, 3) nilai tanggung jawab, 4) nilai etika-etika, dan 5) nilai psikologi atau kepribadian.
ESTETIKA MUSIK MARAKKA DALAM UPACARA RAMBU SOLO’ DI TORAJA Regar Regar; Wahyu Lestari
Jurnal Sitakara Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v6i2.6367

Abstract

Estetika musik dapat menjadi alternatif untuk menguraikan keindahan musik dalam satu kebudayaan. Salah satu musik etnik yang terdapat dalam kebudayaan Toraja adalah nyanyian Marakka. Marakka merupakan karya musik vocal sebagai salah satu ritual dalam upacara rambu solo’ (upacara pemakaman). Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana nilai estetika musik marakka dalam upacara rambu solo’ di Tana Toraja, yang berfokus pada seni musikal dan makna syair nyanyian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mentranskripsikan nyanyian marakka sebagai wujud yang memiliki nilai estetis, dan sebagai bentuk pelestarian salah satu kekayaan musik dalam kebudayaan Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dalam hal ini melakukan observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Dalam penelitian kualitatif ini melakukan pendekatan disiplin ilmu etnomusikologi dengan maksud untuk mendeskripsikan nilai-nilai musik dalam kebudayaan.
Fungsi dan Makna Lagu This is CISC (CISC Anthem) Pada Komunitas Fans Sepakbola Chelsea Indonesia Supporters Club Tri Danu Satria; Wahyu Lestari; Sunarto Sunarto
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i1.34689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi lagu This is CISC (CISC Anthem) terhadap Komunitas Fans Sepakbola Chelsea Indonesia Supporters Club sebagai chants atau nyanyian suporter dan untuk mengetahui makna lagu This is CISC (CISC Anthem) terhadap Komunitas Fans Sepakbola Chelsea Indonesia Supporters Club. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif melalui pengamatan studi lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club yang berada di wilayah regional Medan sebagai sampelnya. Hasil dari penelitian ini yaitu Fungsi Lagu This is CISC (CISC Anthem) Terhadap Komunitas Fans Sepakbola Chelsea Indonesia Supporters Club memiliki 5 fungsi, yakni diantaranya: 1) Fungsi Emosional, 2) Fungsi Hiburan, 3) Fungsi Komunikasi, 4) Fungsi Perlambangan, dan 5) Fungsi Pengesahan Lembaga Sosial. Dan makna lagu This is CISC (CISC Anthem) terhadap komunitas fans sepakbola Chelsea Indonesia Supporters Club memiliki arti semangat, dukungan, kebanggaan, serta loyalitas dalam mendukung klub Sepakbola Chelsea FC dalam keadaan dan situasi apapun, baik menang maupun kalah dalam pertandingan disetiap laga klub sepakbola Chelsea FC yang berasal dari Kota London tersebut.