Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KONTROVERSI AKAD MUSYARAKAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI BANK SYARIAH INDONESIA: ANALISIS EKONOMI SYARIAH Iqbal Fathoni, Ahmad; Muzakki, Ahmad
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v2i1.4489

Abstract

Abstrak: Pasar adalah suatu mekanisme yang dapat mempertemukan para pembeli untuk melakukan transaksi atas barang atau jasa. Pasar merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seorang muslim sebagai sarana transaksi yang ideal. Di Indonesia pasar merupakan penopang ekonomi masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Secara fisik terdapat dua jenis pasar di Indonesia, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional merupakan jenis pasar yang dikelola secara sederhana yang masih menerapkan sistem tawar menawar. Sedangkan pasar modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern yang umumnya terdapat dikinjagi sebaagi penyedia barang atau jasa dengan kualitas pelayanan yang baik kepada konsumen dan tidak adanya proses tawar menawar pada saat transaksi. Kata kunci: kualitas produk, harga, tingkat penjualan.
Konsep Keluarga Sakinah Menurut Pemikiran Ali Syari'ati Dan Peran Wanita Karir Dalam Berkontribusi Muzakki, Ahmad; Ilman, Robith
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 2 No 2 (2024): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep keluarga sakinah menurut pemikiran Ali Syari'ati, seorang cendekiawan Muslim yang berpengaruh dalam diskursus sosial dan teologis. Syari'ati menekankan pentingnya peran wanita sebagai pilar utama dalam pembentukan keluarga yang harmonis dan berkeadilan. Melalui pendekatan analitis terhadap karya-karyanya, artikel ini menggali pemikiran Syari'ati tentang bagaimana keluarga sakinah dapat diwujudkan dengan menyeimbangkan peran tradisional dan modern wanita dalam konteks karir dan tanggung jawab domestik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Syari'ati mendukung peran aktif wanita di luar rumah, selama tidak mengabaikan tugas domestiknya, sehingga dapat tercipta keseimbangan yang harmonis antara kehidupan profesional dan kehidupan keluarga. Artikel ini memberikan wawasan baru dalam memahami kontribusi pemikiran Ali Syari'ati terhadap konsep keluarga sakinah dalam pernikahan
Kafaah and Marriage in Jahily and Early Islam (Studies in the History of Islamic Law) Muzakki, Ahmad; Roibin, Roibin; Muhammad, Muhammad
TSAQAFAH Vol. 20 No. 2 (2024): Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v20i2.12395

Abstract

Knowing the background to the emergence of a law, the reasons for establishing a sharia law and the history of the formation of the law is an important thing to study.The purpose of this study is to provide readers with an understanding that the application of kafaah in marriage has a long history starting from the Arab Jahiliyah era to the era of the madzhab scholars.This research is in the form of library research, where the tasyri` date books and Islamic history books are the main materials for data exploration. The results of this study indicate thatLineage played a central role in marriage in pre-Islamic Jahiliyya Arab society. In the highly tribal and family-oriented society of Jahiliyya Arab society, lineage was a determinant of social status, protection, political alliances, and inheritance rights.The arrival of the Prophet Muhammad with the religion of Islam brought significant changes in the views of Arab society towards kafaah nasab. Islamic teachings emphasize equality among all human beings before God, thus shifting the focus from nasab as the main factor in marriage to be more inclusive, emphasizing other aspects such as religion and morality. The arrival of the Prophet Muhammad with the religion of Islam brought significant changes in the Arab community's view of kafaah nasab. Islam still maintains kafaah, but with more humane criteria. Kafaah is a tradition that existed before Islam and was continued by Islam. Islamic teachings emphasize equality among all human beings before God, thus shifting the focus from nasab as the main factor in marriage to be more inclusive, emphasizing other aspects such as religion and morality. Subsequent developments during the time of the ulama' madzhab kafaah emerged as a logical necessity of the existing legal rules of marriage, balancing the arguments for the benefit of marriage and the principle of egalitarianism in response to the social conditions in each region and the evolving legal logic.
DZIKIR ROTIBUL ATTOS SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN PEMBERSIHAN JIWA DALAM TASAWUF DI PP. DARUT TAUHID GENGGONG PROBOLINGGO Ahkam, Muhammad Hafidzul; Muzakki, Ahmad; Arifin, Miftahul
Jurnal Al-Fatih Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 Januari-Juni 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i1.434

Abstract

Humans as creatures of Allah Subhanahu wa Ta'ala have two important dimensions, namely the material dimension (physical) and the soul dimension (spiritual). Both are interrelated and require balance in everyday life. The material dimension is related to worldly needs, such as eating, drinking, and clothing, while the soul dimension focuses more on inner peace and tranquility. One way that is believed to be able to cleanse the soul in the Islamic tradition is through dhikr, one of which is the Rotibul Attos dhikr developed by Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas. This study aims to examine the role of Rotibul Attos dhikr as a means of cleansing the soul from a Sufism perspective, especially at the Darut Tauhid Genggong Probolinggo Islamic Boarding School. The method used is field research with a qualitative approach, through direct observation and interviews with the boarding school supervisor. The results of the study indicate that the practice of Rotibul Attos can have a positive impact on students, such as inner peace, increased faith, and the formation of better morals. In addition, this dhikr also functions as a spiritual fortress that protects oneself from negative influences. This study also identifies the right ways to practice this dhikr to obtain maximum benefits, by emphasizing sincere intentions and routine implementation at the recommended times. This study contributes to the understanding of the importance of dhikr in Sufism as a means to improve the soul and improve the quality of individual spirituality.
Development of Religious Students Character at RA Muslimat NU Nurud Dholam Majungan Madura Toyyibatut Thowilah; Ahmad Muzakki
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol. 12 No. 2 (2021): October
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/syaikhuna.v12i2.4858

Abstract

Pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika terdapat tahapan-tahapan perubahan perilaku pada diri siswa. Proses pembelajaran pada anak sejak dini merupakan dasar awal pembentukan karakter. Pembelajaran dan pengembangan karakter religius pada anak memiliki peran yang signifikan karena pendidikan membutuhkan proses yang menjadikan anak religius. Wawancara dan observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah empat orang, tiga guru dan satu kepala sekolah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi—pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius di RA Muslimat NU Nurud Dholam Majungan Madura adalah dengan mengamalkan akhlak yang baik di kelas, membuat kebiasaan rutin, memberikan reward, dan pengawasan guru kepada siswa. Faktor pendukung untuk mengembangkan karakter religius adalah semua guru dan administrator terlibat aktif dalam upaya ini. Faktor penghambatnya adalah kurangnya waktu yang tersedia di sekolah. Dukungan dari level paling inti sangat dibutuhkan yaitu keluarga, masyarakat, tokoh bangsa, dan tokoh agama dan masyarakat.
PENERAPAN KONSEP TASAWUF TENTANG SABAR DAN IKHLAS DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN PUSAT PUTRI ZAINUL HASAN GENGGONG Mawaddah, Mawaddah; Muzakki, Ahmad; Nikmah, Shofiatun
Jurnal Al-Fatih Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 Januari-Juni 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i1.495

Abstract

This study aims to describe the application of Sufi concepts of sabr (patience) and ikhlas (sincerity) in the daily lives of students (santri) in an Islamic boarding school (pondok pesantren) environment. Patience and sincerity are central values in Sufism that are believed to shape strong spiritual character and enhance mental resilience in facing life's challenges. This research employs a qualitative approach with a case study method conducted at a traditional Islamic boarding school in East Java. Data were collected through observations, in-depth interviews with caregivers, teachers, and students, as well as documentation of daily pesantren activities. The findings show that the values of patience and sincerity are instilled through spiritual guidance such as wirid (repetitive prayer), Sufi book studies, and a culture of simple living. These values are also reflected in students’ attitudes toward duties, rules, and social interactions within the pesantren. In conclusion, the implementation of the concepts of sabr and ikhlas not only strengthens students’ spiritual character but also fosters a harmonious and conducive atmosphere in pesantren life. The study recommends incorporating Sufi-based approaches as a foundation for character development in Islamic educational institutions.
ISLAM DAN GENDER (Kajian Terhadap Hadits Penciptaan Dan Kepemimpinan Perempuan) Ahmad Muzakki; Umi Sumbulah
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 3 No 1 (2025): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender adalah seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan dibesarkan. Penelitian ini membahas hadits hadits berkaitan dengan kesetaraan gender, yaitu hadits berkaitan dengan penciptaan dan kepemimpinan perempuan. Hadits tentang pnciptaan perempuan secara tekstual menyatakan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki, sedangkan kelompok feminisme menilai hadits tersebut sebagai hadits yang dhoif dan melalui metode penafsiran lain menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan tecipta dari satu hal yang sama. Hadis-hadis tentang kepemimpinan wanita memunculkan dua gagasan, yakni gagasan dari kelompok tekstualis dan kontekstualis. Kelompok tekstualis secara jelas melarang wanita menjadi sosok pemimpin sebagaimana teks hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abi Bakrah. Sementara, kelompok kontekstualis secara sudut pandang memberikan kebebasan kepada seorang wanita untuk memimpin di wilayah publik sekalipun. Tentu berbeda dengan kelompok tekstualis yang hanya memandang wanita dalam bentuknya secara fisik bukan kapabilitasnya sebagai makhluk Allah yang sama derajatnya dengan laki-laki.
Moderate Fiqh in The Perspective of Islamic Boarding School Students: (The Study of Mahasantri Ma`Had Aly Situbondo) Muzakki, Ahmad
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol. 14 No. 01 (2023): March
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/syaikhuna.v14i01.6400

Abstract

Moderation in fiqh issues is one of the things that must be developed because it has a comprehensive character. This study aims to determine the moderate fiqh reasoning of students of Mahad Aly Salafiyah Syafi`iyyah Situbondo in building religious moderation. This research uses a literature review using the method of traditional review. The type of data used is secondary data, namely data obtained from library materials by reading and studying the works of Ma`had Aly Salafiyah Syafi`iyyah Situbondo students with the titles People's Fiqh, Reality Fiqh, Building Central Islam, and Progressive Fiqh. Based on the discussion and analysis that has been done, it can be concluded that Ma`had Aly Salafiyah Syafi`iyyah Situbondo is an educational institution that concentrates on fiqh and ushul fiqh studies. Through moderate fiqh reasoning, several works of thought were born in book form: Reality Fiqh, People's Fiqh, Building Central Islam, and Progressive Fiqh. In these works, efforts are made to build religious moderation by broadening the horizons of fiqh thinking with the study of fiqh from the four schools of thought combined with ushul fiqh and fiqh rules, combining text and reality, and avoiding fanaticism within schools of thought to give birth to solutive thinking, tolerance, unity, harmony, and awareness in the state and religious life.
Nilai-Nilai Moderasi Dalam Pemikiran Fiqh Dan Tasawwuf Syekh Muhammad Nawawi Banten Ahmad Muzakki
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 1 No 2 (2023): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti nilai-nilai moderasi pemikiran fiqh dan taswuf Syekh Muhammad Nawawi Banten. Setelah dilakukan penelitian menggunakan metode kajian pustaka, maka diperoleh kesimpulan bahwa Dalam pandangan Syekh Nawawi Banten, fiqh dan tasawwuf tidak boleh dipisah-pisah. Keduanya bagaikan ruh dan jasad yang saling menyatu satu dengan lainnya. Dalam karya-karyanya yang banyak memadukan antara fiqh dan tasawwuf beliau mengajarkan agar ada keseimbangan antara tawakkal dan bekerja, ibadah sosial dan ibadah ritual, meletakkan semua ilmu secara sejajar, memposisikan tokoh-tokoh Islam dengan baik. Nilai-nilai moderasi dalam pemikiran fiqhnya diantaranya adalah selalu berusaha meminimalisir perbedaan pendapat, toleran di tengah perbedaan pendapat madzhab, berhati-hati(ihtiyath) dalam menetapkan hukum, serta tidak fanatik madzhab. Sedangkan diantara pemikiran moderatnya dalam tasawwuf adalah ajaran tentang perpaduan antara syariat, thariqot dan hakikat, antara tawakkal dan ikhtiyar dalam mencari rezeki.
Pembentukan Negara Islam di Indonesia antara Idealitas dan Realitas (Kajian Fiqh Tata Negara) Muzakki, Ahmad Muzakki
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 3 No 1 (2019): AnCoMS 2019
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.971 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v3i1.296

Abstract

Until now there are groups that continue to fight for the upholding of khilâfah islâmiyyah in Indonesia. They believe that khilâfah is the only solution for all problems of the people. And there are groups who believe that the khilâfah is difficult to realize now because every Islamic country in the world has a different system and form of government.According to this second group the state is only the will and the benefit of the people is the main goal.There are three important issues discussed in this article through the fiqh approach to state administration. First, the principles of Islamic governance from the perspective of theAl-Qur`ân dan Hadith. Second, the realization of the establishment of an Islamic state in modern times.Third, related to the establishment of an Islamic state whether included in part qat{`iyyah or ijtihâdiyyah. After going through the discussion, it was concluded that among the principles of Islamic governance were justice, equality, joint discussion, freedom and people's supervision.The establishment of Islamic state in Indonesia and even in the world is still difficult to realize because each country has a different system and form of government.The establishment of an Islamic state is included in the realm of ijtihâdiyyahbecause there are no fixed rules in the Al-Qur`ân dan Hadith related to certain forms and systems of government.Existing rules in the form of universal rules that ultimately estuary are justice and good for the people