p-Index From 2021 - 2026
5.555
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isamic Communication Journal KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Kajian Jurnalisme Avant Garde Jurnal Pustaka Ilmiah Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Indonesian Journal of Librarianship Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Literatify : Trends in Library Development MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Jurnal Visi Komunikasi Media Pustakawan Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Signal Media Informasi Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia JPLED Jurnal Inovasi Pendidikan SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ENDLESS : International Journal of Future Studies Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Mouse EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Neo Societal Open Access DRIVERset
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengelolaan Zonasi Perpustakaan dalam Mendukung Fungsi Multifungsi dan Kenyamanan Layanan Informasi di SMKN 1 Haruai Tabalong Risna Fatmasari; Fauzan Hidayatullah
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.363

Abstract

Perpustakaan modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat penyedia informasi, tetapi juga sebagai ruang multifungsi yang mendukung kegiatan diskusi, pembelajaran kolaboratif, dan aktivitas lainnya. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pengelolaan zonasi yang mampu menjaga keseimbangan antara fungsi multifungsi perpustakaan dan kenyamanan layanan informasi bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan zonasi perpustakaan dalam mendukung fungsi multifungsi tanpa mengurangi kualitas kenyamanan layanan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola pengelolaan zonasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi perpustakaan dilakukan melalui pembagian area berdasarkan tingkat aktivitas dan kebisingan, seperti zona tenang, zona diskusi, dan zona kegiatan umum. Selain itu, penerapan tata ruang yang fleksibel, penggunaan pembatas area, serta pengaturan jadwal kegiatan mampu meminimalkan gangguan terhadap layanan informasi. Strategi tersebut terbukti dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung optimalisasi fungsi multifungsi perpustakaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi yang terencana dan adaptif menjadi faktor penting dalam menciptakan perpustakaan yang nyaman, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
FASHION AS A CULTURE STUDIES: REPRESENTASI BUDAYA THRIFTING SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA PARE-PARE SULAWESI SELATAN fauzan hidayatullah; Karmila Pare Allo; Nasrullah Nasrullah; Rosnani Abd Rahman; Mulawarman Mulawarman; Sitti Murniati Muhtar; Majidah Majidah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i1.4958

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan penekanan pada dimensi budaya, faktor-faktor yang mempengaruhi praktik, pengaruh budaya konsumen, dan pandangan masyarakat. Pendekatan etnografi digunakan dalam riset kualitatif ini untuk memahami makna mendalam di balik praktik thrifting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik thrifting tidak hanya sekadar bentuk konsumsi ekonomi, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan dan mewarisi identitas budaya lokal. Faktor ekonomi tetap menjadi faktor kuat yang mempengaruhi praktik thrifting, sementara kesadaran akan dampak lingkungan juga semakin memainkan peran dalam keputusan berbelanja. Pengaruh budaya konsumen global terlihat dalam pengaruh tren dan gaya pada praktik thrifting, sementara masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Pandangan masyarakat terhadap thrifting telah berubah dari aspek ekonomi menjadi simbol pemikiran cerdas dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya dan konsumsi berinteraksi dalam praktik thrifting, menggambarkan pergeseran nilai dan norma konsumsi, serta interaksi antara budaya lokal dan global dalam dunia fashion. Kesimpulannya, praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare mencerminkan dinamika budaya, konsumsi, dan keberlanjutan dalam masyarakat setempat.
Pembelajaran Konstruktivis dan Hubungannya dengan Pembelajaran Mandiri dan Keterampilan Pemecahan Masalah di Kalangan Pembelajar Dewasa: pembelajaran konstruktivis, pembelajaran mandiri, keterampilan pemecahan masalah, pembelajar dewasa Savira Widya Puspitasari; Tri ‘Ulya Qodriyati; Untung; Fauzan Hidayatullah
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1205

Abstract

Adult learners require learning approaches that acknowledge their experiences, autonomy, and real-life problem contexts. Constructivist learning has been widely recognized as an instructional approach that supports meaningful learning through active engagement and knowledge construction. This article aims to examine the relationship between constructivist learning, self-regulated learning, and problem-solving skills among adult learners. Using a qualitative conceptual approach supported by recent empirical studies, this paper explains how constructivist learning environments foster self-regulated learning processes, which in turn enhance adult learners’ problem-solving skills. The discussion highlights that self-regulated learning functions as a key mediating process linking constructivist pedagogy and problem-solving competence. This article contributes to adult education literature by offering a process-oriented framework for understanding how learner-centered pedagogies support higher-order skills development in adult learning contexts.
The Impact of Using Instagram as Promotional Media to Attract Gen Z Interest in The Bekasi City Library Isnan Ali Imran; Fauzan Hidayatullah
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.70-80

Abstract

Background: This research is motivated by the increasing use of social media, particularly Instagram, as a promotional tool by various public institutions, including libraries. Purpose: The purpose of this study is to analyze the promotional strategies implemented by the Bekasi City Archives and Library Service through Instagram, and their impact on public interest, particularly Gen-Z. Method: The research method used was qualitative, using interviews, observation, and documentation. Findings: The results indicate that promotional strategies through Instagram, particularly through the use of interactive content such as reels and stories, are able to attract the attention of the younger generation, particularly Gen-Z. User engagement also has a significant impact on the success of library promotion through social media. However, challenges remain in content consistency and user interaction management, which impact user perceptions and satisfaction. Conclusion: More strategic and creative social media management, personalized content creation, and increased posting frequency and consistency are highly recommended to increase public awareness and interest in library services. Keywords: Library Promotion, Social Media, Instagram, Gen-Z. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Dampak Penggunaan Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Untuk Menarik Minat Generasi Z Pada Perpustakaan Kota Bekasi   Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram yang digunakan sebagai sarana promosi oleh berbagai lembaga publik, termasuk perpustakaan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya strategi promosi yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bekasi melalui media sosial Instagram, serta dampaknya terhadap minat masyarakat, khususnya Gen-Z. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi melalui Instagram, terutama dengan penggunaan konten interaktif seperti reels dan stories, mampu menarik perhatian generasi muda, khususnya Gen Z. Keterlibatan pemustaka juga memberikan dampak yang cukup signifikan pada keberhasilan promosi perpustakaan melalui sosial media. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam konsistensi konten dan pengelolaan interaksi dengan pengguna sehingga mempengaruhi persepsi dan kepuasan pemustaka. Kesimpulan: Pengelolaan media sosial yang lebih strategis dan kreatif, personalisasi dalam pembuatan konten, serta peningkatan intensitas dan konsistensi unggahan sangat disarankan agar layanan perpustakaan semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Kata Kunci: Promosi Perpustakaan, Media Sosial, Instagram, Gen-Z  
EVALUASI APLIKASI PEMERINTAH INDONESIA MELALUI ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK PADA ULASAN PENGGUNA Kadek Aryana Dwi Putra; Ni Made Ayu Martiani; Fauzan Hidayatullah
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol. 19 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of application-based public services requires the government to provide reliable, usable, and trusted digital channels. However, evaluations of government applications often stop at rating scores or general sentiment classification, so they do not identify the service aspects that generate satisfaction or complaints. This study aims to evaluate Indonesian government applications through aspect-based sentiment analysis of Google Play user reviews. The data source is the IGAR: Indonesian Government App Review Dataset, which covers six applications, namely JMO, SATUSEHAT, Mobile JKN, MyPertamina, KAI, and BMKG. After removing 26 reviews without content, 617,696 reviews were analyzed. Sentiment labels followed rating-based labels, while service aspects were extracted using dictionary-based matching validated on 200 review samples. The results show that positive sentiment dominates at 54.47%, negative sentiment accounts for 39.97%, and neutral sentiment accounts for 5.56%. At the aspect level, system performance and account access show the highest negative proportions, at 82.49% and 81.69%, respectively. These findings indicate that government application improvement should prioritize system stability, authentication, data quality, and clearer service flows as the foundation of public digital information services.