p-Index From 2021 - 2026
5.254
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isamic Communication Journal KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Kajian Jurnalisme Avant Garde Jurnal Pustaka Ilmiah Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Indonesian Journal of Librarianship Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Literatify : Trends in Library Development MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Jurnal Visi Komunikasi Media Pustakawan Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Signal Media Informasi Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ENDLESS : International Journal of Future Studies Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Mouse EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Neo Societal Open Access DRIVERset
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN SISTEM PENYIMPANAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TEMU KEMBALI DOKUMEN PADA ADMINISTRASI PROYEK Ni Nyoman Wahyuningsih; Fauzan Hidayatullah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.12230

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in organizational document management has become increasingly important as project administration requires information that is accessible, accurate, and accountable. This study aims to analyze the role of cloud-based digital storage, particularly Microsoft OneDrive, in improving document retrieval efficiency in infrastructure project administration. The study employed a descriptive qualitative approach using an autoethnographic method. Data were collected through participant observation, document analysis, and the researcher's critical reflection as an active project administrator during the 2023–2026 period. Data analysis involved data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the digital storage system accelerates document retrieval, facilitates document sharing between project sites and the Head Office, supports version control, enhances user collaboration, and reduces operational costs compared with conventional paper-based archiving. However, its effectiveness remains constrained by inconsistent file naming, the absence of standardized digital archiving procedures, document duplication, and version discrepancies. The study recommends implementing standardized file-naming conventions, hierarchical folder classification, digital document registers, synchronization protocols, and user training to strengthen effective, efficient, and sustainable project document governance. ABSTRAK Transformasi digital dalam pengelolaan dokumen organisasi menjadi semakin penting karena administrasi proyek memerlukan akses informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sistem penyimpanan digital berbasis cloud, khususnya Microsoft OneDrive, dalam meningkatkan efisiensi temu kembali dokumen pada administrasi proyek infrastruktur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode autoetnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumen, dan refleksi kritis peneliti sebagai administrator proyek aktif selama periode 2023–2026. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan digital mempercepat proses temu kembali dokumen, mempermudah distribusi lintas lokasi antara site dan Head Office, mendukung kontrol versi, meningkatkan kolaborasi antarpengguna, serta mengurangi biaya operasional dibandingkan pengarsipan fisik. Namun, efektivitas sistem masih dipengaruhi oleh inkonsistensi penamaan file, belum tersedianya SOP pengarsipan digital, duplikasi dokumen, dan perbedaan versi dokumen. Penelitian ini merekomendasikan penerapan konvensi penamaan file, klasifikasi folder hierarkis, register dokumen digital, protokol sinkronisasi, serta pelatihan pengguna untuk memperkuat tata kelola dokumen proyek yang efektif, efisien, berkelanjutan, dan mendukung pengambilan keputusan organisasi.
Strategi Pengelolaan Zonasi Perpustakaan dalam Mendukung Fungsi Multifungsi dan Kenyamanan Layanan Informasi di SMKN 1 Haruai Tabalong Risna Fatmasari; Fauzan Hidayatullah
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.363

Abstract

Perpustakaan modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat penyedia informasi, tetapi juga sebagai ruang multifungsi yang mendukung kegiatan diskusi, pembelajaran kolaboratif, dan aktivitas lainnya. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pengelolaan zonasi yang mampu menjaga keseimbangan antara fungsi multifungsi perpustakaan dan kenyamanan layanan informasi bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan zonasi perpustakaan dalam mendukung fungsi multifungsi tanpa mengurangi kualitas kenyamanan layanan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola pengelolaan zonasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi perpustakaan dilakukan melalui pembagian area berdasarkan tingkat aktivitas dan kebisingan, seperti zona tenang, zona diskusi, dan zona kegiatan umum. Selain itu, penerapan tata ruang yang fleksibel, penggunaan pembatas area, serta pengaturan jadwal kegiatan mampu meminimalkan gangguan terhadap layanan informasi. Strategi tersebut terbukti dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung optimalisasi fungsi multifungsi perpustakaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi yang terencana dan adaptif menjadi faktor penting dalam menciptakan perpustakaan yang nyaman, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
FASHION AS A CULTURE STUDIES: REPRESENTASI BUDAYA THRIFTING SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA PARE-PARE SULAWESI SELATAN fauzan hidayatullah; Karmila Pare Allo; Nasrullah Nasrullah; Rosnani Abd Rahman; Mulawarman Mulawarman; Sitti Murniati Muhtar; Majidah Majidah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i1.4958

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan penekanan pada dimensi budaya, faktor-faktor yang mempengaruhi praktik, pengaruh budaya konsumen, dan pandangan masyarakat. Pendekatan etnografi digunakan dalam riset kualitatif ini untuk memahami makna mendalam di balik praktik thrifting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik thrifting tidak hanya sekadar bentuk konsumsi ekonomi, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan dan mewarisi identitas budaya lokal. Faktor ekonomi tetap menjadi faktor kuat yang mempengaruhi praktik thrifting, sementara kesadaran akan dampak lingkungan juga semakin memainkan peran dalam keputusan berbelanja. Pengaruh budaya konsumen global terlihat dalam pengaruh tren dan gaya pada praktik thrifting, sementara masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Pandangan masyarakat terhadap thrifting telah berubah dari aspek ekonomi menjadi simbol pemikiran cerdas dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya dan konsumsi berinteraksi dalam praktik thrifting, menggambarkan pergeseran nilai dan norma konsumsi, serta interaksi antara budaya lokal dan global dalam dunia fashion. Kesimpulannya, praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare mencerminkan dinamika budaya, konsumsi, dan keberlanjutan dalam masyarakat setempat.