Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Customary Marriage of Nuaulu Tribe People as Civic Culture in Sepa Country, Amahai District Sopalatu, Najwa; Sialana, Fatimah; Tuharea, Jumiati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 2, No 2 (2023): December 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v2i2.960

Abstract

Traditional marriages in the Nuaulu tribe community usually begin with a request or proposal made by the male family through a messenger or spokesperson who is commonly referred to as ruetawamana. This was done on the basis of the young man and the girl who had made an agreement to marry. So that what parents do is just to fulfill rituals and carry out the provisions of applicable customary law. The rituals in the traditional marriage process which are usually carried out at the time of marriage are usually accompanied by an exchange of property between the man and woman and then followed by a blessing ritual led by the chief of the tribe by praying specifically and to unite and bind as proof that they are truly married. it is true that husband and wife who are legal in the eyes of customary law are to cover both parties with the sarongs that have been prepared. The author of this thesis discusses "Implementation of Nuaulu Tribe Traditional Marriage as Civic Culture in Negeri Sepa, Amahai District". The problems discussed in this study are: 1. the process of implementing Nuaulu tribal marriages as Civic Culture. 2. the meaning of traditional marriage for the Nuaulu tribe. The type of research used in this research is descriptive qualitative with observation and interview techniques and using qualitative analysis techniques. The results of this study indicate that in the process of carrying out a traditional marriage, the Nuaulu tribe must fulfill several conditions, including that someone who wants to perform the marriage should provide a dowry in the form of a human head. The Nuaulu people use this method to choose a son-in-law as proof of the man's virility, but over time At that time, this tradition was replaced because it caused unrest in other communities so that it was replaced in the form of old dishes and money as dowry. The process of implementing marriage as Civic Culture is one of a series of life cycles that everyone always goes through and therefore needs to be celebrated because it is one of the local cultures that is still being preserved. The meaning of traditional marriage for the Nuaul tribe is something sacred and has become a tradition from ancient times until now. as a tribute to the ancestors.
Pelaksanaan Tradisi Antar Dulang dalam Kehidupan Masyarakat Dusun Telaga Desa Piru Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Kombewaha, Tania; Tuharea, Jumiati; Bakker, Remon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3816

Abstract

Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanakah pelaksanaan tradisi Antar dulang dalam kehidupan masyarakat dusun telaga desa piru kecamatan seram barat kabupaten seram bagian barat. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif yang dimana bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi Antar Dulang, faktor yang mempengaruhi, Makna yang terkandung dalam pelaksanaan Tradisi Antar Dulangdi Dusun Telaga Desa Piru Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara ini menunjukan bahwa tradisi antar dulang didusun talaga merupakan sebuah tradisi yang masih dilaksanakan dan dipertahankan sampai sekarang yang apabila tidak dilaksanakan akan mendatangkan malapetaka bagi seluruh masyarakat. Tradisi antar dulang berlangsung selesai leberan tujuh hari yang dirayakan oleh seluruh masyarakat dusun talaga secara meriah dengan diikuti hadrat dan lantunan ayat-ayat suci al-qur’an.
Penguatan Civic Culture dalam Prosesi Pemasangan Atap Pamali (Atepoput) pada Rumah Pusaka di Negeri Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Lating, Rizky Panji; Tuharea, Jumiati; Bakker, Remon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3833

Abstract

Penelitian ini berupaya mengungkapkan kondisi faktual yang memperkuat nilai-nilai budaya kemasyarakatan tercermin dalam proses pemasangan atap pamali (atepoput) pada rumah pusaka di negeri Hila Ambon Maluku. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Subjek penelitiannya adalah pelaksana tugas pemerintahan negeri, sekretaris negeri, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemasangan atap pamali (Atepoput pada rumah pusaka sangat penting untuk dilakukan selain sebagai warisan adat istiadat yang dipertahankan turun temurun juga dijadikan sebagai pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, dan kemampuan diri dalam kehidupan masyarakat, sehingga perlu adanya penanaman nilai-nilai budaya melalui sikap dan perilaku yang dilakukan secara sistematis, dan integrated, serta berkesinambungan dalam memperkuat budaya masyarakat serta menunjukan solidaritas dan pola pikir masyarakat adat khususnya bagi generasi muda di Negeri Hila Ambon Maluku, dapat membentuk budaya kewarganegaraan (civic culture) pada kehidupan masyarakat modern.
Tinjauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhadap Pembinaan Narapidana di Lapas Kelas II A Ambon Wamnebo, Musagal; Metekohy, L. M.; Tuharea, Jumiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3835

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tinjauan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyrakat (ppkm) terhadap pembinaan narapidana di lapas kelas II A Ambon, Provinsi Maluku. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini di laksanakan di Lapas kelas II A Ambon Provinsi Maluku. Pengambilan data di lakuakan dengan cara wawancara dengan para pengawai lapas dan juga para narapidana yang ada di lapas tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pemberlakuan PPKM di lapas kelas II A Ambon sesuai aturan yang diberikan oleh pemerintah, protokol kesehatan juga diterapkan dimana para narapidana diwajibkan menggunakan masker dan jaga jarak serta ada perubahan yang terjadi di lapas seperti kunjungan yang dibatasi, ibadah yang hanya pada masing-masing blok dan juga adanya jaga jarak antara masing-masing
Evaluasi Kepala Sekolah tentang Kinerja Guru PKn yang Sudah Sertifikasi dan yang Belum Sertifikasi di Sekolah SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat Kecamatan Taniwel Timur Mananuwe, Bella I; Salamor, Lisye; Tuharea, Jumiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4131

Abstract

Guru sebagai salah satu sumber belajar memegang peran yang sangat penting, keberadaan guru pada satuan pendidikan dalam hal ini sekolah berkontribusi besar dalam pembagian sumber daya manusia. Pengembangan profesionalisme kinerja guru menjadi salah satu indikator yang menentukan bagaimana keberadaan guru, untuk mengukur hal tersebut, maka proses evaluasi terhadap kinerja guru sangat di perlukan dan tindakan ini di lakukan oleh kepala sekolah dari gambaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) proses evaluasi Kepala Sekolah bagi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 Seram Bagian, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap guru yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat, 3) upaya Kepala Sekolah dalam menangani kinerja guru yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat. Metode penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskritif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku yang diamati. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang guru di antaranya Kepala Sekolah, 1 orang Wakasek kurikulum, 2 orang Guru yang sudah sertifikasi dan 2 orang Guru yang belum sertifikas, dan sebagai informan adalah Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisa data deskritif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses evaluasi Kepala Sekolah bagi guru Pkn yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 SBB dilakukan oleh kepala sekolah dibantu beberapa guru senior atau guru yang dianggap mampu untuk mengevaluasi guru, dan hasil evaluasi dapat disampaikan saat rapat internal guru-guru yang dilaksanakan tiga bulan sekali. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap guru yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 SBB adalah kepala sekolah, sarana prasarana serta factor fisik guru. Upaya Kepala Sekolah dalam menangani kinerja guru yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi di SMA Negeri 19 SBB dalam menangani kinerja guru baik yang sudah sertifikasi maupun yang belum sertifikasi dilakukan dengan cara kepala sekolah melakukan pengawasan dan evaluasi, melakukan rapat evaluasi kinerja guru tiga bulan sekali, memenuhi kebutuhan guru, memberikan nasehat dan motivasi. Saran diharapkan guru tersertifikasi dan non sertifikasi yang sudah melaksanakan tugasnya dengan profesional dapat diberikan penghargaan sebagai reword terhadap kinerjanya. Kepala sekolah dapat melakukan evaluasi dengan benar, dan rutin sehingga kinerja guru dapat diperbaiki sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan. Pihak sekolah lebih optimalkan kinerja guru sertifikasi terutama, sebab guru sertifikasi sudah diberikan sertifikasi sebagai guru yang professional yang diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam proses belajar mengajar.
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Pancasila di Era Globalisasi Melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada SMP Negeri di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Tuharea, Jumiati; Tutuarima, Fricean; Gaite, Titus; Litualy, Jurgen R
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i2.2693

Abstract

Dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia. Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan melalui pembelajaran di sekolah yang sistematis melalui pembelajaran, pelatihan, keteladanan dan pembiasaan.
Penerapan Adat Toho Wae pada Masyarakat Pulau Buru Desa Waewali Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Hukunala, Dessy; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1849

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisi Penerapan Adat Toho Wae Pada Masyarakat Pulau Buru Desa Waewali Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan. Tradisi Toho wae merupakan suatu tindakan yang dilakukan ditenga-tenaga masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya tampa intrevensi medis. Sunat berasal dari basaha latin circum berati “sekilingidan caeder berati “memotongsunat adalah tindakan memotong atau menghilankan sebagian atau seluru kulit penutup penis, frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosdur yang dinamakan frenektoni. Tipe diskriptif kualitatif yang mengambarkan secara tepat sifat-sifat dari individu terhadap keterangan yang diberikan menyangkut fenomena/ gejala yang di amati. Subjek penelitian adalah 3 masyarakat biasa, 2 orang biang kampung, dan 3 masyarakat biasa. Menurut Miles dan Huberman dalam Mulyarto (1992:20) Bahwa aktifitas dalam analisis data, sajian data dan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah proses adat Toho Wae dilakukan Toho Wae dan biasanya biang kampung mempersiapkan alat tradisional berupa Loleba atau bambu muda dan dibuat sejam mungkin, ada juga yang memakai pisau, ada juga yang memakai ruput pisau dan adat Toho Wae dilakukan sebelum anak tersebut berendam di dalam air sebelum pagi jam 4 sampai jam 6 pagi setelah sudah berendam dalam air maka Biang kampung datang untuk melaksanakan Toho Wae, Bianga kampung (Ahli Sunat) mengangakat hati serta meminta kepada Opo Lastala (Tuhan Allah) agar memberkati biang kampung dala proses toho wae agar pelaksanaan toho wae berjalan lancar dan Obat yang dipakai setelah toho wae adalah obat tradisional Buru, disebut barut.. Makna toho wae bagi orang Buru baik itu anafina (perempuan) dan anamhana (laki-laki) yaitu membersihkan alat vital baik pria maupun wanita sehingga tidak bau dan becek dan kepercayaan masyarakat bahwa apabila yang bersangkutan telah kawin ia melakukan hubungan intim ia merasakan kenikmatan karena tidak ada bau pada area alat vitalnya. Adat Toho wae dalam pendidikan PPKn kemasyarakatan diimplikasikan seacar pendidikan nonformal menyangkut etika atau sopan santun dimana orang tua menghargai dan menghormati biang kampung yang melakukan toho wae kepada anak mereka yang mana ia melaksanakan toho wae dengan suka rela tanpa meminta mahar (biaya) namun selaku orang tua anak memberikan imbilan berupa uang, pakian, makanan dan sebagainya, dan sebagai warga negara orang mempunyai hak penuh yaitu untuk melaksanakan toho wae serta mempetahankannya norma-norma adat toho wae (aturan-aturan) berupa tidak boleh bersetubuh, tidak boleh memakan darah bintang, dan juga kaki binatang, baik itu rusa, babi, dan binatang lainnya.
Meningkatkan Motivasi Belajar PKn Melalui Penggunaan Pendekatan Media Tpack pada Siswa Kelas VII MTSN 1 Seram Bagian Timur Kelwarani, Abu Sofyan; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar PKn pada siswa Kelas VII MTs N 1 Seram Bagian Timur. Motivasi dan hasil belajar merupakan salah satu unsur penting yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran PKn, Dengan demikian ketika siswa memiliki motivasi yang tinggi terhadap pembelajaran PKn maka dapat dipastikan bahwa hasil belajrnya pun akan tinggi, namun sebaliknya ketika siswa tersebut tidak memiliki motivasi belajar PKn maka otomatis siswa tersebut akan selalu acuh dengan Pembelajaran PKn dan hal itu akan berpengaruh juga terhadap Hasil belajarnya untuk itu kedua variabel tersebut penting untuk di tingkatkan. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Satu siklus terdiri dari 4 tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs N 1 Seram Bagian Timur dengan jumlah 34 peserta didik terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 20 siswi perempuan, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas belajar peserta didik pada tindakan awal (Pre Test) menunjukan Motivasi belajar sebesar 54,07 % (Sangat Rendah) dan Hasil Belajar Sebesar 38,2% (sangat rendah). Siklus I Motivasi belajar sebesar 74,31% (Sedang) sedangkan Hasil Belajar sebesar 50% (Rendah) dan pada siklus II mengalami peningkatan Motivasi belajar sebesar 90,54% (Tinggi) dan Hasil Belajar juga mengalami peningkatan sebesar 100% (Tinggi). Untuk hasil yang di peroleh peserta didik tersebut telah mencapai KKM yakin 70%, Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan Motivasi dan hasil belajar siswa ditandai dengan tercapainya kriteria ketuntasan minimum (KKM)
Problematika Penetapan Provinsi Kepulauan Maluku Sebagai Provinsi Kepulauan Aldin, La; Tutuarima, Fricean; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1810

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji problematika penetapan provinsi kepulauan maluku sebagai provinsi kepulauan. Provinsi Maluku semestinya memiliki hak untuk berstatus sebagai Provinsi Kepulauan, secara Provinsi Maluku mempunyai karakteristik yang unggul dan berbeda dari daerah lain pada umumnya. Seperti : karakteristik wilayah Maluku yang lautnya lebih besar dibanding daratan (akuatik terestrial), penduduk yang tidak terlalu padat dan tersebar dipulau-pulau kecil mengalami keterbatasan aktivitas ekonomi yang produktif yang disebabkan jaringan distribusi yang tidak memadai serta pola pengembangan perekonomian yang terbatas pada masyarakat Maluku.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pustaka, di mana sumber utama berasal dari bahan perpustakaan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan yuridis-normatif dengan tujuan mengkaji peraturan hukum yang telah ada mengenai desentralisasi asimetris, khususnya dalam konteks pemerintahan di daerah kepulauan. Data yang digunakan pada penulisan ini diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan (library research) berupa data sekunder antara lain: Buku, Bahan ajar berupa buku sejarah, atau literatur dari majalah koran ataupun berita-berita dari internet. Hasil penelitian bahwa. Dalam berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Maluku memperjuangkan undang-undang kepulauan sampai sekarang nyatanya belum membuahkan hasil yang maksimal. Sebab terdapat Suatu tantangan utama yang menjadi faktor terkendalanya perjuangan ini yaitu mengenai Ekonomi Politik. Ekonomi politik adalah bidang studi yang mempelajari interaksi antara kekuasaan politik dan ekonomi dalam suatu masyarakat. Presiden sudah mengeluarkan SuPres dengan menetapkan 9 kementerian menjadi leading sektor untuk menetapkan pembahasan RUU kepulauan sampai selesai, Akan tetapi dari 9 kementerian tersebut tidak ada satu pun yang sepakat dengan mempertahankan ego sektoral dan kewenangan masing-masing. Inilah yang kemudian menjadi masalah dan tantangan besar bagi provinsi Maluku dalam memperjuangkan undang-undang kepulauan ini.  Solusi untuk dapat mensukseskan perjuangan undang-undanh Kepulauan ialah dengan mengadopsi cara berjuang dari masyarakat sipil dalam memperjuangkan RUU tindak pidana kekerasan seksual menjadi undang-undang tindakan negara kesatuan. Pemerintah provinsi Maluku harus mampu menghadirkan negara dalam perjuangan ini.
Keberlanjutan Sasi Dalam Tatanan Adat Masyarakat Negeri Laimu Soa, Marsya; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1865

Abstract

Keberlanjutan sasi pada Masyarakat negeri laimu merupakan hukum adat yang sudah berlangsung sejak dahulu, sasi pada Masyarakat negeri laimu di awasi oleh Saniri negeri yang terdiri dari tiap-tiap marga. Proses pelaksanaan sasi biasanya di awali dengan pertemuan antara ketua Saniri negeri beserta anggotanya yang kemudian akan pempersiapkan syarat-syarat pelaksanaan sasi di antaranya yaitu ranting kelapa, pala, coklat dan kain merah untuk di jahitkan ke ranting-ranting tersebut untuk di pasangkan ke tiap-tiap masjid dan perbatasan negeri sebagai tanda atau symbol bahwa sasi akan segerah di terapkan sebelum adanya pengumuman maka Masyarakat di larang untuk mengambil hasi hutan. Penulisan skripsi ini membahas tentang “ Keberlanjutan sasi dalam tatanan adat Masyarakat negeri laimu”. Adapun permasalahan yang dibahas pada penelitian ini yaitu : Keberadaan sasi saat ini pada masyarakat negeri laimu dan tantangan dalam mempertahankan  sasi pada masyarakat negeri laimu dan Upaya Saniri negeri dalam mempertahankan keberlanjutan sasi pada masyarakat negeri laimu. Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data-data di peroleh melaluli proses observasi dan wawancara dan data penelitian di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan sasi pada Masyarakat negeri laimu sudah di laksanakan sejak berdirinya negeri laimu, sasi sampai saat ini masih di jalankan oleh Masyarakat negeri laimu karena dengan adanya sasi yang di terapkan oleh Saniri negeri dapat membawakan kemakakmuran kepada Masyarakat negeri laimu.Tantangan dalam mempertahankan sasi pada Masyarakat negeri laimu yang sering di hadapi oleh Saniri negeri yaitu  pelaku pencurian yang di lakukan oleh sekelompok anak mudah dalam melakukan pencurian atau hasil hutan milik Masyarakat lain.Upaya Saniri negeri mempertahankan keberlanjutan sasi  pada Masyarakat negeri laimu merupakan sebuah Tindakan yang di haruskan untuk mempertahankan tradisi yang sudah di wariskan oleh nenek moyang kita agar sumber daya alam yang di miliki dapat di pertahankan dan di wariskan kepada generasi berikutnya. Saniri negeri mempertahankan sasi pada Masyarakat negeri laimu di mulai dengan memberikan pemahaman kepada Masyarakat pentinya pelaksanaan sasi karena dengan adanya sasi hasil hutan yang di miliki dapat di lindungi dan di awasi agar terhindar dari pencurian dan Masyarakat dapat mendaptkan hasil yang maksimal dari sasi tersebut Adapun sanksi yang di buat oleh Saniri negeri sebagai teguran kepada Masyarakat untuk tidak melakukan pencurian hasil hutan pada saat berjalannya sasi