Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI ARANG BERKUALITAS TINGGI KECAMATAN AIR JOMAN KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Nurmahendra Harahap; Eriansyah Saputra Hasibuan; Syafriwel Syafriwel; Tomi Abdillah; Joel Panjaitan; Sofyan Anwar Syahputra
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah batok kelapa seringkali dianggap sebagai sampah domestik yang tidak bernilai atau hanya dibakar secara terbuka sehingga menimbulkan polusi udara. Padahal, batok kelapa memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi arang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan teknis kepada masyarakat mengenai proses karbonisasi batok kelapa yang efektif serta manajemen pemasarannya. Metode yang digunakan adalah Pemberdayaan Partisipatif (Participatory Rural Appraisal), Diskusi Partisipatif dan Dialog Dialektis di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga aktor utama dalam proses alih teknologi dan Transfer ilmu serta berbagi wawasan berkaitan dengan pengolahan batok kelapa menjadi arang berkualitas tinggi dengan harga jual yang tinggi pula serta pada pertukaran gagasan (Brain Storming) dan edukasi strategis untuk membuka wawasan ekonomi masyarakat di Kecamatan Air Joman kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, petani kelapa dan pemangku usaha sebesar 80% mengenai teknik pengolahan limbah batok kelapa berkualitas tinggi dan terbentuknya kelompok unit usaha kecil produksi arang. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Masyarakat, Petani Kelapa dan Pemangku Usaha untuk keluarga.
Karakterisasi Partial Discharge pada Pengujian Isolator Keramik dengan Metode HFCT Mhd Fahmi Syawali Rizki; Muhammad Fadlan Siregar; Ahmad Arif; Sri Indah Rezkika; Arif Milando; Ahmad Faisal; Jhoni Hidayat
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1304

Abstract

Karakteristik Partial Discharge (PD) pada isolator piring keramik berbahan porselen di bawah berbagai tingkat tegangan uji, yaitu 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV. Data yang dikumpulkan meliputi amplitudo PD tertinggi dan terendah dalam desibel (dB) serta fase PD dalam derajat, yang divisualisasikan dalam bentuk grafik garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola distribusi fase PD sehubungan dengan amplitudo dan tegangan yang diterapkan, yang dapat memberikan indikasi mengenai kondisi isolasi material. analisis menunjukkan adanya pola fase PD yang berulang (90°, 180°, 270°, 360°) pada sebagian besar kondisi tegangan dan amplitudo. Fluktuasi fase PD seiring perubahan amplitudo menunjukkan dinamika aktivitas pelepasan parsial dalam satu siklus gelombang tegangan. Pola ini konsisten pada tegangan yang lebih rendah dan menengah, namun pada tegangan uji tertinggi (20 kV), piring keramik berbahan porselin yang diuji pada variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV, pola fase PD yang konsisten berulang pada 90°, 180°, 270°, dan 360° di seluruh rentang tegangan yang diuji. Meskipun amplitudo PD bervariasi antara nilai tertinggi dan terendah pada setiap titik tegangan, pola fase cenderung mempertahankan bentuk dasarnya.   The characteristics of partial discharge (PD) on porcelain-based ceramic disc insulators under various test voltage levels, namely 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV, were investigated. The collected data included the highest and lowest PD amplitudes in decibels (dB) and PD phase angles in degrees, which were visualized using line graphs. The purpose of this study was to understand the phase distribution patterns of PD in relation to amplitude and applied voltage, which can provide indications of the insulation condition of the material. The analysis shows the presence of repetitive PD phase patterns (90°, 180°, 270°, and 360°) under most voltage and amplitude conditions. Phase fluctuations accompanying changes in amplitude indicate the dynamic behavior of partial discharge activity within one voltage waveform cycle. These patterns are consistent at low and medium voltage levels; however, at the highest test voltage (20 kV), porcelain-based ceramic discs tested at 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV still exhibit consistent repeating PD phase patterns at 90°, 180°, 270°, and 360° across the entire tested voltage range.Although PD amplitudes vary between maximum and minimum values at each voltage level, the phase patterns tend to preserve their basic shape.
Calculation of the Effect of Substation Configuration on the Resistance Value of the Grounding System Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Joel Panjaitan; Syofyan Anwar Syahputra; Mili Alfisari
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v5i1.15014

Abstract

Generally, the configuration of the substation grounding system is in the form of a grid or mesh, where several conductor rods are installed vertically and horizontally or combined with conductor rods planted deep in the ground from each point or not. The substation configuration is very complex because of the many variables used in accordance with IEEE Standard 80-2013. This variable also influences the allowable and actual magnitude of the step voltage and touch voltage. The substation grounding system configuration can be designed in several shapes including rectangular, square, L-shaped and T-shaped. The parameters used are an area of 70 m x 70 m, a conductor rod depth of 0.5 meters with a total conductor length for a rectangle of 1540 meters without rods, an L-Shaped shape of 1755 meters and a T-Shaped shape of 3857 meters. The results obtained by the resistance of the grounding system without rods in the T-Shaped configuration were 2.39 Ω. For the resistance results, the grounding system uses a rod with the same area and a conductor length of 3917 meters with a resistance value of 2.39 Ω in the T-shape configuration. The results of the resistance values obtained with various forms of grounding system configurations and varying conductor lengths are still safe and below the threshold or standard of the grid grounding system.