Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

THINK GLOBALLY AND ACT LOCALLY DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Didih Syakir Munandar; Abdul Raup; Uus Ruswandi
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.302 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3980

Abstract

Salah satu masalah besar yang dihadapi Bangsa Indonesia adalah masalah globalisasi dan multikultural. Kenyataan sejarah dan fakta terkini memberikan bukti bahwa globalisasi menyebabkan akar budaya bangsa Indonesia dan keyakinan agama terancam keberlangsungannya. Arus globalisasi ini berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju. Penyebab utama dari terancamnya budaya dan keyakinan lokal sebenarnya bukan karena kemajuan teknologi yang dimulai dari kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi, tetapi yang paling mendasar adalah ketidaksiapan bangsa kita dalam menerima arus informasi yang sangat deras yang masuk ke dalam rumah-rumah tanpa dapat dicegah atau difilter. Derasnya arus informasi tersebut menyebabkan terancamnya kearifan lokal, budaya, agama, tergantikan oleh pola hidup yang dikampanyekan oleh pengusung arus globalisasi. Kenyataan tersebut patut untuk menjadi perhatian kita, terutama kalangan akademisi dan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam agar dapat melakukan antisipasi dan perlawanan terhadap dampak negative dari arus globalisasi ini. Sekaitan dengan hal tersebut, disadari spenuhnya bahwa Pendidikan juga sangat memerlukan pengetahuan dan wawasan global serta wawasan multikultural agar bangsa kita dapat mempertahankan kearifan lokal, budaya dan agama tanpa harus ketinggalan dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Metode Tazkiyah dalam Perspektif Majid ‘Irsan Al-Kilani (Studi Analisis Kitab Manâhij At-Tarbiyah Al-Islâmiyah wa Al-Murabbûna Al- ‘Âmilûna Fîhâ) Munandar, Didih Syakir; Nurasa, Ace; Musthafa, Izzuddin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.888 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i8.370

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tentang metode tazkiyah dalam perspektif majid ‘irsan al-kilani. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode library research. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karya tulis beliau ini merupakan hasil dari kajian beliau yang sangat detil dan komprehensif terhadap salah satu ayat al-Qur’an yakni dalam surat al-Jumu’ah ayat kedua di mana dalam ayat tersebut memberikan isyarat bahwa bagaimana Allah SWT dalam membimbing Rasulullah saw untuk berusaha mengeluarkan umat dari masa kegelapan (kesesatan) kepada cahaya (petunjuk) yang terang benderang sehingga umat tidak lagi berada dalam kegelapan (kesesatan). Allah berfirman “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Q.S. Al-Jumu’ah ; 2).
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Islam (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ciamis Jawa Barat) Munandar, Didih Syakir; Syah, Muhibbin; Erihadiana, Mohamad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.4 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.394

Abstract

Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen paling penting di berbagai lembaga ataupun perusahaan agar sebuah lembaga atau perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya sumber daya manusia tersebut atau kualitasnya kurang baik, maka Lembaga atau perusahaan akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya meski sumber daya yang lain telah terpenuhi. Untuk itu, diperlukan sebuah cara khusus dalam memberdayakan sumber daya manusia yang ada di Lembaga atau perusahaan tersebut. Upaya pemberdayaan sumber daya manusia guna meningkatkan kinerja Lembaga atau perusahaan secara menyeluruh tersebut dikenal dengan istilah manajemen SDM. Jika diaplikasikan dengan akurat dan bijaksana, manajemen SDM mampu memaksimalkan kinerja sebuah lembaga atau perusahaan sehingga perkembangannya dapat berjalan lebih pesat lagi. Karena perannya yang cukup penting bagi perkembangan lembaga atau perusahaan, memahami tentang manajemen SDM adalah hal yang wajib dilakukan oleh para pemilik lembaga atau perusahaan. Begitu juga di lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat proses pembelajaran terhadap para siswa yang salah satu tujuannya adalah melahirkan dan mewujudkan para generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia. Untuk itu, dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan mengenai manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang difokuskan mulai dari proses perencanaan, perekrutan, penempatan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ciamis Jawa Barat.
Kajian terhadap Gerakan Kebangkitan Epistemologi (Epistemological Movement) Krisis Sains Modern Richard Tarnas Munandar, Didih Syakir; Natsir, Nanat Fatah; Haryanti, Erni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.445 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.406

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kajian terhadap gerakan kebangkitan epistemologi (epistemological movement) krisis sains modern Richard Tarnas. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peradaban modern seringkali dipandang sebagai hasil puncak peradaban manusia, ternyata tidak sepenuhnya disepakati kebenarannya, oleh karenanya terdapat banyak problem multidimensi, maka dibutuhkan solusi yang tepat terhadap segala problem-problem tersebut. Para ahli menyatakan bahwa jalan keluar dari permasalahan tersebut tidak lagi bisa ditangani oleh paradigma modernisme, sehingga mereka dengan tegas menyatakan, dunia pada pasca atau postmodernisme membutuhkan paradigma lain, terutama dalam upaya rekonstruksi pemikiran pendidikan. Pada masyarakat postmodern pasca industri, ilmu pada akhirnya mengalami delegitimasi, karena terbukti tidak dapat menghindar dari efek negatif yang dihasilkannya sendiri. Legitimasi yang menyatakan bahwa pengetahuan harus ditujukan demi pengetahuan, pada masa modern tidak dapat dipenuhi. Karena pengetahuan ternyata dihasilkan semata-mata untuk keuntungan semata, norma benar-salah tidak lagi berlaku sebagai standar, akan tetapi pragmatis demi menghasilkan sebesar- besarnya profit dengan pendanaan sedikit mungkin.
Manajemen Pengelolaan Media Pembelajaran Pendidikan Islam Norma Fitria; Didih Syakir Munandar; Opan Arifudin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum maksimalnya pemanfaatan media pembelajaran dalam mendukung pencapaian program pembelajaran maupun tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan media pembelajaran pendidikan agama islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah dasar dalam perencanaan pembelajaran sudah membuat silabus dan menyiapkan RPP sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar guna sebagai panduan dalam proses pembelajaran. Adapun tahapan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yakni melaksanakan kegiatan pendahuluan, melaksanakan kegiatan Inti dan melaksanakan kegiatan penutup. Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar mengevaluasi penilaian hasil belajar melalui tugas rumah (PR) atau tugas di kelas, ujian semester, tes tertulis maupun lisan, tanya jawab dan pastinya sikap yang tercermin. Kesimpulan penelitian ini bahwa sangat penting mengelola media pembelajaran, sebagai daya dukung keberhasilan pendidikan. Dengan memanfaatkan manajemen pada penggunaan media pembelajaran, berdampak pada efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran.
Technology-Based Character Education In Islamic Education (Case In MAN 1 Darussalam Ciamis and SMA Islam 5 Al-Azhar Cirebon) Fitri Meliani; Didih Syakir Munandar; Aan Hasanah; Bambang Samsul Arifin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2739

Abstract

This study aims to describe character education through technology-based which is carried out in Islamic schools, namely in the form of extracurriculars at MAN 1 Darussalam Ciamis and digital literacy which is included in the curriculum at Al-Azhar Islamic High School 5 Cirebon.  This research was conducted in April-May 2022, with the subject of research by the Vice Principal of the Curriculum section and students. The method used is a descriptive method using a qualitative approach. Data collection used several guidelines including interview guidelines, documentation studies, and observations. The results of the research at MAN 1 Darussalam Ciamis showed that: (1) Robotics extracurricular activities are carried out every Thursday at 15.00-end; (2) Activities are carried out at the Robotics Lab, Integrated Religious Laboratory Building; (3) Activities are carried out with the supervision of a teacher and coach; (4) Material taught in robotics extracurricular activities includes material training and work programs. The results of research at Al-Azhar Islamic High School 5 Cirebon show that: (1) Digital literacy activities are included in the school curriculum; (2) Digital literacy activities are carried out in the School Mosque Hall; (3) The activity is attended by all students of class X, XI and XII every Friday at 07.00-08.00 WIB; (4) Digital literacy activities are carried out with the supervision of the Vice Principal of the Curriculum Section and several teachers; (5) The material taught includes training on various digital applications that are useful in learning, and work programs.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS HADITS Norma Fitria; Didih Syakir Munandar; Opan Arifudin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.216 KB) | DOI: 10.30868/ei.v2i03.32

Abstract

Reading Latin American Liberating Pedagogy from an Islamic Education Perspective Husni, Husni; Munandar, Didih Syakir
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022): Islamic Educational Studies
Publisher : Graduate Program, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/jppi.v10i2.649

Abstract

In Latin America, liberating pedagogy is based on the concern that education has become a tool for oppression. Supporters of this educational concept believe that oppressive education should be dismantled through what is known as liberating pedagogy. The spirit of liberating pedagogy is similar to the idea of Islamic education. Both have the same spirit: freeing people from constraints and oppression. Both are interested in humanization to combat dehumanization, injustice, and oppression. This closeness in spirit stems from Islam's vision and mission of rescuing the Arab country (in particular) and humanity from slavery, oppression, inequality, injustice, and colonialism.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS HADITS Norma Fitria; Didih Syakir Munandar; Opan Arifudin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.32

Abstract

Sebagai salah satu objek kajian dalam pendidikan Islam, karakter memiliki posisi yang urgen dalam menilai baik buruknya pribadi seseorang. Bahkan baik buruknya citra suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang ada pada individu-individu bangsa tersebut. Signifikansi pendidikan karakter ini akan terlihat lebih jelas dengan banyaknya hadits-hadits Rasulullah yang berbicara tentang pendidikan karakter, baik itu secara eksplisit maupun implisit. Sehingga banyaknya kuantitas hadits karakter menuntut para sarjana muslim untuk mengambil benang merah sebagai kerangka teoritis yang dapat dimanfaatkan oleh kaum muslimin pada tataran praktisnya. Dan diantara teoritisnya adalah bahwa pendidikan karakter berbasis hadits Rasulullah dapat dikembangkan melalui tiga aspek utama dengan spektrum, Landasannya, Ruang lingkupnya dan Fungsinya.
Teachers and Multicultural Education: How do Moderate Islamic Teachers Perceive Freedom of Expression and Hate Speech? Husni, Husni; Rizal, Soni Samsu; Munandar, Didih Syakir; Selamet, Selamet
Dinamika Ilmu Vol 24 No 1 (2024): Dinamika Ilmu, 24(1), June 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/di.v24i1.8099

Abstract

Due to the high number of incidents involving the suppression of religious freedom, West Java Province is frequently regarded as the most intolerant province in Indonesia. Islamic religious teachers are among the actors who perpetuate bigotry and commit breaches. This research aims to explore the views of moderate Islamic Religious Education teachers regarding freedom of expression and hate speech on social media, as well as the significance of multicultural education. This descriptive research method is based on data obtained from moderate Islamic religious education teachers in West Java. Data were gathered via in-person interviews, telephone conversations, email, and social media platforms. Moderate Islamic religious teachers in West Java assert that limitations on individuals' freedom of speech may be implemented in order to protect the human rights of others or groups and are enforced following explicit and measurable legal norms. They argue that equitable legal enforcement can effectively address the pervasive dissemination of hate speech on social media. Nevertheless, multicultural education is the most dependable approach for mitigating hate speech, fostering civility, promoting ethical behavior, and safeguarding responsible freedom of expression. The importance of a broader perspective on the religious attitudes and behavior of Islamic teachers is among the important implications of this research. The researchers recommend that religious moderation literacy be continuously internalized and socialized to Islamic religious teachers.