Claim Missing Document
Check
Articles

RESISTANSI PEMBUMIAN ELEKTRODA KERANGKA BALOK DENGAN MEMANFAATKAN ARANG SEKAM PADI Retno Puji Lestari; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan penelitian tentang resistansi pembumian elektroda kerangka balok dengan memanfaatkan arang sekam padi. Penelitian bertujuan mendapatkan pengaruh ketinggian media, posisi elektroda dan penambahan kadar air. Pengukuran resistivitas tanah menggunakan metode empat titik, sedangkan resistansi pembumian menggunakan metode tiga titik. Objek uji dalam penelitian berupa elektroda berbentuk kerangka balok dengan 2 dimensi yang berbeda. Media untuk memperkecil nilai resistansi pembumian menggunakan arang sekam padi kondisi kering dan kondisi basah dengan kadar air 13,33 % dan 33,33 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas sebesar 492,5 Ωm untuk tanah, 147,4 Ωm untuk arang kering Ωm, 23,4 Ωm untuk arang kadar air 13,33 % dan 18,3 Ωm dengan kadar air 33,33 %. Nilai resistansi pembumian menggunakan elektroda kubus pada kedalaman 110 cm dengan media sisipan 20 cm menghasilkan 288 Ω untuk tanah, 161 Ω untuk arang kering, 41 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 12 Ω untuk arang kadar air 33,33 %. Semakin tinggi media arang sekam padi maka nilai resistansi pembumian semakin kecil. Nilai resistansi pembumian menggunakan elektroda balok  dengan  posisi secara horizontal menghasilkan 303 Ω untuk tanah, 171 Ω untuk arang kering, 48 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 19 Ω untuk arang kadar air 33,33 %. Sedangkan nilai resistansi pembumian untuk posisi secara vertikal menghasilkan 351 Ω untuk tanah, 275 Ω untuk arang kering, 87 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 38 Ω untuk kadar air 33,33 %. Posisi secara horizontal menggunakan elektroda balok dengan penambahan arang sekam padi dapat menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 13,67 % terhadap posisi secara vertikal. Dengan kadar air 16,66 % menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 74,53 % (dari 161 Ω menjadi 41 Ω) dan kadar air 33,33 % menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 92,54 % (dari 161 Ω menjadi 12 Ω). Semakin besar dimensi volume yang dibentuk oleh elektroda maka nilai resistansi pembumian semakin kecil. Kata kunci: sistem pembumian, elektroda, kerangka balok, arang sekam padi
Prakiraan Daya Beban Listrik yang Tersambung Pada Gardu Induk Sengkaling Tahun 2012- 2021 Menggunakan Metode Time Series Dengan Model Dekomposisi Anshar Affandy; Unggul Wibawa; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.232 KB)

Abstract

Gardu Induk (GI) memegang peranan penting dalam kontinyuitas suplai tenaga listrik kepada konsumen.  Apabila beban listrik yang ditanggung GI lebih besar dari kapasitasnya dapat menyebabkan GI overload sehingga suplai listrik ke konsumen terhenti. Bagi area dengan potensi pertumbuhan listrik yang tinggi dibutuhkan peningkatan kapasitas GI ataupun membuat GI baru. Hal tersebut tentu membutuhkan investasi besar dan waktu persiapan yang lama. Maka dibutuhkan prakiraan atau peramalan pertumbuhan beban sebagai dasar menentukan kapasitas GI di masa depan. Skripsi ini menggunakan  metode peramalan time series model dekomposisi yaitu menggunakan empat komponen pendekatan: trend, siklus, musiman dan komponen random. Hasil peramalan beban puncak pada trafo di GI Sengkaling di bulan September 2021 untuk trafo III sebesar 46,67 MVA dan bulan Juni untuk trafo IV sebesar  39,18 MVA. Sehingga kapasitas trafo III wajib ditingkatkan menjadi 60 MVA pada Januari 2014 karena pada bulan Februari 2014 pembebanan trafo III mencapai 91,42% dan trafo IV menjadi 50 MVA pada  Januari 2013 karena pembebanan trafo IV pada Januari 2013 mencapai 97,42% dari kapasitas trafo
IDENTIFIKASI RENTANG WAKTU PENGISIAN TERHADAP STATE OF HEALTH BATERAI VALVE-REGULATED LEAD ACID (VRLA) Rosihan Arby Harahap; Unggul Wibawa; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

State of Health baterai adalah suatu ukuran kemampuan sebuah baterai untuk menyimpan dan menyalurkan energi listrik. Nilai Estimasi State of Health pada sebuah baterai adalah suatu parameter penting dalam pemakaian baterai karena layak atau tidaknya baterai untuk tetap digunakan mengacu pada nilai estimasi tersebut. Berhubungan dengan semakin majunya perkembangan baterai Lead-acid hingga bertambahnya penggunaan baterai Valve-Regulated Lead Acid (VRLA) dalam sistem kelistrikan, maka pada penelitian ini akan dibahas keterkaitan antara State of Health baterai dengan rentang waktu pengisian, rancang bangun sebuah alat yang mampu menghitung nilai State of Health sebuah baterai VRLA dan menyimpan parameter tegangan, arus dan waktu selama proses pengisian. Data tersebu diolah di personal computer serta diidentifikasi keterkaitan antara rentang waktu pengisian dengan nilai State of Health suatu baterai. Metode yang dijadikan referensi nilai State of Health adalah metode perbandingan antara kapasitas akhir pengisian dan kapasitas nominal baterai tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan alat ini mampu membaca arus perubahan hingga 5A dengan error pembacaan 2.828% serta sensor tegangan yang mampu membaca tegangan hingga 25 V dengan error pembacaan sebesar 0.257%. Hasil identifikasi menunjukkan metode perbandingan waktu pengisian memiliki rentang error mulai dari  1.593% hingga 39.941%. Kata kunci: State of Health, Valve-Regulated Lead Acid (VRLA), perbandingan kapasitas, waktu pengisian, testbench ABSTRACT The battery state of health (SOH) is a measure of the battery’s ability to store and deliver electrical energy. The Value of the State of Health on a battery is an important parameter in the use of the battery because the feasibleof  the battery to be used is based on the estimated value. Due to the increasing development of Lead-acid batteries to the increasing usage of Valve-Regulated Lead Acid (VRLA) batteries in electrical systems, this study will discuss the relationship between State of Health of the battery with the charging time range, design of a tool that can calculate the value State of Health a VRLA battery and store voltage, current and time parameters during charging process. The data is processed in personal computer and then identified the relationship between the charging time range with the value of the State of Health of a battery. The method which is used as a reference value State of Health is a method of comparison between the final charging capacity and the nominal capacity of the battery. The results of this study show that this tool is able to read the current changes up to 5A with error reading of 2828% and voltage sensors capable of reading voltages up to 25 V with error readings of 0.257%. The results of this identification shows that the method of comparison of charging time has an error ranging from 1.593% to 39.941%. Keywords: State of Health, Valve-Regulated Lead Acid (VRLA), capacity comparison, charging time, testbench
OPTIMASI PENEMPATAN DAN KAPASITAS STATCOM PADA SISTEM TENAGA LISTRIK JAMALI 500 KV MENGGUNAKAN METODE BACTERIAL FORAGING OPTIMIZATION Alfian Sakti Pamungkas; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan bertambahnya beban yang harus ditanggung oleh sistem tenaga listrik, bertambah pula jumlah pembangkitan dan saluran transmisi yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan sistem menjadi lebih kompleks, rentan terhadap gangguan, dan bervariasinya level tegangan. Pada penelitian ini dikaji penempatan kapasitor bank dan peralatan FACTS, yaitu Static Synchronous Compensator (STATCOM) untuk mengatasi masalah penurunan level tegangan dan rugi-rugi daya transmisi. Analisis ini dilakukan pada sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali 500 kV. Data yang digunakan adalah data bus pembangkitan, beban serta saluran antar bus pada sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali 500 kV. Dalam penelitian ini simulasi menggunakan MATLAB dengan metode Bacterial Foraging Optimization (BFO). Metode ini tergolong baru dan tepat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan optimisasi dan kontrol, karena BFO memiliki 4 proses dalam mencari solusi yang optimal yaitu melalui proses (Chemotaxcis, Swarming, Reproduction dan Ellimination-Dispersal) sangat sensitif dan dapat bekerja serempak dalam menyelesaikan masalah optimisasi. Hasil yang diperoleh dari simulasi pada sistem transmisi Jawa Madura Bali 500 kV menunjukkan bahwa solusi penempatan dan kapasitas optimal STATCOM yang dioptimasi oleh BFO dapat memperbaiki profil tegangan dan menurunkan rugi-rugi daya yang lebih efektif daripada penempatan kapasitor bank. Hasil simulasi dengan penempatan STATCOM menunjukkan rugi daya aktif turun menjadi 233,303 MW dari 265,108 MW atau turun sebesar 31,805 MW (11,997%) dan penempatan kapasitor bank turun menjadi 242,021 MW atau turun sebesar 23,087 MW (8,709%). Untuk daya reaktif dengan penempatan STATCOM turun menjadi 1426,803 MVAR dari 1480,189 MVAR atau turun sebesar 53,386 MVAR (3,742%) dan penempatan kapasitor bank turun menjadi 1427,549 MVAR atau turun sebesar 52,640 (3,556%) dengan tetap menjaga nilai tegangan pada batas tegangan yang diijinkan yaitu (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Kata kunci: BFO, STATCOM, rugi daya, profil tegangan, kapasitor bank   ABSTRACT As the load increases which most be guaranteed by electric power system, also increases the amount of generation and transmission lines required. This causes the system to become more complex, susceptible to interference, and variations in voltage levels. In this study we reviewed the placement of bank capacitors and FACTS equipment, namely Static Synchronous Compensator (STATCOM) to overcome the problem of decreasing voltage level and transmission power losses. This analysis was conducted on Java Madura Bali 500 kV power system. The data used are data bus generation, load and inter-bus channel on power system of Java Madura Bali 500 kV. In this study the simulation using Bacterial Foraging Optimization (BFO) method. This method is new and appropriate to solve problems related to optimization and control, because BFO has 4 process es in finding the optimal solution through process (Chemotaxcis, Swarming, Reproduction and Ellimination-Dispersal) are very sensitive and can work simultaneously in solving optimization problems. The results obtained from the simulation on the Java Madura Bali 500 kV transmission system indicate that the optimized BFO with STATCOM optimum location and positioning solution can improve voltage profile and lower the power losses more effectively than the placement of bank capacitors. The simulation result with STATCOM placement shows active power loss down to 224,398 MW from 265,108 MW or decrease 40,71 MW (15,356%) and placement of bank capacitor decrease to 243,323 MW or decrease 21,785 MW (8,21%). For reactive power with STATCOM placement decreased to 1411,530 MVAR from 1480,189 MVAR or decreased by 68,659 MVAR (4,639%) and the placement of bank capacitor decreased to 1426,467 MVAR or decreased by 53,722 (3,629%) while maintaining the value of voltage at the allowable voltage limit is (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Key word : BFO, STATCOM, power losses, voltage profile, bank capacitor
KINERJA DIELEKTRIK MINYAK KELAPA DENGAN ADITIF MINYAK ZAITUN SEBAGAI ISOLASI Nur Rahma Dona; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak kelapa dapat difungsikan sebagai isolasi cair pada peralatan tegangan tinggi. Tetapi minyak kelapa masih memiliki kekuatan dielektrik yang masih rendah, sehingga diperlukan pencampuran minyak zaitun sebagai zat aditif agar kekuatan dielektrik minyak kelapa (tegangan tembus) dapat meningkat dan layak digunakan sebagai alternatif isolasi cair pada peralatan tegangan tinggi. Pencampuran dapat dilakukan dengan menambahakan minyak zaitun sebesar 5%-25% ke dalam minyak kelapa. Selain itu dilakukan pemurnian berupa pemanasan agar dapat mengurangi kadar air yang terkandung pada minyak kelapa.  Untuk menentukan kelayakannya dibutuhkan pengujian secara elektris (dengan rangkaian pengujian tegangan tembus), fisis (pengujian kadar air menggunakan metode oven) dan analisis kandungan asam lemak jenuh sederhana menggunkan rumus pencampuran. Dari hasil pengujian, nilai tegangan tembus minyak kelapa murni sebesar 23,47 kV/2,5 mm. Nilai ini belum memenuhi standar IEC 156, yaitu sebesar 30 kV/2,5 mm. Jika ditambah minyak zaitun tegangan tembus bisa mencapai 38,73 kV/2,5 mm dan jika dilakukan pemanasan tegangan tembus bisa mencapai sebesar 51,15 kV/2,5 mm. Tegangan tembus tertinggi sebesar 54,01 kV/2,5 mm jika dilakukan pencampuran minyak zaitun dan pemanasan sekaligus pada minyak kelapa.Hal tersebut menunjukkan, ketika ditambah minyak zaitun kadar asam lemak jenuh nya berkurang dari 91% menjadi 72,2% dan ketika dilakukan pemanasan kadar airnya berkurang dari 2697 ppm menjadi 361 ppm. Jika dilihat dari jumlah kadar air, minyak kelapa yang telah dimodifikasi belum lah memenuhi standar maksimum kadar air yang diizinkan sebesar 50 ppm (standar JIS 2320). Jika dilihat dari tegangan tembus, minyak kelapa yang telah diuji pada pengujian dapat bekerja pada peralatan listrik dengan level tegangan kerja 0,75 kV-13,2 kV. Kata Kunci: Minyak isolasi, Tegangan Tembus, Minyak Kelapa, Minyak Zaitun, Kadar Air.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PADA PENGOPERASIAN PLTS ON-GRID DI SMAN 8 MALANG Mohammad Fahririjal; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang di SMAN 8 Malang atau disebut PLTS Bhaskara merupakan salah satu contoh penerapan dan pemanfaatan energi terbarukan berskala menengah di Indonesia. PLTS ini dipasang sebagai atap ruang Laboratorium Pembelajaran Energi Tenaga Surya dengan kapasitas 15,36 kWp On-Grid. Keberadaan PLTS Bhaskara memerlukan analisis untuk mengetahui kelayakan dari segi teknis dan ekonomis setelah pembangunan dan selama pengoperasian. Selain itu juga dapat dijadikan acuan perbaikan dan pengembangan pada setiap kekurangan untuk keberlanjutan pengoperasian PLTS Bhaskara. Berdasarkan hasil analisis dari segi teknis, ketika dilakukan pengamatan dan perhitungan potensi sumber daya surya, dengan kapasitas daya PLTS terpasang sebesar 15,36 kWp dapat menghasilkan energi listrik sebesar 18.114 kWh per tahun. Perbandingan rata-rata antara energi yang terpakai dengan energi keluaran inverter PLTS adalah sebesar 77,17%. Sedangkan perbandingan rata-rata antara energi yang diekspor dengan energi keluaran inverter PLTS adalah sebesar 22,83%. Berdasarkan standar dan ketentuan umum yang berlaku, kondisi komponen-komponen PLTS Solar Bhaskara memiliki prosentase kelayakan sebesar 88,6%  atau masih dalam kategori layak untuk dioperasikan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan, yaitu terkait beberapa kondisi komponen PLTS Solar Bhaskara yang belum sesuai dengan ketentuan umum/ standar pemasangan PLTS yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis dari segi ekonomis, melakukan simulasi optimisasi HOMER Pro sistem PLTS ­Solar Bhaskara dapat diketahui bahwa dengan biaya Investasi sebesar Rp. 1.000.000.000,- dan biaya Operasional & Pemeliharaan sebesar Rp. 26.000.000,- per tahun, didapatkan Net Present Cost sebesar Rp. 1.610.000.000,- dan nilai Cost of Energy sebesar Rp. 1.234,- per kWh. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan secara teoritis, dengan biaya Investasi sebesar Rp. 1.000.000.000,- dan biaya Operasional & Pemeliharaan sebesar Rp. 1.000.000,- per tahun didapatkan nilai Net Present Cost sebesar Rp. 1.030.951.145,- dan didapatkan nilai Cost of Energy sebesar Rp. 818,- per kWh. Berdasarkan kedua metode yang telah dilakukan, maka penerapan sistem PLTS Solar Bhaskara memiliki perbandingan Cost of Energy sebesar 66,3%.Kata kunci: PLTS, On-Grid, Analisis, Net Present Cost, Cost of EnergyABSTRACT The Solar Power Plant (PLTS) installed at SMAN 8 Malang or called PLTS Bhaskara is one example of the application and utilization of medium-scale renewable energy in Indonesia. This PLTS is installed as the roof of the Solar Energy Learning Laboratory with a capacity of 15.36 kWp On-Grid. The existence of PLTS Bhaskara requires analysis to determine the feasibility from a technical and economic point of view after construction and during operation. In addition, it can also be used as a reference for improvement and development of any deficiencies for the sustainability of the Bhaskara PLTS operation. Based on the results of the analysis from a technical point of view, when observing and calculating the potential of solar resources, the installed PLTS power capacity of 15.36 kWp can produce 18,114 kWh of electrical energy per year. The average comparison between the energy used and the energy output of the PLTS inverter is 77.17%. Meanwhile, the average comparison between the energy exported and the energy output of the PLTS inverter is 22.83%. Based on the applicable general standards and regulations, the condition of the PLTS Solar Bhaskara components has a feasibility percentage of 88.6% or is still in the category of being feasible to operate. However, there are several things that still need to be improved and improved, namely related to several conditions of the PLTS Solar Bhaskara component that are not in accordance with the general provisions/standards for installing PLTS in force. Based on the results of the analysis from an economic point of view, performing an optimization simulation of the HOMER Pro Solar Bhaskara PLTS system, it can be seen that with an investment cost of Rp. 1,000,000,000, - and Operational & Maintenance costs of Rp. 26,000,000, - per year, obtained a Net Present Cost of Rp. 1,610,000,000, - and the value of Cost of Energy is Rp. 1,234,- per kWh. Meanwhile, based on the results of theoretical calculations, with an investment cost of Rp. 1,000,000,000, - and Operational & Maintenance costs of Rp. 1.000.000,- per year the Net Present Cost value is Rp. 1.030.951.145, - and obtained the Cost of Energy value of Rp. 818,- per kWh. Based on the two methods that have been carried out, the application of the Solar Bhaskara PLTS system has a Cost of Energy ratio of 66.3%. Keywords: PLTS, On-Grid, Analysis, Net Present Cost, Cost of Energy
PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN PADA SISTEM PENYULANG PUJON GI SENGKALING DENGAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) Faza Azmi Hidayat; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan beban semakin lama semakin bertambah, harus diikuti dengan penyediaan daya listrik yang cukup dan handal. Pendistribusian daya listrik merupakan suatu permasalahan yang sering muncul, karena jarak dari beban yang dilayani tersebar, jauh dari pusat pembangkit dan kecenderungan jaringan tegangan menengah bebannya bersifat induktif.Untuk mengatasi masalah susut tegangan dan susut daya pada sebuah penyulang dapat dilakukan dengan  pemasangan SVC (Static VAR Compensator).Static Var Compensator (SVC) adalah suatu peralatan yang dapat digunakan untuk mengurangi rugi-rugi daya, meningkatkan aliran daya dan meningkatkan profil tegangan sistem.Pada penulisan ini, pemasangan SVC pada penyulang Pujon akan disimulasikan dengan menggunakan software ETAP.Simulasi Pemasangan SVC pada penyulang Pujon berhasil menaikkan tegangan.Dengan kapasitas SVC sebesar Q =1842 kVAR yang dipasang pada bus 46,  penyulang Pujon  yang awalnya terdapat sekitar 26 % dari total 101 bus dengan tegangan  dibawah 18 kV dimana tegangan bus terendah adalah V = 0,8942 pu. Setelah  dilakukan simulasi pemasangan SVC pada bus 46 menggunakan software ETAP, tegangan bus terendah V = 0,8942 pu menjadi V = 0,9102 pu dan rugi-rugi daya menurun dari P = 354,818 kW dan Q = 169,936 kVAR menjadi P = 264,54 kW dan Q =101,187 kVAR.   Kata kunci : Susut Tegangan, Susut daya, SVC (Static VAR Compensator).
SINGLE SWITCH BUCK BOOST CONVERTER EXTENDED OUTPUT VOLTAGE DENGAN PID SEBAGAI PENGENDALI TEGANGAN KELUARAN Eka Mardiana; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Single switch buck-boost converter extended output voltage adalah pengembangan dari buck-boost converter konvensional dengan gain tegangan yang lebih besar. Topologi ini dapat digunakan untuk beberapa aplikasi yang membutuhkan rentang tegangan keluaran yang lebih luas seperti pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau aplikasi lain. Namun, karakteristik respon keluaran dalam kondisi open loop dari single switch buck-boost converter extended output voltage memiliki overshoot yang cukup besar dan waktu untuk mencapai kondisi steady state yang cukup lama. Kemudian, dengan adanya perubahan tegangan masukan dan beban akan sangat mempengaruhi respon keluaran dari single switch buck-boost converter extended output voltage. Agar dapat menghasilkan tegangan keluaran yang diinginkan, pada penelitian ini digunakan pengendali PID. Untuk mendapatkan parameter Ki,Kp, dan Kd digunakan metode sistesis langsung, sedangkan konverter akan dimodelkan menggunakan teknik state space averaging. Dari hasil simulasi menggunakan MATLAB-Simulink penerapan pengendali PID pada single switch buck-boost converter extended output voltage dapat memperbaiki respon transien dari tengangan keluaran serta dapat mempertahankan nilai tegangan keluaran tetap stabil pada nilai yang ditentukan meskipun tejadi perubahan tegangan masukan dan beban. Kata Kunci: buck-boost, pengendali PID, single switch buck-boost converter extended output voltage, pengendali PID, sintesis langsung ABSTRACT Single switch buck-boost converter extended output voltage is the development of conventional buck-boost converter with greater voltage gain. This topology can be used for several applications that require a wider output voltage range such as the utilization of new and renewable energy or other applications. However, the output response characteristics in the open loop condition of the single switch buck-boost converter extended output voltage have a large overshoot and time to reach a steady state condition is quite long. Then, the change in input voltage and load will greatly affect the output response of the single switch buck-boost converter extended output voltage. In order to produce the desired output voltage, the PID controller is used in this study. To get the parameters Ki, Kp, and Kd, the direct synthesis method is used, while the converter will be modeled using state space averaging technique. From the simulation, results using MATLAB-Simulink the application of the PID controller on a single buck-boost converter extended output voltage switch can improve the transient response of the output range and can maintain the output voltage value remains stable at the specified value despite changes in input voltages and load voltages. Keywords: buck-boost, direct synthesis, PID controller, single switch buck-boost converter extended output voltage
ANALISIS TEKNIS PENATAAN ULANG PENERANGAN JALAN UMUM PADA JALUR MAKAM NASIONAL DI KABUPATEN JOMBANG Ruditta Devianti; Teguh Utomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.971 KB)

Abstract

Penerangan Jalan Umum merupakan fasilitasvital yang dibutuhkan sebagai alat bantu navigasipengguna jalan, meningkatkan keselamatan dankenyamanan pengguna jalan, mendukung keamananlingkungan dan memberikan keindahan lingkunganjalan pada malam hari. Penerangan jalan umum jugadiperlukan untuk menunjang aktifitas perekonomiandan mobilitas masyarakat di malam hari.Jalan di sepanjang jalur makam nasionaltermasuk jalan kolektor primer dua jalur dengan lebar10 meter dan direncanakan mengalami pelebaranmenjadi 13 meter dengan panjang jalan 6000 meter.Dengan adanya perubahan tersebut mka diperlukanadanya evaluasi dan penataan ulang agar sesuaidengan kebutuhan penerangan di sepanjang jalantersebut.Kata kunci : PJU, lampu, daya
PENGARUH PENGGUNAAN BELITAN TERSIER PADA TRANSFORMATOR HUBUNGAN Y-Y DALAM MENGURANGI HARMONISA Andre Prasetya; Hery Purnomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator merupakan peralatan listrik yang sangat berpengaruh besar pada sistem ketenagalistrikan. Transformator dirancang untuk menyalurkan energi dengan rugi-rugi sekecil mungkin. Namun, apabila pada sistem tenaga listrik terdapat harmonisa, maka akan sangat berdampak buruk bagi transformator dan alat-alat listrik lainnya. Pada Gardu Induk, biasanya digunakan transformator hubungan Y-Y dengan penambahan belitan tersier yang terhubung Δ. Belitan tersebut digunakan dengan maksud agar harmonisa pada sistem berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh belitan tersier dalam mengurangi harmonisa baik pada beban seimbang maupun beban tidak seimbang. Pada pengujian yang dilakukan di Laboratorium Mesin Elektrik, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya digunakan motor induksi tiga fasa dan dikopel dengan generator DC shunt sebagai pembebanan seimbang, dan digunakan lampu pijar serta lampu LED yang tersusun paralel dan dihubung Y sebagai pembebanan tidak seimbang. Dari hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa transformator hubungan Y-Y dengan penambahan belitan tersier yang terhubung Δ dapat memperbaiki tegangan tidak seimbang dan mengurangi harmonisa. Untuk keadaan beban seimbang tegangan harmonisa berkurang hingga 4,87 V dan arus harmonisa hingga 0,29 mA, sedangkan pada keadaan beban tidak seimbang tegangan harmonisa berkurang hingga 1,69 V dan arus harmonisa hingga 0,16 mA. Kata kunci: transformator tiga belitan, belitan tersier, harmonisa.
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio