Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY-PID DAN KONTROLER PID Darryl Octaviyanto Kusputra; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boost converter merupakan bagian terpenting dalam penggunaan photovoltaic yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan keluaran photovoltaic. Penelitian ini membandingkan waktu steady state tegangan referensi pada boost converter menggunakan pengendali PID dan logika fuzzy pengendali PID. Metode yang digunakan pada penelitian ini  adalah dengan cara mensimulasikan rangkaian boost converter menggunakan simulink Matlab. Pengujian dilakukan dengan memberikan tegangan masukan DC sebesar 12 V pada boost converter dan tegangan referensi sebesar 24 V. Pengendali yang digunakan pada penelitian ini  adalah pengendali PID dan logika fuzzy pengendali PID. Kondisi pengujian yang digunakan pada penelitian ini terdiri tiga tahap yaitu perubahan pada tegangan masukan sebesar -25% sampai dengan +100% dari 12 V, tegangan referensi sebesar +25% sampai dengan +100% dari 24 V, dan beban sebesar +100% sampai dengan +400% dari 100. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah waktu yang dibutuhkan tegangan referensi untuk mencapai steady state pada boost conveter lebih cepat menggunakan logika fuzzy pengendali PID dibandingkan pengendali PID. Kata kunci— Boost converter, logika fuzzy, PID. Abstract Boost converter is the most important part in using photovoltaic which functions to stabilize photovoltaic output voltage. This study compares the steady state time of the reference voltage on the boost converter using PID controllers and PID controller fuzzy logic. The method used in this study is to simulate a boost converter circuit using Matlab simulink. The test is done by giving DC input voltage of 12 V on the boost converter and the reference voltage of 24 V. The controller used in this study is a PID controller and PID fuzzy controller. The test conditions used in this study consisted of three stages, namely changes in the input voltage of -25% to + 100% from 12 V, the reference voltage of + 25% to + 100% from 24 V, and the load of + 100% to with + 400% of 100 . The results obtained from this study are the time needed for the reference voltage to reach steady state at conveter boost faster using PID controller fuzzy logic than PID controller. Keywords— Boost converter, fuzzy logic, PID.
STUDI ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID (DIESEL-ANGIN) DI PULAU KARIMUN JAWA Ditto Adi Permana; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.709 KB)

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negeri seribu pulau. Situasi inilah menyebabkan penyebaran sistem tenaga listrik yang tidak merata disetiap wilayah dan memaksa pulau-pulau terpencil untuk menggunakan generator diesel guna memperoleh sumber daya listrik, sebagai contoh pulau Karimun Jawa. Dengan memanfaatkan sumber energi lain seperti energi angin dan menghibridkan kedua sumber energi listrik tersebut guna membantu suplai daya dan juga pengurangan penggunaan bahan bakar fossil yang semakin lama semakin menipis, maka dengan bantuan software HOMER dapat dilakukan pengoptimasian konfigurasi PLTHybrid (Diesel-Angin) di Pulau Karimun Jawa. Didapat konfigurasi PLTHybrid dengan penggabungan tipe cycle charge/battery storage dengan satu buah generator diesel 400 kW dan 72 turbin angin 800 W dengan melakukan pembagian suplai daya dan pola operasi generator guna mengurangi pemakaian BBM. Besar nilai Net Present Cost (NPC) yang menurun sebesar 56,91% dari PLTD existing. Tetapi konfigurasi ini memiliki Capital Cost sebesar $3563 serta dalam pengadaan komponen PLTHybrid dan biaya perawatan sebesar $213.326 per tahunnya.. Konfigurasi ini pun juga dapat mengurangi pemakaian BBM sebesar 67,69 % dari PLTD existing.Kata kunci : energi terbarukan, Hybrid System (Wind-Diesel), pulau karimun jawa, HOMER.
OPTIMASI PENEMPATAN SVC DAN TCSC UNTUK PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN DAN MENGURANGI RUGI TRANSMISI MENGGUNAKAN METODE REAL-CODED GENETIC ALGORITHM Imam Suwandi; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.184 KB)

Abstract

Peningkatan beban pada sistem tenaga listrik dan letak gardu induk yang jauh dari pembangkit menyebabkan jatuh tegangan yang cukup signifikant dan menimbulkan nilai rugi daya yang besar.Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan FACTS devices, diantaranya SVC (Static Var Compensator) dan TCSC (Thyristor Controlled Series Capacitor). PadapenelitianiniSVC dan TCSC digunakanuntukmengurangi rugi-rugidayatransmisidan mengatasimasalahpenurunan level tegangan. Penentuan lokasi dan kapasitas yang optimal untuk penempatan SVC dan TCSC dilakukan denganmenggunakanmetodeReal-coded Genetic Algorithm (RGA). MetodeiniditerapkanpadasistemtenagalistrikJawa-Bali 500kV dengandua kondisipembebanan, yaitu100% dan 80%. Hasilsimulasimenunjukkan bahwa penggunaan SVC dan TCSC mampu mengurangi rugi daya aktif dan reaktif sebesar 10,56% dan 35,36% pada pembebanan 100%, sedangkan pada pembebanan 80% rugi daya aktif dan reaktif turun sebesar 7,78% dan 24,08%. Selain itu juga mampu memperbaiki tegangan tiap bus pada sistem hinggaberadapadabatastegangan yang diijinkan.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PENGARUH PENGGUNAAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA JARINGAN TRANSMISI JAWA-BALI 500 KV Adhi Purbo Putranto; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem transmisi merupakan salah satu aspek terpenting dari sistem tenaga listrik. Salah satu masalah yang timbul adalah terjadinya kontingensi pada jaringan transmisi yang bisa berdampak pada kestabilan tegangan, penyaluran daya pada konsumen, dan besarnya rugi – rugi pada saluran. Flexible Alternating Current Transmission Systems (FACTS) merupakan peralatan yang dapat memberikan daya reaktif pada bus agar mampu menjaga kestabilan tegangan saat terjadi kontingensi dan dapat digunakan untuk mereduksi rugi daya, perbaikan level tegangan, peningkatan kapabilitas saluran, dan lain-lain. Static Var Compensator  (SVC) merupakan salah satu FACTS device yang  berguna untuk mengatur tegangan pada bus tertentu dengan cara mengontrol besaran reaktansi ekuivalen. Pada penelitian ini, pengaruh SVC terhadap kualitas tegangan dan biaya operasi tahunan sistem Jawa-Bali 500 kV akan dibahas lebih lanjut. Dari hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa pada pembebanan 100%, pemasangan SVC berkapasitas 54 MVAR dan 96 MVAR pada bus 19 dan 21 menimbulkan rata – rata perbaikan profil tegangan sebanyak 0,89% dan penghematan biaya operasi tahunan sebesar 0,05 %. Kata kunci: FACTS device, Aliran Daya Optimal, Kontingensi, SVC ABSTRACT The transmission system is one of the most important aspects of the power system. One problem that arises is the occurrence of a contingency on the transmission network which could affect the stability of the voltage, the power distribution to the consumer, and the magnitude of loss on the branch. Flexible Alternating Current Transmission Systems (FACTS) is a device that can inject reactive power on the bus to be able to maintain voltage stability during a contingency and can be used to reduce power losses, improving voltage levels, increasing the capability of the branch, etc. Static Var Compensator (SVC) is one of the FACTS device that allows you to adjust the voltage on certain bus by controlling the amount equivalent reactance. In this study, the influence of SVC on voltage quality and annual operating costs of the Java-Bali 500 kV will be discussed further. From the results of tests and analysis showed that at 100% loading, installation of SVC capacity are 54 MVAR eand 96 MVAR on buses 19 and 21, the improvement of the voltage profil is 0,89% and an annual operating cost savings 0,05% Keywords: FACTS device, Optimal Power Flow, Contingency, SVC  
ANALISIS PENGGANTIAN RELE ANALOG GEC ALSTOM KE RELE DIGITAL COMPACT PADA BUS 6 kV DI PT. PJB UP GRESIK Eka Citra Agustini; Unggul Wibawa; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen penting dalam sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dapat mengamankan dan meningkatkan keandalan sistem. Penelitian yang dilakukan di PT.PJB UP. Gresik bertujuan untuk mengganti rele yang lama dan melakukan penyetelan ulang rele. Rele yang diganti yaitu rele arus lebih, rele tegangan kurang dan rele sinkronisasi. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa setelan rele yang baru berbeda dengan setelan rele yang lama. Pada analisis setelan rele yang baru didapatkan setelan rele lebih sensitif terhadap gangguan yang terjadi yaitu arus setelan sebesar 876,456 A dengan time dial 0,14 untuk OCR dan 100 A dengan delay 0,26 detik untuk GFR. Sedangkan setelan rele tegangan kurang yang baru sama dengan setelan rele yang lama dan untuk setelan rele sinkronisasi yang baru terjadi perbedaan pada setelan ΔV yaitu nilai setelan yang baru sebesar 458,18 volt. Dari hasil analisis koordinasi rele setelan baru dengan rele yang terpasang pada pembebanan bus menunjukkan koordinasi rele sudah tepat dan urutan kerja rele sudah benar. Kata kunci: rele arus lebih, rele tegangan kurang, rele sinkronisasi, setelan rele.   ABSTRACT One of important component in electrical power system is protection system that can preserve and increase reability of system. The research done at PT. PJB UP. Gresik has two main purposes which are replacing the old relays and resetting relays. Replacement of relays are include overcurrent relay, undervoltage relay and synchronization relay. The results from this research show that new setting relays are different with old setting relays. Also, after analysing new setting relays more sensitive than old setting relays from short-circuit that was 876,456 A with time dial 0,14 for OCR and 100 A with delay 0,26 second for GFR. While the new setting undervoltage relay is the same with the old setting and new setting synchronization relay there is different setting for ΔV that was 458,18 volt. The results from new relays coordination analysis with existing relays on bus 6 kV show that relays coordination and the sequence of working relays are correct. Keywords: overcurrent relay, undervoltage relay, synchronization relay, relay setting.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN DAN PEMBEBANAN TERHADAP MASA GUNA TRANSFORMATOR DAYA Afwega Bagas Kena Pranata; Unggul Wibawa; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan vital dengan inverstasi terbesar pada suatu Gardu Induk. Perawatan yang rutin terhadap transformator daya diperlukan guna memaksimalkan masa guna sesuai yang distandartkan, yaitu berkisar 30 tahun lamanya. Namun tidak jarang tranformator daya mengalami penurunan masa guna disebabkan oleh dua faktor utamanya, yaitu temperature lingkungan dan pola pembebanan. Pada umumnya kedua faktor ini bila melampaui standart yang ditetapkan akan menimbulkan kenaikan temperatur hotspot dimana temperature hotspot  merupakan penentu perhitungan masa guna suatu transformator daya. Berdasarkan hasil penelitian di Gardu Induk Kebonagung, Malang, didapatkan bahwa karakteristik hotspot dapat dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dan pola pembebanan. Namun yang paling dominan adalah pengaruh perubahan beban. Hasil akhir dalam penelitian ini diketahui bahwa temperature lingkungan di Kota Malang masih dalam batas wajar dalam pengoperasian transformator, dibuktikan dengan nilai temperatur akhir hotspot berkisar antara 47,305 oC – 78,982 oC untuk pendinginan ONAN, sedangkan nilai temperatur hotspot untuk pendinginan ONAF antara 45,010 oC – 77,514 oC dengan batas standart IEEE sebesar 110 oC. Sedangkan masa guna transformator hanya sebesar 0,000272% untuk ONAN dan 0,000217% untuk ONAF, dari standart yang ditentukan oleh IEEE untuk batas maksimal pengurangan masa guna transformator sebesar 0,01333%. Jadi dapat dikatakan transformator 5 yang diteliti telah beroperasi selama 23 tahun,  memiliki batas sisa umur wajar yaitu selama 7 tahun lagi. Kata Kunci: Transformator Daya, Hotspot, Temperatur Lingkungan, Masa Guna.   ABSTRACT The power transformer is the vital equipment with the largest invesment in a Substation. Regular maintenance of the power transformer is required to maximize the usability according to standardized, which is about 30 years old. But not infrequently the power transformer has decreased usability caused by two main factors, there is the environmental temperature and load changes. Generally, these two factors when exceeding the specified standard will cause a rise in hotspot temperature where the hotspot temperature is a determinant of the calculation of the useful life of a power transformer. Based on the results of research in Kebonagung main substation, Malang, it was found that the hotspot characteristics can be influenced by ambient temperature and load changes. But the most dominant is the effect of load changes. The final result in this study is known that the environmental temperature in Malang is still within reasonable limits in the operation of the transformer, as evidenced by the final hotspot temperature value ranging from 47.305oC - 78.982oC for ONAN cooling, while the hotspot temperature value for ONAF cooling is between 45,010oC - 77,514oC With IEEE standard limit of 110oC. While the transformer lifetime is only 0.000274% for ONAN and 0.000219% for ONAF, from the standard determined by the IEEE for the maximum limit of transformer life time of 0.01333%. So it can be said that transformer 5 in studied has been operating for 23 years, has a reasonable life restriction limit for 7 more years. Keywords: Power Transformer, Hotspot, Ambient Temperature, Lifetime
ANALISIS PENGARUH ISOLATOR PIRING BERPOLUTAN DI GRESIK TERHADAP ARUS BOCOR PADA KONDISI KERING DAN BASAH Arifin Surya Winarto; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas analisis pengaruh polutan dari udara di Gresik terhadap tingkat arus bocor isolator piring berbahan keramik. Untuk menyamakan kondisi di lapangan, pengujian arus bocor dilakukan pada kondisi kering dan basah, dengan variasi kondisi basah menggunakan curah hujan sebesar 23,38 mm, 58,44 mm, dan 85,5 mm untuk merepresentasikan curah hujan di Indonesia sesuai data dari BMKG. Pada penelitian ini, digunakan 3 variasi jumlah isolator berpolutan dan 3 variasi jumlah isolator bersih yang terpasang pada setiap pengujian. Variasi tegangan uji yang digunakan mulai dari 2 kV hingga 20 kV dengan kenaikan sebesar 3 kV dalam setiap pengujiannya. Dari hasil pengujian ini didapatkan hasil bahwa polutan pada isolator dan curah hujan berpengaruh terhadap arus bocor, karena dari hasil uji kandungan polutan didapatkan hasil bahwa polutan tersebut sebagian besar bersifat logam ataupun semikonduktor yang dapat menurunkan kemampuan isolasi dari isolator jika unsur-unsur kimia tersebut melekat di permukaan isolator. Pada tegangan 20 kV dengan objek uji 3 keping isolator berpolutan dalam kondisi kering, didapatkan nilai arus bocor sebesar 60,73 µA. Sedangkan pada kondisi basah dengan curah hujan sebesar 23,38 mm, 58,44 mm, dan 85,71 mm didapatkan nilai arus bocor berturut-turut sebesar 288,67 µA, 369,97 µA, dan 444,52 µA. Pada penelitian ini, semakin besar curah hujan buatan dan tegangan uji yang diberikan maka arus bocor yang mengalir pada isolator juga akan semakin besar. Arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator piring berbahan keramik akan menyebabkan rugi daya listrik dan rugi energi listrik. Kata kunci: arus bocor, polutan udara, isolator keramik, curah hujan.   ABSTRACT This study discusses about the testing results of leakage current flowing on ceramic suspension type insulator from the influence of air pollution at Gresik. To equate the conditions in the field, the testing of leakage currents was carried out in dry and wet conditions, with variations in wet conditions using rainfall of 23.38 mm, 58.44 mm and 85.5 mm to represent rainfall in Indonesia according to data from BMKG. In this study, 3 variation of insulators are used, both the ones that are in polluted condition and those with clean condition in every test.  Variations in test voltages used range from 2 kV to 20 kV with an increase of 3 kV in every test. From the results of this test it was found that pollutants and precipitation had a huge effect on leakage currents, because the results of the pollutant content test showed that these pollutants were mostly metal or semiconductor which could reduce the insulation ability of the insulator if the chemical elements were stacked to insulator surface. At 20 kV test voltage with 3 pieces of polluted insulator in dry condition, obtained the value of leakage current is 60,73 µA. Meanwhile on wet condition with precipitation level of 23,38 mm, 58,44 mm, and 85,71 mm obtained the value of leakage current  respectively are 288,67 µA, 369,97 µA, and 444,52 µA. In this study, the greater the artificial rainfall and the given test voltage, the greater the leakage current will flow on the insulator. Leaking current that flow on the surface of the plate insulator made of ceramic will cause electrical power loss and loss of electrical energy. Keywords: leakage current, air pollution, ceramic insulator, precipitation.
PENGARUH PEMBEBANAN TIGA FASA SEIMBANG DAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP TEGANGAN KELUARAN PADA TRANSFORMATOR HUBUNGAN DELTA TERBUKA (V-V) Ali Ridho; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pada transformator tiga fasa terdapat hubungan khusus untuk pengoperasian transformator tiga fasa hanya menggunakan dua buah transformator. Kemampuan hubungan transformator yang menggunakan dua buah transformator ini memang berkurang dan hanya digunakan pada saat kondisi tertentu. Hubungan delta terbuka (V-V) merupakan salah satu hubungan transformator tiga fasa yang menggunakan dua buah transformator. Hubungan delta terbuka merupakan modifikasi dari hubungan delta. Apabila salah satu transformator mengalami kerusakan, maka dua transformator lainnya masih dapat dioperasikan untuk menyalurkan daya meskipun kapasitasnya akan berkurang menjadi 57.7%. Pada umumnya beban yang dilayani suatu transformator diusahakan seimbang. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik terjadi pembagian beban yang pada awalnya merata, tetapi karena ketidak serempakan waktu penyalaan beban maka menimbulkan ketidakseimbangan beban yang berdampak pada penyediaan tenaga listrik, dimana ketidakseimbangan beban ini akan mempengaruhi tegangan keluaran pada transformator. Kata kunci : Delta terbuka, Tegangan keluaran, Beban seimbang, Beban tidak seimbang ABSTRACT In a three-phase transformer there is a particular connection for the operation of a three-phase transformer using only two transformers. The capability of transformer connection that uses these two transformers is indeed reduced and only used during certain conditions. Open delta (V-V) connection is one of the three phase transformer connection that uses two transformers. Open delta connection is a modification of the delta connection. If one of the transformers is damaged, the other two transformers can still be operated to supply power even though the capacity will be reduced to 57.7%. Mostly the load that is served by a transformer is balanced.  In supplying the demand for electricity there is an equal distribution of the load at first, but because of the unequal load ignition time, it causes an imbalance of the load which affects the supply of electricity, which is this imbalance load will affect the output voltage of the transformer. Keyword : Open delta, Output voltage, Balance load, Unbalanced load
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PENERAPAN PENERANGAN JALAN UMUM SOLAR CELL UNTUK KEBUTUHAN PENERANGAN DI JALAN TOL DARMO SURABAYA Engga Kusumayoga; Unggul Wibawa; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.011 KB)

Abstract

Krisis energi adalah masalah yang sangatfundamental di Indonesia khususnya masalahkrisis energi listrik. Energi listrik merupakanenergi yang sangat diperlukan bagi manusiamodern. Pada saat terjadi pemadaman listrik,maka banyak kegiatan akan terhenti seketika.Sumber energi matahari merupakansalah satu harapan utama sebagai sumber energialam yang hampir dapat dikatakan tidak akanhabis. Solar cell merupakan suatu panel yangterdiri dari beberapa sel dan beragam jenis.Penggunaan solar cell ini telah banyak digunakandi Negara-negara berkembang dan negara majudimana pemanfaatnya tidak hanya pada lingkupyang kecil, tetapi sudah banyak digunakan untukkeperluan industri dan penerangan jalan umumsehingga energi matahari dapat dijadikan sebagaisumber energi alternatif tertentu. Dalam skripsiini akan di lakukan analisis teknis dan ekonomispenerangan PJU solar cell untuk kebutuhanpenerangan di jalan tol darmo Surabaya.Kata kunci : PJU, lampu, daya
Analisis Pemanfaatan Energi Listrik pada Mesin-mesin Produksi Divisi Pabrikasi Di PT INKA Madiun Kosa Shantia; Unggul Wibawa; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.35 KB)

Abstract

PT INKA bergerak dalam pembuatan gerbong dan kereta penumpang. Beban listrik yang paling banyak membutuhkan konsumsi energi pada sektor industri adalah untuk menyuplai motor listrik. Penghematan energi merupakan salah satu upaya konservasi energi yang dapat dilakukan. Salah satu dampak positif dari penghematan energi adalah pengurangan biaya dari penggunaan energi. Dari hasil perhitungan dan analisis transformator dibebani cukup merata (rata-rata ketidakseimbangan beban <20%) dan dari hasil analisis temperatur motor menyatakan bahwa motor rentan mengalami kelebihan temperatur yang dapat mengakibatkan rugi daya, terutama pada motor kompresor. Pembebanan pada motor listrik cenderung normal, yaitu sebesar 50%-100%. Penggunaan energi listrik untuk mesin-mesin produksi divisi pabrikasi PT INKA adalah sebesar 1.738.767,60 kWh/tahun. Dengan melakukan perbaikan efisiensi motor diperoleh total penghematan sebesar 34.987,55 kWh/tahun namun pengembalian investasinya sangat lama.Kata Kunci— Konservasi energi, Penghematan energi, Motor Listrik.
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andika, Hartono Restu Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Benito, Unedo Arga Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gisaka, Chevin Affily Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio