Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGEREMAN DAN PROTEKSI PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Mochammad Abdul Ghofur; Hery Purnomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada industri, motor induksi digunakan untuk berbagai keperluan, terutama untuk mengoperasikan peralatan-peralatan yang bergerak, seperti konveyor. Pada Laboratorium Mesin Elektrik FT-UB praktikum Mesin Elektrik hanya membahas tentang starting dan penentuan parameter motor induksi tiga fasa. Sedangkan selain permasalahan starting, pengereman dan proteksi merupakan permasalahan penting dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa. Solusi yang dilakukan adalah membuat modul simulator tentang pengereman dan  proteksi motor induksi tiga fasa dari alat keluaran Hampden Engineering Corporation model ACC-100FT yang nantinya mampu menambah bab pada praktikum mesin elektrik. Sehingga hasil yang diharapkan dari penelitian ini mampu menambah pengetahuan tentang praktik pengoperasian mengenai motor induksi tiga fasa. Hasil yang didapatkan adalah pada pengereman metode plugging berbeban, semakin besar kopel beban mekanik maka arus pengereman yang dihasilkan semakin kecil serta waktu yang dibutuhkan motor untuk berhenti  semakin cepat baik dengan pengereman maupun tanpa pengereman. Sedangkan pada pengereman metode plugging tanpa beban besar arus pengereman dan waktu pengereman lebih kecil dibandingkan pengereman metode plugging berbeban. Pada pengereman metode dinamik semakin besar nilai arus injeksi dc maka waktu pengereman yang dihasilkan akan semakin cepat. Begitu juga semakin besar kopel beban mekanik maka waktu pengereman yang dihasilkan juga akan semakin cepat. Pada pengujian proteksi overload motor induksi tiga fasa semakin besar arus overload, maka waktu trip TOR akan semakin cepat. Kata kunci— motor induksi, pengereman, proteksi. ABSTRAC In industry, the induction motor is used for various purposes, mainly to operate the equipment moves, such as conveyors. In the Electrical Machine  Laboratory FT-UB,  Electrical machine practicum  just talking about the starting and the determination of the three-phase induction motor parameters. Meanwhile, in addition to problems of starting, braking and protection is an important issue in the operation of three phase induction motor. A solution that does is make the simulator module on braking and protection of three phase induction motors of the output devices Hampden Engineering Corporation ACC-100ft models that will be able to add a chapter on practical electric engine. So that the expected results of this research can increase knowledge about the operating practices of the three-phase induction motor. The results obtained arethe method of plugging braking load, the greater the mechanical load, the current coupling generated braking getting smaller and the time required to stop the faster the motor either by braking or without braking. While the plugging braking method without a large load current braking and braking times smaller than the braking load plugging method. In the dynamic method the greater braking current value of the dc injection braking time will be more quickly generated. Likewise, the greater the mechanical load coupling the resulting braking time will be faster. In testing the overload protection of three phase induction motors greater overload currents, the TOR trip time will be faster. Keywords— induction motors, braking, protection
PERBAIKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT DENGAN MEMANFAATKAN ARANG SEKAM PADI Wiwin Wahyuni; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang resistansi pentanahan elektroda plat dengan memanfaatkan arang sekam padi. Elektroda yang digunakan adalah elektroda pelat yang terdiri dari 2ukuran yang berbeda yang terbuat dari aluminium. Penelitian yang dilakukan meliputi penambahan ketinggian media tanah dan media arang sekam padi, ukuran elektroda pelat, posisi elektroda pelat, dan tingkat kadar air dalam arang sekam padi terhadap nilai resistansi pentanahan. Semakin banyak penambahan media arang, maka nilai resistansi pentanahannya semakin kecil. Juga semakin luas permukaan elektroda maka resistansi pentanahan juga semakin kecil. Dan semakin banyak kadar air yang ditambahkan pada arang sekam padi  maka nilai resistansi pentanahannya semakin kecil. Dalam penelitian ini didapatkan nilai resistansi pentanahan terkecil berada pada elektroda B dengan ukuran 50x75cm pada kadar air 80% pada kedalaman 100cm yaitu 30 ohm. Kata kunci: arang sekam padi, elektroda plat,resistansi pentanahan
Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Tahun 2012-2022 Pada PT. PLN Area Pelayanan Jaringan Malang Dengan Metode Gabungan Pradana Anoraga Tinto; Unggul Wibawa; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.052 KB)

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan konsumsi energi listrik tidak sejalan dengan pertumbuhan pusat-pusat pembangkit energi listrik, begitu pula yang terjadi di PT. PLN APJ Malang. Prakiraan kebutuhan energi listrik PT. PLN APJ Malang pada 10 tahun kedepan ini menggunakan metode gabungan yaitu suatu metode  yang disusun dengan menggabungkan beberapa model seperti ekonometri, kecenderungan, dan analitis. Dengan  pendekatan  sektoral  yaitu  suatu  pendekatan dengan mengelompokan pelanggan menjadi 4 sektor (rumah tangga, bisnis, umum, dan  industri). Prakiraan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah pelanggan dan pertumbuhan konsumsi energi listrik pelanggan. Data-data yang digunakan adalah pertumbuhan selama lima tahun  sebelumnya. Hasilnya adalah berupa prakiraan pertumbuhan jumlah konsumsi energi listrik dimana sektor bisnis memiliki pertumbuhan konsumsi paling besar yaitu sebesar 8,45% setiap tahunnya pada 10 tahun kedepan, pada pelanggan dengan daya lebih kecil  sama dengan dari 450 VA mengalami penurunan secara kontinyu pada 10 tahun kedepan (kecuali pada sektor industri), dan pertumbuhan konsumsi energi listrik total sebesar 6,84% setiap tahunnya pada 10 tahun kedepan. Kata kunci: prakiraan beban listrik, metode gabungan, APJ.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS LAMPU TERHADAP EFIKASI CAHAYA, FAKTOR DAYA, DAN BIAYA ENERGI LISTRIK PADA BANGUNAN RUMAH TANGGA Rizqi Wahyu Rahmariadi; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya penghematan energi listrik adalah dengan meningkatkan kualitas daya listrik, khususnya untuk penerangan rumah tangga. Tiap jenis lampu memiliki efikasi cahaya, faktor daya, daya listrik, dan biaya listrik yang berbeda-beda. Lampu yang paling sering digunakan untuk penerangan rumah tangga adalah lampu pijar dan compact fluorescent lamp (CFL). Kemudian muncul teknologi lampu LED (Light Emitting Diode) yang memiliki banyak kelebihan. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas perbandingan efikasi cahaya, faktor daya, dan biaya energi listrik dari ketiga jenis lampu. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dapat diketahui untuk efikasi cahaya Kpijar = 23, 816 lm/watt, KCFL = 59,494 lm/watt, KLED = 280,528 lm/watt. Untuk faktor daya cosφpijar = 0,9725; cosφCFL = 0,6809; cosφLED = 0,8694. Untuk biaya energi listrik lampu pijar Rp. 190.077,66 ; CFL Rp. 133.013,82 ; lampu LED Rp. 127.015,00. Dalam jangka waktu 10 tahun pada lampu CFL didapatkan penghematan biaya sebesar 30,03% dan pada lampu LED sebesar 33,18%.Kata Kunci : lampu, faktor daya, biaya energi listrik, efikasi cahaya,
STUDI PERENCANAAN UPRATING SALURAN TRANSMISI 70 kV MENJADI 150 kV JALUR GI BANGIL – GI BLIMBING Rizky Hamid Robbyansyah; Teguh Utomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uprating saluran transmisi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyalurkan daya lisrik. Pada penelitian ini membahas tentang aspek teknis dalam perencanaan pembangunan uprating saluran transmisi  70 kV menjadi 150 kV jalur GI Bangil – GI Blimbing. Beberapa aspek yang diteliti meliputi pemilihan tower, tipe penghantar, andongan, isolator, pentanahan kaki menara serta analisis aliran daya. Metode penelitian yang digunakan adalah menghitung dan menentukan aspek penelitian berdasarkan data transformator, penghantar dan beban puncak dalam selang waktu mulai Desember 2013 hingga Desember 2014 serta mensimulasikan aliran daya. Kondisi untuk analisis aliran daya menggunakan software ETAP 12.6 adalah pada saat sebelum uprating dan sesudah uprating. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, antara lain peralatan yang terpasang pada saluran transmisi serta nilai jatuh tegangan dan rugi daya saat sebelum dan sesudah dilakukan uprating. Kata kunci— Uprating, transmisi 150 kV, jatuh tegangan, rugi daya. Abstract Uprating of transmission lines aims to increase the electric power transfer capability. In this study discussed the tehnical aspects of uprating development planning of overhead transmission lines 70 kV to 150 kV line GI Bangil – GI Blimbing. Some aspect examined include the selection of towers, types of conductors, sagging, insulator, grounding and load flow analysis. The research method used is to calculate and determine of research aspect based on data of transformer, conductors and peak of load in the interval from December 2013 to December 2014, and simulating loadflow. The conditions for this load flow analysis are use ETAP 12.6 software at before uprating and after uprating. The results obtained in this study, includi equipment installed on transmission line and the value of drop voltage and power loss at before and after uprating. Keywords— Uprating, transmission 150 kV, drop voltage, losses.
Analisis Konsumsi dan Penghematan Energi di SMK MA’ARIF KOTA BATU Lavelia Permata C.; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

– Sekolah merupakan salah satu instrumen yang sangat vital dalam dunia pendidikan. Besarnya penggunaan listrik di sekolah terkadang menjadi suatu permasalahan yang akhirnya dapat menghambat proses belajar mengajar di sekolah tersebut. SMK Ma’arif merupakan salah satu sekolah yang bersifat swasta. Sebagai sekolah swasta maka audit sangat diperlukan karena sekolah ini dapat menghabiskan sekitar 900 kWh/bulan nya atau 10.800 kWh/tahun atau sama dengan Rp.7.333.200/tahun Dengan Intensitas Konsumsi Energi sebesar 0.455 kWh/meter2/bulan yang tergolong efisien sesuai standard Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia tahun 2004 Tetapi audit dan penghematan akan membuat IKE semakin efisien.Usaha audit energi di sekolah ini dilakukan di sektor penerangan karena sektor ini lah yang sangat mungkin dilakukan penghematan mengingat dalam sektor lain terdapat berbagai regulasi yang mengikat seperti mutu dan standard dari pusat. Dari hasil perhitungan, dalam sektor penerangan dapat dilakukan penghematan sebesar 34.5% atau sekitar 1.108,08 kWh/tahun. Jika dirupiah kan sebesar Rp.752.386/ tahun dengan investasi penggantian lampu yang menghabiskan dana Rp. 653.500 untuk harga lampu nya saja. Rekomendasi yang disarankan adalah penggantian lampu jenis TL dengan lampu hemat energi yang sudah banyak di temukan di pasaran. Kata kunci – Audit Energi, Penghematan Energi, Sekolah, Intensitas Konsumsi Energi (IKE), penerangan.
ANALISIS PENGARUH JARAK RAMBAT ISOLATOR POS TERHADAP ARUS BOCOR PADA KONDISI KERING DAN BASAH Nur Subhan; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator merupakan bagian terpenting dalam sistem ketenagalistrikan di Indonesia yang bekerja pada ruang terbuka. Pada penelitian ini akan menguji nilai arus bocor yang terjadi pada isolator pos yang dilakukan di kondisi kering dan basah dengan variasi debit pembasahan. Isolator pos yang digunakan sebagai objek uji berjumlah empat dengan jarak rambat dan bentuk yang berbeda-beda. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data arus bocor pada isolator pos secara langsung di Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Pengujian menggunakan rangkaian listrik tegangan tinggi AC dengan rentang besar tegangan uji 5, 10, 15, 20 dan 25 kV. Kondisi untuk pengujian ini terdapat duat yaitu kondisi kering dan kondisi basah dengan variasi debit pembasahan sebesar 16, 30,33, dan 60 mL/s yang mengacu pada tren curah hujan yang terjadi di Indonesia. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, antara lain arus bocor pada isolator akan mengalami peningkatan terutama pada debit pembasahan yang tertinggi sehingga akan terjadi rugi daya yang lebih besar serta pengaruh variasi jarak rambat isolator pos terhadap nilai arus bocor. Kata kunci— Arus bocor, intensitas pembasahan, isolator, jarak rambat. Abstract Isolators are the most important part of the electricity system in Indonesia that works in open space. In this study we will discuss the value of leakage currents that occur in post insulators carried out in dry and wet conditions with a variation of wetting intensity. Post insulators are used as different objects with different creepage distances and shapes. The research method used is to retrieve leaky current data on a direct post insulator at the High Voltage Laboratory in Brawijaya University. The test uses AC high voltage circuits with a voltage range of 5, 10, 15, 20 and 25 kV. The conditions for this test are dry conditions and wet conditions with variations in wetting intensity of 16, 30.33, and 60 mL/s needed in the trend of rainfall that occurs in Indonesia. The results obtained in this study, the leakage current on the insulator will increase at the higher wetting discharge so that there will be increase of power loss and variations of the post insulator creepage distance to the value of the leakage current. Keywords— Creepage distance, insulator, leakage current, wetting intensity.
KAJIAN EFISIENSI KONVERSI ENERGI PADA STAR ENERGY GEOTHERMAL (WAYANG WINDU) LTD., JAWA BARAT Warda Islamiyah; Teguh Utomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.649 KB)

Abstract

Abstrak—Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.,merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panasbumi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki 2unit pembangkit, yaitu unit 1 dengan kapasitas produksilistrik sebesar 110 MW dan unit 2 dengan kapasitasproduksi listrik sebesar 117 MW, sehingga total dayalistrik yang dibangkitkan adalah sebesar 227 MW.Objek penelitian ini adalah pada unit 1 yang manasudah beroperasi sejak tahun 2000.Penelitian inidimaksudkan untuk mengetahui performansi mesinpengonversi energi yaitu turbin dan generator sertamengetahui efiensi overallnya dan juga efisiensi adiabatiksistem.Dari perhitungan yang telah dilakukan,didapatkan nilai efisiensi turbin, generator, overall danadiabatic yang cenderung konstan, yaitu berturut-turutsekitar 78.8%, 87%, 68.6%, dan 70.28%. Padaperhitungan optimasi, tekanan optimum separator adalahsebesar 10.2 bar menghasilkan daya output turbinmaksimal sebesar 131.54 MW dan efisiensi sebesar78.87%.Perhitungan dilakukan menggunakan data 4tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 s/d 2013.Kata Kunci—Energi e\terbarukan, konversi energi, pltpb,efisiensi, Single Flash System, optimasi daya.
ANALISIS PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI CATU DAYA PADA BTS PT.TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Alief Nasruddin; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan komponen jaringan telekomunikasi seluler yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yang merupakan perangkat interface antara pelanggan dan MSC (Mobile Switching Centre) berfungsi sebagai penerima dan pemancar gelombang radio. Salah satu unsur penting dari BTS adalah sistem catu daya yang berfungsi sebagai sumber energi untuk perangkat seluler dan nonseluler. Panel surya yang terpasang pada BTS PT.Telkomsel di Pulau Giligenting Madura memiliki kapasitas daya nominal 14.400 Wp. Dengan kapasitas yang besar tersebut maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama menggantikan peran PLN dan generator set, untuk menjadikan panel surya sebagai catu daya utama maka dibutuhkan perhitungan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang sesuai dengan kebutuhan energi beban harian. Setalah dilakukan perhitungan maka didapatkan kebutuhan energi beban harian yang terpasang yaitu 27.616,58 Wh, maka didapatkan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang dibutuhkan berturut-turut 7.337,73 Wp, 1.818 Ah, 135,9 A, dan 178 W. karena panel surya yang terpasang sudah memenuhi kebutuhan energi beban harian maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama. Waktu cadang baterai ketika tidak terdapat sinar matahari dengan nilai DOD 80 % adalah 8 hari dan untuk nilai DOD 20% adalah 2 hari. Kata kunci: panel surya, BTS, energi beban harian, catu daya
RANCANG BANGUN PENGENDALI PUTARAN MOTOR ARUS SEARAH MENGGUNAKAN ARDUINO UNTUK MENGATUR TEGANGAN KELUARAN AUTOTRANSFORMATOR TIGA FASA Ayyub Setiyoso; Mahfudz Shidiq; Unggul wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autotransformator tiga fasa merupakan sumber energi listrik tiga fasa yang dapat diatur nilai tegangan keluarannya. Autotransformator tiga fasa yang digunakan untuk praktikum sistem daya elektrik, saat ini rusak dan kurang efisien, sehingga perlu pembaruan alat untuk menunjang praktikum. Membuat autotranformator dengan memanfaatkan arah putar motor arus searah yang dikendalikan menggunakan H-bridge yang dihubungkan menggunakan transmisi sabuk-V untuk mengatur tegangan dan membuat tampilan tegangan dalam digital menggunakan pembacaan sensor tegangan dan sebagai kontrol unit menggunakan arduino uno, sehingga lebih efisien dalam pengunaan dan mendapatkan nilai tegangan yang lebih cepat dan akurat. Pengujian dilakukan di Laboratorium Sistem Daya Elektrik, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. H-bridge menggunakan 2 mosfet irf9540 dan irf540. Konversi pembacaan nilai sensor tegangan menggunakan regresi linier terdapat kesalahan rata - rata sensor A 0,685% dan sensor B 0,652%. Pengujian autotransformator secara keseluruhan mendapatkan hasil kesalahan sebesar 0,799% sisi kirim dan 1,711 sisi terima. Pengujian praktikum sistem daya elektrik membandingkan penggunaan autotransformator dengan putaran motor dengan autotransformtor konvensional pada percobaan tanpa beban tidak ada perbedaan, pembebanan 220 Ω terjadi penurunan tegangan 5V sisi kirim dan 6V sisi terima, pembebanan 220 Ω 400mH terjadi penurunan tegangan 6,3V sisi kirim dan 7V sisi terima, terjadi perbedaan penyaluran tegangan autotranformator dengan putaran motor dengan konvensional karena autotransformator dengan putaran motor dapat menyesuaikan tegangan kembali. Kata kunci: autotransformator tiga belitan, motor arus searah, H-bridge, sensor ZMPT101B, transmisi sabuk-V. ABSTRACT Three phase autotransformer is a three-phase electric energy source that can be regulated value of output voltage. The three phase autotransformators used for electrical power system practice, are currently broken and less efficient, so it needs an update tool to support practice. Create autotranformator by utilizing direct-current direction motor rotation which is controlled using H-bridge connected using V-belt transmission to regulate voltage and create voltage display in digital using voltage sensor reading and as control unit using arduino uno, so it’s more efficient in usage and get a faster and more accurate voltage value. The test was conducted at Electrical Power System Laboratory, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Brawijaya University. H-bridge using 2 irf9540 and irf540 mosfet. Conversion readings of sensor values ​​using linear regression there is an average error sensor A 0.685% and sensor B 0.652%. The overall autotransformator testing resulted in an error of 0.799% on sending side and 1,711 on receiving sides. Electrical power system practice test compare the use of autotransformator with motor rotation with conventional autotransformtor in the no-load experiment, the reult is no difference, 220 Ω resistive load there is a decrease of 5V on sending side and 6V on receiving sides, 220 Ω resistive load and 400mH inductive load there is a decrease of 6.3V on sending side and 7V on receiving sides, there is a difference in the distribution of autotranformer with motor rotation and concensional autotransformer because autotransformator with motor rotation can adjust the voltage back. Keywords: three winding autotransformer, direct current motor, H-bridge, ZMPT101B sensor, V-belt transmission
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andika, Hartono Restu Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Benito, Unedo Arga Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gisaka, Chevin Affily Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio