Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Civil Society (Indonesian Islamic Business Forum) dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Tsunami Selat Sunda Erna Rochana; Ani Agus Puspawati; Vina Karmilasari; Damar Wibisono
Administratio Vol 13 No 2 (2022): Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administratio.v13i2.325

Abstract

Bencana tsunami Selat Sunda meninggalkan trauma dan berdampak pada perekonomian masyarakat. BNPB memiliki misi pemulihan daerah pascabencana dengan recovery yang baik melalui kolaboratif multi stakeholder. Indonesia Islamic Bussiness Forum (IIBF) merupakan salah satu lembaga yang mengambil peran dalam pemulihan ekonomi pascabencana tsunami Selat Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran IIBF dalam mewujudkan pemulihan ekonomi pascabencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana tsunami Selat Sunda yang dilakukan IIBF melibatkan dua mitra, yaitu: mitra binaan (warga terdampak) dan mitra “stakeholder”. Melalui kolaborasi stakeholder, muncul kebersamaan dalam menghadapi berbagai permasalahan, berbagai risiko, pemenuhan kebutuhan sumber daya, serta tanggung jawab dan balas jasa yang diharapkan oleh masing-masing anggota kelompok. Tata kelola pemerintah kolaboratif menjadi penting dan dibutuhkan untuk menangani berbagai masalah yang terjadi akibat dari bencana.
Mr. Kekerasan Seksual di Kampus: Evaluasi Kebijakan Pemerintah dan Persepsi Masyarakat Melalui Studi Agni Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Waskito Aji, Ginanjar Agung; Fadholi Rofif, Muhammad; Raidar, Usman; Wibisono, Damar; Mahmud, Imam
Winter Journal: IMWI Student Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Winter Journal: IMWI Student Research Journal
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/wt.v6i2.72

Abstract

Sexual violence in the university environment is an increasingly important issue to address, especially in Indonesia, where many victims of cases that are not handled properly and receive little attention so that they do not get justice. The case study of Agni at Universitas Gadjah Mada (UGM) reflects the serious challenges in handling sexual violence. Through a qualitative approach from various sources, such as mass media, journals, and news to analyze the factors that influence the findings, there is a lack of understanding of sexual violence. Added specific details about data sources (n=25 media articles, n=12 peer-reviewed journals, policy documents), sampling strategy, and analysis technique (thematic content analysis). There is also social stigma and victim blaming that prevent victims from reporting. The media has a role in shaping public perception of this issue. This study suggests that there is a need for better education on gender equality and sexual violence, as well as evaluating and improving existing policies to provide effective protection for victims. Explicitly articulated the study's novelty through three dimensions: (1) integrated analysis of institutional policy, media discourse, and victim-centered perspectives, (2) focus on implementation gaps in Indonesian context, (3) contribution to Southeast Asian university literature. With the right steps, it is hoped that the educational environment will become a safe and supportive place for all students, so that they can get a safe place to study without fear of violence.
Rekayasa Sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Sungai Pitung, Kalimantan Selatan Branden Jaya Tivantara; Bartoven Vivit Nurdin; Ifaty Fadliliana Sari; Damar Wibisono
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 7, No 02 (2025): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v7i02.14980

Abstract

The implementation of the Hasnur Centre Foundation Knitting KUBE in Sungai Pitung Village to create an economic ecosystem. The researcher used a social engineering study to analyze the implementation of the Knitting KUBE. The method used in this research. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that there was social mapping and stakeholder coordination, group formation and capacity strengthening, and stakeholder coordination, group formation and capacity building, and action evaluation in the implementation of the Knitting KUBE by the Hasnur Centre Foundation. Social engineering improves the skills of its members and creates economic opportunities. However, there is a need to understand the characteristics of the community to prevent dependency on the program. With that, cultural development is needed to realize the mindset and cultural values of an advanced society. That is advanced. The discourse on cultural development can be translated through government policy by maximizing stakeholder collaboration in implementation.
Tapis Social Entrepreneurship Orientation as a Cultural Preservation Instrument in Lampung Herlin Nurristania Aulia; Junaidi; Damar Wibisono
JGov: Journal of Governmentality Vol. 1 No. 02 (2025): JGov: Journal of Governmentality
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawaraman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/jgov.v1i2.1

Abstract

Tapis cloth, which is a traditional textile work originating from the Lampung Region, is important to preserve. National, Regional Governments, and also MSMEs are important aspects in contributing to this preservation. Social entrepreneurship is one of the efforts in cultural preservation. This study aims to reveal the orientation of social entrepreneurship in the Jejama Kham filter business in Katon State Village, Pesawaran, through a qualitative method with a literature review approach supported by field data. This research uses the theory of innovation by Schumpeter which states that economic progress and growth can be achieved with innovations made by an entrepreneur to create a change. The results of the study show that Jejama Kham's filter business is not only oriented to material profits but also fully tries to preserve Lampung filter fabric. Not only that, Jejama Kham's filter business is also in line with Schumpeter's innovation theory because in practice Jejama Kham applies many innovations in a series of stages of filter fabric production.
Budaya Pembajakan Film dan Dampaknya terhadap Industri Kreatif: Studi Kasus Penggunaan LK21 oleh Mahasiswa Sosiologi Fisip UNILA Samosir, Kezia Keren Hapuk; Hani Dwi Kartika Putri; Damar Wibisono; Imam Mahmud; Usman Raidar
INTEKSIS Vol 12 No 1: Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66003/inteksis.v12i1.10494

Abstract

Kesenjangan antara idealisme dengan realitas dalam konteks Undang-Undang Hak Cipta serta praktik pembajakan film di platform Layar Kaca 21 menjadi perhatian utama dalam penelitian ini, dengan maksud untuk menggali motivasi di balik preferensi konsumen atau informan terhadap situs ilegal daripada layanan legal seperti Netflix, Viu, WeTV, dan sejenisnya. Setelah itu, penelitian ini juga menganalisis apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan pemerintah dan industri kreatif untuk menanggulangi masalah ini. Dalam penelitian ini, digunakan metode pendekatan kualitatif yang memanfaatkan wawancara semi-terstruktur serta telaah pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara semi-terstruktur telah dilaksanakan dengan lima mahasiswa Sosiologi Fisip UNILA secara aktif memilih LK21 sebagai platform utama untuk menonton film. Data yang dihasilkan berupa data primer dan data sekunder bersumber dari bahan bacaan peneliti. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa aksesbilitas dan kondisi ekonomi menjadi pendorong utama bagi informan dalam menonton film ilegal di platform seperti LK21. Masalah ini menjadi serius karena industri kreatif di bidang perfilman dilanda kerugian akibat adanya oknum yang melakukan penduplikasi dan mengomersialkan karya cipta orang lain. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 menetapkan segala tugas dan fungsi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) menjadi pedoman bagi pemerintah dalam hal penanggulangan masalah budaya pembajakan film yang kian marak terjadi.
PERTUKARAN SOSIAL PETANI KAKAO DENGAN KOPERASI KONSUMEN BINA SEJAHTERA PESAWARAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KAKAO DI KECAMATAN WAY RATAI DAN KEDONDONG Mahmud, Imam; Wibisono, Damar
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i3.67715

Abstract

Cocoa (Theobroma Cacao L) has a significant role in the national economic condition because most of the cocoa plantations in Indonesia managed by cocoa farmers, including in the Way Ratai and Kedondong District, Pesawaran Regency, Lampung. However, the cocoa production in the area is still not optimal due to the old age of the cocoa plants and traditional cultivation techniques. Therefore, a partnership with the Koperasi Bina Sejahtera Pesawaran Consumer (KBSP) is needed. This research purpose to knowing the partnership between cocoa farmers and Koperasi KBSP using social exchange theory. The method used is descriptive qualitative. The results showed that the first step of cooperation between cocoa farmers and Koperasi KBSP carried out through an agreement without any conditions for cocoa farmers but only needed a letter of commitment so that the number of cocoa farmers who registered as members of the Koperasi KBSP increased. This condition strengthened by several program plans to increase cocoa productivity in the Way Ratai and Kedondong District, including ensuring the supply of quality seeds, the certainty of additional income while waiting for the harvest period, and profits in the process of selling cocoa plants. Results of the study strengthen social exchange theory which explains four main constituents: the existence of reinforcement tools in the form of rewards and resources, exchange mechanisms based on subjective cost-reward analysis, structure and social capital that stimulate social exchange, and reciprocity that creates duty between parties involved in the social exchange.Keywords: Cooperation, Partnership, Cooperative, Social Exchange AbstrakTanaman Kakao (Theobroma Cacao L) memiliki peranan cukup penting bagi perekonomian nasional, karena sebagian besar perkebunan kakao di Indonesia dikelola oleh rakyat, diantaranya yaitu di wilayah Kecamatan Way Ratai dan Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Akan tetapi, produksi kakao yang dihasilkan oleh petani kakao di wilayah tersebut belum optimal karena  usia tanaman yang sudah tua dan teknik budidaya tradisional. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya kerja sama kemitraan dengan koperasi Konsumen Bina Sejahtera Pesawaran (KBSP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerja sama kemitraan antara petani kakao dengan Koperasi KBSP dengan menggunakan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah awal kerja sama antara petani kakao dengan Koperasi KBSP dilakukan melalui perjanjian tanpa syarat apapun bagi petani kakao, tetapi hanya dibutuhkan surat komitmen kerja sama, sehingga jumlah petani kakao yang mendaftar sebagai anggota koperasi mengalami peningkatan. Kondisi tersebut diperkuat oleh beberapa rencana program untuk meningkatkan produktivitas kakao Kecamatan Way Ratai dan Kecamatan Kedondong, yang meliputi kepastian penyediaan bibit yang berkualitas, kepastian tambahan penghasilan selama menunggu masa panen, dan keuntungan dalam proses penjualan tanaman kakao. Hasil penelitian memperkuat teori pertukaran sosial yang menjelaskan empat empat konstituen utama yaitu adanya alat penguatan berupa imbalan dan sumber daya, mekanisme pertukaran berdasarkan analisis biaya-imbalan subjektif, struktur dan modal sosial yang menstimulus terjadinya pertukaran sosial, dan timbal balik yang menciptakan kewajiban di antara para pihak yang terlibat dalam pertukaran sosial yang saling menguntungkan. Kata Kunci: Kerja Sama, Kemitraan, Koperasi, Pertukaran Sosial