Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Implementasi Budaya Baca Sebelum Pembelajaran Dan Dampaknya Terhadap Minat Baca Siswa Kelas V SDN 2 Tanjung Tahun Ajaran 2024/2025 Huzairin, Huzairin; Ramzi, H muhajirin; Fitriana, Maulida Arum
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya baca sebelum pembelajaran serta menganalisis dampaknya terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Budaya baca merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, yang dilaksanakan melalui kegiatan membaca selama 10–15 menitsebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru kelas, kepala sekolah, dan siswa di SDN 2 Tanjung, serta didukung oleh data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya baca dilakukan secara rutin setiap pagi dan melibatkanseluruhwargakelas, termasuk guru sebagai model pembaca. Strategi yang digunakan meliputi penyediaan pojok baca, kebebasan memilih buku, dan kegiatan lanjutan seperti diskusi atau resensi sederhana. Dampak positif dari kegiatan in iterlihat dari meningkatnya antusiasme siswa dalam membaca, bertambahnya frekuensi meminjam buku, serta tumbuhnya kebiasaan membaca di luar jam pelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kemampuan literasi siswa, seperti pemahaman bacaan dan perluasan kosa kata.
Pengaruh Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas V SDN I Sukadana Tahun Pelajaran 2024/2025 Sapriadi, Hairul Rizka; Fitriana, Maulida Arum; Muhajirin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN I Sukadana Tahun Pelajaran 2024/2025. Pada jenis penelitian kuantitatif, pendekatan pretest menggunakan one grup pre test and post test design. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen dan variabel devenden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Buku Cerita Bergambar, sedangkan Variabel terikat penelitian ini adalah Kemampuan Membaca Pemahaman. Besar sampelya adalah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu pre test pos test, pre test untuk melihat Kemampuan awal siswa,sedangkan post test digunakan untuk melihat sejauhmana perkembangan siswa setelah melakukan rreatmenr, dengan analisa uji t, hasil menunjukkan bahwa penerapan Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa memiliki pengaruh yang signifikan
Penerapan Metode (Struktural Analitik Sintetik) Sas Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 SDN 4 Selengen Tahun Pelajaran 2024/2025 Sukur, Sukur; Fitriana, Maulida Arum; Rahayu, Fitriani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca awal adalah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa. Penguasaan yang baik dalam membaca awal dapat mendukung peningkatan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Siswa pada jenjang kelas awal memiliki tingkat konsentrasi yang rendah, sehingga dibutuhkan penggunaan alat dan media pendukung untuk meningkatkan minat serta mempermudah pemahaman dalam proses pembelajaran. Ketika membahas metode mengajar, hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran. Metode SAS adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca permulaan yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni: tahap struktur yang menyajikan kalimat secara utuh, tahap analitik yang menguraikan bagian-bagian dari kalimat tersebut, dan tahap sintetik yang menyusun kembali bagian-bagian itu menjadi bentuk kalimat semula. Tujuan penelitian merupakan gambaran-gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : Untuk mendedikasikan bagaimana metode (Struktural Analitik Sintetik) SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 DN 4 Selengen. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Secara umum, masih banyak siswa yang belum lancar dalam membaca, sehingga nilai hasil belajar mereka belum mencapai standar ketuntasan minimal. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 20% siswa termasuk dalam kategori Tuntas, 20% berada pada kategori Tuntas, 50% tergolong Tidak Tuntas, dan 10% masuk dalam kategori tidak tuntas, ini berdasarkan dari kemampuan membaca jumlah huruf yang mampu dibaca oleh siswa. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% siswa berada pada kategori Tuntas, 30% berada dalam kategori tuntas, sehingga total ketuntasan siswa dalam membeca permulaan yaiyi 90%. sedangkan 10% termasuk kategori tidak tuntas, ini berdasarkan penilayan dari penungkatan kemampuan membaca siswa pada siklus II.
Pengaruh Media Papan Flanel Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Kelas 1  SDN 3 Bentek Tahun Ajaran 2023/2024 Isna Qorimah; Maulida Arum Fitriana; Tuti Alawiyah
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/bvavpb04

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh papan flanel terhadap peningkatan prestasi matematika siswa kelas 1 SDN 3 Bentek. Dusun Selelos, Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pada jenis penelitian kuantitatif, pendekatan pretest menggunakan 0ne group pretest and posttest design. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas  dan variabel terikat Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bahan flanel. Sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah hasil belajar matematika. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh yakni seluruh kelas 1 SDN 3 Bentek dengan jumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan yang peneliti gunakan gunakan yaitu pree test post test, pree test untuk melihat kemampuan awal siswa, sedangkan post-test di gunakan untuk melihat sejauh mana perkembangan siswa setelah melakukan treatment, dengan analisis uji t. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media papan flanel terhadap hasil belajar siswa memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini di buktikan dengan hasil rata-rata skor pre-test 53,5 % sedangkan rata-rata post test 76,0% . Begitu juga hasil perhitungan yang di dapat t hitung sebesar 12,795 > t tabel 0,468 dengan signifikan 5% dengan demikian t hitung > t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari media pembelajaran papan flanel terhadap hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan.
Implementation Of Audio-Visual Media In Science Learning In Class Iv A (Case Study At Tanjung 2 Public Elementary School, 2024/2025 Academic Year) Vera Para Dila; M. Taufik; Maulida Arum Fitriana
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i4.9365

Abstract

This study aims to describe the implementation of audio-visual media in learning Natural and Social Sciences (IPAS) in class IV A of SD Negeri 2 Tanjung in the 2024/2025 academic year. The main focus of this research includes two things, namely: (1) the steps of using audio visual media in the IPAS learning process, and (2) the use of audio visual media in the learning evaluation process.This research used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using the Miles and Huberman Model. The results showed that the steps of using audio-visual media started from careful planning by the teacher, selecting media in accordance with the material, implementing learning with the help of learning videos, and closing in the form of discussion and reflection. Audio visual media is not only used in delivering material, but also in the learning evaluation process. Teachers utilize video-based interactive quizzes, as well as digital worksheets inserted in the show to measure student understanding in a direct and fun way.The use of audio-visual media is proven to increase students' learning motivation, facilitate understanding of IPAS concepts, and make the evaluation process more interesting and participatory.This finding shows that audio-visual media can be an effective learning tool, both in delivering material and in the process of assessing student learning outcomes.
Improving The Ability Of Subtracting Small Numbers By Large Numbers Using The Jurang Board Media For 2nd Grade Elementary School Students At Sdn 4 Gondang In The 2024/2025 Academic Year Surhana Surhana; M. Taufik; Maulida Arum Fitriana
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i4.9366

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using a cliff board in improving the ability of second-grade students at SDN 4 Gondang in subtraction operations between small and large numbers. This study is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of two sessions, each allocated 2×35 minutes per session. Each cycle includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data was collected through post-test assessments at the end of each cycle and observations of teacher and student activities during instruction. The results of the study indicate an improvement in student learning outcomes, with the average student score increasing from 54 in Cycle I to 84.5 in Cycle II. Student learning achievement also improved significantly from 45% in Cycle I to 90% in Cycle II. Thus, the use of the abacus board medium was proven effective in improving students' ability in subtraction operations.  
Peran Pendidikan Sains dalam Mengembangkan Kompetensi Abad 21 pada Sekolah Dasar Maulida Arum Fitriana; I Wayan Suastra; Ida Bagus Putu Arnyana; I Made Citra Wibawa
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 1 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/napw9294

Abstract

This study aims to identify the role of science education in developing 21st-century competencies among elementary school students and to provide recommendations for more effective instructional implementation. The method used was a literature review by examining relevant scientific articles concerning the role of science education in fostering 21st-century competencies at the elementary school level. The research stages included designing the review, conducting the review, data abstraction and analysis, and organizing the review results. The data were obtained from articles that met predetermined inclusion and exclusion criteria. The results indicate that science education contributes to enhancing 21st-century skills through the utilization of digital media such as learning videos, YouTube, PowerPoint, Macromedia/Adobe Flash, digital comics, e-books, flipbooks, augmented reality (AR), virtual reality (VR), educational websites, educational television, and learning applications. Furthermore, the implementation of instructional models and approaches such as Problem Based Learning (PBL), inquiry, discovery learning, Science, Environment, Technology, and Society (SETS), Socio-Scientific Issues (SSI), and Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) supports the development of these competencies. In conclusion, science education at the elementary school level plays a strategic role in fostering 21st-century competencies through the integration of digital media and innovative learning models aligned with students’ needs.   Keywords: 21st-Century Competencies, Elementary School, Science Education This study aims to identify the role of science education in developing 21st-century competencies among elementary school students and to provide recommendations for more effective instructional implementation. The method used was a literature review by examining relevant scientific articles concerning the role of science education in fostering 21st-century competencies at the elementary school level. The research stages included designing the review, conducting the review, data abstraction and analysis, and organizing the review results. The data were obtained from articles that met predetermined inclusion and exclusion criteria. The results indicate that science education contributes to enhancing 21st-century skills through the utilization of digital media such as learning videos, YouTube, PowerPoint, Macromedia/Adobe Flash, digital comics, e-books, flipbooks, augmented reality (AR), virtual reality (VR), educational websites, educational television, and learning applications. Furthermore, the implementation of instructional models and approaches such as Problem Based Learning (PBL), inquiry, discovery learning, Science, Environment, Technology, and Society (SETS), Socio-Scientific Issues (SSI), and Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) supports the development of these competencies. In conclusion, science education at the elementary school level plays a strategic role in fostering 21st-century competencies through the integration of digital media and innovative learning models aligned with students’ needs.   Keywords: 21st-Century Competencies, Elementary School, Science Education
Pendampingan Praktik Reflektif Guru Berbasis Artificial Intelligence pada Kelompok Kerja Guru Marzoan; Lalu Hamdian Affandi; Muhajirin Ramzi; Eliyana; Maulida Arum Fitriana
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2344

Abstract

Praktik reflektif merupakan fondasi penting dalam pengembangan profesional guru, namun dalam praktiknya refleksi sering belum dilakukan secara mendalam dan berkelanjutan. Banyak guru mengalami kesulitan untuk mengurai pengalaman mengajar, mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, serta merancang tindakan perbaikan yang realistis. Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru untuk mendukung refleksi profesional melalui pendekatan yang bersifat personal, empatik, dan non-penilai. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan praktik reflektif guru berbasis AI pada Kelompok Kerja Guru (KKG). Kegiatan pengabdian dilaksanakan di dua lokasi, yaitu KKG Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Barat dan KKG Taman Kanak-kanak di Kabupaten Lombok Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan berbasis praktik reflektif, dengan memanfaatkan AI “Pendidik Reflektif” sebagai pendamping dialog refleksi guru. Data dikumpulkan melalui refleksi tertulis guru, angket persepsi, diskusi kelompok, dan observasi terbatas, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan AI sebagai pendamping refleksi membantu guru mengembangkan refleksi yang lebih terstruktur, analitis, dan berorientasi pada tindakan. Refleksi guru yang semula bersifat deskriptif berkembang menjadi refleksi yang mampu mengaitkan pengalaman mengajar dengan penyebab permasalahan serta rencana aksi kecil yang kontekstual. Selain itu, AI berkontribusi dalam menciptakan rasa aman psikologis sehingga guru lebih terbuka dalam merefleksikan tantangan yang dihadapi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan praktik reflektif guru berbasis AI berpotensi menjadi pendekatan yang relevan dan inovatif untuk memperkuat pengembangan profesional guru dan fungsi KKG sebagai komunitas belajar.