This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
M Bayu Widagdo
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 91 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

PEJUAG HAK AAK DALAM PROGRAM TOKOH DI CAKRA SEMARAG TV Ghela Rakhma Islamey; Tandiyo Pradekso; Hedi Pudjo Santosa; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.434 KB)

Abstract

Program acara televisi dalam bentuk news features dipilih untuk menceritakan kisah pengajar anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan. Bentuk news features pengemasan informasinya ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat sehingga seberat apapun materi yang diangkat pemirsa dapat menikmatinya dengan rileks.             News features pada karya bidang ini masuk dalam program Tokoh di Cakra Semarang TV dengan dua episode yakni “Pengajar Manusia Murni” dan “Merajut Asa Anak Jalanan”.  Posisi pekerjaan dibagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing, yaitu produser, reporter, juru kamera, dan editor.            Konsep tayangan dalam news features ini, menyesuaikan program Tokoh yang sudah ada sebelumnya di Cakra Semarang TV. Namun, ada tambahan beberapa bagian yang berisi talkshow, liputan dengan voice over, interview, dan juga voxpop. Tema yang diangkat untuk news features ini adalah human interest, yakni menampilkan profil orang yang mengabdikan hidupnya untuk berkecimpung di dunia sosial. Narasumber yang diangkat yaitu Drs. Ciptono, Kepala SLBN Semarang dan Yuli Sulistyanto (BDN), fasilitator anak dari Yayasan Setara Semarang.            Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan melalui Cakra Semarang TV pada hari Senin, tanggal 14 Mei dan 21 Mei 2014, pukul 18.00 WIB. Diharapkan tayangan ini dapat menjadi media untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli serta lebih mengerti pola asuh dan perlakuan yang baik bagi penyandang disabilitas maupun anak jalanan. Kata kunci: news features, human interest, Tokoh, anak berkebutuhan khusus, anak jalanan
PRODUKSI PROGRAM KULINER PADA PROGRAM ACARA WISATA JALAN KULINER CAKRA SEMARANG TV (Peran dan Pertanggungjawaban Sebagai Juru Kamera dan Penyunting Gambar) Distian Jobi Ridwan; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.211 KB)

Abstract

Kuliner adalah segala hal yang berhubungan dengan konsumsi makanan sehari-hari. Kuliner adalah bagian dari gaya hidup dan untuk itu menarik untuk diangkat menjadi sebuah tayangan televisi. Wisata Jalan Kuliner adalah salah satu program acara di stasiun TV lokal Cakra Semarang TV yang mengangkat tema ini. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kuliner yang enak dan menarik baik dari sisi historis maupun cita rasa. Diharapkan acara ini mampu menjadi referensi bagi penonton yang ingin menambah wawasan dan pengalaman dalam menikmati makanan di Semarang. Untuk itu penulis beserta tim membuat news feature ini ke dalam acara tersebut. Dengan tujuan yang kurang lebih sama; untuk mengemas informasi mengenai bagaimana cara menikmati, menampilkan proses pembuatan secara mendalam, serta nilai historis dari berbagai jajanan di Semarang.Jajanan klenyem, timus, lumpia, tahu isi rebung, wingko babat, gandos, wedang rempah, dan wedang kacang tanah merupakan jajanan di semarang yang masih diminati oleh sebagian besar masyarakat. News feature ini dibuat dalam empat episode, yang tayang sekali setiap minggunya selama empat minggu berturut-turut dan dibagi berdasarkan bahan dasar jajanannya. Di tiap episode penulis beserta tim mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan jajanan yang dibahas. Narasumber tersebut seperti penjual, pembuat jajanan, konsumen, maupun pendapat masyarakat umum. Kata kunci: Kuliner, News Feature, Televisi, Juru Kamera, Editor
Resistensi dari Objektifikasi Terhadap Perempuan Dalam Novel The Sinden Karya Halimah Munawir Yuyun Octaviani Budiarti; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.121 KB)

Abstract

Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki struktur yang bermakna dan menggunakan bahasa sebagai medianya. Selain merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan sekaligus menyebarkan ideologi kepada masyarakat novel juga dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan perlawanan terhadap suatu konstruksi dominan di masyarakat. Stereotip pada sinden merupakan produk konstruksi sosial di masyarakat yang menempatkan sinden pada posisi subordinat. Melalui novel The Sinden, penulis Halimah Munawir ingin menunjukkan adanya sebuah perlawananterhadap konstruksi negatif dari sosok sinden.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk perlawanan dari objektifikasi terhadap perempuan sinden dalam novel The Sinden karya Halimah Munawir, serta mengungkap gagasan residual konstruksi dominan yang negatif di dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori standpoint dan teori feminis radikal kultural dan teori resistensi. Metode yang digunakan adalah analisis semiotik naratif A.J Greimas, yaitu dengan analisis struktur cerita dan analisis struktur dalam untuk mendapatkan makna yang terdapat di dalam teks.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk perlawanan yang dilakukan sinden dengan cara terbuka. Perempuan berusaha melawan opresi laki-laki dari objek tatapan dan objek seksualnya, dengan melarikan diri dan menolak menjadi seorang selir, menolak menjadi objek tatapan serta objek hasrat seksual laki-laki. Objektifikasi seksualitas perempuan mereduksi kaum perempuan menjadi pasif dan objek gender (hasrat, eksploitasi, siksaan). Oleh karenanya, pembebasan perempuan dari opresi hanya dapat dilakukan melalui penghancuran ideologi patriarki yang menjadi gagasan residual di dalam novel. Gagasan residual masih menempatkan laki-laki berada di posisi dominan sehingga dapat melakukan kontrol seksualitas atas perempuan. Kata kunci: resistensi, objektifikasi, perempuan sinden, novel
Hubungan Terpaan Bauran Promosi Rokok Apache dengan Minat Membeli Ahmad Fauzi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, rokok Apache menggunakan bauranpromosi sebagai alat dalam memasarkan dan mengkomunikasikan produknyakepada masyarakat. Penjualan rokok Apache sangat baik dan terus meningkatsejak pertama produksi. Empat bauran promosi yang digunakan rokok Apacheantara lain: periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualanperorangan. Rokok Apache hingga kini masih menggunakan keempat bentukpromosi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaanperiklanan, terpaan hubungan masyarakat, terpaan promosi penjualan, terpaaanpenjualan perorangan dengan minat membeli rokok Apache. Dengan mengacu padateori Advertising Exposure, teori behavior learning dan teori komunikasi personal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitianini menggunakan teknik non random sampling dengan cara purposive samplingsebagai teknik untuk menentukan sampel. Terdapat 50 responden yang menjadisampel. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah uji statistikkorelasi pearson.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa adakorelasi yang signifikan antara terpaan periklanan dengan minat membeli rokokApache . Hal ini ditunjukkan dengan angka signifikansi sebesar 0,014 dan nilaikorelasi sebesar 0,344. Hasil pengujuan hipotesis kedua menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang sangat signifikan antara terpaan hubungan masyarakatdengan minat membeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikansi sebesar0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,540. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara terpaan promosi penjualan dengan minatmembeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikasi 0,039 dan nilai korelasisebesar 0,292. Hipotesis terakhir menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara terpaan penjualan perorangan dengan minat membeli rokokApache didasarkan pada angka signifikasi sebesar 0,046 dan nilai sebesar 0,284.
REPRESENTASI GAYA FASHION REMAJA METROPOLITAN DALAM SINETRON DIAM-DIAM SUKA Marliana Nurjayanti Nasoetion; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.302 KB)

Abstract

Sinetron merupakan salah satu produk media massa yang keberadaannya memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas sosial baru di masyarakat, melalui ideologi-ideologi yang dibawanya atas kehendak kelompok tertentu yang memiliki kekuatan besar, dalam hal ini adalah kelompok pengusaha media, praktisi, atau rumah produksi. Diam-Diam Suka merupakan sinetron yang menceritakan gaya fashiondalam kehidupan remaja metropolitan di Jakarta yang mempengaruhi berbagai aspek hingga akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial diantara para remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membongkar dan memahami makna yang tampak maupun tidak tampak tentang gaya fashion remaja metropolitan dan gagasan dominan yang ada di dalam Diam-Diam Suka melalui analisis semiotika The Codes of Televisionmilik John Fiske.Hasil penelitian yang didapatkan adalah, bahwa gaya fashion menunjukkan citra diri dalam berpenampilan agar dapat dinilai atau dipahami orang lain melalui tanda-tanda non-verbal, selain itu remaja metropolitan cenderung mengutamakan kemewahan menjadi standar gaya fashion remaja di perkotaan. Analisis mendalam selanjutnya menemukan bahwa gaya fashion membentuk remaja-remaja ke dalam kelompok superioritas atau inferioritas yang kemudian menimbulkan kesenjangan sosial dalam pergaulan sehari-hari. Remaja yang tidak memiliki gaya fashion sesuai standar akan tergusur, terkucilkan, dan terpaksa menerima perlakuan semena-mena dari kelompok superioritas. Pada akhirnya Diam-Diam Suka memperlihatkan keberpihakan atas pembenaran untuk melihat kualitas remaja dari penampilan luar, bukan dari prestasinya.Lebih jauh lagi, selera fashion individu sering dipahami memiliki hubungan erat dengan tingkat ekonomi sehingga menciptakan kelas-kelas sosial yang berlanjut pada konflik dan kekerasan untuk menunjukkan supremasi kelas yang digambarkan sebagai sesuatu yang alamiah dan rasional. Keberadaan gaya fashion di kalangan remaja metropolitan akhirnya menjadi sebuah prestise dari ajang pamer kekayaan orangtua. Selain itu, ditemukan pula ketidaksetaraan gender dalam penggunaan fashion yang menyudutkan posisi perempuan. Gaya fashion remaja metropolitan berujung pada gagasan-gagasan tentang kehidupan mewah, kelompok superioritas, perbedaan kelas dapat mempengaruhi sistem kognitif masyarakat sehingga disarankan pemirsa televisi lebih kritis dalam menyikapi konten sinetron.Kata kunci: representasi, sinetron, fashion, remaja metropolitan, ideologi
Pengaruh Terpaan Informasi tentang Performance Film dan Kredibilitas Selebriti Film terhadap Loyalitas Menonton Film Indonesia di Bioskop Wahyu Tri Oktaviani; Dwi Purbaningrum; M Bayu Widagdo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.278 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang memiliki fungsi sebagai media informasi dan hiburan. Seiring perkembangan waktu, jumlah film Indonesia yang beredar telah mengalami peningkatan.Akan tetapi peningkatan jumlah film yang beredar ini tidak sejalan dengan jumlah penonton film Indonesia yang menunjukkan penurunan.Penuruann jumlah penonton ini menunjukkan kurangnya loyalitas masyarakat untuk menonton film Indonesia di bioskop.Media massa sebagai sumber informasi selalu memberikan informasi mengenai film. Selain itu, kredibilitas selebriti film menjadi faktor lain yang mempengaruhi loyalitas khalayak untuk menonton film Indonesia di bioskop.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanasi.Populasi dari penelitian ini adalah khalayak yang pernah menonton film Indonesia di bioskop dengan range usia 17-24 tahun di Semarang. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 50 responden.Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji Regresi Linear Berganda.Pengujian hipotesis terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia terhadap loyalitas menonton film Indonesia di bioskop menunjukkan hasil f-hitung sebesar 4.732 dengan signifikansi 0.013. Karena f-hitung>f-tabel (4.732>3.195) dan signifikansi 0.013<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap loyalitas menonton film Indonesia di bioskop sebesar 16,8%, sedangkan sisanya 83,2% dipengaruhi oleh variabel lainHasil uji T-hitung variabel X1 menunjukkan t-hitung<t-tabel (0.884<2.012) dan signifikansi 0.381>0.05.Hal ini menunjukkan X1 tidak berpengaruh secara langsung terhadap Y, sehingga teori Perubahan Sikap tidak dapat menunjukkan pengaruh antar kedua variabel ini.Hasil uji t-hitung variabel X2 menunjukkan t-hitung>t-tabel (2.047>2.012) dan signifikansi 0.046<0.05.Hal ini menunjukkan X2 berpengaruh secara langsung terhadap Y, sehingga sesuai dengan konsep Peran Pendukung (endorser). .Hal ini bermakna terdapat hubungan antara terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia terhadap loyalitas menonton film Indonesia di biskop dengan pengaruh yang kecil. Pengaruh yang lain dapat disebabkan oleh faktor lain seperti interaksi teman sebaya dan tayangan film Indonesia di Televisi.
STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA CREATIVE MANAGER Aditya Iman Hamidi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.293 KB)

Abstract

This project in based on the less promotion Ambarawa Train Museum as an thepotential tourism assets that owned by PT Kereta Api Indonesia which located inCentral Java. Less promotion doesn’t make a lot of visitors who come to AmbarawaTrain Museum. In this project, Creative Manager has a purpose to promote theAmbarawa Train Museum through graphic design for publication and merchandisebased on Visual Communication Design concept. Creative Manager also responsiblewith finding talent to perform at the museum in order to increase the attractiveness ofthe visitors. These activities raised in a series of activities Strategic CommunicationAmbarawa Train Museum in order to increase knowledge of public and visitors to themuseum.The project is held in one month. In the main events earned 5 talents with detail3 traditional performer and 2 modern performer The result from promotion throughgraphic design for publication and merchandise earned a positive respon from publicindicated by teh increasing visitor who come to the museum in May which significantlyby 30.786 visitors, where in previous month no more than 10,000 visitors. In addition,this project shows that the Strategic Communication Ambarawa Train Museum"Sepoorheroes" was successful.
Karya Bidang Program Tayangan “Gitaran Sore-Sore” di PROTV Semarang sebagai Produser Pelaksana Raynaldo Faulana Pamungkas; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.579 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu saluran yang mampu menyebarkan informasi secara massal. Namun seringkali informasi yang disebarkan saluran televisi nasional kurang dapat diterima oleh khalayak di daerah. Hal tersebut dikarenakan tayangan televisi nasional tidak memperhitungkan unsur proximity. Televisi lokal seharusnya mampu membawa unsur proximity tersebut menjadi sebuah tayangan yang berkualitas. Namun seringkali khalayak tidak sadar akan kekuatan televisi lokal tersebut.Gitaran sore-sore sebagai sebuah tayangan talkshow yang hadir di televisi lokal mampu menghadirkan unsur proximity. Gitaran sore-sore juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan ide-ide masyarakat Semarang melalui obrolan ringan tentang hobi dan konten yang mengangkat tentang informasi lokal. Lewat cara interaktif dan inspiratif tayangan gitaran sore-sore mampu membawa kekuatan televisi lokal ke tengah-tengah khalayak.Pada program tayangan Gitaran Sore-sore. produser bertugas untuk memimpin jalannya produksi acara, menyediakan kebutuhan produksi, membuat rencana kerja, menkordinasi tim , hingga membuat anggaran produksi. Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan live di ProTV setiap hari rabu dan kamis mulai tannggal 29 September hingga 13 November 2014 pukul 15.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan khalayak Semarang mampu mempunyai tayangan yang informatif dan inspiratif serta menghibur.Kata kunci : Talkshow Gitaran Sore-Sore, Program acara anak muda, Hobi
KONTROVERSI HEALTHY LIFESTYLE PADA PROGRAM OCD (OBSESSIVE CORBUZIER DIET) DI MEDIA ONLINE TWITTER Sallindri Sanning Putri; Hedi Pudjo Santosa; Taufik Suprihatini; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.052 KB)

Abstract

Ramainya pemberitaan program OCD (Obsessive Corbuzier Diet) sebagai healthy lifestyle yang beredar di media twitter hingga tersebar di berbagai media massa, menjadi perbincangan hangat yang menimbulkan berbagai opini dalam masyarakat. Aturan OCD yang dianggap fleksibel namun juga menyimpang dari anjuran kesehatan, membuat program ini menuai kritik dari berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sebagaimana dimaksud oleh media twitter dan mengetahui bagaimana resepsi khalayak terhadap kontroversi OCD sebagai healthy lifestyle. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perspektif perbedaan individual (Ball-Rokeach, S. J.dan DeFleur, M.L. 1976) dan khalayak aktif (Levy dan Windhl 1985:110). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada 7 informan. Indepth interview dilakukan dengan FGD (Forum Group Discussion) dan wawancara individual. Informan dalam penelitian ini yakni, pengguna twitter aktif dan khalayak yang mendapat terpaan tweet program OCD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa khalayak meresepsi OCD tidak sesuai dengan preferred reading yang di komunikasikan media. Preferred reading di dapat dari teks media twitter yang menggambarkan OCD sebagai sebuah healthy lifestyle yang diyakini dapat menurunkan berat badan secara praktis dan instan. Namun dalam melakukan pemaknaan, khalayak membaca posisi OCD secara oppositional reading, dimana OCD tidak dilihat sebagai healthy lifestyle, namun hanya sekedar program diet. Khalayak memahami secara pasti pemahaman healthy lifestyle, namun tidak  menerapkan pengetahuan yang dimilikinya sebagai gaya hidup.  Aturan OCD yang berbeda dari paham kesehatan pada umumnya, seperti makan pagi dan mengkonsumsi kolesterol diresepsi khalayak hanya sebagai sebuah informasi. Khalayak memilih untuk tetap menjalani kebiasaan dan pengetahuan yang ditanamkan sejak dahulu oleh orang tua dan budaya sosialnya, daripada mempercayai dan mengikuti semua statement Deddy Corbuzier. OCD di terima khalayak secara dominant reading sebagai program diet yang mampu menurunkan berat badan, namun tidak dari segi kesehatan. Twitter sebagai media pertama publikasi program ini pun, dilihat khalayak sebagai media yang digunakan untuk memperoleh informasi dan dipercaya dapat menyebarkan suatu trend secara cepat dan luas. Terpaan media dan lingkungan pertemanan berpengaruh dalam mempersuasif dan mengusik rasa ‘penasaran’ khalayak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memaknai terpaan media, khalayak memiliki pemahaman yang berbeda sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Kata kunci :  Twitter, Kontroversi OCD, Healthy lifestyle
NASIONALISME WARGA EKS-TIMOR LESTE DALAM FILM TANAH AIR BETA Ayu Pramudhita Noorkartika; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.503 KB)

Abstract

Film tidak sekadar sebagai media yang sangat komunikatif, namun juga mampumenghadirkan kembali realitas yang ada ke dalam sebuah karya seni. Selain itu,film juga digunakan sebagai alat propaganda yang diyakini cukup efektif. TanahAir Beta merupakan sebuah film propaganda dari sineas dan tim untuk mengajakmasyarakat Indonesia menilik dan mengukur rasa cinta terhadap tanah air.Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi nasionalisme warga eks-TimorLeste dalam film Tanah Air Beta. Teori yang digunakan dalam penelitian iniadalah teori representasi dari Stuart Hall dan teori nasionalisme dari BenedictAnderson. Tipe penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan analisissemiotika Roland Barthes yang berusaha mengungkapkan makna yangtersembunyi di balik sebuah tanda, untuk meneliti dan mengkaji tanda-tanda didalam film.Temuan penelitian ini menunjukan bahwa Tanah Air Betamerepresentasikan nasionalisme sebagai sebuah bangsa yang pada hakekatnyaterbatas dan bangsa yang dibayangkan menjadi komunitas. Hal-hal tersebut dapatdilihat melalui tanda-tanda seperti dialog, kostum, penampilan, dan gambar yangberada di dalam film. Nasionalisme yang dikemas rapih dalam konteks keluargaini menunjukkan bahwa perbedaan etnis tidak menghalangi pencapaian cita-citauntuk kesatuan dan persatuan bangsa. Namun di sisi lain, nasionalisme dalam filmini juga ditunjukkan sebagai sebuah proses panjang yang harus dilalui, hargamahal yang harus dibayar, dan nasionalisme juga dibentuk melalui sebuahhukuman.Disarankan kepada para pembuat film untuk lebih mengembangkankonsep dan cara penyampaian nasionalisme dengan lebih variatif. Sehingga,mampu menggugah hati masyarakat untuk peduli terhadap bangsa.Kata Kunci: Representasi, Nasionalisme, Referendum Timor Leste, dan Anakanak.
Co-Authors Adi Nugroho Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Agus Naryoso Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Aldila Leksana Wati Ambar Rakhmawati Angga Dwipa Anggia Anggraini Aprillia N S Arum Sawitri Wahyuningtias Asti Amalina Widiyasari Atina Primaningtyas Ayu Pramudhita Noorkartika Bareta Hendy Pamungkas Bayu Bagus Panuntun Bayu Hastinoto Prawirodigdo Bebby Rihza Priyono Beta Fiftina Aryani Bhaswarani Oktadianisty Budi Adityo Debi Astari Deni Arifiin Dimas Muhammad Dimas Setiawan Hutomo Distian Jobi Ridwan Diyan Krissetyoningrum Djoko Setyabudi DR Sunarto Dr. Sunarto Dwi Purbaningrum Dyah Mayangsari Puspaningrum Eggie Nurmahabbi Farisa Dian Utami Febryana Dewi Nilasari Fitriana Nur Indah S Fransiska Candraditya Utami Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Maher Pradana Gilang Wicaksono Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Dwi Nugroho Imam Muttaqin Indah Pratiwi Indra Septia BW Jaza Akmala Ramada Jenny Putri Avianti Joyo Nur Suyanto Gono Kaisya Ukima Tiara Anugrahani Kartika Ayu Pujamurti Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji Manggala Hadi Prawira Marliana Nurjayanti Nasoetion Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much. Yulianto Muhammad Imaduddin Musyafi Tribun Jateng Nadia Dwi Agustina Nanda Ayu Puspita Ningsih Nanda Dwitiya Swastha Ni Made Dinna Caniswara Nicolas Handoko Raharjo, Nicolas Handoko Nilna Rifda Kholisha Novelia Irawan S Novi Rosmaningrum Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nurhanatiyas Mahardika Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Surayya Ulfa Pranamya Dewati Primada Qurrota Ayun Raynaldo Faulana Pamungkas Renis Susani Karamina Rijalul Vikry Rizki Rengganu Suri Perdana Sallindri Sanning Putri Sarah Veradinata Purba Shabara Wicaksono Sholakhiyyatul Khizana Sigit Haryadi Siska Ratih Dewanti Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sulastri _ Syarifa Larasati Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Theresia Dita Anggraini Tri Utami Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vivitri Dewi Prasasty Wahyu Tri Oktaviani Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoga M Pamungkas Yoga Yuniadi Yudi Agung Kurniawan Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yuyun Octaviani Budiarti