Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Edukasi dan Pemberdayaan Petani Pala untuk Mendeteksi Dini Serangan Penyakit Jamur Akar Putih di Aceh Selatan Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Chairudin Chairudin; Irvan Subandar; Siti Aminah; Mita Setyowati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1614

Abstract

Penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) merupakan salah satu ancaman utama bagi tanaman pala (Myristica fragrans) di Aceh Selatan yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem perakaran dan mengakibatkan kematian tanaman jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani pala di Aceh Selatan tentang deteksi dini penyakit jamur akar putih. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 agenda yaitu: Survei lahan tanaman pala yang bergejala penyakit, Edukasi dan praktek pengamatan serangan JAP, dan Pemberdayaan petani mengenai teknik pengendalian JAP pada pala. Program ini melibatkan petani pala, dan penyuluh. Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik pencegahan dan pengelolaan tanah yang dapat mengurangi risiko penyebaran jamur, serta penggunaan pestisida yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat 5 titik lokasi pengamatan yaitu tiga lahan pala di Kecamatan Pasie Raja, Desa Ie Mirah dan dua lahan pala di Kecamatan Tapak Tuan Desa Lhok Bengkuang. Kegiatan ini telah menerapkan Kombinasi metode pelaksanaan edukasi dengan praktek langsung, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan petani terhadap gejala penyakit jamur akar putih, mempercepat penanganan serangan, dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan, sehingga akan berkontribusi pada peningkatan produksi pala, dan kesejahteraan petani di Aceh Selatan. Selain itu dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pemberdayaan petani untuk menghadapi ancaman penyakit tanaman.
Implementasi Pelatihan Diagnosa Penyakit Nilam untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Kecamatan Arongan, Aceh Barat: Implementasi Pelatihan Diagnosa Penyakit Nilam untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Kecamatan Arongan, Aceh Barat Vina Maulidia; Faizal Faizal; Cut Eriana; Safrizal Safrizal; Maulidil Fajri; Irvan Subandar; Agustinur Agustinur; Siti Aminah; Afrizal Afrizal
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2768

Abstract

Program pelatihan untuk mendiagnosis penyakit pada tanaman nilam diselenggarakan sebagai tanggapan atas masih rendahnya kemampuan petani dalam mengenali berbagai penyakit yang sering menyerang tanaman tersebut dan pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen di Kecamatan Arongan, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengamati tanda-tanda penyakit dan menerapkan teknik pengendalian yang tepat di lahan mereka. Proses pelaksanaan mencakup kegiatan penyuluhan, observasi langsung di lapangan, serta diskusi kelompok agar peserta dapat memahami setiap langkah secara aplikatif dalam pengendalian penyakit, peserta atau petani nilam berjumlah 25 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengenali penyakit utama pada tanaman nilam seperti serangan budok, layu bakteri, dan busuk akar, serta memahami cara pengendaliannya. Petani juga melaporkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi gejala awal penyakit dan adanya perbaikan kondisi tanaman setelah menerapkan teknik yang dipelajari. Kegiatan ini memberikan manfaat konkret berupa peningkatan kemampuan diagnostik petani dan penguatan peran kelompok tani dalam menjaga kesehatan tanaman terutama setelah kunnjungan kebun. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengendalian penyakit tanaman dan memberikan dampak positif bagi praktik budidaya nilam di Kecamatan Arongan, Kabupaten Aceh Barat.
Exploration of Endophytic Bacteria from Rice Roots as a Biocontrol Agency for Leaf Blight Disease in Vitro Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Mawaddah Putri Arisma Siregar; Rayhan Amadius Weihan
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 4: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus December 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i4.8113

Abstract

Background: Endophytic bacteria live within plant tissues without causing disease symptoms and possess strong potential as biocontrol agents through the production of antimicrobial compounds such as bacillomycin, iturin, siderophores, hydrogen cyanide, chitinase, glucanase, protease, and volatile compounds like acetoin, 2,3-butanediol, and H₂S. These metabolites can inhibit leaf blight pathogens, including Xanthomonas oryzae. The prolonged use of chemical pesticides has caused pathogen resistance, environmental harm, and health risks, highlighting the need for eco-friendly biopesticides. Endophytic bacteria provide a sustainable alternative by suppressing pathogens through competition, biofilm formation, and inducing plant resistance. This study aims to explore the potential of endophytic bacteria isolated from rice roots as biocontrol agents against leaf blight pathogens in vitro. Methodology: Endophytic bacteria were isolated from healthy 40 days rice plants in Pajar Village, Darul Hikmah District, Aceh Jaya Regency Aceh Province. Isolation and purification were carried out using the streak plate technique, followed by macroscopic and microscopic characterization. Antagonistic ability was evaluated through the well diffusion method, and the effects of selected isolates on seed vigor and viability were assessed. Findings: A total of 25 isolates were successfully obtained, exhibiting macroscopic and microscopic diversity. Seven isolates inhibited pathogen growth by forming clear zones, with isolate AJY07 showing moderate inhibition (10 mm). These seven isolates (AJY04, AJY06, AJY07, AJY09, AJY11, AJY23, and AJY24) also enhanced seed vigor and viability and reduced infection during germination by 10–20% compared to controls. Contributions: The findings demonstrate the potential of selected endophytic bacteria as environmentally friendly biopesticides to support the development for sustainable rice cultivation
Inventarisasi Dan Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Di Desa Ujong Tanjong Kabupaten Aceh Barat Agustinur Agustinur; Marwiah Marwiah; Chairudin Chairudin; Vina Maulidia; Siti Aminah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.15125

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is a strategic commodity whose productivity is often hindered by pathogen attacks. This study aims to inventory the types of diseases and characterize the pathogens based on morphology and damage symptoms in Ujong Tanjong Village, West Aceh Regency. The research was conducted using a survey method with a purposive sampling technique for field observations, followed by laboratory characterization including pathogen isolation on Potato Dextrose Agar (PDA) and confirmation via Koch’s Postulates. The results identified four major diseases: Fusarium wilt, leaf spot (Cercospora sp.), fruit rot (anthracnose), and chili leaf curl virus (CLCV). Fusarium wilt was found to be the most dominant threat, with the highest disease incidence of 34.13% and a severity index of 12.23%. Morphological characterization of the isolates showed distinct features consistent with field symptoms, including the presence of pink conidial masses in the anthracnose isolates. Koch’s Postulates validated all isolates as the causal agents with high virulence, where clinical symptoms emerged within 14–21 days post-inoculation. In conclusion, soil-borne pathogens are the primary biotic constraint in the coastal areas of West Aceh, exacerbated by microclimatic conditions with high humidity. The implications of this study highlight the urgency of implementing integrated disease management, particularly the use of biological control agents and farmer education on field sanitation techniques, to prevent further yield loss and maintain regional chili production stability.Keywords: West Aceh, Red Chili, Disease Inventory, Fusarium Wilt, Koch’s Postulates.
Peningkatan Nilai Tambah Cabai Merah melalui Pengolahan Abon Cabai pada Kelompok Tani Samarasa di Aceh Barat Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Suci Rahmi; Vina Maulida
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 2 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i2.9918

Abstract

Fluktuasi harga dan tingginya tingkat kerusakan pascapanen menjadi hambatan utama bagi Kelompok Tani Samarasa di Desa Mesjid Tuha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen melalui teknologi pengolahan pangan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi penanganan pascapanen (Good Handling Practices), pelatihan pembuatan abon cabai dengan bumbu lokal, serta edukasi pengemasan standar ritel. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 85% dalam diversifikasi produk. Transformasi cabai segar menjadi abon mampu memperpanjang masa simpan hingga enam bulan dan meningkatkan margin keuntungan petani saat harga pasar jatuh. Kegiatan ini penting sebagai upaya hilirisasi produk pertanian untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani melalui penciptaan nilai tambah komoditas.
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus Costaricencis) Hanifa Hanifa; Hendri Sahputra; Agustinur Agustinur
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6178

Abstract

Permasalahan yang dihadapi  dalam perbanyakan stek naga yang sering dijumpai adalah pada tingkat ketersediaan bibit. Dikarenakan bibit yang dibutuhkan begitu besar dalam waktu yang singkat dan terbatas sedangkan pohon induk yang dipilih jumlahnya sangat terbatas, maka diperlukan penggunaan bahan stek seefisien mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman buah naga yang cocok untuk mendapatkan bibit tanaman buah naga yang berkualitas melalui perbanyakan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan bahan stek berupa bagian pangkal (X1), bagian tengah (X2) dan bagian ujung (X3) tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan bagian pangkal tanaman memberikan respon terbaik terhadap parameter pengamatan persentase tumbuh dengan capaian 100% dan panjang akar dengan ukuran terpanjang yaitu 23,68 cm.
UJI Genotipe Padi Lokal dari Aceh Barat dan Selatan untuk Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Fase Generatif Wira Hadianto; Yusrijal; Nana Ariska; Sumeinika Fitria Lizmah; Jekki Irawan; Chairudin; Agustinur; Evi Julianita Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.15347

Abstract

Local rice germplasm is a valuable genetic resource for developing bacterial leaf blight (BLB)-resistant and high-yielding rice cultivars. However, information on the resistance of Southwest Aceh local rice to Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), particularly during the generative stage, remains limited. Previous studies have mainly focused on commercial cultivars or vegetative-stage screening, leaving the resistance potential of local germplasm at the reproductive stage largely unexplored. This study aimed to evaluate the resistance of local rice to BLB at the generative stage of plant growth. The research was conducted at Experimental Field, Teuku Umar University. West Aceh (4°08′33″ N; 96°11′54″ E). Fifteen local rice genotypes, together with resistant and susceptible control varieties, were evaluated following artificial inoculation with Xoo strain VIII. Disease resistance was assessed based on incubation period and lesion length, while agronomic performance was evaluated using key yield-related traits. Seven local genotypes Itam Tangke Lango, Jantong, Jempa Puteh, Manyam U, Pade Manggeng-1, Pade Manggeng-2, and Rangan Lango were classified as resistant based on lesion length. Among the evaluated genotypes, Sikleng exhibited superior agronomic performance, producing the highest number of productive tillers (27.50) and grains per panicle (317.73). The novelty of this study lies in evaluating Southwest Aceh local rice germplasm for bacterial leaf blight resistance at the generative stage using Xoo strain VIII while integrating disease resistance with yield-related agronomic traits. The identified resistant genotypes provide valuable donor parents for breeding BLB-resistant, high-yielding rice cultivars and contribute to sustainable rice production and regional food security.