Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Media Karya Kesehatan

Pelatihan Perencanaan Diri Terhadap Orientasi Masa Depan Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Nur Oktavia Hidayati; Efri Widianti; Aat Sriati; Titin Sutini; Imas Rafiyah; Taty Hernawaty; Suryani S
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.011 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.18460

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri, apalagi khusus untuk remaja yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), selain mereka terisolasi dari lingkungan luar, kurangnya dukungan keluarga menyebabkan berbagai masalah seperti perasaan tidak berharga, malu dan kurang percaya diri, putus asa dengan masa depannya sehingga sangat diperlukan perhatian dan dukungan dalam merencanakan diri untuk masa depan mereka. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah membantu anak didik lapas (andikpas)  untuk meningkatkan kemampuan dalam merencanakan diri untuk masa depannya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagaimana menyusun perencanaan diri untuk masa depan mereka. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan andikpas dalam menyusun perencanaan diri. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 andikpas. Hasil kegiatan  terjadi peningkatan pengetahuan tentang orientasi masa depan dan kemampuan andikpas dalam penyusunan perencanaan diri. Melalui program pelatihan orientasi masa depan ini ternyata dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan bagi andikpas dalam merencanakan diri mereka dalam menghadapi masa depan dan memberikan gambaran dan acuan untuk andikpas dalam menghadapi masa depan mereka setelah keluar dari LPKA. Kata kunci : Andikpas, LPKA,  masa depan, perencanaan diri, remaja.
Penyuluhan Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Masalah Kesehatan Jiwa di Lingkungan Sekitarnya Indra Maulana; Suryani S; Aat Sriati; Titin Sutini; Efri Widianti; Imas Rafiah; Nur Oktavia Hidayati; Taty Hernawati; Iyus Yosep; Hendrawati H; Iceu Amira D.A; Sukma Senjaya
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.399 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i2.22175

Abstract

Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6.1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Menurut National Alliance of Mental Illness (NAMI) berdasarkan hasil sensus penduduk Amerika Serikat tahun 2013, di perkirakan 61.5 juta penduduk yang berusia lebih dari 18 tahun mengalami gangguan jiwa, 13,6 juta diantaranya mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, gangguan bipolar. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan permasalahan kesehatan jiwa yang ada di negara-negara berkembang. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyaraakat umumnya dan keluarga yang menjadi binaan khususnya tentang bagaimana cara perawatan dan menjaga kesehatan jiwa setiap masyarakat serta merawat anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan jiwa. Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan jiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya Kata kunci: Kesehatan jiwa, penyuluhan, warga.
The Effectiveness of Horticultural Occupational Therapy to Improve The Quality of Life in Schizophrenic Patients Supiatun Supiatun; Aulia Iskandarsyah; Efri Widianti
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i2.34584

Abstract

Schizophrenia is the most common mental disorder and is a serious problem in the world. Therapies that use natural systems such as horticultural occupational therapy, have been carried out in the implementation of mental health for centuries. However, in Indonesia, there is no scientific study of its effect on the quality of life (QOL) of those suffering from this illness. The research objective was to determine the effect of horticultural occupational therapy on improving the quality of life in schizophreniac patients at Muhammad Sani Hospital, Karimun district. The research was a quasi-experiment with two group pre-post tests. A total of 28 respondents were selected using the convenience sampling technique, then divided into intervention and control groups. Quality of life values was measured with WHOQOL-BREF, while the bivariate analysis used paired and independent t-tests. The result was a significant difference in the value within the intervention group at p = 0.000 (p <0.05), but there was none in the control at p = 0.189 (p> 0.05). For the independent t- test analysis, p-value physical and social domains were 0.001 (p <0.05) and 0.000 (p <0.05) respectively. This means that there was a significant difference in QOL in the two domains. Conclusion. Horticultural occupational therapy was effective in improving the quality of life in the patients, therefore, it becomes important to apply the results.Keywords: Horticultural occupational therapy, life quality, schizophrenia.
Pembentukan Self Help Group Keluarga Orang Dengan Ngangguan Jiwa (ODGJ) Efri Widianti; Taty Hernawaty; Titin Sutini; Aat Sriati; Nur Oktavia Hidayati; Imas Rafiyah
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.159 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.17884

Abstract

Kondisi yang dialami oleh klien gangguan jiwa seringkali menyebabkan ketakutan dan kecemasan pada keluarga dan masyarakat sehingga diperlukan suatu upaya untuk bisa membantu keluarga beradaptasi dengan proses perawatan keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Proses adaptasi keluarga lebih cepat diwujudkan ketika keluarga dengan masalah yang sama berkumpul dan sharing untuk mengatasi masalah yang sama dalam sebuah kelompok swabantu yang disebut self help group. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memfasilitasi pembentukan self help groups keluarga klien gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut. Tahapan dalam kegiatan terdiri dari sosialisasi kegiatan nersama tokoh masyarakat setempat, pelatihan kader kesehatan, psikoedukasi keluarga, terapi suportif keluarga, dan proses pembentukan self help group. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah psikoterapi kelompok (group therapy) yang dimana dalam kelompok tersebut dilaksanakan diskusi, sharing experience, role play, dan tanya jawab. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya self help group atau kelompok swabantu pada keluarga klien dengan gangguan jiwa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah self help group yang terbentuk pada keluarga klien dengan gangguan jiwa merupakan suatu cara untuk menurunkan dampak psikososial pada keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa dan meningkatkan adaptasi dan produktifitas keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah Kata Kunci: Gangguan jiwa,  kelompok swabantu,keluarga, self help group.
Enhancement of Trusting Relationship with Motive-Oriented Therapeutic Relationship (MOTR) Approach in Schizophrenia Patients: A Case Report Fatima, Azrania; Widianti, Efri
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v7i1.52300

Abstract

Building a trusting relationship is the initiation process of the therapeutic communication between nurses and patients. In patients with schizophrenia, Building a trusting relationship is a challenge that is not easy and is often overlooked. If they have no strategies, internal and external factors of both nurses and patients may complicate them in building a therapeutic relationship. One of the techniques of interaction that can be practiced by nurses is Motive-Oriented Therapeutic Relationship. This study uses a case report of one patient with schizophrenia who has auditory hallucination disorder. Interactions were conducted on April 04 - 11, 2023. The intervention used the Motive-Oriented Therapeutic Relationship approach, and the assessment of the trust response used an adaptation of the General Trust Scale instrument. There was a positive response to the patient's trust in the nurse after the Motive-Oriented Therapeutic Relationship experience for 3 days, this was evident from the increase in the average value of the patient's General Trust Scale score from 0.20 to 0.86 whereas the patient was said to have trust if (α =>0.83).  Intervention of Motive-Oriented Therapeutic Relationship approach can build BHSP in patients with Schizophrenia and as recommendation it should be carried out together with Plan Analysis (PA) so that the therapeutic relationship is established for optimum psychiatric care.Keywords: Schizophrenia, BHSP, MOTR, GTS.
Implementation of Positive Affirmations Using Gratitude Journal to Reduce Suicide Risk in Adolescent Schizoaffective Patient: A Case Report Elfani, Karisha Citra; Widianti, Efri; Sriati, Aat
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v7i2.56134

Abstract

Suicide risk is one of the impacts as well as the final diagnosis of schizoaffective disorder. Schizoaffective disorder is associated with an increased risk of death that is 2 to 2.5 times higher than the general population. Suicide prevalence tends to be more prominent among individuals in younger age groups. This study was conducted with the aim of identifying the application of gratitude journaling as a positive affirmation exercise in patients with suicide risk. This study uses a case report design presented in the form of implementing an intervention, namely gratitude journal as a modification of positive affirmations with the subject of one patient with depressive type schizoaffective disorder with suicide risk. The data collection techniques used were observation, interviews, and filling out questionnaires using the Indonesian version of the Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) instrument to measure suicidal ideation scores. The results of the study showed a decrease in suicidal ideation score from 41 to 11. The application of gratitude journal showed a decrease in suicidal ideation observed from the decrease in score. It is hoped that further research can be carried out with better or higher research methods to identify the efficacy of this intervention in reducing the risk of suicide.Keywords: Adolescent, gratitude journal, schizoaffective, suicide risk
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Nuraeni Aat Sriati Aat Sriati Aat Sriati Afif Amir Amrullah Afriliani, Anne Cintya Afriyanti Afriyanti Afriyanti Afriyanti Agung Waluyo Agustina, Habsyah Safaridah Ahdiany, Gina Nur Ahmad Yamin Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Alawiyah, Siti Haiva Alpiani, Delta Amalina Fildzah Fujilestari Amelia, Gina Sri Anita Setyawati Anjani Mumtazhas Anne Cintya Afriliani Annisa Susanti Karmansyah Aprilia Aulia Ardianti Aprilia, Nike Arisandi, Toni Aryani, Yulyani Asri Asti Utami Asti Utami Astuti, Cici Siti Widya Asy Syafa Mahfuzhah Aulia Nurhanifa Aulia Sugianti Aziza, Aurelia Karla Budi Anna Keliat Cahyani, Eka Maulidya Chaimira, Sausandha Yasma Chandra Kirana K Desi Purwanti Desi Purwanti Desy Indra Yani Dwi Handayani Elfani, Karisha Citra Elsa Nur Laela Sari Emma Aprilia Hastuti Ermiati E Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fatima, Azrania Firda Intan Nursyifa Fitiani, Nurlaila Fitri Aprianti Fredinan Yulianda Gita Septyana Glory Grifith. B Saragih Habsyah Safaridah Agustina Habsyah Saparidah Agustina Hadi Suprapto Arifin Hanifah Hasanah Hardiyati Hardiyati Hartiningsih, Siti Sugih Haryati, Evi Annisa Hastuti, Emma Aprilia Helwiyah Ropi Helwiyah Ropi Hendrawati H Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Idhfi marpatmawati Ilia Alkatiri Imas Rafiah Imas Rafiyah Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Irfan I Irman Somantri Iskandarsyah, Aulia Islamiati, Restu Iwan Dasta Iyus Yosep J, Ridillah Vani Karwati Karwati Khoirunnisa, K Komalasari, Masriyah Kosim Kosim Kurnia, Ihsan Kurniawan, K Kusumah, Indra Ladia Nursyamsiah Ladia Nursyamsiah Laili Rahyuwati Lia Ramadanti Lia Ustami Lia Yuliana Rachman Mamat Lukman Maria Komariah Marshanda Syaharani Putri Mega Septania, Salma Meila Sabridatia Putri Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Iqbal Martani Muhammad Mulyadi Mulyani, Tita Mustikasari - Nabilah Nabilah Nazriah, Ai Indah Nenden Nur Asriyani Maryam Neni Rochmayati Satuhu Neti Juniarti Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Suryani Nimas Safitri Ati Nina Sumarni Nisa Meina Nirmala Nita Fitria Norma Norma Nova Mardiana Nova Mardiana, Nova Novi Yulianti Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhalimah Tri Handayani Nurislami, Alfina Nursiswati Pratiwi, Siti Rahmiati Prawitasari, Nita Priambodo, Ayu Prawesti Prihartono, Maulidya Ninda Puput Nur Azizah Putri Yani Lubis Raini Diah Susanti Rani Arinda Retno Wahyuningsih Rida Rosi Nur Asifa Rida Rosi Nur Asifa Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Muliani Rohman Hikmat Roni Apriyana Ruby Anggara Pratama Salma Hanifah Salsabila, Yosalia Mahirah Salwa Az-zahra Nurazizah Hendiana Sari, Citra Windani Mambang Sellyan Septiani Berly Septianah, Tri Indah Septriyani, Diah Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Shinta Galih Shofura Kamil Pasya Siagian, Indah Mentari Siti Yuyun Rahayu Fitri Sitorus, Sarah Angelique Mutiaraku Solly Aryza SRI RAHAYU Suhendar, Iwan Sukma Senjaya Supiatun Supiatun Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syafira Dewi Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati, Taty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tresnala, Rahmah Ujang Khaerullah Ujang Vadissa Nandia Putri Vanessa Zian Mentari Vica Cahya Ningrum Vina Nurdianasari Violla Anggiani Wardhani, Ice Yulia Yanitawati Yanitawati, Yanitawati Yelsi Wanti Yori Yolanda Yuliani, Silvia Yusshy Kurnia Herliani