Claim Missing Document
Check
Articles

Salat Berjamaah dan Integrasi Sosial Sebuah Kajian Sosiologis Sariningsih, Nining; Putri, Yuningsih; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran salat berjamaah dalam membentuk dan memperkuat integrasi sosial di masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan metode library research, kajian ini menelaah berbagai literatur, buku, artikel, dan sumber tertulis lainnya yang membahas hubungan antara salat berjamaah dan integrasi sosial. Dari hasil studi kepustakaan, ditemukan bahwa salat berjamaah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai medium interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota komunitas. Kegiatan salat berjamaah mendorong solidaritas, rasa kebersamaan, dan kohesi sosial yang tinggi, yang berkontribusi pada pengurangan konflik serta peningkatan rasa saling percaya dan toleransi dalam masyarakat. Oleh karena itu, salat berjamaah dapat dipandang sebagai salah satu mekanisme penting dalam proses integrasi sosial, khususnya dalam konteks komunitas Muslim.
Manusia Sebagai Subjek dan Objek Pendidikan (Kajian Pedagogis) Achmad, Rafli; Buchori, Achmad Imam; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1177

Abstract

Pendidikan dalam Islam memandang manusia sebagai entitas yang memiliki peran ganda, yakni sebagai subjek dan objek dalam proses pendidikan. Sebagai subjek, manusia memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai khalifah di bumi yang dibekali akal, hati, dan kemampuan berpikir untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sebagai objek, manusia memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan guna membentuk akhlak, spiritualitas, serta kecerdasan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana peran manusia sebagai subjek dan objek pendidikan dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi seperti Al-Qur'an, hadis, tafsir, serta penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan keseimbangan antara upaya manusia dalam mencari ilmu dengan bimbingan ilahiah melalui proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk transformasi pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang mulia sesuai fitrah insani. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus dirancang untuk mendukung kedua peran manusia tersebut, baik dalam konteks formal maupun informal. Pemahaman akan dua dimensi manusia jasmani dan ruhani merupakan kunci dalam pelaksanaan pendidikan yang holistik, sehingga tercipta generasi yang berilmu, beriman, dan bertanggung jawab terhadap tugas kekhalifahan di muka bumi.
Etika Mencari Ilmu Dalam Islam (Kajian Psikologis-Sosiologis) Muhayar, Asep Roni; Muslih, Mochamad; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1183

Abstract

Penelitian ini membahas etika mencari ilmu dalam Islam dari perspektif psikologis dan sosiologis. Dalam konteks ini, ilmu bukan hanya sarana untuk memperoleh pemahaman, tetapi juga sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Proses pencarian ilmu di dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari etika, yang berperan penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang luas bagi individu dan komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait yang membahas tema etika dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam mencari ilmu menciptakan hubungan sosial yang harmonis, meningkatkan kesehatan mental individu, serta berkontribusi pada pembangunan peradaban yang lebih baik. Selain itu, makalah ini juga mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam etika mencari ilmu, seperti niat yang ikhlasb, sikap rendah hati, dan pentingnya menghormati guru. Dengan demikian, memahami etika mencari ilmu dalam Islam menjadi sangat penting untuk membentuk individu yang berakhlak mulia dan masyarakat yang beradab.
Salat Berjamaah dan Integrasi Sosial Sebuah Kajian Sosiologis Sariningsih, Nining; Putri, Yuningsih; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran salat berjamaah dalam membentuk dan memperkuat integrasi sosial di masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan metode library research, kajian ini menelaah berbagai literatur, buku, artikel, dan sumber tertulis lainnya yang membahas hubungan antara salat berjamaah dan integrasi sosial. Dari hasil studi kepustakaan, ditemukan bahwa salat berjamaah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai medium interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota komunitas. Kegiatan salat berjamaah mendorong solidaritas, rasa kebersamaan, dan kohesi sosial yang tinggi, yang berkontribusi pada pengurangan konflik serta peningkatan rasa saling percaya dan toleransi dalam masyarakat. Oleh karena itu, salat berjamaah dapat dipandang sebagai salah satu mekanisme penting dalam proses integrasi sosial, khususnya dalam konteks komunitas Muslim.
Manusia Sebagai Subjek dan Objek Pendidikan (Kajian Pedagogis) Achmad, Rafli; Buchori, Achmad Imam; Yazid, Syamsurizal; Amin, Amin
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1177

Abstract

Pendidikan dalam Islam memandang manusia sebagai entitas yang memiliki peran ganda, yakni sebagai subjek dan objek dalam proses pendidikan. Sebagai subjek, manusia memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai khalifah di bumi yang dibekali akal, hati, dan kemampuan berpikir untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sebagai objek, manusia memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan guna membentuk akhlak, spiritualitas, serta kecerdasan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana peran manusia sebagai subjek dan objek pendidikan dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi seperti Al-Qur'an, hadis, tafsir, serta penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan keseimbangan antara upaya manusia dalam mencari ilmu dengan bimbingan ilahiah melalui proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk transformasi pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang mulia sesuai fitrah insani. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus dirancang untuk mendukung kedua peran manusia tersebut, baik dalam konteks formal maupun informal. Pemahaman akan dua dimensi manusia jasmani dan ruhani merupakan kunci dalam pelaksanaan pendidikan yang holistik, sehingga tercipta generasi yang berilmu, beriman, dan bertanggung jawab terhadap tugas kekhalifahan di muka bumi.
Etika Mencari Ilmu Dalam Islam (Kajian Psikologis-Sosiologis) Muhayar, Asep Roni; Muslih, Mochamad; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1183

Abstract

Penelitian ini membahas etika mencari ilmu dalam Islam dari perspektif psikologis dan sosiologis. Dalam konteks ini, ilmu bukan hanya sarana untuk memperoleh pemahaman, tetapi juga sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Proses pencarian ilmu di dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari etika, yang berperan penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang luas bagi individu dan komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait yang membahas tema etika dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam mencari ilmu menciptakan hubungan sosial yang harmonis, meningkatkan kesehatan mental individu, serta berkontribusi pada pembangunan peradaban yang lebih baik. Selain itu, makalah ini juga mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam etika mencari ilmu, seperti niat yang ikhlasb, sikap rendah hati, dan pentingnya menghormati guru. Dengan demikian, memahami etika mencari ilmu dalam Islam menjadi sangat penting untuk membentuk individu yang berakhlak mulia dan masyarakat yang beradab.
Zakat sebagai Instrumen Solidaritas Sosial Analisis Sosiologis terhadap Mekanisme dan Tantanganya Fandi Y. Irawan; Syamsurizal Yazid
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 02 (2025): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/3ygzjx05

Abstract

Zakat is a socio-religious instrument that plays a strategic role in structuring distributive justice in society. This study aims to analyze the mechanism of zakat in constructing social solidarity and to map its contemporary challenges through a sociological perspective. Utilizing a library research method with content analysis, this study examines Yusuf al-Qardhawi's Fiqh az-Zakat framework using the theoretical lenses of Émile Durkheim, Marcel Mauss, and Pierre Bourdieu. The results indicate that zakat functions as a driver of organic solidarity through a pattern of functional interdependence between social classes. Based on Mauss's theory, zakat generates symbolic reciprocity in the form of communal stability. Meanwhile, in Bourdieu’s view, productive zakat acts as a vehicle for converting economic capital into cultural and social capital to eradicate marginalization. However, the effectiveness of zakat as a social technology faces severe challenges, including psychological distance caused by impersonal digitalization, issues of public trust in modern institutionalization (BAZNAS/LAZ), and low zakat awareness driven by individualism and materialism. This study concludes that the future success of zakat relies heavily on the synergy between socio-religious literacy enhancement, institutional professionalism, and humanistic technological adaptation
ZIKIR DAN KETENANGAN JIWA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS-EDUKATIF Hendra Julianto; Syamsurizal Yazid
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17319

Abstract

This study aims to examine the concept of dhikr and inner peace, as well as to analyze the relationship between the two from a psychological-educational perspective. Field findings indicate that individuals who consistently practice dhikr exhibit greater emotional stability compared to the theoretical ideal, which suggests that such stability should require a longer and more complex process, thereby revealing a gap worth further investigation. This study employs a qualitative approach using a field research design, through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, analyzed using an interactive analysis model and strengthened through source and method triangulation. The results show that dhikr functions as a psychological-educational habituation process that gradually shapes emotional regulation and reflective thinking patterns, rather than occurring instantly. The relationship between the intensity of dhikr and inner peace is reciprocal, where the quality of mindful engagement in dhikr also determines its effectiveness in fostering mental stability. These findings contribute to the achievement of the SDGs, particularly in the area of mental health and psychological well-being, while offering an integrative model between spiritual values and educational processes as an alternative approach to sustainably strengthening mental health.
Transcendental Pedagogical Awareness in Digital Learning Transformation: A Phenomenological Study of Islamic Education Teachers in Frontier Areas of East Kalimantan Dody Wisono; Syamsul Arifin; M. Nurul Humaidi; Syamsurizal Yazid
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.226

Abstract

Digital transformation in education has reshaped teaching and learning practices, encouraging Islamic Education teachers to reconsider the ways in which technology can support educational goals and moral development. While previous studies have predominantly focused on digital competence and technology integration, the spiritual and reflective dimensions underlying teachers’ responses to educational change remain insufficiently explored. This study investigates the transcendental pedagogical awareness of Islamic Education teachers in frontier areas of East Kalimantan during the process of digital learning transformation. Employing a qualitative approach grounded in transcendental phenomenology, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving teachers from senior high schools and vocational schools in Berau Regency. The analysis identified four interconnected dimensions of transcendental pedagogical awareness: muhasabah as the foundation of innovative awareness, technology as a value-oriented pedagogical medium, the emergence of teachers as micro digital content creators, and pedagogical resilience in addressing frontier educational challenges. The findings indicate that meaningful digital transformation extends beyond technological proficiency and is sustained by the integration of spiritual reflection, pedagogical commitment, and contextual adaptation. This study proposes the concept of Transcendental Pedagogical Awareness as a framework for understanding value-based digital transformation in Islamic education.
Etika Mencari Ilmu dalam Islam : (Kajian Interdisipliner; Pendekatan Psikologis – Sosiologis) Nurul Hidayah; Syamsurizal Yazid; Hikmatulloh Hikmatulloh
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2025): IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v3i1.2249

Abstract

Islam encourages its followers to seek knowledge as an obligation that has the value of worship. In Islam, seeking knowledge not only contains academic aspects but also involves psychological and sociological dimensions. This study aims to explore the ethics of seeking knowledge in Islam and examine its psychological-sociological dimensions. This study uses a qualitative method with a literature study approach. Data were obtained from the Qur'an, hadith, journals, and related literature. Data analysis was carried out using the Miles, Huberman, and Saldana models, including data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that Islam teaches various ethics in seeking knowledge, such as sincerity, respecting teachers, maintaining intentions, and practicing the knowledge gained. From a psychological perspective, the ethics of seeking knowledge are related to motivation, such as Maslow's hierarchy of needs theory, which explains that achieving knowledge is a human need towards self-actualization. From a sociological perspective, Durkheim's theory highlights the importance of social norms in maintaining balance and harmony in the education process. This study confirms the relevance of the ethics of seeking knowledge in shaping the character of individuals who are faithful, knowledgeable, and moral in the modern era.