Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Improving The Quality Of Members Of The Mubaligat 'Aisyiyah (CMA) Corp In Malang District Muhtadawati, Muhtadawati; Romelah, Romelah; Yazid, Syamsurizal
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/muaddib.v13i2.4617

Abstract

Efforts to improve the quality of CMA members in Malang district are important because the limited number of mubaligats available, the long distance between the coaching location and the mubaligat's domicile, multiple positions and jobs create time conflicts so they cannot be intensive in participating in coaching, and the use of social media is not optimal. as a medium for da'wah, therefore preacher training was held with the aim of producing qualified preacher cadres so that they are able to take part in the community of Malang district. The results are as follows: 1) Mubaligat training is important to carry out as a cadre of preachers and equalize perceptions of progressive Islamic ideology so that the Aisyiyah enlightenment preaching movement in the Malang district remains sustainable, 2) The implementation of mubaligat training has gone well according to plan, so there is an increase in understanding of the material for participants, as well as more confidence in preaching in society, and 3) Mubaligat training needs to be carried out periodically with continuous material in accordance with current developments
The Concept of Children’s Character Education in the Family Environment According to Buya Hamka Chairunnisa, Ema; M. Asyrakal; Haris, Abdul; Yazid, Syamsurizal
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v4i1.1237

Abstract

This study aims to elaborate on the concept of children's character education within the family environment according to Buya Hamka. It employs a qualitative approach with a library research method. The data for this study were collected using documentation techniques, which involved reviewing and searching for information in the form of notes, books, journals, and other general scientific works. The analysis was conducted using content analysis techniques. The findings reveal that Buya Hamka emphasizes that the foundation of children's character education begins in the family environment. In this context, parents, specifically fathers and mothers, play a central role in shaping a child's character. The primary aspect of children's education starts and is implemented within the family setting. According to Buya Hamka, several methods can be applied to instill and shape a child’s character. These methods include exemplary behavior, advice, practice, habituation, discussion, and punishment. Additionally, three key steps for character building are identified. Firstly, parents, as the primary educators, must possess a pure and sincere spirit in nurturing their children’s character. Secondly, parents are obligated to provide advice to their children. Thirdly, parents should frequently engage their children in discussions.
Strategy for Developing Student Dakwah Competencies in the Field Dakwah Training Program at MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Fakhrudin, Fakhrudin; Haris, Abdul; Yazid, Syamsurizal
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v4i1.1254

Abstract

This research aims to describe the standards of student da'wah competency at MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak as well as their development strategies in the Field Da'wah Training (PDL) program. This research was carried out using a qualitative approach with a case study type, where data was collected through observation, interviews and documentation. The validity of the data is tested using source triangulation techniques, while data analysis is carried out through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak has developed student missionary competency standards and development strategies comprehensively, through an integrative approach between theory and practice. The competency standards developed include a correct understanding of religion which is internalized in the activities of the call to prayer, congregational prayer, cult, dawn lectures and teaching TPQ; be an MC at an event; have moral character; able to understand the internalized environment through being active in social activities; and self-control in the form of discipline as substantive competence. Furthermore, the ability to plan, implement and evaluate various designed activities becomes part of the methodological competence developed. The strategy for developing students' da'wah competence at MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak is outlined in four forms of activities, namely presentation of da'wah fiqh subjects, muhadloron familiarization, micro teaching practice, and debriefing carried out before departure to the PDL location.
Salat Berjamaah dan Integrasi Sosial Sebuah Kajian Sosiologis Sariningsih, Nining; Putri, Yuningsih; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran salat berjamaah dalam membentuk dan memperkuat integrasi sosial di masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan metode library research, kajian ini menelaah berbagai literatur, buku, artikel, dan sumber tertulis lainnya yang membahas hubungan antara salat berjamaah dan integrasi sosial. Dari hasil studi kepustakaan, ditemukan bahwa salat berjamaah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai medium interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota komunitas. Kegiatan salat berjamaah mendorong solidaritas, rasa kebersamaan, dan kohesi sosial yang tinggi, yang berkontribusi pada pengurangan konflik serta peningkatan rasa saling percaya dan toleransi dalam masyarakat. Oleh karena itu, salat berjamaah dapat dipandang sebagai salah satu mekanisme penting dalam proses integrasi sosial, khususnya dalam konteks komunitas Muslim.
Manusia Sebagai Subjek dan Objek Pendidikan (Kajian Pedagogis) Achmad, Rafli; Buchori, Achmad Imam; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1177

Abstract

Pendidikan dalam Islam memandang manusia sebagai entitas yang memiliki peran ganda, yakni sebagai subjek dan objek dalam proses pendidikan. Sebagai subjek, manusia memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai khalifah di bumi yang dibekali akal, hati, dan kemampuan berpikir untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sebagai objek, manusia memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan guna membentuk akhlak, spiritualitas, serta kecerdasan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana peran manusia sebagai subjek dan objek pendidikan dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi seperti Al-Qur'an, hadis, tafsir, serta penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan keseimbangan antara upaya manusia dalam mencari ilmu dengan bimbingan ilahiah melalui proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk transformasi pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang mulia sesuai fitrah insani. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus dirancang untuk mendukung kedua peran manusia tersebut, baik dalam konteks formal maupun informal. Pemahaman akan dua dimensi manusia jasmani dan ruhani merupakan kunci dalam pelaksanaan pendidikan yang holistik, sehingga tercipta generasi yang berilmu, beriman, dan bertanggung jawab terhadap tugas kekhalifahan di muka bumi.
Etika Mencari Ilmu Dalam Islam (Kajian Psikologis-Sosiologis) Muhayar, Asep Roni; Muslih, Mochamad; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1183

Abstract

Penelitian ini membahas etika mencari ilmu dalam Islam dari perspektif psikologis dan sosiologis. Dalam konteks ini, ilmu bukan hanya sarana untuk memperoleh pemahaman, tetapi juga sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Proses pencarian ilmu di dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari etika, yang berperan penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang luas bagi individu dan komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait yang membahas tema etika dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam mencari ilmu menciptakan hubungan sosial yang harmonis, meningkatkan kesehatan mental individu, serta berkontribusi pada pembangunan peradaban yang lebih baik. Selain itu, makalah ini juga mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam etika mencari ilmu, seperti niat yang ikhlasb, sikap rendah hati, dan pentingnya menghormati guru. Dengan demikian, memahami etika mencari ilmu dalam Islam menjadi sangat penting untuk membentuk individu yang berakhlak mulia dan masyarakat yang beradab.