Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS BENTUK KALIMAT TIDAK EFEKTIF DALAM TEKS BERITA BERBAHASA JAWA KARYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018 Sari, Neno Nurindah; Suhita, Raheni; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.66423

Abstract

This research is included in descriptive quality research using content analysis method, aimed to describing some points in Javanese news text written by students: (1) form of ineffective sentence in Javanese news text written by students; (2) factor causing ineffective sentence in Javanese news text written by students; and (3) effort that could be done to overcome the ineffective sentence in Javanese news text written by students. The effective sentence can be seen based from five characteristics: (a) comparability and unity; (b) parallels; (c) emphasis; (d) frugality; and (e) variety. Noting these, there are 92 ineffective sentence forms were found in Javanese news text written by students. The factors who causing ineffective sentence in Javanese news text written by students included: (a) lack of Javanese vocabulary owned by students; (b) lack of references; (c) lack of motivation from student; and (d) lack of insight into effective sentences and their rules. The last, some efforts to overcome the ineffective sentence in Javanese news text written by students: (a) increase the scope of vocabulary owned by student; (b) add references; (c) increase student motivation; and (d) broadening student’s insight about effective sentence and their rules.  
PEMBELAJARAN WAWANCARA BAHASA JAWA RAGAM KRAMA (STUDI KASUS SISWA KELAS VIII I DI SMP N 1 KARAS KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017) Indriawati, Susiani; Rohmadi, Muhammad; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 2, No 1 (2018): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v2i1.48021

Abstract

This research aims at describe learning interview of speech level krama javanese language of VIII I students in SMP N 1 Karas which include: (1) the teacher perception of learning interview speech levels of krama; (2) the planning of learning interview speech levels of krama; (3)   the implementation of learning interview speech levels of krama; (4) the obstacles in learning interview speech levels of krama; (5) the effort to solve learning interview speech levels of kramas’ obstacle. This research is qualitative research which took sample in SMP N 1 Karas Magetan. The sample technique used is purposive sampling technique. The data collecting technique was conducted through observation, informants, and documents. Data analysis used in this research is descriptive analysis.The researches result showed that: (1) the perception of Javanese language teacher SMP N 1 Karas Magetan about learning interview speech levels of krama is important for student and student must practice more, government regulation is needed to maximize the purpose of study; (2) the planning of learning interview speech levels of krama VIII I class SMP N 1 Karas Magetan using syllabus and RPP made by MGMP and adjusted to school condition; (3) the implementation of learning interview speech levels of krama VIII I class SMP N 1 Karas Magetan done by the teacher using demonstration, question and answer, and guided discussion method; (4) the obstacles faced in learning interview speech levels of krama VIII I SMP N 1 Karas Magetan are: (a) limited time for studying the subject; (b) lack of students’ skills using Javanese language krama variety; (c) the students are less actively asking at the time of learning; (d) the students got difficulties copying the text into description form; (5) the ways to overcome these problems: the teacher maximize time allocation; (b) the teacher pushing the students to use and familiarizing themselves with krama language; (c) the teacher gives the students motivation to be active in the class; (d) the teacher guide students when they arrange a list of interview questions.
MAKNA FILOSOFIS DALAM UBARAMPE TRADISI JENANG SURA DI DUKUH TIPES KECAMATAN SERENGAN SURAKARTA Saputra, Yanuar Yoga; Wijayanti, Kenfitria Diah; Fitriana, Tya Resta
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 2 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i2.73868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1)menemukan ubarampe dalam tradisi Jenang Sura, (2)menganalisa makna filosofis dalam ubarampe Jenang Sura. Pendekatan penelitian ini adalah Semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa foto ubarampe dengan sumber data penelitian berupa kamus bahasa Jawa dan hasil wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi tentang ubarampe Jenang Sura. Teknik analisis yang digunakan teori Spreadly yang terbagi dengan domain-domain tertentu yang bisa menarik sebuah kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil penelitian (1) menyebutkan wujud ubarampe dalam tradisi Jenang Sura, (2) memaparkan makna filosofis yang terkandung dalam ubarampe tradisi Jenang Sura.  
Analisis Motivasi terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Secara Daring Siswa Kelas VIII PertiwI, Niki Sukma; Suryanto, Edy; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65619

Abstract

Tujuan dari diadakannya penelitian ini yakni memberikan deskripsi beserta penjelasan mengenai motivasi terhadap hasil belajar Bahasa Jawa pada kegiatan belajar dengan cara daring dan juga solusinya. Penelitian deskriptif kualitatif ialah jenis penelitian yang dijalankan dalam penelitian ini. Informan dan dokumen menjadi sumber datanya. Kemudian purposive sampling merupakan teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, angket, dan dokumen merupakan cara-cara pengumpulan data. Teknik member check yakni teknik yang dipilih untuk uji validitas dalam penelitian ini. Tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan termasuk ke dalam model mengalir dan kemudian diterapkan untuk analisis data pada penelitian ini. Dari hasil analisis data ditarik simpulan yakni motivasi siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Mojosongo Boyolali terhadap hasil belajar Bahasa Jawa secara daring berbeda-beda meliputi bermotivasi belajar tinggi 28 siswa (87,5%), sedang sebanyak 2 siswa (6,3%), dan rendah sebanyak 2 siswa (6,3%). Motivasi belajar tinggi dominan pengaruhnya terhadap hasil belajar karena dibuktikan keinginan untuk berhasil dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, sesuatu yang menarik siswa dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, dan penghargaan untuk siswa. Solusi yang dilakukan antara lain: (1) pemberian nilai tambahan dalam hasil belajar Bahasa Jawa siswa; (2) hadiah; (3) siswa mengetahui hasil belajar Bahasa Jawa; dan (4) memberikan pujian kepada siswa. Solusi yang sering digunakan oleh guru yaitu pemberian nilai tambahan karena pada proses kenaikan kelas setiap akhir tahun pelajaran, nilai yang diperoleh siswa harus mencapai batas minimal KKM 65.
Analisis Penggunaan Kohesi Leksikal Kumpulan Geguritan pada Majalah Jaya Baya Edisi September – November 2020 Fridasari, Anis; Waluyo, Budi; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65928

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan kohesi leksikal dalam geguritan pada majalah Jaya Baya edisi September – November 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data tulis berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung aspek kohesi leksikal dalam geguritan pada majalah Jaya Baya edisi September – November 2020. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini berjenis dokumen berupa geguritan pada majalah Jaya Baya edisi September – November 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis dokumen digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penggunaan kohesi leksikal dalam geguritan pada majalah Jaya Baya edisi September – November 2020 yang sesuai sebanyak 58 data. Aspek kohesi leksikal yang repetisi sebanyak 5,1%, sinonimi sebanyak 4,2%, antonimi sebanyak 7,9%, kolokasi sebanyak 0,3%, hiponimi sebanyak 1,3%, dan ekuivalensi sebanyak 1,0%. Repetisi adalah aspek kohesi leksikal yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini.
Analisis Kohesi dalam Iklan Radio Berbahasa Jawa Serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Pariwara di SMA Pitaloka, Priyangga Dyah Ayu; Suhita, Raheni; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65701

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa diperoleh pada tiap satuan pendidikan di SMA. Materi dalam pembelajaran tersebut beraneka ragam, misalnya pembelajaran pariwara di SMA. Materi pariwara di SMA biasanya hanya berasal dari buku teks. Guru sulit mencari materi yang berkaitan dengan pariwara. Iklan radio berbahasa Jawa sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber baru dalam materi ajar untuk mengatasi kesulitan tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna kohesi leksikal pada iklan radio berbahasa Jawa serta relevansinya sebagai materi pembelajaran pariwara di SMA. Lokasi penelitian yang digunakan untuk memperoleh data relevansi materi ajar pariwara bertempat di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi pada iklan radio berbahasa Jawa. Iklan radio berbahasa Jawa yang digunakan yaitu periode Maret-April 2019 dengan lingkup area Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Adapun nama radio yang digunakan yaitu CJDW 107 FM, MDS 14,47 FM, Argososro 93,2 FM,  Persatuan Bantul 94,2 FM, Fortuna 101,9 FM, H 89,6 FM, Citra 98,8 FM, Gema Soedirman 96,3 FM, dan Handayani Adhiloka 99,9 FM.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam wacana iklan radio berbahasa Jawa mengandung semua bentuk kohesi leksikal yang terdiri atas repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, ekuivalensi, dan hiponimi. Wacana iklan radio berbahasa Jawa relevan dan sesuai dengan pembelajaran bahasa Jawa kelas XI semester genap pada kompetensi dasar menelaah teks iklan berbahasa Jawa dan menulis teks iklan berbahasa Jawa.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA KUNCUNG BAWUK TVRI JOGJA Kurnia, Lia; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.66428

Abstract

This research aims to describe and explain the form of language politeness in the program Kuncung Bawuk TVRI Jogja. This research is a qualitative descriptive study. The approach used is a pragmatic approach. The data in this study are utterances containing language politeness, while the source of data in this study is the transcript of the dialogue in the program Kuncung Bawuk. The data collection technique was carried out by the listening method and the speaking method. The sampling technique used in this research is purposive sampling or certain considerations. The data validity test technique in this study used theoretical triangulation. The data analysis technique used in this research is content analysis technique. Based on the results of the research that has been done, the speech in the program Kuncung Bawuk TVRI Jogja, found the form of politeness in Javanese language as many as 23 data including: (a) the maxim of kurmat/respect as many as 10 data; (b) maxim andhap asor/humble as many as 3 data; (c) the maxim of empan papan/awareness of place as many as 6 data; and (d) the maxim of tepa slira/tolerance of 4 data.
Makna Filosofis dalam Tradisi Dhawuhan di Desa Warujanggan Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan dan Relevansinya sebagai Materi Ajar di SMP Pratika, Hanjani Murti; Sulaksono, Djoko; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna filosofis yang ada dalam tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan dan relevansinya sebagai materi ajar di SMP pada kompetensi dasar menelaah teks deskriptif tentang upacara adat daerah sesuai dengan karakteristik. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif berupa wawancara. Teknik sampling yang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah triangulasi sumber dan triangulasi teori. Analisis data menggunakan model analisis etnografi model Spradley. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) wujud makna filosofis tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan berdasarkan rangkaian kegiatan memiliki 5 makna filosofis; (2) wujud sesaji pada tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan memiliki 12 makna filosofis; (3) tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan memiliki relevansi sebagai materi ajar di SMP karena memiliki empat aspek, diantaranya: aspek ketuhanan, aspek sosial, aspek kognitif, dan aspek keterampilan. Hasil dari penelitian ini setidaknya memberikan referensi bagi guru untuk mengajarkan tradisi di daerah sendiri dan mampu memotivasi siswa untuk lebih giat belajar mengingat mereka belajar secara langsung ketika tradisi tersebut dilaksanakan.
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Pementasan Wayang Climen Lakon Semar Kelangan Wadhag dan Relevasinya sebagai Materi Ajar Memahami Isi Teks Cerita Mahabharata di SMA Nugroho, Benny Setyo Adi; Wijayanti, Kenfitria Diah; Suryanto, Edy
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65216

Abstract

This research aims to disseminate. (1) Principle of language politeness on the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag, (2) a form of violation of the principle of language politeness in the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag and (3) Relevance of the results of analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material understanding the contents of the mahabharata story text class X even semester. This type of research is a descriptive analysis. The method used in collecting this research data is to check and do the transcript process on the staging of puppets of semar Kelangan Wadhag to produce manuscripts (texts). The next process is data identification, and finally data reduction is carried out. The validity of data is derived from the process of triangulation of data sources, observations, and theories. The results : (1) a form of the principle of language manners in the performance of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag in accordance with Geoffrey Leech's principle of (a) maksim wisdom, (b) maximal mercy, (c) maximality, (d) maximal acceptance, (e) maksim humility, and (f) maximal fit. The principle of the dominant language manners in this story is the maxim, because in this story the puppeteer emphasizes to always be wise in overcoming all problems. (2) The form of violation of the principle of politeness in this story is dominant in the maxim of acceptance or appreciation of a number of 5 (five) data, because in this story there are many conflicts that demean the opposing figure. (3) Relevance of the results of the analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material to understand the contents of the mahabharata story text class X even semester. After analysis and interviews in this study can be used as teaching material to understand the contents of the mahabharata story text of class X even semester. With the puppet climate, it provides a new color for learning material with a short duration but still contains the moral values contained in the puppet performances that are played, because this play contains moral values and character and is by today's conditions.