Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pengembangan Diri Peserta Didik Disabilitas Intelektual melalui Program Vokasi di Sekolah Luar Biasa: Studi Multi Situs di SLB Samudra Lavender Bangkalan dan SLB Negeri Sampang Dewi, Shelly Kusuma; Wijiastuti, Asri; Sartinah, Endang Pudjiastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p444-456

Abstract

Program vokasi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan kemandirian hidup peserta didik disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pengembangan diri peserta didik disabilitas intelektual melalui implementasi program vokasi, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta dampaknya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi multisitus di SLB Samudra Lavender Bangkalan dan SLB Negeri Sampang Sumenep. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui analisis dalam situs dan lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program vokasi di kedua sekolah bersifat kolaboratif dan berorientasi pada kemandirian peserta didik, dengan perbedaan pendekatan. SLB Samudra Lavender menerapkan model entrepreneurial-ecological berbasis kemitraan eksternal, sedangkan SLB Negeri Sampang mengembangkan model pragmatic-collaborative berbasis optimalisasi sumber daya internal. Pelaksanaan program menekankan pendampingan intensif dan pembelajaran bertahap, dengan variasi model pelatihan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Dampak program vokasi terlihat pada peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan sosial-emosional, dengan perbedaan intensitas pada aspek kewirausahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas program vokasi ditentukan oleh keselarasan desain program berpusat pada peserta didik dengan konteks sumber daya dan ekosistem sekolah.
Mengidentifikasi Tantangan dan Hambatan untuk Mendukung Pengajaran Bahasa Lisan bagi Siswa Hambatan Mendengar Firdausi, Yasmin; Wijiastuti, Asri; Wagino, Wagino
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p306-313

Abstract

Mengajar bahasa lisan kepada siswa tunarungu bukanlah tugas yang mudah, terlebih bagi guru non-PLB yang belum memiliki latar belakang pendidikan khusus. Penelitian ini menggali secara mendalam pengalaman sepuluh guru non-PLB di Madura yang menghadapi tantangan dalam pembelajaran bahasa lisan di SLB. Dengan metode studi kasus kualitatif, terungkap bahwa keterbatasan komunikasi siswa, kurangnya pemahaman metode khusus, serta minimnya media pembelajaran menjadi kendala utama. Namun, di balik keterbatasan tersebut, muncul semangat kreatif para guru yang menciptakan media sederhana untuk memfasilitasi proses belajar. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan, kolaborasi erat dengan terapis dan orang tua, serta penyediaan sumber belajar yang lebih baik. Hasilnya menjadi refleksi bahwa dengan dukungan yang tepat, guru non-PLB pun dapat menjadi agen perubahan dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan siswa tunarungu.
Developing GESYA: a digital tool for enhancing emotional regulation in children with dyslexia Twinky, Agustina; Wijiastuti, Asri; Pamuji , Pamuji
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1207200

Abstract

Children with dyslexia face not only reading difficulties but also challenges in emotional regulation, which are often underaddressed in digital learning interventions. This study aims to develop and evaluate the GESYA application, a digital tool designed to support emotional regulation in children with dyslexia. Using a Research and Development (R&D) approach, this study adopts the ADDIE model due to its systematic and iterative structure, which supports the design and refinement of educational digital media. The participants consisted of eight elementary school children with dyslexia from three learning and therapy centers in Sidoarjo and Surabaya. Data were collected through expert validation, practicality questionnaires, and a one-group pretest-posttest design using an adapted emotional regulation scale. The results indicate that the GESYA application achieved high validity (95% and 99.2%) and practicality (88%). A statistically significant improvement in emotional regulation was observed (p < 0.05). However, the magnitude of change was relatively modest, as reflected in the N-Gain score. These findings provide preliminary evidence of effectiveness, while the small sample size and study design limit broader generalization. Practically, the application supported children in recognizing and managing emotions through interactive and structured activities, indicating its potential as a supplementary tool in inclusive educational settings. In conclusion, while preliminary results demonstrate the feasibility and potential effectiveness of GESYA, further studies with larger samples are required to confirm its impact.