Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Calon Guru Tentang Fungsi Eksekutif Disabilitas Disleksia di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Malang Maulidya, Syafita; Widajati, Wiwik; Wijiastuti, Asri
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p226-233

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi calon guru terhadap fungsi eksekutif pada disabilitas disleksia. Fungsi eksekutif merupakan kemampuan kognitif yang mencakup pengendalian diri, perencanaan, fleksibilitas kognitif, serta memori kerja yang berperan penting dalam keberhasilan akademik dan sosial-emosional. Individu dengan disleksia sering mengalami hambatan pada area ini sehingga berdampak pada kemampuan belajar dan pengelolaan emosi. Rendahnya pemahaman calon guru mengenai fungsi eksekutif disleksia dapat memengaruhi efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas inklusif.Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 100 mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Malang. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-struktur terhadap 10 mahasiswa terpilih. Teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif untuk hasil kuantitatif dan analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru memiliki pemahaman yang masih terbatas mengenai konsep fungsi eksekutif dan keterkaitannya dengan disleksia. Mereka cenderung memaknai fungsi eksekutif hanya sebagai kemampuan berpikir umum tanpa memahami aspek pengendalian diri, memori kerja, dan fleksibilitas kognitif. Namun, terdapat sebagian responden yang menunjukkan kesadaran akan pentingnya fungsi eksekutif dalam membantu siswa disleksia mengatur perilaku dan strategi belajar. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan materi tentang fungsi eksekutif dan disleksia dalam kurikulum calon guru serta pelatihan yang berfokus pada strategi pembelajaran berbasis fungsi eksekutif untuk mendukung pendidikan inklusif. Kata kunci: Persepsi calon guru, Fungsi eksekutif, Disabilitas disleksia, Pendidikan inklusif
Pengembangan Media Sequence untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman bagi Anak Tunarungu Widowati, Sri; Pamuji, Pamuji; Wijiastuti, Asri
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p438-443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas media Sequence dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SLB Ar Rosyid Sri Sutrisno, Jabon, Sidoarjo, dengan subjek siswa tunarungu pada jenjang sekolah dasar dan menengah yang mengalami kesulitan membaca pemahaman. Media Sequence dikembangkan dalam bentuk rangkaian gambar, teks sederhana, dan simbol visual yang disusun secara sistematis untuk membantu siswa memahami hubungan antarkalimat, struktur teks, dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Sequence yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman bagi anak tunarungu. Penggunaan media ini mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa secara signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor tes sebelum dan sesudah penggunaan media. Selain itu, media Sequence memperoleh respons positif dari guru dan siswa pada aspek keterbacaan, kemudahan penggunaan, dan efektivitas dalam membantu memahami isi bacaan.
Implementation of the Maternal Reflective Method in Inclusive Schools: Teachers' Perspectives on Writing Learning for Deaf Students Hidayat, Erfin Candra Dwi; Pamuji, Pamuji; Wijiastuti, Asri
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p302-305

Abstract

This study aims to explore the application of the maternal reflective method in teaching writing for deaf students in inclusive schools. Through a qualitative approach, data were obtained through interviews with three teachers who have experience teaching deaf students at the elementary school level. The findings of the study indicate that these teachers implement the maternal reflective method with various techniques, such as the use of facial expressions, visual media, and word repetition to build deeper understanding. Despite facing challenges related to time constraints in the regular curriculum and lack of understanding from regular teachers, all teachers reported increased student courage in writing as well as a better understanding of sentence structure and self-expression. This study reveals that maternal reflective not only contributes to the development of deaf students' writing skills but also strengthens the emotional relationship between teachers and students, which is an important element in inclusive education. These findings point to the need for systemic support and training for teachers to optimize this approach in inclusive learning.
Manajemen Pengembangan Diri Peserta Didik Disabilitas Intelektual melalui Program Vokasi di Sekolah Luar Biasa: Studi Multi Situs di SLB Samudra Lavender Bangkalan dan SLB Negeri Sampang Dewi, Shelly Kusuma; Wijiastuti, Asri; Sartinah, Endang Pudjiastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p444-456

Abstract

Program vokasi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan kemandirian hidup peserta didik disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pengembangan diri peserta didik disabilitas intelektual melalui implementasi program vokasi, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta dampaknya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi multisitus di SLB Samudra Lavender Bangkalan dan SLB Negeri Sampang Sumenep. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui analisis dalam situs dan lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program vokasi di kedua sekolah bersifat kolaboratif dan berorientasi pada kemandirian peserta didik, dengan perbedaan pendekatan. SLB Samudra Lavender menerapkan model entrepreneurial-ecological berbasis kemitraan eksternal, sedangkan SLB Negeri Sampang mengembangkan model pragmatic-collaborative berbasis optimalisasi sumber daya internal. Pelaksanaan program menekankan pendampingan intensif dan pembelajaran bertahap, dengan variasi model pelatihan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Dampak program vokasi terlihat pada peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan sosial-emosional, dengan perbedaan intensitas pada aspek kewirausahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas program vokasi ditentukan oleh keselarasan desain program berpusat pada peserta didik dengan konteks sumber daya dan ekosistem sekolah.
Mengidentifikasi Tantangan dan Hambatan untuk Mendukung Pengajaran Bahasa Lisan bagi Siswa Hambatan Mendengar Firdausi, Yasmin; Wijiastuti, Asri; Wagino, Wagino
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p306-313

Abstract

Mengajar bahasa lisan kepada siswa tunarungu bukanlah tugas yang mudah, terlebih bagi guru non-PLB yang belum memiliki latar belakang pendidikan khusus. Penelitian ini menggali secara mendalam pengalaman sepuluh guru non-PLB di Madura yang menghadapi tantangan dalam pembelajaran bahasa lisan di SLB. Dengan metode studi kasus kualitatif, terungkap bahwa keterbatasan komunikasi siswa, kurangnya pemahaman metode khusus, serta minimnya media pembelajaran menjadi kendala utama. Namun, di balik keterbatasan tersebut, muncul semangat kreatif para guru yang menciptakan media sederhana untuk memfasilitasi proses belajar. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan, kolaborasi erat dengan terapis dan orang tua, serta penyediaan sumber belajar yang lebih baik. Hasilnya menjadi refleksi bahwa dengan dukungan yang tepat, guru non-PLB pun dapat menjadi agen perubahan dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan siswa tunarungu.