Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

UJI AKTIVITAS FOTOKATALIS TIO2 DOPAN-N KOMBINASI ZEOLIT PADA PENGOLAHAN LIMBAH FARMASI Achmad Wildan; Erlita Verdia Mutiara
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v4i1.2701

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) adalah  senyawa  yang sering digunakan pada proses fotokatalisis, untuk  lebih  meningkatkan aktivitas fotokatalis TiO2 dapat dilakukan dengan penambahan dopan Nitrogen dari urea, selain itu digunakan pula kombinasi TiO2 dengan suatu adsorben seperti zeolit  yang ditambahkan diharapkan dapat mencegah terjadinya rekombinasi electron-hole sehingga aktivitas fotokatalisis dalam mendegradasi senyawa organik dan mereduksi senyawa anorganik lebih efektif dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberadaan senyawa zeolit, serta lama penyinaran terhadap efektivitas proses fotodegradasi siprofloksasin yang terkatalisis TiO2 Dopan-N zeolit dengan adanya ion Cu(II). Penelitian menggunakan reaktor tertutup, pengaduk magnetik dan lampu tungsten sebagai sumber sinar tampak. Penelitian tersebut menunjukkan hasil terjadinya peningkatan siprofloksasin yang terdegradasi  dengan  waktu penyinaran yang semakin lama. Peningkatan ini disebabkan karena terjadinya peningkatan  jumlah radikal •OH yang dihasilkan TiO2.Variasi penambahan senyawa zeolit menunjukkan semakin besar perbandingan komposisi TiO2-N : Zeolit, fotodegradasi siprofloksasin mengalami kenaikan. Kondisi optimal pada  proses fotokatalisis yang menghasilkan fotodegradasi siprofloksasin paling efektif yaitu, larutan  50 mg/L sebanyak 25 ml, dengan waktu penyinaran 100 menit dan perbandingan TiO2-Ndan Zeolit adalah 35 : 1. Pada kondisi tersebut jumlah siprofloksasin yang mengalami fotodegradasi sebesar 85,49% dan jumlah ion Cu(II) yang mengalami proses reduksi sebesar 92,79%. Kata kunci: : Fotokatalis TiO2, Ion Tembaga, Siprofloksasin, Spektrofotometer
Pengolahan Limbah Batik dengan Metode Fotokatalitik di Desa Gemawang Kabupaten Semarang Achmad Wildan; Anastasia Setyopuspito Pramitaningastuti; Ebta Narasukma Anggraeny
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.096 KB)

Abstract

Limbah batik merupakan limbah yang dihasilkan dalam prosespenghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi,pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Pewarnaan danpembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan CODtinggi dan bahan-bahan lain dari zat warna yang dipakai, seperti fenoldan berbagai macam logam. Desa Gemawang kabupaten Semarangmerupakan salah satu sentra batik di kabupaten Semarang.Kurangnya kemampuan dan pengetahuan masyarakat akanpengolahan limbah, menyebabkan teknik pengolahan limbah yangsederhana bahkan dibuang begitu saja pada perairan di sekitar tanpapengolahan terlebih dahulu.Metode fotokatalitik mengunakan titaniumdioxide (TiO2) merupakan metode yang efektif, selektif, ekonomis,bebas polutan dan sangat sesuai untuk menghancurkan senyawasenyawaorganik. Metode fotokatalitik dapat digunakan untukmenguraikan senyawa organik maupun anorganik yang ada didalamlimbah seperti limbah batik. Kegiatan yang dilakukan berupapelatihan pengunaan reaktor fotokatalitik dan penyuluhan teknikpengolahan limbah.Hasil yang diperoleh metode fotokatalitik mampumenurukan tingkat cemaran yang berasal dari limbah batik. satu literlimbah ditambah 2,5 gr TiO2 dapat menurunkan COD limbah dari5067 mg/liter menjadi 3968 mg/liter.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DARI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Wildan, Achmad
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i1.9916

Abstract

Tanaman Pegagan  atau (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di  Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan adan antiagieng.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, Fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat dari tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai SPF adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 4,37 dan 6,39 pada konsentrasi  200 ppm.
AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Mutiara, Erlita Verdia; Wildan, Achmad; Syukur, Mighfar; Indriyani, Erwin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i2.10066

Abstract

Tanaman Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) adalah tumbuhan yang banyak ditemukan di Asia terutama Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan dan antiaging.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menghamabat sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai Sun Protection Factor adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 6,39 dan 4,37 pada konsentrasi  200 ppm.Kata kunci : Ekstrak Etanol, Fraksi Etil Asetat,, SPF, Tabir Surya, Tanaman Pegagan.
KAJIAN NANO PARTIKEL CORE SHELL N-OKTIL SINAMAT SEBAGAI ANTI ERITEMA Wildan, Achmad; Mutiara, Erlita Verdia; Syukur, Mighfar; Indriyani, Erwin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v9i1.11023

Abstract

N-oktil sinamat merupakan senyawa yang mempunyai potensi sebagai antioksidan, anti inflamasi dan anti eritema.  N-oktil sinamat mempunyai sifat sukar larut dalam air sehingga mempengaruhi rendahnya bioavailabilitas dalam sirkulasi sistemik. Untuk mengurangi  permasalahan tersebut, n-oktil sinamat diformulasikan dalam bentuk nanopartikel core shell dengan menggunakan polimer kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel n-oktil sinamat menggunakan metode core shell menggunakan kitosan dan natrium alginat serta mengevaluasi kemampuan stabilitas nanopartikel secara in vitro. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan meliputi uji efisiensi adsorpsi, penentuan ukuran partikel dengan a;atParticle Size Analyzer dan pengamatan morfologi dengan alat Transmisi Electron Microscopy (TEM) serta untuk identifikasi digunakan FTIR dan GC-MS. Uji anti eritema dilakukan untuk mengetahui potensi senyawa hasil sintesis dengan menghitung persen eritema. Hasil penelitian menunjukkanberdasarkan FTIR dan GC-MS senyawa yang terbentuk adalah n-oktil sinamat.  Nanopartikel core shell n-oktil sinamat  mempunyai ukuran partikel rata-rata adalah 68,1 nm berdasarkan pengujian Particle Size Analyzer.. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa partikel mempunyai bentuk bulat dengan permukaan tidak rata. Nanopartikel n-oktil sinamat/Alginat/Kitosan 500 ppm mempunyai kemampuan antieritema dengan besar persen eritema sebesar 0,712 % yang masuk dalam kategori sunblock. Hal ini menunjukkan nanopartikel n-oktil siamat/alginat/kitosan berpotensi untuk dikembangkan sebagai anti eritema Kata kunci: anti eritema, core shell, nanopartikel, n-oktil sinamat
UJI AKTIVITAS MINUMAN TEH DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENURUN ASAM URAT DAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO Mutiara, Erlita Verdia; Wildan, Achmad
Media Farmasi Indonesia Vol. 14 No. 1 (2019): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.864 KB)

Abstract

Sediaan bahan alam kadang mempunyai beberapa efek farmakologi, sehingga seringkali digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Daun sirsak dapat dimanfaatkan menjadi teh herbal daun sirsak yang mempunyai banyak khasiat,antara lain, sebagai, penurun asam urat dan kolesterol. Kandungan senyawa dalam daun sirsak antara lain steroid/terpenoid, flavonoid, kumarin, alkaloid, dan tanin. Senyawa flavonoid mempunyai fungsi sebagai antioksidan untuk penyakit kanker, anti mikroba, anti virus, pengatur fotosintetis, dan pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas teh daun sirsak yang digunakan sebagai penurun asam urat dan kolesterol sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengujian tahapan berikutnya. Metode yang digunakan pada pembuatan teh herbal dengan daun sirsak, teh daun sirsak, dilakukan proses pelayuan pada suhu optimalnya Dibuat seri larutan uji 5 mg/mL, 10 mg/mL, 20 mg/mL, dan 30 mg/mL, dan 40 mg/mL. Kadar penurunan efektif minuman teh daun sirsak untuk penurunan asam urat pada kadar 40 mg/mL dengan 64,86% dan kanduangan kolesterol pada 40 mg/mL menghasilkan penurunan 43,56%. Hasil uji ANAVA diperoleh data bahwa terdapat perbedaan antar konsentrasi dalam dan antar kelompok yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
PEMANFAATAN MEDIA POSTER PADA MASKER MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP DISONANSI KOGNITIF Husnusyifa, Annisa; Nurhadi, Zikri Fachrul; Wildan, Achmad; Yuniar, Niva Citra
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan masyarakat yang dipengaruhi oleh persimpangan informasi yang didapatkannya terkait dengan penggunaan masker dimana pihak pemerintah sudah mengizinkan masyarakat untuk melepaskan masker, sedangkan masih banyak media dan lembaga yang malah mengharuskan pengguanaan masker di berbagai tempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana poster penggunaan masker di media sosial instagram memiliki dampak terhadap disonansi kognitif masyarakat pengguna instagram kecamatan Garut Kota.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan kuesioner dan observasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari 9 point yang berasal dari dimensi kedua variabel. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara Tata letak poster penggunaan masker di akun media sosial Instagram @satgasperubahanperilaku memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap sikap disonansi kognitif masyarakat di kecamatan Garut Kota.
PENGARUH KADAR EKSTRAK BUMBU BRIYANI TERHADAP AKTIVITAS PENURUNAN KOLESTEROL SECARA INVITRO BESERTA KADAR FENOLIK DAN FLAVONOIDNYA Wildan, Achmad; Mutiara, Erlita Verdia; Ramonah, Dewi
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i1.4405

Abstract

Hiperkolesterol atau kadar kolesterol yang tinggi dalam darah menjadi faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan stroke.. Penurunan kadar kolesterol dapat menggunakan obat sintetik atau menggunakan herbal yang dikonsumsi sehari hari sebagai pelengkap masakan. Bumbu biryani merupakan bumbu masakan dari Timur Tengah yang kaya akan kandungan rempah-rempah seperti kunyit, jinten, kapulaga, kayu manis, cengkeh dan sebagainya. Kandungan senyawa fenolik dan flavanoid yang tinggi di dalam bumbu biryani diduga memberikan kontribusi besar dalam penurunan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruhdari ekstrak bumbu biryani terhadap penurunan kadar kolesterol secara in vitro, dan mengetahui kandungan senyawa fenolik dan flavonoid bumbu biryani. Metode remaserasi menggunakan etanol 96% untuk mengekstraksi bumbu biryani. Penetapan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu, penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode Alumunium Klorida, penetapan kadar kolesterol dilakukan menggunakan metode Liebermann Burcard kandungan fenolik total dalam ekstrak bumbu biryani sebesar 114,7663 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak bumbu biryani sebesar 81,4624 ± 5,8558 mg QE/g, dan ek strak bumbu biryani dengan konsentrasi 700 bpj dapat menurunkan kolesterol sebesar 45,73%. Ekstrak bumbu biryani mengandung senyawa – senyawa antioksidan seperti fenolik dan flavonoid yang berperan dalam penurunan kadar kolesterol. Kata kunci: biryani, fenolik total,flavonoid total, kolesterol
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUMBU BIRYANI SECARA INVITRO BESERTA SKRINING FITOKIMIANYA Wildan, Achmad; Mutiara, Erlita Verdia; Ramonah, Dewi
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i2.5522

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menghalangi terjadinya proses oksidasi atau menghambat radikal bebas, sehingga atom yang mempunyai elektron tidak berpasangan (radikal) berikatan dengan radikal lain sehingga menjadi stabil. Antioksidan dapat diperoleh salah satunya dari bumbu yang dikonsumsi sehari hari sebagai pelengkap masakan. Bumbu biryani merupakan bumbu masakan dari Timur Tengah yang kaya akan kandungan rempah-rempah seperti kunyit, jinten, kapulaga, kayu manis, cengkeh dan sebagainya. Bumbu biryani mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavanoid yang tinggi. Kandungan senyawa tersebut diduga memberikan kontribusi besar dalam menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan senyawa fitokimia yang terkandung dalam bumbu biryani dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak bumbu biryani secara in vitro. Metode remaserasi menggunakan etanol 96% untuk mengekstraksi bumbu biryani. Skrining fitokimia dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan dalam uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol bumbu biryani memiliki kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan alkaloid. Nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol bumbu biryani dinyatakan sebagai EC50 adalah 11147,4527 ppm.Kata kunci: aktivitas antioksidan, biryani, DPPH, radikal bebas, skrining fitokimia
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL MASK FRAKSI ETIL ASETAT BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Puspitasari, Dewi Fitriani; Utami, Rani Nur Ayu; Wildan, Achmad
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i1.2423

Abstract

The ethyl acetate fraction of butterfly pea flower was found to have higher antioxidant activity than other fractions. This fraction can be utilized in making gel mask preparations, as an alternative to topical antioxidants. The purpose of this study was to formulate the ethyl acetate fraction in a gel mask preparation, and test the physical characteristics and stability of antioxidant activity before and after being stored for 3 months at room temperature. Extraction of telang flowers, using 70% ethanol, followed by fractionation with n-hexane, ethyl acetate and water. The results of the ethyl acetate fraction were tested for antioxidant activity, then formulated in a gel mask preparation. Evaluation of the physical characteristics of the preparation includes organoleptic test, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, spreadability, and antioxidant activity test, before and after 3 months storage with DPPH. The results of the antioxidant activity test of the ethyl acetate fraction obtained a value of 25.14 µg/mL. The results of the physical characteristics of the gel have a pH 5.18 ± 0.035, viscosity 9541 ± 32.14 cps, adhesion 2.04 ± 0.015 seconds, spreadability 4.55 ± 0.015 cm. The antioxidant activity of the gel decreased after storage for 3 months.