Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP TRADISI LARUNG SESAJI: KAJIAN ANTROPOLOGI BUDAYA Alika, Ladira Jasmine Biantari; Wirajaya, Asep Yudha
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 29, No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/wahana.v29i2.9435

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui serta memahami perspektif masyarakat terhadap salah satu tradisi yang terdapat di Indonesia, yaitu upacara larung sesaji. Larung sesaji merupakan tradisi yang dilakukan atas wujud rasa syukur dari nikmat yang diberikan sang pencipta alam semesta yang dilakukan dengan cara melepaskan sesajian ke laut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan langkah mengumpulkan data, mengindentifikasi serta mengobservasi data yang telah terkumpul, dan yang terakhir mengolah data yang sudah diidentifikasi dan diobservasi. Adapun sumber datanya diambil dari berbagai komentar di media sosial Twitter yang terkait dengan penyelengaraan upacara tradisi larung. Hasil kesimpulan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa tradisi larung sesaji dapat menimbulkan respon, baik pro maupun kontra yang ada dalam masyarakat. Tentu terdapat alasan dari berbagai respon masyarakat terhadap tradisi larung sesaji tersebut. Karena, tradisi tersebut dilakukan dengan melibatkan alam, di mana sesaji yang telah disiapkan kemudian dilepaskan di tengah lautan bebas. Kata kunci : tradisi; larung sesaji; perspektif masyarakat
Desa Saradan sebagai Pilot Project Konsep Pilar Smart Village dengan Mengembangkan Transformasi Teknologi untuk Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif dan Berkelanjutan Sulthon, Aufa Hanif Abiyyu; Fauzan, Brilian Lucky; Duta, Arya Andhika; D., Bisma Raafi M.; Fadhil, Bayu Dian; Amalia, Dina; Rachmanita, Aprillia; Saptowati, Rohmah; Wirajaya, Asep Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i1.776

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kesenjangan pembangunan yang cukup besar antara perkotaan dengan pedesaan. Pemerintah Indonesia selalu mengupayakan berbagai solusi untuk mengatasi masalah kesenjangan, seperti salah satunya yaitu konsep Desa Cerdas (Smart Village). Desa Cerdas (Smart Village) merupakan sebuah konsep pengembangan yang mendorong desa untuk melakukan transformasi dalam memanfaatkan teknologi. Konsep Desa Cerdas (Smart Village) yang dilakukan oleh pemerintah semata-mata bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. SDGs Desa merupakan sebuah prinsip yang universal, terintegrasi, yang menjadi perspektif dalam pengembangan model Desa Cerdas (Smart Village), sehingga pendekatan yang dilakukan adalah dengan memastikan tidak ada satupun desa yang tertinggal. Melalui pengabdiankepada masyarakat, Tim KKN UNS Kelompok 84 melakukan kerja sama dengan Perangkat Desa Saradan untuk menggugurkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Tim KKN UNS di Desa Saradan akan melakukan sebuah sosialisasi yang mengenalkan 3 (tiga) dari 6 (enam) pilar Desa Cerdas (Smart Village). Ketiga pilar Desa Cerdas (Smart Village) yang akan disosialisasikan oleh TIM KKN UNS Kelompok 84, yaitu Pilar Mobilitas Cerdas dengan hasil “Inventarisasi Pemetaan Desa”, Pilar Tata Kelola Cerdas dengan hasil “Layanan Administrasi Desa Berbasis Digital”, dan Pilar Masyarakat Cerdas dengan hasil “Publikasi Infografis di Website Pemerintah Desa”.
Pemetaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Glesungrejo, Baturetno, Wonogiri Berbasis Web Map Putra, Ahda Dinansya Trisnawan; Agustiantoro, Adib Noor Ahdi; Hidayah, Afifah Nurul; Ningrum, Dina Fitria; Fathin, Afrizal Aqila; Saraswati, Anita; Siregar, Dony Marly Martiawan; Aliya, Nurunnisa Shafa; Wirajaya, Asep Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i1.779

Abstract

Salah satu permasalahan yang ada pada Desa Glesungrejo adalah keterbatasan informasi terkait lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak UMKM yang ada hanya diproduksi dan dipasarkan pada lingkup desa tersebut saja. Sementara itu, UMKM di daerah tersebut sangat berpotensi untuk bersaing dengan UMKM luar daerah sehingga dari permasalahan tersebut diharapkan ada solusi untuk membantu masyarakat desa untuk mengenalkan usaha mereka. Dari permasalahan yang sudah dijelaskan sebelumnya, didapatkan solusi yaitu pembuatan info grafis atau peta UMKM yang ada pada Desa Glesungrejo. Metode pengumpulan data yang digunakan pada metode ini yaitu dengan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskripsi kuantitatif yang digunakan meliputi wawancara dan pendataan informasi UMKM. Pada hasil pendataan UMKM Desa Glesungrejo ada beberapa usaha yang kurang berkembang. Namun, jika dilihat dari potensinya usaha tersebut dapat bersaing di pasar luar. Hal ini dapat dibuktikan dengan kurangnya informasi terkait UMKM tersebut. Sehingga menyebabkan UMKM tersebut kurang dikenal oleh masyarakat luar desa. Dengan adanya kegiatan pemetaan UMKM pada Desa Glesungrejo diharapkan dapat menambah informasi terkait UMKM apa saja yang ada pada Desa Glesungrejo. Selain itu, pemetaan UMKM juga berfungsi untuk mengenalkan UMKM di Desa Glesungrejo kepada masyarakat luar desa sehingga diharapkan usaha yang ada di Desa Glesungrejo dapat dikenal oleh masyarakat luar.
Pengembangan Kreativitas Anak Sekolah Dasar di Desa Saradan Melalui Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint Wirajaya, Asep Yudha; Nisa', Fatikhatun; Kusumarani, Aura Wina; Magda, Advis Qonita; Azizah, Annastasya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1289

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan agar mahasiswa dapat belajar menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya untuk mengatasi permasalahan di masyarakat secara langsung. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, pelatihan pembuatan totebag ecoprint menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Ecoprint merupakan suatu teknik pencetakan ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan-bahan alam seperti daun, bunga, dan ranting. Pelatihan pembuatan totebag ecoprint dilaksanakan di tiga sekolah dasar atau sederajat di Desa Saradan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan singkat teknik ecoprint, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pembuatan totebag ecoprint. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan review materi dan pemberian bingkisan bagi tiga karya terbaik, yang diharapkan dapat meningkatkan kreativitas anak dan memberikan pemahaman kepada anak terkait manfaat pembuatan totebag ecoprint. Kegiatan pelatihan pembuatan totebag ecoprint berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari pihak sekolah dan para siswanya.
Digitalisasi Naskah sebagai Alternatif Transformasi Pembelajaran Sastra Wirajaya, Asep Yudha
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1319

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi yang sedemikian cepat menuntut adanya transformasi pembelajaran dalam dunia sastra. Tentu saja, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para guru atau dosen untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dapat berterima dengan akselarasi teknologi yang ada saat ini. Artinya, semua pihak dituntut harus adaptif dan belajar untuk dapat menyesuaikan diri dengan segala perkembangan yang ada. Dalam konteks sastra, baik sastra lama maupun modern, kini harus siap bertransformasi dalam ranah digital sehingga sastra menjadi sedemikan ramah dan dapat diterima oleh kalangan generasi Z. Konsekuensinya, perlu penyesuaian media, kompetensi pengajar, ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai serta materi ajar yang kompatibel dan relevan dengan zamannya. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang lebih mengutamakan kualitas data, khususnya metode digitalisasi naskah. Sumber datanya berupa karya sastra baik karya sastra lama maupun karya sastra modern yang siap dialihmediakan menjadi sesuatu yang baru dan dapat dinikmati oleh audien masa kini. Karya sastra tersebut kemudian dibuat ke dalam format digital, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. Dengan demikian, proses alih media tersebut membuka peluang baru bagi para pengkaji naskah untuk lebih kritis dalam mengungkap nilai-nilai baru yang bermanfaat bagi pembejaran sastra. Hasilnya, digitalisasi naskah terbagi menjadi 3 tahap. Digitalisasi tahap 1 hanya berfokus pada proses alih media saja. Digitalisasi tahap 2 berfokus pada pemanfaatan software alih media. Digitalisasi tahap 3 berfokus pemanfaatan isi naskah kepada kepentingan yang luas.
L PELATIHAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KURIKULUM MUATAN LOKAL DI KABUPATEN SUKOHARJO Leny Noviani; Budiati, Atik Catur; Tuhana; Cahyaningsih, Diana Tantri; Wirajaya, Asep Yudha; Sudarsana; Setyowati, Kristina; Khoiriyah, Siti; Supriyadi; Rinanto, Yudi
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v5n1.p32-38

Abstract

The Sukoharjo Regency Government regrouped 16 elementary schools (SD) into 8 SD in 2022. This regrouping was legalized through Regent's Decree No. 420/376/2022 dated July 12, 2022. One of the reasons for this regrouping was because the number of students was small and not growing. The problem that is a priority for partners is how to overcome misconceptions about the implementation of local wisdom in elementary schools so that it can improve the quality of graduates so that it can increase public interest. The solution to overcome this is the socialization of the concept of local wisdom curriculum, which includes religious content, character education, and local wisdom-based learning. This service method uses a participatory approach. The training activity was attended by 60 people, consisting of school supervisors, principals, and teachers. Participants' understanding of the material can be seen from the participants' ability to compile local content work programs, which are outlined in mind maps during the training activities. Based on feedback from participants, it shows that participants consider this training program very good in terms of: clarity of activity objectives, relevance of activities to participant needs, systematic presentation of materials, added value of the materials presented, time allocation, and achievement of activity objectives.
HABITUS MASYARAKAT KRAPYAK KIDUL KOTA PEKALONGAN TERKAIT TRADISI LOPIS RAKSASA Syarief, Divani Majidullah; Abiyyi, Ufairoh Shoofii; Amini, Umu Hana; Resmanti, Maiyang; Wirajaya, Asep Yudha
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.6289

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui habitus-habitus masyarakat Krapyak Kidul terkait tradisi lopis raksasa. Tradisi ini rutin dihelat setiap tahun pada tanggal 8 Syawal atau tujuh hari setelah Idulfitri di Krapyak Kidul, Kota Pekalongan. Penelitian tergolong deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Pierre Bourdieu. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap narasumber yang direkam dengan gawai untuk nantinya data-data yang dibutuhkan dalam penelitian diambil dengan teknik simak dan catat. Data yang terkumpul akan dibedah berdasarkan konsep habitus dalam strukturalisme genetik Pierre Bourdieu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini antara lain: (1) Habitus persaudaraan, tradisi lopis raksasa memiliki semangat persaudaraan untuk merekatkan masyarakat; (2) Habitus kompak, tradisi lopis raksasa merupakan media untuk mengompakkan masyarakat yang heterogen; (3) Habitus religius, tradisi lopis raksasa tidak dapat dipisahkan dari nilai keagamaan; (4) Habitus berbagi, tradisi lopis raksasa mengajarkan untuk berbagi pada sesama; (5) Habitus gotong royong, pembuatan lopis raksasa melalui proses yang panjang dan dilakukan bersama-sama; (6) Habitus kerja keras, eksistensi tradisi lopis raksasa tidak lepas dari usaha dan kerja keras masyarakat dalam melestarikan tradisi ini; dan (7) Habitus berdagang, tradisi lopis raksasa mampu menaikkan perekonomian masyarakat dengan adanya kesempatan untuk berdagang.Kata kunci: tradisi, lopis raksasa, syawalan
Religious Moderation in KPSAR: A Van Dijk’s Critical Discourse Analysis Malik, Muhammad Ardiansah Maulana; Wirajaya, Asep Yudha
Buletin Al-Turas Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v31i1.43132

Abstract

PurposeThis research aimed to analyze the concept of religious moderation in KPSAR using Van Dijk's Critical Discourse Analysis approach and religious moderation. MethodThis research used a qualitative case study method, relying on document analysis as the main data source. Data were collected from the original text of KPSAR that was written in Jawi (Malay Arabic) script, then analyzed by focusing on text structure, social context, and cognitive process. Results/findingsKPSAR reflected the values of religious moderation through emphasis on the concept of tawhid, the obligatory attributes of Allah and Rasulullah, as well as systematic faith teachings. It presented an inclusive theological understanding, integrating local traditions and Islamic principles to avoid extremism. It also revealed that the text structure of the book is systematic, starting from the opening, main content, to the conclusion that highlights the value of social harmony and respect for diversity. ConclusionKPSAR not only functioned as a theological guide but also as an educational tool that strengthened religious moderation that was relevant in the socio-religious context of pluralistic societies.
Analisis Tokoh Segara Alam dalam Novel “Namaku Alam” Karya Leila S. Chudori Sebuah Pendekatan Psikologi Sastra Maulidah, Sawitri; Wirajaya, Asep Yudha
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.30854

Abstract

This research was motivated by the researcher's interest in the study of literary psychology. Researchers chose a novel entitled Namaku Alam by Leila S. Chudori. This novel is very interesting from a psychological perspective. The researcher describes the psychological aspects of the main character named Segara Alam in this novel. The aim of this research is to determine the types of mental disorders experienced by Segara Alam and the factors that cause them. This novel tells a heavy story and really plays on the mentality of the main character. To find out this, researchers in this study used qualitative research methods. The results of this research show that the main character in the novel has three types of mental disorders. These mental disorders include feelings of trauma, anxiety, and despair. This was caused by the social environment which always treated Segara Alam badly, who was labeled as a descendant of state traitors. Abstrak Penelitian ini dilakukan atas dasar ketertarikan peneliti terhadap kajian psikologi sastra. Peneliti memilih novel berjudul “Namaku Alam” karya Leila S. Chudori. Novel ini sangat menarik jika dilihat dari sudut pandang psikologi. Peneliti menjabarkan aspek-aspek psikologi yang dimiliki oleh tokoh utama yang bernama Segara Alam dalam novel ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis gangguan mental yang dialami oleh Segara Alam serta faktor-faktor penyebabnya. Novel ini mengangkat kisah yang berat dan sangat memainkan mental tokoh utamanya. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini, tokoh utama dalam novel memiliki tiga macam gangguan mental. Gangguan mental tersebut yaitu berupa rasa trauma, rasa cemas, dan rasa putus asa. Hal tersebut diakibatkan oleh lingkungan sosialnya yang selalu memberikan perlakuan buruk kepada Segara Alam yang dicap sebagai keturunan pengkhianat negara.
Konstruksi Tanah Bali dari Perspektif Melayu pada Hikayat Tanah Bali: Analisis Framing Ndhika, Ni'ma Firman; Wirajaya, Asep Yudha; Ahmad, Waqas
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Mei 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.1.30-45

Abstract

Bali dikenal sebagai destinasi wisata dunia dengan budaya Hindu yang khas, namun cara pandang ini berbeda dengan cara pandang yang dikemukakan dalam sastra Melayu klasik. Hikayat Tanah Bali (selanjutnya disebut HTB) yang disalin oleh Abdullah bin Muhammad al-Misri merepresentasikan Bali dalam bingkai sosial dan politik tertentu. Penelitian ini menganalisis konstruksi Bali dalam HTB dengan menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi pustaka terhadap teks HTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bali dikonstruksi dalam tiga bingkai utama, yaitu sebagai wilayah di bawah kekuasaan Jawa, sebagai masyarakat dengan sistem kasta yang ketat, dan sebagai ruang konflik internal dan eksternal. HTB membingkai Bali sebagai wilayah pinggiran yang rentan terhadap pengaruh eksternal dan memperkuat legitimasi kekuasaan melalui perpaduan sejarah dan mitos.