Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Pengaruh Jenis Umbi Gadung (Dioscorea hispidaDennst.) Terhadap Kadar Bioetanol pada Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Handayani, Puri; Khaidir, Khaidir; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i2.879

Abstract

The objective of this research is to reveal the influence of the type of gadung to the produced ethanol content, the yeast concentration which is suitable to get the maximum ethanol and to know the interaction between the type of gadung and the yeast concentration on the ethanol content produced. The research using Randomized Complete Design with factorial pattern consisted of 2 factors: the gadung bulb type (U), as the first factor consisting of white gadung tuber (U1) and yellow bulb tuber (U2) second factor yeast concentration consisting of 2 , 5% (R1), 3% (R2), 3.5% (R3). Fermentation duration is done for 3 days. Each treatment is repeated 3 times. The results showed that the proximate analysis on two types of gadung is highest in white gadung. The average width of the highest gadung leaves on white gadung . Test brix on the highest gadung tubers on white gadung. On observation of the highest yield of ethanol occurs on the type of white gadung  and 2.5% yeast concentration. The best type of mass observation occurred in yellow gadung tuber type and 2.5% yeast concentration. Observation of initial pH of ethanol was highest in white gadung and yeast concentration 2.5%. Observation of pH after distillation is highest on white gadung and at yeast concentration 2.5%. The highest concentration of ethanol content on yellow gadung and at yeast consentation 2.5%. The observation of the highest ash content on yellow gadung and at yeast concentration 3.5%.
Efek Penambahan Sekam Padi Pada Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreotus) Rosnina, A G; Wirda, Zurrahmi; Aminullah, Agus
Agrium Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i2.876

Abstract

The purpose of this research is observe the effect of rice husk addition on various growing media on its growth and yield of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). This research used Complete Random Design (CRD) Factorial consisting of 2 factors with 3 replications. The first factor is the various media planting (M). Media of sawdust sengon (M1); Rice straw; M2 and dried banana leaf (M3). The second factor is the supply of rice husks consisting of. Without the provision of rice husk (P0); Provision of 10% rice husk (P1); Provision of rice husk 20% (P2). The best planting medium was found in the treatment of sawdust wood media sengon (M1). Besides, the addition of rice husk concentration has significant effect on all observation parameters. The best result was found in 20% rice husk. The interaction between treatment of planting media and rice husk giving significant effect on first harvest, the body diameter of fruit of first harvest and body diameter of fruit of second harvest
Evaluasi Karakter Organ Generatif Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Secara Hidroponik Wirda, Zurrahmi; S. D, Elvira; Agustina, Mira
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.642

Abstract

Buah tomat merupakan jenis sayuran yang mengandung nutrisi yang tinggi. Ketika tanaman memasuki fase generatif akan terjadi beberapa perubahan fisik, biokimia dan fisiologis terutama terhadap buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan media tanam terhadap karakter organ-organ generatif tanaman tomat yang ditanam secara hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Victory memberikan jumlah dompolan per tanaman, jumlah bunga per dompolan dan jumlah buah per dompolan terbanyak, namun varietas Tombatu F1 memiliki diameter buah, panjang buah dan berat buah persatuan terbaik. Media tanam yang digunakan tidak memberikan pengaruh terhadap karakter organ-organ generatif tanaman tomat yang diamati.
Teknik Inokulasi Perforasi dan Eco-enzyme untuk Meningkatkan Hasil Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) A.G, Rosnina; Febry Ananda, Nurul; Wirda, Zurrahmi; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19987

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung antioksidan dan sumber nutrisi dengan protein yang dapat digunakan sebagai pangan fungsional. Teknik inokulasi dan pengayaan nutrisi menggunakan ekoenzim dapat meningkatkan laju pertumbuhan miselia dan organoleptik jamur tiram.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik inokulasi dan aplikasi ekoenzim pada jamur tiram putih dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor.1. Teknik inokulasi terdiri dari I0 = tanpa kedalaman, I1 = kedalaman inokulasi 5 cm, dan I2 = kedalaman inokulasi 8 cm. 2. Aplikasi eco-enzyem E0 = 0 ml/l, E1 = 15 ml/l, E2 = 20 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan teknik inokulasi kedalaman secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan miselium, waktu kemunculan pinhead pertama, jumlah panen pinhead 3, dan uji organoleptik. Aplikasi eko-enzim secara signifikan meningkatkan waktu kemunculan pinhead pertama kali, jumlah pinhead panen 3 dan panen 4, diameter tubuh buah panen 2, jumlah tubuh buah panen 3 dan panen 4, serta uji organoleptik (rasa, tekstur, dan aroma). Terdapat interaksi yang signifikan antara jumlah tubuh buah jamur pada panen kedua dan panen ketiga dengan uji organoleptik.
Perbaikan Strain Jamur Tiram dengan Teknik Fusi Kultur Spora Tunggal Jamur Tiram Putih dan Jamur Tiram Kelabu A.G, Rosnina; Yusra, Yusra; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.8094

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dan jamur tiram abu-abu (P. pulmonarius) termasuk dalam famili Pleurotacea yang belum dapat mencapai hasil yang optimal. Selain itu sporophora jamur ini mudah rusak (perishable) sehingga menyukarkan proses pemanenan dan selama pengangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas benih jamur tiram melalui teknik fusi antara kultur spora tunggal isolat jamur tiram putih dan jamur tiram abu-abu. Koleksi isolasi spora tunggal yang berasal dari sporophora dewasa dari jamur tiram putih dan jamur tiram kelabu yang ditumbuhkan pada media agar dalam memperoleh kultur monokarion. Untuk memastikan isolasi kultur monokarion pada hifanya tidak terdapat koneksi penjepit (clamp connection). Masing-masing kultur monokaryon yang berasal dari kedua tetua  diuji kompatibilitasnya dengan cara meletakkan miselia plug dengan bantuan cob borer berdiameter 0.7 cm yang diletakkan secara berjajar  pada bagian tengah cawan petri yang berisi media PDA (potato dextrose agar). Keberhasilan peleburan dua jenis kultur monokaryon yang kompatibel ditunjukkan dengan adanya clamp connection pada zona pertemuan dua misela (junction zone) yang tampak terintegrasi secara merata, sedangkan penyatuan monokaryon kultur yang incompatibel ditandai dengan ketiadaan clamp connection dan tidak akan menghasilkan tubuh buah jamur jika dibudidayakan. Dikaryon baru hasil persilangan disubkulturkan dan dibudidayakan untuk mendapatkan sporophora jamur baru. Miselia jamur hasil persilangan memiliki kecepatan tumbuh memenuhi media baglog lebih tinggi dari miselia kedua tetuanya. Kecepatan tumbuh dan ketebalan miselia merupakan karakteristik yang akan dipilih sebagai tanda dalam seleksi benih unggul jamur tiram.
Peran Eco-Micoriza Dalam Meningkatkan Laju Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Sacharum officinarum) Sebagai Bahan Baku Biofuel A.G, Rosnina; Wirda, Zurrahmi; Khaidir, Khaidir; Rizki Ananda, Nurul
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10846

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki arti penting sebagai salah satu sumber bahan baku yang  dibutuhkan oleh industry penghasil gula di Indonesia. Proses pembautan gula tebu akan mengeluarkan sisa berupa ampas tebu yang masih dapat dimanfaatkan sebagai by product yang menguntungkan. Selain itu pemanfaatan limbah tebu berupa biomassa  bagas tebu dapat digunakan sebagai alternative dan sumber biofuel yang ramah lingkungan dan rendah ekonomi. Usaha agar ketersediaan biomassa bagas tebu dapat dialakukan melalui peningkatan produktivitas tanaman tebu. Usaha tersebut antara lain melalui penggunaan bibit bud chip yang dipadukan dengan pemberian eco-enzyme dan pemberian fungi mikoriza arbuscular.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh eco-enzyme dan mikoriza sera interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit bud chip tanaman tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzyme berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan bibit tanaman tebu pada 4 dan 6 minggu setelah tanam (MST). Konsentrasi eco-enzyme terbaik terdapat pada pemberian 15 ml/l. Sementara dosis mikoriza terbaik terdapat pada pemberian 15 g/polybag. Aplikasi mikoriza berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan bud chip tanaman tebu, diameter batang pada pengamatan 2 dan 4 MST, jumlah dan volume akar bibit tebu.
Respon Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Akibat Pemberian Konsentrasi Biourin Sapi Dan Dosis Pupuk NPK Jamidi, Jamidi; Zuliati, Septiarini; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11459

Abstract

Bibit kelapa sawit berkualitas dicirikan dengan memiliki pertumbuhan terutama perakaran yang baik. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Biourin sapi sebagai pupuk organik mengandung hormon dan unsur yang mendukung perkembangan akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK juga dapat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara dan Laboraturium Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi biourin sapi terdiri dari 0, 50, 75, dan 100 cc/Liter. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 0, 2, dan 3 gram/polybag. Peubah yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, dan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, berat segar akar dan berat kering akar. Interaksi dari pemberian biourin sapi dan pupuk NPK meningkatkan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Konsentrasi biourin sapi 100 cc/Liter dan dosis pupuk NPK 2 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik.
Pengaruh Kadar Air Dan Periode Penyimpanan Beras Terhadap Populasi Sitophilus zeamais Dan Kerusakan Beras Pramahsari Putri, Novita; Yunaida, Yunaida; Hendrival, Hendrival; Wirda, Zurrahmi; Muaz Munauwar, Muhammad
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13183

Abstract

Hama kumbang bubuk jagung, Sitophilus zeamais Motschulsky (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama utama beras selama penyimpanan di Indonesia. Kerusakan beras yang terjadi selama penyimpanan dipengaruhi oleh periode penyimpanan dan kadar air. Penelitian tentang pengaruh kadar air awal dan periode penyimpanan beras perlu dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan populasi S. zeamais dan kerusakan beras selama penyimpanan. Periode penyimpanan yaitu 40, 60, 80, 100, dan 120 hari dengan kadar air 12 dan 14%. Parameter yang diamati adalah populasi, persentase berat bubuk, dan persentase susut bobot beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode penyimpanan beras yang berbeda mempengaruhi populasi dan kerusakan beras. Penyimpanan beras selama 120 hari dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras dibandingkan dengan penyimpanan selama 40 sampai 100 hari. Perbedaan kadar air beras mempengaruhi populasi dan kerusakan beras. Kadar air 14% dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras dibandingkan dengan 12%. Interaksi antara periode penyimpanan beras 120 hari dan kadar air 14% dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras selama penyimpanan
Peran Vermicompos Dan Eco-Enzyme Terhadap Penanaman Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) Pada Inseptisol A.G, Rosnina; Baidhawi, Baidhawi; Febrianti, F.; Wirda, Zurrahmi; Darmayani, Satya
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18207

Abstract

Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) tergolong ke dalam tanaman hortikultura yang kini banyak digemari. Permintaan kailan mengalami tren yang terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan sayur ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan lahan suboptimal dengan pemberian bahan organik berupa vermikopos dan eco-enzyme yang dapat meningkatkan karakteristik tanah agar dalam  pengembangan sayur-sayuran. Penanaman Kailan pada Inceptisol sebagai tanah yang belum berkembang (immatured soil) yang berkorelasi dengan tingkat kesuburan dan produktivitas yang rendah, diperlukan tindakan ameliorasi.  Pemberian bahan amelioran berupa vermikompos dan eco-enzyme bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil Kailan pada Inseptisol.  Aplikasi Vermicompos (V0=0 g/polibag, V1=10 g/polibag, V2=13 g/polibag, V3=16 g/polybag), dan eco-enzyme (E0=0 ml/l, E1=30 ml/l, E2=45 ml/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tunggal dan interaksi antara vermikompos dan eco-enzyme  memberi pengaruh terhadap hampir pada semua variabel tanaman yaitu panjang akar, dan  klorofil daun. Tidak terdapat  pengaruh yang nyata pada bobot segar, namun demikian terdapat penambahan  bobot lebih tinggi pada tanaman Kailan yang mendapat perlakuan dibandingkan dengan tanaman kontrol