Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK N 1 TUMPAAN Johny Taroreh; Niny Makaliwe; Luis Ruusen
Literacy: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpeunima.v2i1.1738

Abstract

ABSTRAK < strong>< p> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan siswa smk n 1 tumpaan Metode penelitian ini adalah metode survey dengan sampel 60 orang Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik kuisioner angket dan dokumentasi Hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis regresi linier ganda analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi ganda Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan : 1 Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga tehadap hasil belajar 2 Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar 3 Terdapat pengaruh yang signifikan antara mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan siswa Smk N 1 Tumpaan< p> < p> ABSTRACT< strong>< p> This study aims to determine the effect of the family environment and the community environment on the learning outcomes of entrepreneurship subjects for the students of SMK N 1 Tumpaan This research method is a survey method with a sample of 60 people The technique used in data collection is a questionnaire questionnaire and documentation technique The results of the study were analyzed using multiple linear regression analysis simple correlation analysis and multiple correlation analysis The results of this study indicate: 1 There is a significant influence between the family environment on learning outcomes 2 There is a significant influence between the community environment on learning outcomes 3 There is a significant influence between knowing the influence of the family environment and community environment on the results learn entrepreneurship subjects for Smk N 1 Tumpaan students< p> Keywords: family environment community environment learning outcomes< em>< strong>< p>
ANALISIS LITERASI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BISNIS GENERASI MUDA DI KECAMATAN MADIDIR KOTA BITUNG SULAWESI UTARA Stany Rawung; Johny Taroreh; Jerry Wuisang; Caren Hormati
Literacy: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 6 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/smf9ek70

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskrispikan dan menganalisis, terkait Kemampuan Bisnis Generasi Muda di Kecamatan Madidir Kota Bitung, dengan Metode penelitian yaitu Kualitatif Deskripsi, Jumlah Informan 5 Orang, dan Teknik analisis data menggunakan Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan kewirausahaan yang diperoleh Generasi muda yaitu pengetahuan mengenai usaha yang akan dirintis, pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis, dan pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab dapat membentuk karakter kewirausahaan pada Generasi muda  ditandai dengan adanya sikap dan perilaku dalam berwirausaha. Walaupun setelah memperoleh literasi kewirausahaan hanya sebagian kecil Generasi muda yang memiliki perilaku seorang wirausaha yaitu memutuskan untuk berwirausaha, adanya tindakan nyata menjalankan usaha, dan memiliki rencana mengembangkan usaha. Kata Kunci: Literasi Kewirausahaan, Kemampuan Bisnis,  Generasi muda   ABSTRACT This study aims to determine, describe and analyze, related to the Business Ability of the Young Generation in Madidir District, Bitung City, with the research method, namely Qualitative Description, Number of Informants 5 People, and Data analysis techniques using Observation, interviews and Documentation. Based on the results and discussions above, it can be concluded that the entrepreneurial knowledge obtained by the Young Generation, namely knowledge about the business to be pioneered, knowledge about business management and organization, and knowledge about roles and responsibilities can form an entrepreneurial character in the Young Generation marked by the existence of attitudes and behavior in entrepreneurship. Although after obtaining entrepreneurial literacy, only a small part of the Young Generation has the behavior of an entrepreneur, namely deciding to become an entrepreneur, having real actions in running a business, and having a plan to develop a business. Keywords: Entrepreneurship Literacy, Business Skills, Young Generation
Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Media Pembelajaran Visual Terhadap Hasil Belajar Di SMAN 1 Tompaso: Penelitian Allen A. CH. Manongko; Johny Taroreh; Bravo Reandy Miracle Rori
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah dan media pembelajaran visual terhadap hasil belajar siswa di SMAN 1 Tompaso. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kondisi lingkungan belajar yang kondusif serta pemanfaatan media pembelajaran yang efektif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, di mana peneliti tidak memberikan perlakuan khusus terhadap variabel yang diteliti, melainkan mengkaji hubungan antarvariabel berdasarkan kondisi yang telah ada. Lingkungan sekolah dan media pembelajaran visual ditetapkan sebagai variabel bebas, sedangkan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup untuk mengukur persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah dan penggunaan media pembelajaran visual, serta dokumentasi nilai hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang kondusif dan penggunaan media pembelajaran visual yang tepat berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung serta optimalisasi media pembelajaran visual perlu mendapat perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Analisis Kualitas Layanan TikTok Shop Dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Electronic Service Quality di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado : Penelitian Anjelina Situmorang; Johny Taroreh; Allen CH. Manongko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi kualitas layanan elektronik (E-Service Quality/E-SERVQUAL) dan implikasinya terhadap kepuasan pelanggan pengguna TikTok Shop di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan platform social commerce yang memadukan fitur hiburan dan transaksi jual beli dalam satu aplikasi, sehingga kualitas layanan digital menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna. Dimensi kualitas layanan yang dikaji meliputi efisiensi, keandalan, pemenuhan pesanan, privasi, daya tanggap, kompensasi, dan kemudahan kontak. Wawancara ekstensif, observasi partisipan, dan catatan tertulis merupakan bagian dari proses pengumpulan data untuk penelitian kualitatif deskriptif ini. Sepuluh informan dalam penelitian ini meliputi dua profesor Program Studi Pendidikan Ekonomi dan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi. Metodologi Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, digunakan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna TikTok Shop merasa puas terhadap efisiensi aplikasi yang memudahkan proses transaksi, kecepatan pengiriman produk, serta keamanan data yang terjamin. Meskipun demikian, sejumlah sumber menyatakan pendapat bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam tanggapan yang diberikan oleh layanan pelanggan, khususnya dalam hal ketepatan waktu pemrosesan pengaduan dan pengembalian barang. Kebahagiaan dan loyalitas pelanggan sama-sama meningkat dengan layanan elektronik berkualitas tinggi. Temuan studi ini diharapkan dapat membantu pengelola TikTok Shops di Indonesia untuk menyempurnakan rencana mereka dalam perluasan perdagangan sosial dan peningkatan penawaran layanan digital mereka.
HOW PRINCIPAL LEADERSHIP AND SCHOOL CULTURE SHAPE TEACHER PERFORMANCE: A PHENOMENOLOGICAL STUDY Zefanya Hana Hartanti; Johny Taroreh; Jerry Rommy Herter Wuisang
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.228

Abstract

Teacher performance is frequently treated as an individual attribute, although teachers enact professional competence within organizational conditions created by leadership and shared culture. This study explored how principal leadership and school organizational culture shaped teachers’ perceived performance in an Indonesian public senior high school. A qualitative phenomenological design involved 11 participants: the principal, a vice principal, and nine homeroom teachers. Data were generated through in-depth interviews, direct observations, and analysis of school documents, then examined through iterative data reduction, data display, conclusion drawing, and cross-source verification. Five interconnected findings emerged: communicative and participatory leadership; motivational and supportive supervision; professional trust that strengthened teacher autonomy; a disciplined and collaborative school culture; and a synergistic relationship between leadership practices and cultural routines. Participants associated these conditions with stronger motivation, punctuality, instructional effectiveness, independence, work quality, and organizational commitment. The study concludes that leadership does not improve teacher performance as an isolated personal style; its influence becomes durable when communication, supervision, trust, and collaboration are embedded in everyday organizational practices. The findings benefit school leaders by identifying practical mechanisms for developmental supervision, participatory decision-making, and culture building. Future research should use multi-site, longitudinal, and mixed-method designs to test the transferability and temporal stability of the proposed leadership–culture mechanism.
FROM DIGITAL ACCESS TO PERCEIVED ACADEMIC VALUE: A DOCUMENTARY CASE SYNTHESIS Sherina Wulan Komalig; Johny Taroreh; Amsje Norma Winokan
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.243

Abstract

Digital access does not automatically create academic value when evaluative skills, connectivity, assessment, and attention are uneven. This study examined how institutional policy, curriculum integration, student digital practices, and implementation constraints shaped the perceived learning value of digital literacy in Grade XI at SMA Negeri 1 Amurang, Indonesia. Because the available record did not include raw transcripts, participant counts, fieldwork dates, or numerical achievement data, the article is presented as a documentary qualitative case synthesis rather than a reanalysis of primary data. The synthesis draws on the study report's summaries of interviews with students, teachers, and school leaders, classroom and laboratory observations, curricula, lesson plans, academic records, and student digital products. Reported evidence indicates that ethical-use policies, teacher development, broad in-school access, and a recurring 30-minute literacy period supported implementation. Cross-subject content creation and use of Google services, AI tools, and Canva were perceived to strengthen conceptual clarification, collaboration, and assignment quality. These benefits were constrained by unequal home access, unstable networks, distraction, and inconsistent assessment criteria. No causal effect on grades was estimated. The study offers a provisional institutional-curricular implementation heuristic in which policy and infrastructure enable opportunities, curriculum and pedagogy convert them into purposeful practice, and assessment, ethics, self-regulation, family support, and access conditions shape perceived academic value. Future multi-site research should test these relationships with performance-based digital-literacy measures and longitudinal achievement indicators.