Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERENCANAAN KEHAMILAN MELALUI PERILAKU PERAWATAN PRA KONSEPSI Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Siti Marisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2390

Abstract

Perilaku perawatan pra konsepsi memiliki dampak signifikan pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan mempersiapkan tubuh secara optimal sebelum konsepsi terjadi, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi square. Kuesioner perencanaan kehamilan dan kuesioner perilaku perawatan pra konsepsi merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perencanaan kehamilan dengan perilaku perawatan pra konsepsi didapatkan nilai p value 0,003 dengan nilai OR 11,693. Ada hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG CEMPAKA 1 RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS Sri Budiani; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1346

Abstract

Abstrak Kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa termasuk halusinasi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan, kekambuhan klien skizofrenia menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga, klien dan rumah sakit. Pengobatan yang efektif pada pasien skizofrenia membutuhkan waktu jangka panjang oleh karena itu peran pelaksanan pengawas minum obat sangan penting. Pengawas minum obat merupakan orang yang mengawasi secara langsung terhadap penderita skizofrenia pada saat minum obat setiap harinya dengan menggunakan panduan obat jangka pendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Adapun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jumlah responden 28 responden. Hasil analisis statistik chi squere diperoleh p value = 0.001 lebih lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05, maka Ho gagal ditolak. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus.  Kata kunci : pelaksanaan pengawas minum obat, kekambuhan pada pasien skizofrenia   Abstract Recurrence of mental disorders, including hallucinations, is mostly caused by a lack of attention from the environment and even the family itself, resulting in a slow healing process. Recurrence of schizophrenic clients has a negative impact on families, clients and hospitals. Effective treatment in schizophrenia patients takes a long time. Therefore, the role of supervisors to take medication is very important. Drug-taking supervisor is a person who directly supervises schizophrenics when taking medication every day using a short-term medication guide. This study is to determine the relationship between supervisors taking medication with recurrence in schizophrenia patients in Cempaka 1 Room at Dr. Loekmonohadi Kudus Hospital in 2020.This study used in this research is the type of this research is correlational analytic. With the number of respondents 28 respondents. The results of the chi square statistical analysis showed that p value = 0.001 was greater than the significance level value nilai 0.05. then Ho failed to be rejected. It can be concluded that there is a correlation between the implementation of supervisors taking medication with recurrence in schizophrenic patients in Cempaka 1 Room RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus.Keywords: implementation of medication taking control, recurrence in schizophrenic patients
TINGKAT STRES DAN KADAR GULA DARAH PADA DIEBETESI Rizka Himawan; Catur Ririn Indarsih; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Fitriana Kartikasari; Edi Wibowo Suwandi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2214

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat global. Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM meningkat setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah stress. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pengontrolan glukosa yang disebabkan oleh produksi kortisol berlebih sehingga menyebabkan glukosa sulit memasuki sel dan mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Penyakit DM jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, bahkan kematian. Tujaun penelitian yaitu menganalisis hubungan tingkat stress dan kadar gula darah pada diabetesi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent tingkat stress dan variabel dependen kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pati I Kabupaten Pati pada tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 60 diabetesi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria terdiagnosis DM oleh dokter atau tenaga kesehatan, tidak memiliki gangguan mental dan kepribadian, kooperatif, dan kesadaran penuh. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan glucometer. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan tingkat stress dan kadar gula darah dengan nilai p=0,001 (p0,05) dan memiliki korelasi cukup kuat dengan nilai koefisioen korelasi sebesar 0,3. Hasil penelitian menjadi data dasar dalam mengembangkan intervensi keperawatan melalui manajemen stress dan kadar gula darah bagi diabetesi. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM atau posyandu lansia di masyarakat.  
BREASTFEEDING HISTORY AND FERTILITY DRUGS USE OF BREAST CANCER INCIDENCE OF PATIENTS AT THE HOSPITAL: A CASE-CONTROL STUDY Dian Ratnasari; Noor Hidayah; Fitriana Kartikasari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2787

Abstract

Breast cancer is a malignancy that is frequently diagnosed in women and is the leading cause of cancer-related deaths worldwide. Based on previous studies, a history of not breastfeeding and the use of fertility drugs are suspected risk factors for breast cancer in women. This study aims to determine the risk factors of breastfeeding history and the use of fertility drugs for breast cancer among cancer and non-cancer patients at RS Tk. II Dr. Soedjono Magelang.This research employs a quantitative case-control study design. The primary data used in this study are medical records of women visiting the oncology clinic, inpatient ward, and chemotherapy unit at RS Tk. II Dr. Soedjono Magelang over five weeks from December 20, 2024, to January 25, 2025. A total of 228 women aged 20 to 86 years were identified, including 76 breast cancer patients. The control group in this study consisted of 152 non-breast cancer patients, with a case-to-control ratio of 1:1. A total of 76 control data points were randomly selected from the 152 non-cancer patients. Data collection was conducted using a questionnaire that covered breastfeeding history, history of fertility drug use, and breast cancer diagnosis, categorized as either 'yes' or 'no.' Data analysis was performed using univariate analysis (percentage) and bivariate analysis with the chi-square test. The study results showed a significant association between breastfeeding history and breast cancer, with a p-value of 0.006 and an odds ratio (OR) of 2.49. This means that mothers with a history of not breastfeeding have a 2.49 times higher risk of developing breast cancer compared to those who have a history of breastfeeding.
PENCEGAHAN PENYAKIT TROPIS MELALUI PEMBERANTASAN AGENT DAN VEKTOR DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI BIOPORI DAN KOMPOS Diana Tri Lestari; Noor Hidayah; Fitriana Kartikasari; Achmad Ridwan; Yayuk Mundriyastutik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1504

Abstract

Penyakit tropis berkaitan dengan cara hidup yang tidak sehat, higiene serta sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk mencegah mewabahnya penyakit tropis maka perlu upaya untuk membuat lingkungan sehat sehingga agen dan vektor penyebab penyakit tropis tidak berkembang. Teknologi yang digunakan adalah teknik biopori dan kompos. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan pada masyarakat, mencakup kegiatan pemberian penyuluhan, kampanye teknologi biopori dan demonstrasi pembuatan lubang biopori dan kompos. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tropis melalui pemberantasan faktor penyebab dengan memanfaatkan teknologi biopori dan kompos. Dari aspek afektif, peserta menerima bahwa teknologi biopori dapat dikembangkan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tropis dan dari aspek psikomotor, peserta mampu untuk membuat lubang resapan biopori dan kompos.
Efektivitas Kombinasi Terapi Relaksasi Benson dan Murottal Surah Al-Kahfi terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Desa Kedungdowo Kaliwungu Kudus Putri Dina Kharisma Yana; Sukarmin Sukarmin; Fitriana Kartikasari
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.8003

Abstract

Hypertension is a condition where arterial blood pressure is persistently above normal values. Hypertension management does not only rely on pharmacological therapy, but also requires a non-pharmacological approach as a complementary effort. One non-pharmacological intervention that can be used is Benson relaxation therapy and murottal Surah Al-Kahfi. Both therapies are believed to contribute to lowering blood pressure through the mechanism of reducing stress responses, increasing physiological relaxation, and achieving psychological calm. This study aims to test the effectiveness of the combination of Benson relaxation therapy and murottal Surah Al-Kahfi in lowering blood pressure in hypertensive patients. The study design used a quasi-experimental approach with a pretest-posttest approach and a control group. The study population was 40 people who participated in the prolanis program in Kedungdowo Village. Based on inclusion and exclusion criteria, a sample of 36 respondents was taken, divided into two groups: 18 people in the intervention group who received a combination of Benson relaxation therapy and murottal, and 18 people in the control group who were not given any intervention. The Wilcoxon signed-rank test results in the intervention group showed an effect of Benson relaxation therapy and recitation of Surah Al-Kahf in the elderly (p-value 0.004). The control group showed a p-value of 0.102. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.044, indicating a difference in post-test blood pressure in those with hypertension in the control and intervention groups.
Self Care and Blood Pressure Control Education Using Audio Visual for Self Management in Hypertension: Edukasi Perawatan Diri dan Pengendalian Tekanan Darah Menggunakan Media Audio Visual untuk Manajemen Diri pada Hipertensi Indriyati, Fira; Sukesih, Sukesih; Kartikasari, Fitriana
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1807

Abstract

Background: Hypertension remains a major public health challenge globally and in Indonesia, with suboptimal self management contributing to uncontrolled blood pressure and related complications. Specific background: Health education focusing on self care and blood pressure control is essential; however, conventional delivery methods often provide limited support for patient understanding and engagement. Knowledge gap: Empirical evidence on audio visual–based health education addressing self care and blood pressure control within primary health care settings is still limited. Aims: This study aimed to examine self management outcomes following self care and blood pressure control education delivered using audio visual media. Results: A quasi-experimental control group pretest–posttest design involving 60 hypertension patients demonstrated substantial improvements in self management scores in the intervention group, while only minor changes were observed in the control group, with statistically significant differences between groups. Novelty: This study introduces a structured audio visual health education approach integrating self care and blood pressure control tailored for community health centers. Implications: Audio visual–based health education represents a feasible strategy to support self management practices among hypertension patients in primary health care services. Highlights • Audio visual health education addresses self care and blood pressure control in hypertension. • Self management scores showed clear differences between intervention and control groups. • Community health centers provide a practical setting for audio visual education delivery. Keywords Hypertension, Health Education, Audio Visual, Self Management, Primary Health Care
Buerger Allen Therapy and Foot Sensitivity in Diabetes Mellitus Patients: Terapi Buerger Allen dan Sensitivitas Kaki Pasien Diabetes Melitus Mukaromah, Isna Aulia; Lestari, Diana Tri; Kartikasari, Fitriana
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1808

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a persistent global health condition frequently accompanied by peripheral neuropathy, which presents as reduced foot sensitivity and elevates the risk of foot-related complications. Specific background: Sensory impairment in the lower extremities remains a common clinical concern among diabetes mellitus patients receiving care at primary health facilities. Knowledge gap: Existing studies largely emphasize peripheral circulation parameters, while focused evidence describing foot sensitivity changes remains limited. Aims: This study aimed to describe foot sensitivity among diabetes mellitus patients undergoing Buerger Allen therapy in a community health setting. Results: A quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted with 82 participants. Monofilament testing revealed notable sensory changes in the intervention group, whereas the control group demonstrated relatively stable sensory findings. Novelty: This study places foot sensitivity as a primary clinical outcome rather than a secondary circulatory indicator. Implications: The findings support the incorporation of structured lower-extremity exercise within routine nursing care to address early sensory disturbances in diabetes mellitus. Highlights Buerger Allen therapy was accompanied by distinct foot sensory findings. Monofilament testing identified sensory patterns across intervention and control groups. Foot sensitivity served as a clinically meaningful outcome in diabetes care. Keywords Diabetes Mellitus, Buerger Allen Therapy, Foot Sensitivity, Diabetic Neuropathy, Nursing Care
PEMBERDAYAAN KADER PEDULI DEMENSIA DALAM UPAYA PROMOSI DAN DETEKSI DINI DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TELEPON PINTAR DAN MEDIA AUDIOVISUAL Jauhar, Muhamad; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida; Pusparatri, Edita; Kartikasari, Fitriana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2921

Abstract

Demensia menjadi salah satu ancaman Kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Hal ini didukung dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas khususnya pada kelompok usia lanjut. Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama munculnya demensia pada hamper seluruh kelompok usia dan social masyarakat. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas hidup dan terganggungnya aktivitas sehati-hari. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menangani masalah ini. Tujuan kegiatan ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang demensia dan fungsi intelektual pada kelompok risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan berbasis media audiovisual dan skrining demensia berbasis aplikasi telepon pintar.  Kegiatan ini dilakukan di 12 cabang aisyiyah di Kabupaten Kudus pada bulan Januari-Februari 2025. Sasaran kegiatan yaitu anggota aisyiyah di Kabupaten Kudus sebanyak 300 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan kader demensia yang terlatih. Aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang demensia dan fungsi intelektual menggunakan kuesioner dan formulir skrining yang tersedia di telepon pintar. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki fungsi intelektual utuh sebanyak 282 peserta (94%) dan setengahnya peserta memiliki pengetahuan baik tentang demensia sebanyak 162 peserta (54%). Pengetahuan yang baik dan fungsi intelektual utuh menjadi hal penting dalam upaya pencegahan demensia di masyarakat. Model intervensi dan media edukasi ini dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan.