Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kontribusi Usahatani Kelapa Terhadap Pendapatan Keluarga Petani di Desa Tammerodo Utara Kecamatan Tammerodo Sendana Kabupaten Majene Safitri, Nur; Arhim, Muhammad; Dahniar; Alim, Nurmaranti
Pangale Journal of Forestry and Environment Vol 1 No 2 (2021): Pangale
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/pangale.v1i2.1772

Abstract

Tammerodo Utara village has a land area of about 571 hectares. The main profession of the community is farmers, especially coconut farmers. In addition, there are various other kinds of farming carried out by the community such as clove farming, banana farming and so on. But some people besides working as farmers but also have businesses that are not included in the agricultural sector. The problem that is being studied in this research is how the driving and inhibiting factors that affect the amount of coconut production produced by farmers, which then affects how much coconut farming contributes to farmers’ household income. This study aims to analyze the contribution of coconut farming to the household income of farmers in Tammerodo Utara Village, Tammerodo Sendana District, Majene Regency. The population in this study was 279 coconut farmers, with a total sample of 15 % or 42 respondents. Data collection techniques using the method of obsevation, interviews, questionnaires, and documentation. The data analysis method used is descriptive analysis method and farm business analysis. Based on the result of the study, it is known that the average contribution of coconut farming to the total income of farmer households in Tammerodo Utara Village, Tammerodo Sendana District, Majene Regency is 26,1 %. So it can be concluded that coconut farming is a source of income that contributes quite well to the total household income of farmers.
Pengaruh Legalitas Usaha, Umur Usaha dan Tingkat Pendidikan terhadap Volume Penjualan Pada UMKM Pangan Olahan Di Kabupaten Majene Amran, Arman; Husna, Husna; Fitri, Fitri; Arhim, Muhammad
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh legalitas usaha, umur usaha, dan tingkat pendidikan terhadap volume penjualan pada UMKM pangan olahan di Kabupaten Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 40 pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, legalitas usaha, umur usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Legalitas usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jaringan pemasaran. Umur usaha berkontribusi terhadap peningkatan penjualan karena berkaitan dengan pengalaman dan kestabilan usaha. Sementara itu, tingkat pendidikan pelaku usaha berpengaruh terhadap kemampuan manajerial dan adopsi strategi pemasaran modern.
PELATIHAN PENGEMASAN, PROSES PERIZINAN DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PENJA Nurmaranti Alim; Fitri Fitri; Muhammad Arhim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3832-3838

Abstract

Ikan penja banyak dipasarkan oleh masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dalam bentuk basah maupun kering. Banyaknya masyarakat yang menjajakan hasil laut ini tidak berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Hal ini disebabkan karena penanganan produk dan diversifikasi yang masih rendah serta pengemasan produk yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu tim pengabdian melaksanakan pelatihan pengemasan sekaligus perizinan serta diversifikasi produk. Adapun tujuan dari aktivitas ini untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta memotivasi peserta terkait pengemasan, perizinan dan diversifikasi produk. Mitra dari program pengabdian ini yaitu “Inara frozen food”. Metode pelaksanaan program yang dilakukan adalah dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Hasil dari program ini yakni peserta telah memahami bagaimana bentuk pengemasan yang baik, alur perizinan serta contoh diversifikasi produk ikan penja kering. Hasil evaluasi menunjukkan, setelah pemaparan materi sebesar 80% peserta telah memahami kemasan yang baik dan higienis, 85% peserta sudah memahami informasi yang harus ada pada kemasan dan 70% peserta sudah mengetahui bagaimana alur perizinan PIRT.  Selain itu, program ini juga menghasilkan kemasan yang menarik dan sesuai standar yang dibagikan kepada mitra
Examining the Readiness of Micro, Small, and Medium Agribusiness Enterprises for the Digital Economy: A Lesson from West Sulawesi, Indonesia Fitri; Halik, Rizky Ariesty Fachrysa; Arhim, Muhammad; Ahrisa, Dwi
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol. 12 No. 1: January-June 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agraris.v12i1.686

Abstract

The rapid advancement of the digital economy presents both opportunities and challenges for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), particularly in the agribusiness sector. The study examined the extent of the readiness of agribusiness MSMEs to face the digital economy and investigated the effect of driving and barrier factors on the digital economy readiness of agribusiness MSMEs. A quantitative approach was employed, with data from 124 MSMEs analyzed using descriptive statistics and PLS-SEM. The findings indicated that the highest readiness score was observed in digital literacy and skills, representing the people indicator. However, financial constraints and inadequate digital infrastructure remained significant barriers. Furthermore, consumer pressure and top management support were identified as critical drivers of digital readiness. The study enriches the existing literature on digital readiness in the agribusiness MSME sector by providing empirical insights from West Sulawesi, an underdeveloped province often overlooked in academic discourse. To support the digital transformation of agribusiness MSMEs, policies should prioritize practical capacity-building, expand access to reliable digital infrastructure, and ensure that inclusive financial services reach even the most remote business actors.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI TEMPE DI KOTA MAKASSAR Farizah Dhaifina Amran; Iskandar Hasan; Ulfia Puspitasari Darwis; Muhammad Arhim
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i2.1676

Abstract

Kedelai memiliki banyak kegunaan, terutama sebagai bahan utama dalam industri makanan yang kaya akan protein nabati salah satunya diolah menjadi tempe. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan proses pengolahan kedelai menjadi tempe. (2) Mengidentifikasi jumlah produksi tempe. (3) Menganalisis rendemen produksi tempe. (4) Menganalisis pendapatan pada Home Industri Tempe Prima. (5) Menganalisis besar nilai tambah pengolahan kedelai menjadi tempe pada Home Industri Tempe Prima. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik dan seluruh karyawan Home Industri Tempe Prima. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei-Juli 2024. Metode analisis data yaitu analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis nilai tambah metode hayami. Hasil penelitian yakni, 1). Proses pengolahan kedelai menjadi tempe menggunakan cara tradisional dengan meliputi proses pencucian, perebusan, perendaman, penggilingan, penirisan dan pendinginan, pengemasan dan fermentasi. 2). Jumlah produksi tempe setiap bulan sebesar 1.050 kg. 3) Rendemen kedelai menjadi tempe pada Home Industri Tempe Prima sebesar 150%. 4). Pendapatan Home Industri Tempe Prima dalam memproduksi tempe selama satu bulan produksi sebesar Rp. 12.176.000. 5). Besarnya nilai tambah produksi tempe pada home indutsri tempe prima sebesar Rp. 22.830/bulan produksi dengan rasio nilai tambah 65,88%.
Pelatihan Penyiapan Persemaian dan Produksi Bibit untuk Pemulihan Ekosistem di Taman Nasional Gandang Dewata Andi Irmayanti Idris; Widyanti Utami Adisty; Muhammad Agusfartam Ramli; Muh. Arhim; Rizky Ariesty Fachrysa Halik
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.383

Abstract

Taman Nasional Gandang Dewata di Sulawesi Barat merupakan kawasan konservasi strategis dengan keragaman hayati tinggi dan fungsi ekologis penting. Namun, tekanan antropogenik seperti alih fungsi lahan dan degradasi hutan telah mengancam stabilitas ekosistemnya. Menanggapi kondisi tersebut, tim pengabdian dari perguruan tinggi menyelenggarakan pelatihan penyiapan persemaian dan produksi bibit tanaman lokal di Desa Lambanan selama April–Mei 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam teknik pembibitan berbasis spesies lokal sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Sebanyak 25 peserta dari kelompok masyarakat lokal mengikuti pelatihan ini secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis dan keterampilan peserta, terutama dalam pembuatan media tanam berbasis bahan lokal dan teknik persemaian. Kegiatan ini juga menghasilkan terbentuknya kelompok kerja pembibitan masyarakat serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk mendukung keberlanjutan unit persemaian. Secara keseluruhan, program ini memperlihatkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan partisipasi aktif masyarakat merupakan strategi efektif dalam konservasi berbasis komunitas. Keterlibatan langsung warga dalam pembibitan tanaman lokal terbukti memperkuat aspek sosial-ekologis dalam rehabilitasi kawasan hutan.
Pekarangan Produktif dengan Hidroponik: Inisiasi Kemandirian Pangan di Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene Muh. Arhim; Kasmiati Kasmiati; Andi Werawe Angka; Nur Aida Yanti; Elsa Sulastri; Fitri Fitri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.388

Abstract

Kelurahan Lembang merupakan wilayah pesisir dengan kondisi tanah yang cenderung salin dan tidak ideal untuk budidaya tanaman secara konvensional. Hal ini berdampak pada keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga Kelurahan Lembang dalam budidaya tanaman melalui sistem hidroponik sebagai alternatif pertanian yang ramah lahan dan dapat diterapkan di lingkungan rumah. Metode pelatihan dilakukan dalam tiga sesi, yaitu pemaparan materi dasar hidroponik, praktik pembuatan instalasi hidroponik sederhana, dan praktik budidaya serta perawatan tanaman hidroponik. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan pengukuran keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pemahaman konsep, keterampilan teknis, dan kesiapan peserta untuk mengadopsi hidroponik secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam memberdayakan masyarakat pesisir, serta berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga dan pengembangan pertanian urban skala kecil di daerah dengan keterbatasan lahan subur.