Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kusta Di Puskesmas Kalumata Rompis, Kiky Frederik; Armaijn, Liasari; Hidayat, Ferdian
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2952

Abstract

Kusta merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial dan ekonomi. Di Kota Ternate, wilayah kerja Puskesmas Kalumata mencatat angka kejadian kusta tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penyakit kusta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan total sampling, melibatkan 32 pasien kusta yang telah menyelesaikan pengobatan serta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan dan sikap pasien terhadap kusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kusta terjadi pada usia 15 tahun ke atas dan mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki. Jenis pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta dan tidak bekerja, sedangkan tingkat pendidikan pasien umumnya setara SMA. Secara keseluruhan, seluruh pasien memiliki pengetahuan yang baik dan menunjukkan sikap yang positif dalam menghadapi penyakit kusta.
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan DBD di Puskesmas Kalumata Kecamatan Ternate Selatan Habiba Sangka, Nur; Armaijn, Liasari; Hakim Husen, Abd
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i1.319

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes, dengan pengetahuan ibu berperan penting dalam pencegahannya. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, di mana angka kejadian DBD cukup tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pencegahan DBD. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 100 ibu yang datang berobat pada September-Oktober 2021. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39% responden berusia 26-35 tahun, 54% berpendidikan SMA, dan 69% bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pengetahuan ibu tentang pencegahan DBD berada pada kategori cukup (67%), sikap baik (97%), dan perilaku cukup (70%). Mayoritas ibu di Puskesmas Kalumata memiliki pengetahuan yang cukup, sikap baik, dan perilaku yang memadai dalam upaya pencegahan DBD. Kesimpulannya, meskipun pengetahuan dan sikap ibu tergolong baik, perilaku pencegahan masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi dan sosialisasi lebih lanjut mengenai pencegahan DBD untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di masyarakat.
HUBUNGAN KEJADIAN KATARAK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE Abdullah, Rizka Maulany; Yetrina, Yetrina; Armaijn, Liasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di lndonesia sebesar 77,7%. Katarak juga merupakan penyebab gangguan penglihatan paling sering pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2), karena enzim Aldose Reduktase (AR) mengkatalisis reduksi glukosa menjadi sorbitol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian katarak dengan DM tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan case control study hospital based, di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Sampel pada penelitian ini terbagi dalam 37 kasus dan 37 kontrol, diambil menggunakan teknik simple random sampling, dan dilakukan uji analisis chi-square dan odds ratio. Hasil penelitian didapatkan frekuensi kejadian katarak yang menderita DM tipe 2 sebesar 31 pasien (62%) yang terbanyak pada usia > 45 tahun jenis kelamin perempuan. Terdapat hubungan kejadian katarak dengan DM tipe 2 dengan nilai p-value 0,000, dan penderita DM tipe 2 beresiko 6,5 kali lebih besar untuk terjadi katarak dibandingkan dengan pasien yang tidak menderita DM tipe 2. Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Katarak, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate DOI : 10.35990/mk.v8n3.p265-274
Analisis Faktor Risiko Kejadian Kelainan Refraksi pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Khairun Tahun 2023 Armaijn, Liasari; Do Toka, Wahyunita; Maulany Abdullah, Rizka
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 8 No 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v8i1.39789

Abstract

Refractive error is a condition in which the optical system of the eye blocks the entry of light at one focal point on the retina, resulting in decreased vision. Risk factors such as genetics, environment, and gender can lead to refractive errors. This study aims to analyze the risk factors of refractive errors in Khairun University Medical students. This research is an analytic study with a cross-sectional approach conducted at the Faculty of Medicine, Khairun University, from March to April 2023. Sample collection using total sampling technique, then univariate and bivariate analysis using chi-square test. The instruments in this study used questionnaires and Snellen charts. The results showed that most ages were 17-18 years, as many as 55 people (59.1%), with the female gender as many as 86 people (92.5%). Based on the chi-square test, the results showed a significant relationship between reading distance and refractive errors p=0,043 Prevalence Risk (PR) CI 95% 2,400 (1,022-5,635) and duration of using mobile phones on the incidence of refractive errors p=0.047 PR CI 95% 2,437 (1,100-5,935). It can be concluded that among all the risk factors analyzed, reading distance and the duration of mobile phone use were found to be risk factors for reactive error in medical students.
Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner melalui Pemeriksaan Rekam Jantung pada Sivitas Akademika Universitas Khairun Do Toka, Wahyunita; Aulia Tamsil, Fauziah; Armaijn, Liasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14453

Abstract

ABSTRAK Plak ateroklerosis menyebabkan penyakit jantung koroner, yang menjadi penyebab kematian kedua di negara berkembang. Penyakit jantung koroner menyebabkan 17,9 juta kematian pada tahun 2016—31% dari semua kematian di seluruh dunia. Lebih dari tiga perempat kasus kematian di negara berkembangan disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Aktivitas fisik yang berlebihan, stres, udara yang dingin, pola hidup yang kurang sehat, dan riwayat penyakit jantung dari keluarga adalah faktor risiko penyakit jantung koroner. Risiko penyakit jantung koroner meningkat pada penderita yang memiliki banyak faktor risiko penyakit jantung.  Oleh karena itu, individu dengan faktor risiko ini disarankan melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan rekam jantung secara berkala untuk mencegah dan apabila ditemukan gangguan irama jantung, penderita dapat melakukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan gejala klinis dan hasil rekam jantung. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk deteksi dini penyakit jantung koroner melalui pemeriksaan rekam jantung pada sivitas akademika Universitas Khairun. Metode yang dilakukan adalah pemeriksaan rekam jantung dan melakukan tanya jawab terkait keluhan yang dirasakan saat diperiksa. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini tedapat 14 orang yang memiliki hasil rekam jantung yang bervariasi. Dari kegiatan perlu adanya pemantauan berkala terhadap risiko penyakit jantung koroner agar dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan meningkatkan kualitas kerja sivitas akademika Universitas Khairun. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyakit Jantung Koroner, Pemeriksaan Rekam Jantung  ABSTRACT Plaque atherosclerosis causes coronary heart disease, which is the second leading cause of death in developing countries. Coronary heart disease caused 17.9 million deaths in 2016-31% of all deaths worldwide. More than three-quarters of deaths in developing countries are caused by heart and vascular diseases. Excessive physical activity, stress, cold weather, unhealthy lifestyle, and family history of heart disease are risk factors for coronary heart disease. The risk of coronary heart disease increases in patients who have many risk factors for heart disease.  Therefore, individuals with these risk factors are advised to do early detection with regular heart record checks to prevent and if heart rhythm disturbances are found, patients can undergo further examination based on clinical symptoms and heart record results. The service activity aims to early detection of coronary heart disease through electrocardiogram checks in the academic community of Khairun University. The method used was heart record examination and questioning related to complaints felt when examined. The results obtained from this activity were 14 people who had varying electrocardiogram results. From the activity, it is necessary to periodically monitor the risk of coronary heart disease in order to prevent the occurrence of heart disease. Keywords: Early Detection, Coronary Heart Disease, Electrocardiogram Examination
Hubungan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) dengan Angka Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Widyaningrum, Putri; Armaijn, Liasari; Nugroho, Aryandhito Widhi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.1421

Abstract

Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan, sanitasi lingkungan terbukti memiliki kaitan yang erat dengan angka kejadian diare. Pada tahun 2021 Puskesmas Kalumata menduduki peringkat pertama dengan kasus diare terbanyak di Kota Ternate yaitu sebanyak 609 kasus. Belum ada penelitian tentang hubungan water, sanitation and hygiene (WASH) dengan angka kejadian diare sebelumnya di Maluku Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan WASH dengan angka kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Kalumata. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan menggunakan pendekatan case control dengan uji fisher exact guna mendapatkan hubungan WASH dan kejadian diare. Sebesar 33 kasus dan 33 kontrol diambil menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna antara sanitasi yang meliputi penanganan sampah dan sarana pembuangan tinja dengan angka kejadian diare (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sarana sumber air bersih dengan angka kejadian diare. Dan tidak terdapat hubungan bermakna perilaku cuci tangan dengan angka kejadian diare (p>0,05).
Edukasi Buah dan Sayur Pada Anak SD Negeri 24 Kota Ternate Elfira Buamona; Liasari Armaijn; Asriyani Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3451

Abstract

Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah dasar menjadi salah satu masalah gizi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, termasuk  Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sebanyak 94,7 persen penduduk Maluku Utara, khususnya kelompok usia 5–14 tahun, masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai rekomendasi WHO. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD Negeri 24 Kota Ternate terhadap pentingnya konsumsi buah dan sayur bagi kesehatan tubuh.  Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab, dimana peserta diberikan edukasi mengenai buah dan sayur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana nilai kategori baik meningkat dari 16,67% pada pretest menjadi 59,26% pada posttest, sementara kategori kurang menurun menjadi 0%. Selain peningkatan pengetahuan, juga terjadi perubahan perilaku positif, seperti siswa mulai membawa bekal buah ke sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi gizi dengan media interaktif dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak usia sekolah dasar.
LOCUS OF CONTROL TERHADAP HASIL BELAJAR AKADEMIK SMA NEGERI 1 TERNATE Siti Umairah; Fiki Febrian Dwi Prasetya; Liasari Armaijn
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v4i1.74

Abstract

This study aims to determine the locus of control on academic learning outcomes of State Senior High School 1 Ternate. The sample in this study amounted to 35 students in 35 students at State Senior High School 1 Ternate with an age range of 16-18 years. The subjects of this study were selected using the Spearman Rho test technique. The method used in this study is a quantitative research method with a measuring instrument in the form of a locus of control scale. The results of the analysis showed no significant correlation between locus of control and academic learning outcomes (r = 0.452, sig <0.05), that learning outcomes are relatively permanent behavioral changes in a person rather than locus of control
Edukasi tentang HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 1 Ternate Liasari Armaijn; Dewi Darmayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.135-139

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) was a virus who infected white blood cells caused human immune system deficiency. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was a disease with syndrome caused by Immunodeficiency Virus (HIV). Even fluctuative but Indonesian data of HIV/AIDS keep increase every year. In the past eleven years, cases of HIV in Indonesia been in the highest cases at 2019 with 50.282 cases. In North Maluku, new cases of HIV/AIDS on September become 140 cases and cumulative data was 1.325 cases. In Ternate, there were 641 cases of HIV/AIDS which 135 people died. Data shows that HIV/AIDS cases increase on household and productive ages. If the incubation of HIV/AIDS was 8-10 years than infection must be on school ages. Therefore, education on school period become a determinant factor to prevent HIV/AIDS.
Edukasi tentang HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 1 Ternate Liasari Armaijn; Dewi Darmayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.135-139

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) was a virus who infected white blood cells caused human immune system deficiency. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was a disease with syndrome caused by Immunodeficiency Virus (HIV). Even fluctuative but Indonesian data of HIV/AIDS keep increase every year. In the past eleven years, cases of HIV in Indonesia been in the highest cases at 2019 with 50.282 cases. In North Maluku, new cases of HIV/AIDS on September become 140 cases and cumulative data was 1.325 cases. In Ternate, there were 641 cases of HIV/AIDS which 135 people died. Data shows that HIV/AIDS cases increase on household and productive ages. If the incubation of HIV/AIDS was 8-10 years than infection must be on school ages. Therefore, education on school period become a determinant factor to prevent HIV/AIDS.