Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

LOCUS OF CONTROL TERHADAP HASIL BELAJAR AKADEMIK SMA NEGERI 1 TERNATE Siti Umairah; Fiki Febrian Dwi Prasetya; Liasari Armaijn
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v4i1.74

Abstract

This study aims to determine the locus of control on academic learning outcomes of State Senior High School 1 Ternate. The sample in this study amounted to 35 students in 35 students at State Senior High School 1 Ternate with an age range of 16-18 years. The subjects of this study were selected using the Spearman Rho test technique. The method used in this study is a quantitative research method with a measuring instrument in the form of a locus of control scale. The results of the analysis showed no significant correlation between locus of control and academic learning outcomes (r = 0.452, sig <0.05), that learning outcomes are relatively permanent behavioral changes in a person rather than locus of control
Membangun Literasi Kesehatan Reproduksi Wanita di Ujung Timur Indonesia: Pengabdian Masyarakat pada Komunitas Adat Kampung Kokoda, Kota Sorong, Papua Barat Daya Sudayasa, I Putu; Jamaluddin, Jamaluddin; Mappaware, Nasruddin Andi; Kusnan, Adius; Armaijn, Liasari; Masrika , Nur Upik En; Silava , Rahmawati; Wahyuni, Yunita Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi wanita di wilayah terpencil seperti Kampung Kokoda, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, seringkali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi kesehatan, dan hambatan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita Kampung Kokoda tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif, mencakup infeksi genital, menopause, kanker reproduksi, dan teknik deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional AIPKI oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif yang sensitif terhadap nilai budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang infeksi genital dan penanganannya, gejala dan manajemen menopause, kanker reproduksi wanita (serviks, endometrium, ovarium, payudara), serta teknik SADARI, SADAMI, SADARO, dan pentingnya Pap smear serta vaksinasi HPV. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi khususnya pada sesi menopause dan deteksi dini kanker. Kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berbudaya di wilayah terpencil Indonesia.
Wujudkan Generasi Emas Papua Barat Daya: Edukasi Pencegahan Stunting pada Masyarakat Adat Pesisir Kampung Kokoda, Kota Sorong Kusnan, Adius; Jamaluddin, Jamaluddin; As’ad, Suryani; Sudayasa , I Putu; Masrika, Nur Upik En; Armaijn, Liasari; Silava , Rahmawati; Wahyuni , Yunita Tri
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.283

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang serius di Provinsi Papua Barat Daya dengan prevalensi 34,6%, jauh melampaui rata-rata nasional 21.6%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kampung Kokoda tentang pencegahan stunting melalui edukasi gizi berbasis 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Narasumber adalah Prof. Dr. dr. Suryani As'ad, Sp.GK, pakar gizi klinis terkemuka dari Universitas Hasanuddin. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, diskusi, pemeriksaan kesehatan dasar, dan konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang pentingnya 1000 HPK, faktor risiko stunting, pola makan bergizi seimbang, dan pemberian ASI eksklusif. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam tanya jawab, terutama terkait MPASI dan bahan makanan lokal bergizi. Edukasi berbasis komunitas melalui kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat terpencil sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Papua Barat Daya.
Edukasi tentang HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 1 Ternate Liasari Armaijn; Dewi Darmayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.135-139

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) was a virus who infected white blood cells caused human immune system deficiency. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was a disease with syndrome caused by Immunodeficiency Virus (HIV). Even fluctuative but Indonesian data of HIV/AIDS keep increase every year. In the past eleven years, cases of HIV in Indonesia been in the highest cases at 2019 with 50.282 cases. In North Maluku, new cases of HIV/AIDS on September become 140 cases and cumulative data was 1.325 cases. In Ternate, there were 641 cases of HIV/AIDS which 135 people died. Data shows that HIV/AIDS cases increase on household and productive ages. If the incubation of HIV/AIDS was 8-10 years than infection must be on school ages. Therefore, education on school period become a determinant factor to prevent HIV/AIDS.
Edukasi tentang HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 1 Ternate Liasari Armaijn; Dewi Darmayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.135-139

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) was a virus who infected white blood cells caused human immune system deficiency. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was a disease with syndrome caused by Immunodeficiency Virus (HIV). Even fluctuative but Indonesian data of HIV/AIDS keep increase every year. In the past eleven years, cases of HIV in Indonesia been in the highest cases at 2019 with 50.282 cases. In North Maluku, new cases of HIV/AIDS on September become 140 cases and cumulative data was 1.325 cases. In Ternate, there were 641 cases of HIV/AIDS which 135 people died. Data shows that HIV/AIDS cases increase on household and productive ages. If the incubation of HIV/AIDS was 8-10 years than infection must be on school ages. Therefore, education on school period become a determinant factor to prevent HIV/AIDS.