Claim Missing Document
Check
Articles

Fulfillment of Distribution Permit Requirements for Yoghurt MSMEs Prastyanty, Rini; Rahayu, Winiati P.; Wulandari, Nur
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i3.1012-1021

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) face challenges in obtaining distribution permits from the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) for food produced domestically, due to their limited knowledge and competence in implementing good manufacturing practices (GMP) and preparing the registration requirements. This study aimed to: (1) improve the achievement of GMP implementation in yoghurt MSMEs in preparation to get distribution permits; and (2) verify the fostering results of yoghurt MSMEs through microbiological testing. Field observations and interviews were conducted over the owner or manager of seven yoghurt MSMEs using assessment form, and mentoring program was developed to help the MSMEs fulfill permit requirements. Verification was done through microbiological testing. Results of the study showed that yogurt enterprises with ratings A, B, and C were found to have one MSME each (14.3%), while four MSMEs (57.1%) were at D ratings.  The mentoring program for two MSMEs (A and B ratings) showed the decrease of unconformities and increase of MSME rating from B to A. The mentoring program has been successful in bringing the two MSMEs to fulfill all registration requirements for processed food distribution permit. The result of the Salmonella test on yoghurt samples was negative, and the presence of Enterobacteriaceae was within the permissible limits (<10 colonies/g). Keywords: GMP, MSME, Processed food, Distribution permit, Yoghurt.
Product Development of High Carotenoids Chocolate Confectionery Based on Red Palm Olein Oleogel Amanda, Tria; Wulandari, Nur; Hunaefi, Dase
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i5.1893-1904

Abstract

Red palm oil (RPO)-based oleogel had potential as a substitute for cocoa butter substitute (CBS) in the manufacture of chocolate confectionery. This study aimed to obtain the optimum formula of chocolate confectionery with RPO-based oleogel and determine the physicochemical characteristics, sensory profile and hedonic rating, nutrition facts, and contribution to meet the vitamin A requirement. The methods used were: (1) manufacture and characterization of RPO-based oleogel, (2) optimization formulas of chocolate confectionery with RPO-based oleogel by D-optimal mixture design, and (3) characterization of chocolate confectionery with RPO-based oleogel. The result showed that RPO-based oleogel had a high carotenoid content of 545.87±3.39 mg/kg and slip melting point of 46.67‒47.83°C. The optimum formula was 17.780% CBS, 13.880% RPO-based oleogel, and 3.340% stearin which had a texture of 1861.49 gf and total carotenoids of 207.861 mg/kg. The sensory profile of chocolate confectionery with RPO-based oleogel based on the RATA method was yellow color; sweet, milk, fatty, and vanilla flavor; sweet, bitter, and fatty aftertaste; hard texture; melted, sandy, and sticky mouthfeel. The score of children panelists’ liking was 4.52 (liked extremely). One serving size of this product fulfilled 12% of the daily vitamin A requirement from the total requirement of 600 RE.
Wet Extraction Process and Its Physicochemical Changes in Virgin Coconut Oil: Proses Ekstraksi Basah dan Perubahan Fisikokimia Minyak Kelapa Murni Arisandhy, Andira; Wulandari, Nur; Budi, Faleh Setia
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 25 No. 4 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v25i4.1276

Abstract

Background: Indonesia is a major exporter of virgin coconut oil (VCO), but global demand surpasses production. Optimizing extraction processes is crucial. Knowledge gap: While various extraction methods exist, the effect of specific parameters on VCO quality and yield needs systematic analysis. Aim: This review evaluates extraction methods to optimize VCO production, focusing on enzymatic and microbial fermentation. Results: From eight articles, enzymatic fermentation using alcalase at 60°C for 1.5 hours produced high-quality VCO (free fatty acids 0.19%, water content 0.04%, peroxide value 8.28 meq/kg) with the highest yield (98.25%). Microbial fermentation, though longer, also yielded good quality. Novelty: Alcalase enzymatic fermentation is more efficient than microbial methods. Implications: These findings can guide industrial optimization of VCO production to meet SNI 7381:2022 standards. Highlights: Enzymatic fermentation with alcalase at 60°C for 1.5 hours yields the highest VCO quality and yield. Microbial fermentation, while effective, requires longer extraction times for similar results. Optimal temperature and time significantly influence the quality and yield of VCO, meeting SNI 7381:2022 standards. Keywords: Correlation, Enzymatic, Fermentation, Temperature, Time
Metaanalisis peranan teknologi proses pengolahan terhadap penurunan alergenisitas ikan: Meta-analysis on the role of food processing technology for fish allergenicity reduction Sujatmiko, Harumi; Palupi, Nurheni Sri; Wulandari, Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.47344

Abstract

Food and Agriculture Organization (FAO) mengkategorikan ikan ke dalam salah satu dari delapan jenis bahan pangan yang umumnya menyebabkan reaksi alergi pada individu sensitif. Manifestasi klinis yang disebabkan alergi ikan bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat, bahkan sampai mengancam jiwa. Teknologi proses pengolahan terbukti dapat mengubah alergenisitas ikan dengan efektivitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi proses pengolahan yang efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan melalui metaanalisis. Diperoleh 12 artikel jurnal yang diseleksi berdasarkan diagram PRISMA. Data dianalisis menggunakan efek ukur standardized mean difference (SMD) dengan 95% confidence interval (95% CI). Teknologi proses pengolahan non-termal (ultraviolet radiation (UV-R) dan high-hydrostatic pressure (HHP)) serta reaksi Maillard memiliki efek signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Sementara itu, proses pengolahan termal konvensional tidak berpengaruh signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Nilai SMD menunjukkan bahwa aplikasi teknologi proses pengolahan non-termal paling efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan. Pada tingkat seluler, teknologi proses pengolahan secara signifikan menurunkan pelepasan sitokin (IL-4 dan IL-13) dan mediator inflamasi (histamin, tryptase, dan b-heksosaminidase).
Pengaruh proses autoklaf dalam pembuatan bubuk udang windu (Penaeus monodon) dan puffing snack hipoalergenik: Autoclave process contribution to the production of black tiger shrimp powder (Penaeus monodon) and hypoallergenic puffing snacks Wulan, Nur Lili Nia; Palupi, Nurheni Sri; Kusnandar, Feri; Wulandari, Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.50620

Abstract

Udang merupakan hasil perairan yang termasuk jenis krustasea. Kandungan protein alergen, terutama tropomiosin menjadikan udang penyebab alergi pangan utama di antara krustasea. Udang dapat diolah menjadi produk intermediat berupa bubuk udang yang digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan olahan siap santap untuk memberikan cita rasa khas udang. Komponen bahan pangan selama pengolahan dapat mengalami modifikasi yang berpotensi menyebabkan perubahan alergenisitas. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan waktu pemanasan dengan autoklaf terhadap komposisi kimia, protein terlarut, profil bobot molekul protein, pita protein alergen, tingkat alergenisitas, serta mengkaji aplikasi bubuk udang yang dihasilkan pada produk puffing snack hipoalergenik. Proses pembuatan bubuk udang dilakukan dengan pemanasan autoklaf selama 5, 10, 15 menit dan tanpa autoklaf, serta udang mentah sebagai kontrol. Bubuk udang terbaik diaplikasikan pada pembuatan puffing snack hipoalergenik. Pengujian sampel meliputi kadar protein terlarut metode Bradford, analisis bobot molekul elektroforesis SDS-PAGE, analisis pita protein alergen metode immunoblotting dan tingkat alergenisitas menggunakan ELISA-kit Crustacea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu autoklaf berpengaruh terhadap komposisi kimia, protein terlarut, bobot molekul protein, pita alergen, dan kadar alergenisitas bubuk udang yang dihasilkan. Bubuk udang terbaik dengan penurunan alergenisitas optimal adalah bubuk udang dengan waktu autoklaf selama 5 menit dengan kadar alergen, yaitu 7,84 (mg/g protein). Tingkat alergenisitas udang mentah menurun hingga 98% setelah diolah menjadi bubuk udang dengan perlakuan autoklaf. Puffing snack yang ditambahkan bubuk udang dengan perlakuan autoklaf 5 menit mengalami penurunan kadar alergen hingga 99%. Pembuatan bubuk udang dengan pemanasan autoklaf selama 5 menit dan aplikasinya pada puffing snack mampu menurunkan alergenisitasnya.
Co-Authors . Sugiyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Ahmad Fanani, Labib Alfiyani, Novi Alhamah, Isnaini Amanda, Tria Amrullah Amrullah Angka, Stephanie Annisa Hayyu Fatmawati Aolia, Milna Arisandhy, Andira Asep Supena. Ashar, Aisyah Aulia Ul Haque, Sayidah Awaludin, Mohamad Barbara Gunawan Bukhari Ali Darmawan, Arry Dede R. Adawiyah Dede Robiatul Adawiyah Devara A. Nugraha Dian Santika Chandra Dias Indrasti Diniyatushoaliha, Ainun Dode, Hartian Eko Hari Purnomo Endang Warsiki Erianti, Nahara Erna Rusliana Muhamad Saleh Ezer Nainggolan, Eben Faleh Setia Budi Farah Nadhifa Tyas Djatmika Faris Hidayatullah, Azka Fathoni, Rohiana Fathullah, Aufar Fatrisiah, Elisa Faturrahman Feri Kusnandar Fitri Ghaliah Jalwaa Insyirah Zainal Hafiszah Asfahani Hendra Saputra Hendri Hermawan Adinugraha Hidayat, Elyana Hunaefi, Dase Ihsoni, Baital Indah Rodianawati Islamawan, Praboyo Ardin Istiarini, Yunita Joni Munarso Joni Munarso, Joni Khadijah Khadijah Kholda A. P Komala, Kemal Linda Zakiah Lisani MADE ASTAWAN Mario Wibowo Marlianti, Rosyana Mudiantono Mudiantono Muhamad Syukur Muhammad Assagaf Nazarudin Nindya Atika Indrastuti Novi Alfiyani Nurhidajah - Nurhidayat Nurhidayat Nuri Andarwulan Nurrahmah Jannatun, Desi Oktapiana, Cici Palupi, Nurheni Sri Prastyanty, Rini Prayudani, Ayu Putri Gitanjali Pridilla, Utari Purwiyatno Hariyadi Rachmawati, Annisa Noor Rahayu Rahmatunnisa, Ratu Ratih Dewanti -Hariyadi Ray Suryadi, Ray Reksi, Ni Kadek Dwi Okta Virana RR. Ella Evrita Hestiandari Sahrial Sahrial Sari, Neti Kumala Selamet Fuadi Siti Nurhasanah Siti Nurjanah Sitti Aisyah Slamet Budijanto Soenar Soekopitojo Soewarno T Soekarto Sugiarto, Anto Tri Sugiyono . Sujatmiko, Harumi Sundari, Fitria Suci Susi Susanti Suwarto Suwarto Tien R. Muchtadi Ulva, Sitti Marya Waysima . Winiati P. Rahayu Wulan, Nur Lili Nia Wulandari, Radhitia Yulianto Hartono Yundari, Yundari Yusniati, Baiq Kayul Putri Zakaria