Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Lansia dengan Masalah Keperawatan Nyeri pada Pasien Gout Arthritis Menggunakan Terapi Air Serai Hangat di Puskesmas Way Panjilampung Selatan Tahun 2026 Indah Wahyuninsih; M. Ricko Gunawan; Eka Trismiyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26471

Abstract

ABSTRAK Gout artritis menyerang 1–4% populasi dunia dan lebih sering terjadi pada pria serta lansia. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia mencapai 18,6–47,6%. Di Bandar Lampung, prevalensi gout artritis sebesar 5,07% dengan 2.773 kasus. Terapi nonfarmakologis gout artritis salah satunya terapi air serai hangat yang berfungsi menghilangkan rasa nyeri yang bersifat analgetik serta melancarkan sirkulasi darah. Untuk mengetahui asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah keperawatan nyeri pada pasien gout arthritis menggunakan terapi air serai hangat di Puskesmas Way Panji Lampung Selatan tahun 2026. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Penerapan terapi air serai hangat untuk kelompok intervensi adalah kompres dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi pemberian kompres 1 kali dalam sehari pukul 11.00 dengan durasi 10-15 menit dalam suhu 40o.Terdapat pengaruh terapi air serai hangat pada lansia dengan masalah keperawatan nyeri pada pasien gout arthritis di Puskesmas Way Panji Lampung Selatan tahun 2026. Pengelolaan keperawatan nyeri akut dengan  penerapan  tindakan  keperawatan terapi air serai hangat yang  penulis  lakukan  selama  5 hari  pada pasien gout arthritis, dimana masalah nyeri akut kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny. A skala nyeri 1 dan Tn. S skala nyeri 0 dan selama tindakan kedua klien koperatif. Kata Kunci: Gout Arthritis,  Terapi Air Serai Hangat, Nyeri Akut.  ABSTRACT Gouty arthritis affects 1–4% of the global population and is more common in men and the elderly. In Indonesia, the prevalence of hyperuricemia ranges from 18.6–47.6%. In Bandar Lampung, the prevalence of gout arthritis is 5.07%, with 2,773 cases. Non-pharmacological therapies for gout arthritis include warm lemongrass water therapy, which serves to relieve pain through its analgesic properties and improve blood circulation.To determine gerontological nursing care for the elderly with pain-related nursing issues in gout arthritis patients using warm lemongrass water therapy at the Way Panji Community Health Center in South Lampung in 2026. This final project report employs a descriptive research design with a case study approach. The subjects were 2 individuals experiencing acute pain-related nursing issues. The application of warm lemongrass water therapy for the intervention group involved compresses administered for 5 consecutive days, with a frequency of once daily at 11:00 AM, lasting 10–15 minutes at a temperature of 40°C. Warm lemongrass water therapy had a positive effect on elderly patients with acute pain nursing issues, specifically those with gout arthritis, at the Way Panji Community Health Center in South Lampung in 2026. The management of acute pain through the application of warm lemongrass water therapy, which the author administered for 5 days to a patient with gouty arthritis, successfully resolved the acute pain issues in both clients, as evidenced by Ms. A’s pain scale of 1 and Mr. S’s pain scale of 0, and both clients were cooperative throughout the procedure. Keywords: Gout Arthritis,  Warm Lemongrass Water Therapy, Acute Pain.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Ibu Premenopause Di Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung I Wayan Dedi Mulyadi; Umi Romayati; Rudi Winarno; Eka Trismiyana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1272

Abstract

Pendahuluan: Premenopause merupakan fase transisi pada wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen yang dapat menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya gangguan kualitas tidur. Gangguan tidur pada ibu premenopause dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengonsumsi susu kedelai yang mengandung isoflavon sebagai fitoestrogen. Tujuan: Diketahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan kualitas tidur ibu premenopause di Kelurahan Bumi Waras wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest–posttest. Dengan populasi ibu premenopause di Kelurahan Bumi Waras Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung sebanyak 84 responden, dan Sampel penelitian berjumlah 18 ibu premenopause yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi sebesar 10,89 dan setelah intervensi menurun menjadi 6,78 dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan kualitas tidur ibu premenopause. Sehingga dapat di katakan bahwasanya susu kedelai dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu premenopause, serta bagi tenaga Kesehatan dapat mensosialisasikan mengenai manfaat konsumsi susu kedelai untuk menggurangi gejala premenopause terutama terkait dengan kualitas tidur.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Melta Susanti; Eka Trismiyana; Rilyani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1292

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. World Health Organization (WHO) tahun 2024 menyebutkan sekitar 1,28 miliar orang menderita hipertensi,. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan data Riskesdas tahun 2022 mencapai 34,11%, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok usia ≥60 tahun. Kemenkes RI juga melaporkan bahwa sekitar 32,3% penderita hipertensi masih kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Rendahnya kepatuhan minum obat pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet yang mudah dipahami oleh lansia. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. Metode : Penelitian ini merupakan Jenis kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner pengetahuan. Serta Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 4,23 (tidak patuh) dan setelah di intervensi meningkat menjadi 6,63 (patuh). Dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat. Kesimpulan : edukasi menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengetahuan pada lansia penderita hipertensi.
Efektivitas Pemberian Terapi Buteyko Terhadap Perubahan Status Pernapasan Pada Pasien Asma Bronchial Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Tahun 2025 Eka Trismiyana; Walenda Pitri Novidia Sari; Rika Yulendasari
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 14 No. 1 (2026): JKPBL Vol 14 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v14i1.414

Abstract

Introduction: Asthma is a clinical disease characterized by recurrent bronchial narrowing; however, this condition is reversible, and increased ventilation occurs between episodes of normal bronchial constriction. The Buteyko breathing technique is a breathing method that involves nasal breathing. This technique is used to reduce shortness of breath experienced by patients with bronchial asthma. According to data from Riskesda Lampung Province in 2023, approximately 1.6% of cases were asthma, and Lampung ranked 4th with a recurrence rate of 64.7% .Objective: To determine the effectiveness of Buteyko therapy on changes in respiratory status in patients with bronchial asthma in the working area of Puskesmas Kemiling, Bandar Lampung, in 2025. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population included all asthma patients diagnosed between January and October 2024, totaling 221 patients. The sample size, calculated using Slovin’s formula, was 23 respondents. Non-probability sampling with convenience sampling was applied. Results: The average respiratory rate of asthma patients before Buteyko therapy was 23.28 ± 1.410. After receiving Buteyko therapy, the average respiratory rate decreased to 16.23 ± 1.756. The paired t-test showed a significant difference in respiratory rates before and after the intervention (p = 0.000). Conclusion: Buteyko therapy has a significant effect in reducing shortness of breath in asthma patients in the working area of Puskesmas Kemiling, Bandar Lampung. The respiratory rate decreased from 23–28 before the intervention to 16–23 after the intervention. Recommendation: It is recommended that respondents better understand the importance of performing Buteyko therapy to help alleviate asthma symptoms.
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Adinda Wulan Adha Adinda Wulan Adha admin Agni Laili Perdani Agus Sutiadi Alek Iskandar Andi Bunga Silvia Andi Bunga Silvia Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Anggun Istawala Arista Lestari Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Bahren Nortajulu Bayu Ahya Dinata Budiarti Budiarti Budiarti Budiarti Chrisanto, Eka Yudha Derista Hartati Derista Hartati Dewa Ayu Neli Elvania Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dian Angen Saputra Dian Angen Saputra Dina Sari Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Yuhda Chrisanto Elliya, Rahma Endah Susilawati Eva Listiyo Putri Febri Yogi Munanda Furqoni, Prima Dian Gunawan Irianto Herizon Herizon Hermawan, Dessy I Wayan Dedi Mulyadi Imanda Satria Imanda Satria Indah Wahyuninsih Irma Rani Zofitri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Italia Keswara, Umi Romayati Laili Pritasari Leni Yulinda Agung Lidya Aryanti Linawati Novikasari Linawati Novikasari Linggariyana Linggariyana Lita Puspita M. Arifki Zainaro M. Deni Indrawan M. Ricko Gunawan Marlina Agustina Marlina Agustina Mei Kurnia Pitaloka Melta Susanti Muhammad Roby Murni Oktania Mutiara Ayu Daniati Nizomi Satria Winata Noby Amukti Sujito Nocivera Indriany Novi Maria Nurhayati Nurhayati Partur Khorip Partur Khorip Prima Dian Furqoni Putri Indaman Putu Kurniawan Rahma Ellya Rahma Ellya Raihan Saputra Raihan Saputra Rama Rajasa Ferlanda Alam Ray Krisna Dhitya Refsi Erpiyana Refsi Erpiyana Ria Mustika Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Rilyani Riska Wandini, Riska Rudi M. Irawan Rudi Winarno Rudi Winarno Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Solbari Solbari Sri Haryani Sutikno Sutikno Suwarto Suwarto Teguh Pribadi Umi Romayati Umi Romayati Umi Romayati Umsani Umsani Wahid Tri Wahyudi Walenda Pitri Novidia Sari Yuniati Yuniati Yuniati Yuniati Yuyun Tyas