Herlina I. S. Wungouw
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Mahasiswa Profesi Dokter (Co-Assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Talumedun, Alida P.; Doda, Diana V. D.; Wungouw, Herlina I. S.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65798

Abstract

Abstract: Mental health remains an important issue among medical students, particularly clinical clerkship students (co-assistants) who must simultaneously manage academic and clinical demands. This study aimed to examine factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was an observational quantitative study with a cross-sectional design. Respondents were selected using the Slovin formula through purposive sampling. Data were collected online using the PSS-10 to measure stress levels and the NASA-TLX to assess workload. Data analysis was performed using the Spearman Rank test and the Mann–Whitney U test. The results obtained 108 students as respondents with a mean age of 23 years (SD=0.85);  majority of them were females. Most respondents experienced moderate stress (78.7%), followed by high and low stress levels (19.4% and 1.9%). The mean total workload score was 68.16%, with the highest dimension being effort at 21.29%. Bivariate analysis revealed a significant positive relationship between age and workload with stress levels, while gender and clinical rotation stage were not significantly associated. In conclusion, age and workload are factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants). Therefore, psychosocial support programs, routine counseling, and evaluation of clinical workload are required to help students manage stress adaptively. Keywords: workload; stress level; clinical clerkship students (co-assistants)   Abstrak: Kesehatan mental masih menjadi isu penting di kalangan mahasiswa kedokteran, terutama pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) yang menjalani beban akademik dan klinik secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) di RS R.D Kandou Manado. Jenis penelitian ialah observasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Responden dipilih menggunakan rumus Slovin melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan NASA-TLX untuk menilai beban kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 108 mahasiswa sebagai responden, mayoritas dengan rerata usia 23 tahun (SD=0,85), didominasi oleh perempuan. Responden terbanyak mengalami stres sedang (78,7%), diikuti stres tinggi (19,4%) dan stres rendah (1,9%). Rerata total skor beban kerja 68,16% dengan dimensi tertinggi yaitu tingkat usaha 21,29%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif bermakna antara usia dan beban kerja dengan tingkat stres, sedangkan jenis kelamin dan stase profesi pendidikan dokter tidak bermakna. Simpulan penelitian ini ialah usia dan beban kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant). Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikososial, konseling rutin, dan evaluasi beban kerja klinik untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara adaptif. Kata kunci: beban kerja; tingkat stres; mahasiswa profesi dokter (co-assistant)
Korelasi Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis dengan Kadar Kolesterol Total pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Paat, Sharen C. J.; Pangkahila, Erwin A.; Wungouw, Herlina I. S.
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.65850

Abstract

Abstract: High total cholesterol is one of the major risk factors for atherosclerosis, which can cause thickening of the carotid arterial intima-media layer. Non-invasive carotid intima-media thickness/CIMT measurement serves as an early indicator for detecting vascular structural changes. This study aimed to determine the correlation between total cholesterol levels and CIMT among medical students at Universitas Sam Ratulangi, Manado. This was a quantitative and analytical observational study with a cross-sectional design. Total cholesterol levels were measured using the Autocheck device, while CIMT was assessed using the B-Mode Ultrasonography. The correlation between variables was analyzed using the Spearman test. The results obtained 79 students as subjects selected through purposive sampling. The results showed no significant correlation between total cholesterol level and CIMT (p=0.157; r=–0.161). In conclusion, there was no significant relationship between total cholesterol and carotid intima-media thickness among medical students at Universitas Sam Ratulangi. Future studies are recommended to include subjects with a wider age range and to analyze specific lipid fractions such as low-density lipoprotein (LDL), high-density lipoprotein (HDL), and triglycerides for a more comprehensive understanding. Keywords: total cholesterol; carotid intima-media thickness; atherosclerosis    Abstrak: Kadar kolesterol total yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis yang dapat menyebabkan penebalan tunika intima-media arteri karotis (carotid intima-media thickness/CIMT). Pemeriksaan CIMT secara non-invasif dapat digunakan untuk mendeteksi dini perubahan struktur pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar kolesterol total dengan CIMT pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan desain potong lintang. Kadar kolesterol total diukur menggunakan alat Autocheck, sedangkan CIMT diukur menggunakan Ultrasonography B-Mode. Analisis hubungan antara kedua variabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan 79 mahasiswa sebagai subjek penelitian, dipilih dengan metode purposive sampling. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat korelasi bermakna antara kadar kolesterol total dengan CIMT (p=0,157; r=–0,161). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar kolesterol total dan ketebalan tunika intima-media arteri karotis pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan subjek dengan rentang usia lebih luas serta memasukkan variabel fraksi lipid yang lebih spesifik seperti low-density lippopritein (LDL), high-density lipoprotein (HDL), dan trigliserida untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Kata kunci: kolesterol total; ketebalan tunika intima-media arteri karotis; aterosklerosis
Hubungan Kualitas Tidur dengan Gait Speed pada Mahasiswa Kedokteran Nayoan, Oswaldo S.; Wungouw, Herlina I. S.; Polii, Hedison
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.67066

Abstract

Abstract: Poor sleep quality can impair motor functions, including balance and neuromuscular coordination. Gait speed is widely recognized as an important indicator of both motor and cognitive function. Medical students frequently experience reduced sleep quality due to demanding academic workloads, yet no research has examined this relationship in Indonesia. This study aimed to determine the relationship between sleep quality and gait speed among medical students. This cross-sectional analytic study involved 80 first-year medical students (aged 16–20 years) of Faculty of Medicine Universitas Sam Ratulangi, Manado, with normal BMI. Sleep quality was measured using the Indonesian version of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while gait speed was assessed using a stopwatch over a 4-meter walkway. Data were analyzed using the Pearson correlation test. The results showed that 83.75% of participants had poor sleep quality (PSQI >5), and 12.50% demonstrated slow gait speed. There was a significant negative correlation between sleep quality and gait speed (r=-0.402; p=0.000). In conclusion, poor sleep quality is significantly associated with slower gait speed among medical students. Keywords: sleep quality; gait speed; medical students; motor function    Abstrak: Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada fungsi motorik, termasuk keseimbangan dan koordinasi neuromuskular. Gait speed dikenal sebagai indikator penting fungsi motorik dan kognitif. Mahasiswa kedokteran berisiko mengalami penurunan kualitas tidur akibat tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan kualitas tidur dan gait speed pada mahasiswa kedokteran. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 80 mahasiswa semester 1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado yang berusia 16–20 tahun dengan IMT normal. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI versi Indonesia, sementara gait speed diukur menggunakan stopwatch pada lintasan 4 meter. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 83,75% responden memiliki kualitas tidur buruk (PSQI >5), dan 12,50% memiliki gait speed lambat. Terdapat korelasi negatif bermakna antara kualitas tidur dan gait speed (r=-0,402; p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah kualitas tidur yang lebih buruk berhubungan bermakna dengan gait speed yang lebih lambat pada mahasiswa kedokteran. Kata kunci: kualitas tidur; gait speed; mahasiswa kedokteran; fungsi motorik
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Manampiring Abay, Novita A. Adriansyah L. Putra, Adriansyah L. Angmalisang, Elvin Clara Cheren Christine Pondaag Christina Salaki D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Deiby O. Lumempouw, Deiby O. Doda, Diana V.D. Dolot, Jecky F. Elvin A. Herlambang, Elvin A. Ester Florencia Sagay Febriani Patandianan R., Febriani Patandianan Franly Onibala Freelyn Ch. P. Tamboto, Freelyn Ch. P. Gloria Hengkengbala Gresty Masi H. Polii Hedison Polii Helma Christy S. Tumigolung Heriyannis Homenta Hubert I. Tatara Irene, Angellita M. Ivanny Kasenda Jill Lolong Joice N. A. Engka Julia Rottie Jusuf, Devi Dewinta Li Ping Pontoh Lia M. Tanudjaja, Lia M. Lumenta, Nikita Makal, Henny V Mambu, Gloria Christy Manoppo, Firginia P. Manoppo, Melisa Linda Maria R. J. Ratulangi, Maria R. J. Marunduh, Sylvia Ritta Matali, Valentino J. Michael Karundeng Mogi, Jessica G. Mohammad R. S. Utomo Mondoringin, Lidya H. M. Naue, Sitti H. Nayoan, Oswaldo S. Ngantung, Edwin J. Paat, Sharen C. J. Pangkahila, Erwin A. Pati, Josefa M. Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pertiwi, Junita Maja Prisilia M. Pinontoan Rawung, Meilita M. Renold C. Ibrahim, Renold C. Renteng, Septriani Richard Kowel, Richard Rinto Mangiwa Rivelino Hamel Rofina Yanuby Rondo, Amelia Andrita Alika Sapulete, Ivonny Septia, Nindirah Siemona Berhimpon, Siemona Suci M. J. Amir Sundah, Job P. A. Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Sylviah Marunduh Talumedun, Alida P. Tambing, Agustina Tani, Prisilya Theresia Nancy Lesilolo, Theresia Nancy Tubagus, Ade P. Umboh, Jootje M. Vandri D Kallo, Vandri D Worung, Yulinda Veronica Fralya Yanti M. Mewo