Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan dan Uji Kelayakan E-Modul Eco-Art Counseling untuk Mendukung Layanan Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa SMA Feby Enggal Prasasti; Rusdi Kasman; Reni Sinta Dewi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1085

Abstract

Kepercayaan diri pada masa remaja berkaitan dengan keberanian mengekspresikan diri, keterlibatan sosial, dan kesiapan menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menilai kelayakan awal E-Modul Eco-Art Counseling sebagai media layanan bimbingan dan konseling (BK) untuk mendukung penguatan kepercayaan diri siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan kerangka ADDIE yang diterapkan melalui analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi terbatas, dan evaluasi formatif. Produk berupa e-modul berbasis web/flipbook yang memuat kolase alam, nature mandala, painting from nature, clay work, serta panduan refleksi yang mencakup kesadaran diri, pola pikir, respons perilaku, dan makna simbolis karya. Validasi formatif dilakukan oleh ahli materi BK, ahli media visual, dan ahli bahasa. Uji keterpakaian awal melibatkan 3 guru BK dan 5 siswa SMA di Kota Bogor. Hasil menunjukkan peningkatan penilaian ahli materi dari 56,6% menjadi 83,3% dan ahli media dari 87,5% menjadi 100% setelah revisi. Penilaian ahli bahasa mencapai 60%, yang menunjukkan kebutuhan penyempurnaan kebahasaan. Respons guru BK sebesar 84% dan respons siswa 86%, keduanya menunjukkan penerimaan awal yang sangat baik. Temuan mendukung kelayakan awal produk sebagai media layanan BK, tetapi belum membuktikan efektivitas E-Modul dalam meningkatkan kepercayaan diri karena penelitian tidak menggunakan pengukuran pretest-posttest kepercayaan diri maupun kelompok pembanding. Kebaruan produk terletak pada integrasi aktivitas seni berbahan alam dengan refleksi konseling dalam format digital yang dapat digunakan secara terstruktur oleh guru BK.
Hubungan Kecanduan Game Online dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa Kelas VII: Studi Korelasional di SMP Negeri 4 Kota Bogor Alya Qonita .; Reni Sinta Dewi; Muhammad Faishal Hidayat
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.1093

Abstract

Prokrastinasi akademik pada remaja awal dapat mengganggu penyelesaian tugas, keteraturan belajar, dan pencapaian akademik. Pada saat yang sama, penggunaan game online yang tidak terkendali berpotensi menggeser waktu dan perhatian dari kewajiban sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecanduan game online dan prokrastinasi akademik serta menganalisis hubungan keduanya pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 180 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 324 siswa. Kecanduan game online diukur menggunakan instrumen 21 butir yang dikembangkan berdasarkan tujuh aspek Game Addiction Scale, sedangkan prokrastinasi akademik diukur menggunakan 23 butir valid dari skala awal 24 butir. Uji coba instrumen menunjukkan Cronbach’s alpha sebesar 0,925 untuk kecanduan game online dan 0,901 pada skala prokrastinasi sebelum eliminasi satu butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman karena asumsi untuk korelasi parametrik tidak terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa 55,0% siswa berada pada kategori sedang untuk kecanduan game online dan 55,6% berada pada kategori sedang untuk prokrastinasi akademik. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel (rₛ = 0,659, p < 0,001, n = 180). Temuan ini berarti siswa dengan peringkat skor kecanduan game online yang lebih tinggi cenderung memiliki peringkat prokrastinasi akademik yang lebih tinggi. Namun, karena desain penelitian bersifat potong lintang dan korelasional, hasil tidak membuktikan bahwa kecanduan game online menyebabkan prokrastinasi akademik. Implikasi praktis diarahkan pada layanan BK berbasis regulasi diri, manajemen waktu, literasi digital, pemantauan pola bermain, serta kolaborasi dengan keluarga.