Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI MODERN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nursarah Puan Delisa; Anisah Muthia Saputri; Aqilah Siti Zhafirah; Nazwa Octaviana; Keisha Kallista Dzakiyah; Alfiyyah Zhafirah; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.14

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor yang penting dalam menentukan tingkat keberhasilan dari proses akademik mahasiswa. Dalam perspektif psikologi, motivasi dipahami sebagai dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku individu dalam mencapai tujuan tertentu. Sedangkan dalam perspektif Islam, motivasi belajar dipandang sebagai niat atau dasar seseorang untuk mendapatkan pengetahuan yang didasari dengan tujuan mendapatkan pahala ataupun hal-hal lain yang bersifat spiritual. Pembahasan difokuskan pada mahasiswa sebagai subjek kajian karena karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi memiliki tuntutan akademik dan kemandirian yang lebih kompleks dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Artikel bertujuan untuk mengkaji motivasi belajar dengan melihat faktor eksternal dan internal seperti efikasi diri, tujuan akademik, dan dukungan keluarga, serta kesamaan dari perspektif psikologi modern dan juga bukti nyata yang terdapat pada dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadist. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan narative literature review. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan dasar hingga pencapaian aktualisasi diri.
KAJIAN PUSTAKA TENTANG PENGARUH METODE STORYTELLING BERBASIS KISAH QUR'ANI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL Endang Switri; Zaskia Nailah Elfadillah Dharmawan; Tanisha Azzahra W; Madila Ariva Septrya; Balqis Intan Mutmainah; Siti Nabila; Keyla Nafri Gumay
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.17

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam proses perkembangan individu, terutama pada remaja. Kecerdasan emosional juga berperan dalam kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan relasional, dan pengambilan keputusan secara bijak. Namun, sering ditemukannya permasalahan yang diakibatkan rendahnya kecerdasan emosional. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional adalah dengan menggunakan metode storytelling berbasis kisah Qur’ani yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode storytelling berbasis kisah Qur’ani terhadap kecerdasan emosional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 6 literatur berupa jurnal ilmiah, buku,  dan hasil penelitian terdahulu. Hasil dari kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa storytelling kisah Qur’ani memiliki potensi positif dalam membantu perkembangan kecerdasan emosional. Kisah Qur’ani juga membuat pembelajaran terasa lebih menarik, bermakna, dan mudah dipahami. Namun, ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling kisah Qur’ani ini tidak selalu signifikan karena dipengaruhi berbagai faktor seperti durasi penerapan, jumlah sampel, lingkungan, dan metode penyampaian. Dengan begitu, storytelling berbasis kisah Qur’ani efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan kecerdasan emosional jika diterapkan secara konsisten dan juga didukung oleh kebiasaan serta lingkungan yang mendukung.
INTEGRASI TEORI BEHAVIORISME DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK: KEDISIPLINAN DIRI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Azizah Azizah; Syifa Zhafira; Davina Salsabilah; Muhammad Rafaqi Alfath; Azka Alya Dzikra; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.18

Abstract

Kedisiplinan dan karakter peserta didik memiliki permasalahan utama sejalan dengan pengaruh teknologi informasi perkembangan zaman serta kurang optimalnya penerapan pendidikan karakter dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teori behaviorisme dalam pembentukan akhlakul karimah, khususnya kedisiplinan diri, dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah dan sumber relevan terkait teori behaviorisme dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori behaviorisme memiliki keterkaitan yang kuat dengan konsep pembentukan akhlak dalam Islam karena sama-sama menekankan proses pembiasaan, keteladanan, stimulus-respons, serta penguatan perilaku melalui reward dan punishment. Implementasi pembiasaan ibadah, budaya disiplin, dan pengawasan yang konsisten terbukti mampu membantu peserta didik membangun sikap tanggung jawab, kepatuhan, dan pengendalian diri. Lebih dari itu, dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembentukan karakter disiplin. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi teori behaviorisme dalam pendidikan Islam dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk akhlakul karimah dan kedisiplinan diri peserta didik secara berkelanjutan.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI SPIRITUAL ANAK USIA DINI BERBASIS KETELADANAN Abbelia Fazle Rabbi Andira; Shakila Riona Putri; Chelsea Wulandari; Keisha Anindita Cahyani; Faiqah Syifa Syahirah; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.20

Abstract

Di era arus informasi digital yang sangat cepat saat ini, mengakibatkan penanaman nilai spiritual pada anak-anak menjadi sangat sulit. Hal ini menyebabkan, waktu interaksi penting antara orang tua dan anak berkurang. Dengan menganalisis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran orang tua dalam hal ini. Metode studi literatur sistematis (systematic literature review) digunakan untuk menganalisis artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang mencakup literatur domestik dan internasional yang telah melalui peninjauan rekan dan memenuhi standar kelayakan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi utama yang membentuk peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak nilai spiritual: (1) contoh dalam tindakan ibadah dan etika sehari-hari; (2) pembiasaan yang konsisten terhadap ritual keagamaan dalam keluarga; dan (3) komunikasi spiritual yang terbuka. Harmoni hubungan orang tua-anak, keselarasan nilai dalam keluarga dan lingkungan sosial, dan kemampuan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman modern adalah semua faktor yang mempengaruhi efektivitas penanaman nilai spiritual. Disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang utama dalam membentuk spiritualitas anak, dan keberhasilannya sangat bergantung pada keteladanan yang konsisten dan komunikasi yang baik dalam keluarga.
Temple Construction as a Religious and Political Strategy Srivijaya 7th–12th Century Hudaidah Hudaidah; Syafruddin Yusuf; Endang Switri; Supiyah Supiyah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i1.34190

Abstract

The purpose of this study is to analyze the construction of temples during the Sriwijaya era from the 7th to the 12th century as part of a religious strategy related to political interests and the expansion of power. This research is based on the view that temple construction is not only a means of worship but also plays a strategic role in strengthening the kingdom's position. The method used is the historical method with a historical-critical approach. It consists of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Research findings indicate that temple construction in Srivijaya not only served as centers for religious rituals but also functioned as instruments of political legitimation and as centers of Buddhist education. Thus, the construction of temples was a religio-political strategy that played a role in maintaining internal stability and strengthening Sriwijaya's influence in the Southeast Asian region.