Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing 4C Skills Through Project-Based Learning: A Needs Analysis and Impact Study in Cosmetology Education Laila Fajri; Rahmiati Rahmiati; Linda Rosalina; M. Giatman; Prima Minerva
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7066

Abstract

This study investigates the implementation of Project-Based Learning (PjBL) to enhance 21st-century skills—specifically the 4Cs: Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration—in Cosmetology courses at the Department of Cosmetology and Beauty. Preliminary analysis revealed key challenges, including over-reliance on printed materials and limited use of interactive media, which hinder the development of these essential competencies. Using Plomp’s development model, the research involved a needs analysis to assess student learning characteristics and identify gaps. The PjBL approach was then designed and implemented in alignment with these findings. Data were collected through pre-tests and post-tests to evaluate skill development before and after PjBL integration. The findings indicate substantial improvement across all four skill areas following PjBL implementation. Critical thinking improved from 60% to 85%, creativity from 65% to 88%, communication from 58% to 80%, and collaboration from 62% to 84%. The average increase in overall 21st-century skill competency was 69.12%. Although the results demonstrate significant progress, further refinement is needed to sustain and deepen these skills. Strengthening these competencies is essential for preparing students to meet the demands of the increasingly competitive beauty industry. This study underscores the value of integrating PjBL into vocational curricula and highlights its potential to support holistic skill development. The findings contribute to the ongoing discourse on curriculum enhancement in alignment with industry expectations.
DEVELOPMENT OF PRENATAL ENDORPHIN MESSAGE CLASS IN PREVENTION OF MATERNAL STUNTING maidawilis; Miswarti, Miswarti; Minerva, Prima; Asmaria, Mike; Yoselina, Prima
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.941

Abstract

Stunting telah menjadi salah satu fokus utama program pemerintah di bidang kesehatan. Pemerintah mengejar penurunan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Nagari Lubuk Alung masih memiliki angka kejadian status gizi bermasalah seperti ibu hamil KEK dan Anemia 5 orang, BBLR dan prematur 2 orang, balita gizi kurang termasuk pendek 14 orang (Profil Puskemas Sikabu Lubuk Alung 2023). Tujuan pengabdian yaitu untuk mengembangkan kelas prenatal endorphin message dalam mencegah stunting maternal. Metode dalam pengabdian ini berupa FGD, Pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah Kader Ibu hamil orang 21 orang dan ibu hamil 20 orang. Hasil pengabdian ditemukan adanya komitmen kader ibu hamil dan pemerintahan nagari untuk mencegah stunting dengan memberdayakan kelas prenatal endorphin message, sudah adanya rumah percontohan dan rumah serbaguna kelas prenatal endorphin message namun masih belum mendukung digunakan secara berkelanjutan, sudah adanya kader yang mampu mengelola kelas prenatal dengan baik serta meningkatkan promosi kepada dunia luar baik melalui posyandu dan media sosial. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya dukungan nagari dalam pengembangan program ini.
PEMANFAATAN FACE TONER EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera Cordfolia (TEN) Steenis) SEBAGAI PERAWATAN KULIT BERJERAWAT Dini Hidayah Hutabarat; Prima Minerva
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.9244

Abstract

Acne is one of the most common skin problems experienced by adolescents and adults and may reduce self-confidence. One natural ingredient with potential for use in acne skin care is binahong leaf extract (Anredera cordifolia), which is known to contain flavonoids and saponins that function as antibacterial and anti-inflammatory agents and help cleanse the skin of dirt and excess oil. This study aimed to formulate a face toner containing binahong leaf extract for acne-prone skin, as evaluated through laboratory, organoleptic, and hedonic tests. The study employed a quantitative descriptive approach with an experimental design. The data consisted of primary data obtained through observation, documentation, and questionnaires, while the organoleptic and hedonic tests involved seven trained panelists. The data were analyzed using descriptive percentage analysis. The face toner was formulated in three concentrations: F1 (2.5%), F2 (5%), and F3 (7.5%). Physical quality evaluation was conducted through laboratory tests, including flavonoid and saponin content, pH, homogeneity, and drying time, as well as organoleptic tests covering texture, color, and aroma, and hedonic tests assessing the panelists’ degree of preference. The results showed that the binahong leaf extract face toner contained flavonoids and saponins, had a pH within the standard range (4.5–6.5), demonstrated homogeneity across all formulations, and exhibited a drying time of less than 1 minute in formulation F1. Based on the organoleptic and hedonic tests, formulation F2 was the most preferred by the panelists. Therefore, binahong leaf extract can be utilized in the formulation of cosmetic face toner for acne-prone facial skin and has the potential to serve as a natural alternative for skin care.
Hubungan Antara Konsumsi Lemak Jenuh dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman: The Relationship Between Satured Fat Comsumption and the Incidence of Acne Vulgaris in Students of SMA Negeri 4 Pariaman City Prima Minerva; Anisa Fikra Aulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12799

Abstract

Acne Vulgaris adalah penyakit kulit karena adanya penumpukan minyak yang menyebabkan pori-pori kulit wajah tersumbat sehingga memicu aktivitas bakteri dan peradangan pada kulit, hampir setiap orang pernah mengalami gangguan acne vulgaris dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah makanan. Tujuan peneltian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 95 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami acne vulgaris pada kategori ringan yaitu 58 orang siswa (61,1%) dan tingkat konsumsi lemak jenuh siswa sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu 64 orang siswa (67,4%), sehingga analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman, diharapkan siswa dapat lebih memperhatikan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh untuk mengurangi risiko timbulnya acne vulgaris.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Terjadinya Acne Vulgaris pada Mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Angkatan 2020: The Relationship of Sleep Quality and the Occurrence of Acne Vulgaris in Makeup and Beauty Student for the Batch of 2020 Prima Minerva; Viora Sarningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12800

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit disebabkan oleh peradangan kronis pada folikel pilosebasea. acne vulgaris dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kualitas tidur yang buruk juga dapat meningkatkan hormon kortisol yang menyebabkan peradangan dan produksi minyak berlebih dikulit memperburuk jerawat. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap terjadinya acne vulgaris pada mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang bersifat kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 63 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan langsung dari responden dengan cara menyebarkan kuisioner. Penelitian ini menggunakan analisis menunjukan nilai signifikansi 0.000<0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dan kejadian acne, bauk dalam tingkat ringan hingga berat. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan terjadinya acne vulgaris pada mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020, diharapkam mahasiswa tata rias lebih memperbaiki kualitas tidurnya agar mengurangi terjadinya jerawat pada wajah.
Pengaruh Self-Regulation terhadap Motivasi Lulus Tepat Waktu pada Mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Universitas Negeri Padang Theresia Anggiana Sitanggang; Prima Minerva
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i3.1954

Abstract

This study addresses the issue of Cosmetology and Beauty students failing to complete their studies on schedule. It investigates the influence of self-regulation on the motivation to graduate on time, employing a quantitative, causal-associative method. A sample of 90 respondents was selected from the total population. Data analysis involved reliability, validity, and chi-square tests. The findings reveal that 47% of students demonstrated a moderate level of self-regulation, while 41% showed a moderate level of motivation to graduate on time. The chi-square test confirmed the influence of self-regulation on the motivation to graduate on time. Consequently, the study concludes that self-regulation is a crucial factor in the motivation to graduate on schedule. Students are therefore advised to enhance their self-regulation skills—such as goal setting, time management, monitoring academic progress, and self-control—throughout their studies. Additionally, the study program is encouraged to provide support through academic coaching, guidance, and mentoring initiatives designed to strengthen students' self-regulation and thereby boost their motivation to graduate on time.