p-Index From 2021 - 2026
7.182
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Indonesia Journal of Education and Learning (EduLearn) AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 JIEM Jurnal Varidika AlphaMath: Journal of Mathematics Education Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Science and Mathematics Education JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Hipotenusa : Journal of Mathematical Society Theta : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia International Journal of Community Service MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kalam International Journal of Didactic Mathematics in Distance Education Jurnal Pendidikan MIPA
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Pembelajaran Matematika Berbasis TPACK Syarifah, Zagita Aqmal; Yanuarto, Wanda Nugroho
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2722

Abstract

Pembelajaran matematika yang ada perlu dikembangkan supaya lebih mengorientasi siswa pada pembelajaran serta membantu siswa dalam memahami materi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pembelajaran dengan berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksplorasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SRL ( Systematic Literature Review). Sebanyak 6 artikel dalam kurun waktu 2021-2023 telah dikaji. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat berbagai eksplorasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) yang dapat diterapkan. Guru dapat mengimplementasikan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada pembelajaran Model Blended Learning pada materi matematika Sistem Persamaan Dua Variabel, menggunakan E-Modul berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada materi matematika segitiga dan segiempat, memanfaatkan aplikasi geogebra pada materi geometri, menggunakan bahan ajar Ecoprint untuk materi transformasi, menggunakan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada pembelajaran Model Creative Problem Solving pada materi geometri, dan mengimplementasikan desain instruksional Model Inquiry Learning pada materi geometri. Eksplorasi dari pembelajaran matematika berbasis berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) ini dapat menjadi referensi dalam pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledge). Variasi dari implementasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledge) tersebut juga dapat dikembangkan dalam materi matematika lain supaya lebih kreatif dan inovatif.
Exploring the Use of Mobile Technologies in Indonesian Mathematics Lectures Isnawan, Muhamad Galang; Alsulami, Naif Mastoor; Sudirman, Sudirman; Yanuarto, Wanda Nugroho; Sukarma, I Ketut
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/s3jcep43

Abstract

Despite extensive research on mathematics within universities, yet exploration of alternative solutions for challenges students faced during mathematics lectures was limited. Particularly, integrating mobile technology assistance via didactical design research received little attention. Therefore, researchers tried to describe the role of mobile technology in supporting mathematics lectures at an Indonesian university. Didactic design research was the method used in this research. Participants comprised 53 students aged 18–25 years. The main research tools included the researcher, a math comprehension test, an in-depth interview guide, and a hybrid mathematics module with mobile technology support. Thematic analysis uncovered learning barriers, while lecture data underwent qualitative and retrospective analysis. The findings were low mastery of prerequisites, carelessness, and a limited context for lecture. The hybrid module was able to minimize mathematics student learning obstacles in higher education. This research recommends lecturers facilitate problem-based activities with mobile technology to enhance students competencies in higher education. Cukup banyak penelitian yang mengkaji matematika di universitas, tetapi eksplorasi mengenai solusi alternatif terhadap tantangan yang dihadapi mahasiswa selama kuliah matematika masih terbatas. Khususnya, pengintegrasian teknologi seluler melalui penelitian desain didaktis kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan peran teknologi seluler dalam mendukung kuliah matematika pada sebuah universitas di Indonesia. Didactical design research merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pertisipan terdiri dari 53 mahasiswa berusia 18–25 tahun. Instrumen utama adalah peneliti, tes pemahaman matematika, panduan wawancara mendalam, dan modul matematika hibrida dengan dukungan teknologi seluler. Analisis tematik digunakan untuk mengkaji hambatan belajar, sementara data perkuliahan dianalisis menggunakan kombinasi antara analisis kualitatif dan retrospektif. Temuan penelitian ini adalah penguasaan prasyarat yang rendah, kecerobohan, dan konteks perkuliahan yang terbatas. Modul hibrida mampu meminimalkan hambatan belajar mahasiswa matematika di pendidikan tinggi. Penelitian ini merekomendasikan kepada dosen untuk memfasilitasi kegiatan berbasis masalah dengan teknologi seluler untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di pendidikan tinggi.
The Model of Students’ Emotional Intelligence of Professional Education Program in Indonesia Yanuarto, Wanda Nugroho; Setyaningsih, Eka; Suanto, Elfis; Isnawan, Mohamad Galang
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v9i1.27483

Abstract

Recently, there has been a noticeable increase in the significance of students' emotional intelligence (EI) and personality traits regarding self-awareness, self-management, and social awareness. This is to guarantee that their workforce is trained successfully and continuously produces good results. The aims of the study are as follows. (1) to assess how well the proposed model fits the students' data, and (2) to identify the connection between EI domains. The authors opted for a cross-sectional study design by questionnaire survei for EI domains. A total of 1,284 students were involved in this research. The purposive design procedure that resulted in the sample selection involved five departments within the Professional Educational Programs at Universitas Muhammadiyah Purwokerto in Indonesia. The structural model includes all of the interdependencies between the variables. Statistics for Windows 24.0 and Analysing Moment Structures (AMOS) 24 Version were utilized for data analysis. According to the findings, students' levels of self-awareness significantly affect their ability to self-manage in professional education programs, and vice versa. Thus, our study strengthened the idea that EI with an emotion-response process mask is a quality requirement for effective students in any kind of learning environment. 
Implementation of a hybrid mathematics module to minimize students’ learning obstacles when interpreting fractions Isnawan, Muhamad Galang; Belbase, Shashidhar; Yanuarto, Wanda Nugroho
International Journal of Didactic Mathematics in Distance Education Vol. 1 No. 2 (2024): ijdmde
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ijdmde.v1i2.9555

Abstract

The COVID-19 pandemic forced a sudden shift to emergency remote teaching—commonly referred to as panic-gogy—which exacerbated students’ learning challenges, particularly in mathematics. This study addresses the urgent need for responsive instructional designs by integrating parental insights into the learning process. Framed within the didactical design research (DDR) methodology, this study aimed to develop an alternative learning approach to reduce obstacles in students’ understanding of fractions during panic-gogy. Participants included 56 junior high school students (aged 13–18) and 71 parents (aged 35–50) from a school in Indonesia. Data were collected using a fraction concept test, semi-structured interviews, a hybrid mathematics module, and documentation analysis. Thematic qualitative analysis was conducted with the aid of NVivo 12. Results revealed that students struggled with interpreting the meaning of fractions, often due to inadequate teacher explanations. Parental feedback emphasized a strong preference for face-to-face instruction, even when delivered via online platforms. The hybrid mathematics module, designed in response to these findings, successfully integrated contextual problem situations to support the construction of fractional meaning and reduce learning barriers. This study contributes to the body of knowledge by highlighting the value of involving parents in instructional design and demonstrating how hybrid modules can mediate learning in crisis contexts. The findings have implications for developing resilient educational strategies in future disruptions.
Minecraft for Education: Promoting Social and Emotional Learning in Mathematics Yanuarto, Wanda Nugroho; Setyaningsih, Eka; Wahyuningsih, Purwanti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 12 No 1 (2023): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.971 KB) | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v12i1.55329

Abstract

The usage of games, which have been around for a very long time and have been the focus of research for a number of years, is a component of mathematical education. The usage of games in mathematics classrooms is far higher than in any other subject. Furthermore, teachers agree that video games are an excellent medium for teaching mathematics in middle school. This raises the question of whether students in the secondary grades change their mathematical identities as a result of participating in an inquiry-based teaching unit with Minecraft. The information whether students in the secondary grades change their mathematical identities as a result of participating in an inquiry-based teaching unit with Minecraft remains unclear. The aims of this study is to analyze information regarding the benefits of using Minecraft as a teaching tool, the challenges that come with it, the viewpoints of students on the game, and the educational benefits it provides. The current study was based on a Minecraft-based teaching unit that was carried out in a class with a total of 22 high school students. This study use semi-structured interviews in our qualitative research endeavor. This study project's findings researcherre put into three themes, they are 1) students of mathematics; 2) Minecraft gamer of mathematics students; and 3) repositioned as students of mathematics.
Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Berdasarkan Tingkat Persepsi dan Partisipasi Publik Masyarakat Yanuarto, Wanda Nugroho; Hapsari, Ira; Purwanto, Joko
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i1.16823

Abstract

Penerapan pendidikan yang terjadi sekarang ini adalah pendidikan dengan mengedepankan teknologi dan diferensiasi. Dua pokok pemikiran ini yang menjadikan pendidikan berubah seiring waktu. Pendidikan merdeka belajar menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menerapkan konsep baru dalam belajar peserta didik. Pendidikan tersistem ke dalam kebebasan peserta didik untuk belajar dan memaknai pembelajaran dengan tidak berbatas ruang dan waktu. Konsep kurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum pendidikan di Indonesia yang harus diimplementasikan seluruh sekolah. Tujuan pelatihan kurikulum merdeka ini adalah sebagai tambahan informasi kepada para guru dalam melihat kurikulum merdeka secara mendalam. Pelatihan ini menggunakan metode presentasi, peer-teaching, class observation, dan evaluasi kinerja. Pelatihan ini menerapkan tiga Langkah, yaitu platform e-learning, innovation workshop, dan school-industry engagement. Hasil pelatihan ini mengindikasikan bahwa persepsi dan partisipasi publik masyarakat dapat dilihat dari tiga langkah di atas, yaitu bagaimana masyarakat dapat melihat penerapan kurikulum merdeka di sekolah. Berdasarkan tingkat persepsi dan partisipasi publik masyarakat terhadap penerapan kurikulum merdeka berada pada level sedang atau mereka cukup menerima secara positif perubahan paradigma pendidikan ini.
Pelatihan Cegah Stunting Sejak Dini dengan MPASI ala Kemenkes pada Ibu Balita di Desa Gambaran Ghina Nur Azizah; Rezka Wahyu Dwiyanti; Tri Vandi Prahestu; Erica Revanda Kusumaningtyas; Rakan Kairo; Nabila Lutfhi Afifah; Mohammad Jimmy Budiarto; Karina Adelia Putri; Nunazzi Amara Arfa; Arief Maulana Wijaya; Hitman Sagah; Dinda Nur Azizah; Latif Hisbulloh; Wanda Nugroho Yanuarto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1413

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah stunting pada masa usia emas anak, yaitu 6–24 bulan. Artikel ini membahas hasil pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang MPASI di Desa Gambaran. Metode pelatihan mencakup pre-test, pemberian materi, demonstrasi pembuatan MPASI, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah pelatihan. Sebanyak 4 peserta mampu menjawab seluruh soal post-test dengan benar, sedangkan rata-rata peserta menjawab 8 dari 10 soal dengan benar. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi melalui pemaparan materi dan demonstrasi MPASI efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya MPASI untuk mencegah stunting. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti hubungan positif antara pemberian MPASI yang sesuai dengan pencegahan stunting pada anak usia dini.
Education Program 4.0 In The Making Indonesia 4.0 Roadmap And Its Implementation At Muhammadiyah Junior High School Of Ajibarang Indonesia Yanuarto, Wanda Nugroho; Purwanto, Joko; Jaelani, Anton
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022): May 2022 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i2.95

Abstract

The As a result of the implementation of the Fourth Industrial Revolution, the world of education is being impacted by the application of technology across all aspects of learning in schools. One of the government's efforts to bring Indonesian life into line with the pace of technological advancement is the initiative Making Indonesia 4.0 (4.0 Indonesia). Education 4.0 in Indonesia is one of the initiatives aimed at transforming Indonesia into a 4.0 society. Education 4.0 in Indonesia is a program that was developed to improve the quality of education by incorporating technology into its activities, particularly in the classroom. We hope to learn about the 4.0 education program in Indonesia and the challenges it faces. We also hope to learn about how 4.0 education can be implemented in schools, specifically at Muhammadiyah Junior High School of Ajibarang, through this training. The participants in this training activity are all teachers from junior high schools in Banyumas Regency who are participating in this training activity. The participants in this training were 36 teachers from Muhammadiyah Junior High School of Ajibarang , who served as a model. Specifically, there are four stages to this training method: the presentation stage, peer teacher stage, class observation stage, and final performance evaluation stage. The culmination of this training is the completion of education 4.0 at Muhammadiyah Junior High School of Ajibarang, which consists of three main steps, namely the development of an e-learning platform, the holding of an innovation workshop, and the participation of school and industry. According to the organizers, this activity will serve as an alternative to solving problems related to the implementation of education 4.0 at Muhammadiyah Junior High School of Ajibarang in an effort to develop a roadmap for Indonesia's transition to the Fourth Industrial Revolution.
Eksplorasi Pembelajaran Matematika Berbasis TPACK Syarifah, Zagita Aqmal; Yanuarto, Wanda Nugroho
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2722

Abstract

Pembelajaran matematika yang ada perlu dikembangkan supaya lebih mengorientasi siswa pada pembelajaran serta membantu siswa dalam memahami materi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pembelajaran dengan berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksplorasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SRL ( Systematic Literature Review). Sebanyak 6 artikel dalam kurun waktu 2021-2023 telah dikaji. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat berbagai eksplorasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) yang dapat diterapkan. Guru dapat mengimplementasikan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada pembelajaran Model Blended Learning pada materi matematika Sistem Persamaan Dua Variabel, menggunakan E-Modul berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada materi matematika segitiga dan segiempat, memanfaatkan aplikasi geogebra pada materi geometri, menggunakan bahan ajar Ecoprint untuk materi transformasi, menggunakan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada pembelajaran Model Creative Problem Solving pada materi geometri, dan mengimplementasikan desain instruksional Model Inquiry Learning pada materi geometri. Eksplorasi dari pembelajaran matematika berbasis berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) ini dapat menjadi referensi dalam pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledge). Variasi dari implementasi pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledge) tersebut juga dapat dikembangkan dalam materi matematika lain supaya lebih kreatif dan inovatif.
Coconut Shell Waste Reduction Through Briquette Innovation: An Environmentally Friendly and Economic Improvement Solution Lestari, Azhar Nur Dini; Latief, Abdillah Choirul; Setianingsih, Cahyani Ayu; Nibas A, ⁠Vierel Maulana; Pambudi, ⁠Priyo; Ningsih, Afrilia Setia; Lestari MS, Suci; Anam, ⁠Muhammad Ghousul; Rakhmalaely, Andien Aulia; Putri, Abhista Emilia; Idraswara, Redhatama Arya; Budiman, Arif; Yanuarto, Wanda Nugroho
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i1.17858

Abstract

Coconut shell waste is a type of organic waste that is often considered an environmental problem because it is difficult to decompose. In Purwosari Village, Wonosobo Regency, most people do not understand how to manage this waste effectively. This study aims to provide education to the people of Purwosari Village regarding the use of coconut shell waste as briquettes, which can be used as an alternative environmentally friendly energy and improve the local economy. This study uses the Participatory Action Research (PAR) approach, which involves active community participation from the problem identification stage to solution implementation. In addition, observation methods are used to understand community conditions and the potential of natural resources in the village. Observations were conducted to directly see the management of coconut shell waste and the community's response to the processing. Interviews with several community leaders were also conducted to gain perspective on the challenges and needs that exist. Socialization began by providing an understanding of the negative impacts of coconut shell waste, followed by practical training in making briquettes, which includes the carbonization process, mixing materials, molding, and drying. The results of this training showed an increase in community understanding of coconut shell waste management and its benefits as a renewable energy source. This program not only provides technical skills, but also opens up opportunities for improving the local economy through the production of environmentally friendly briquettes.
Co-Authors Agung Muhammad Iqbal Ahyaningsih, Faiz Akhmad Jazuli Alif Nur Indriyani Alsulami, Naif Mastoor Amri, Khofifatul Anam, ⁠Muhammad Ghousul Anton Jaelani Anton Jaelani Arief Maulana Wijaya Arif Budiman Belbase, Shashidhar Dewi, Stephanie Prisca Dinda Nur Azizah Eka Setyaningsih Eka Setyaningsih Elfis Suanto Eli Purwati, Eli Erica Revanda Kusumaningtyas Erna Handayani Fukui, Masanori Ghina Nur Azizah Hapsari, Ira Hitman Sagah I Ketut Sukarma Idraswara, Redhatama Arya Iqbal, Agung Muhammad Ira Hapsari Isnawan, Mohamad Galang Isnawan, Muhamad Galang Januar, Mohamad Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Purwanto Karina Adelia Putri Kiki Nur Umiatun Latief, Abdillah Choirul Latif Hisbulloh Latifah Hanum Lestari MS, Suci Lestari, Azhar Nur Dini Luthfiana Milla Susanti M. Zaeni Lathif Mohamad Ikram Zakaria Mohamad Ikram Zakaria Mohammad Jimmy Budiarto Mukhlis Prasetyo Aji Mukti Agung Wibowo Nabila Lutfhi Afifah Nibas A, ⁠Vierel Maulana Ningsih, Afrilia Setia Nunazzi Amara Arfa Nur Isna Inayati Pambudi, ⁠Priyo Parwati Parwati Purwani, Purwani Putri, Abhista Emilia Qodariah, Rismawati Laila Rakan Kairo Rakhmalaely, Andien Aulia Rezka Wahyu Dwiyanti Rusmayadi, Muh Safitri, Eni Samsuriadi, Samsuriadi Setianingsih, Cahyani Ayu Setiawan, Bamas Aprihadi Sriyanto Sriyanto Subuh Anggoro Sudirman Sudirman SUMIYATI SUMIYATI Supriyanto Supriyanto Susanti, Luthfiana Milla Syarifah, Zagita Aqmal Tri Vandi Prahestu Umiatun, Kiki Nur Wahyuningsih, Purwanti Wardani, Fitrian Prila Wicaksono, Dian Widianto, Deppy Zakaria, Mohamad Ikram